Cloudburst - Cloudburst CD 2018

































Cloudburst - Cloudburst
Samstrong Records CD 2018

01 Strange Acrobat 03:46
02 Crimson Mask 04:09
03 Tornado 02:44
04 Eternal Gunfight 05:00
05 Oral Staircase 01:23
06 Personal Golgotha 04:12
07 Human Origami 05:36
08 First Cry 02:33
09 Final Cry 03:43

A. Okta - Microphone   
Yogi SA - Guitars
Riddho N - Bass
J. Yudha - Drums

CLOUDBURST is a Collection of young dudes keepin playing Metallic hardcore with Chaotic side ! Album pertama Jogja band punya tahun 2016 " Crying of Broken Beauty " pernah Gw ulas, ga terasa eksistensi mereka makin tumbuh pesat saat Gw mendengarkan kembali materi baru mereka ditahun 2018 ini, meski Gw sendiri rada telat mengulasnya. yang menurut Gw ini masih menjadi lanskap panjang perjalanan karir Cloudburst sebagai pengusung Hardcore dengan sentuhan Chaotic style ala Converge, Norma Jean, Mothman, Fall City Fall, Cult Leader, The Chariot atau juga Queel menawarkan kebisingan yang akan melawan pertarungan hati kalian saat kalut menyerang. rasanya akan sulit mencerna sajian yang biasa menurut kalian Easy listening, ini seperti tidak bisa mengikuti satu kata pun gaya vocal yang seperti memiliki Paru paru kuat di Implementasiakan begitu berdarah ke dalam riff gitar yang seperti terlihat marah dan itu semua seperti korosi asam. memang mudah untuk melupakan bahwa ada seluruh dunia suara yang dapat ditemukan dalam peluruhan mematikan sebuah isotop radioaktif dari riff metal. Dalam waktu kurang dari satu setengah menit, aransemen lagunya memang seperti bergejolak dari bagian tengah tubuh yang sangat cepat menjadi langkah yang lambat dan kembali kedalam letup kecepatan yang lebih tinggi. gampangnya Gw ngomong, karena ini bukan stuff kaleng-kaleng, so butuh suasana dan konsentrasi tersendiri untuk dapat menikmati alunan indah dan gila dari Cloudburst ! an experimental approach and emphasis on rhythmical complexity, which are defining features of mathcore coming again with something unique to offer and should be celebrated for those qualities rather than having them generalized for easy consumption.

Emosi yang kuat dari liriknya memang jelas terdengar. Cara Gw menafsirkan gayanya adalah emosi yang kompleks yang diceritakan secepat dan sesakit mungkin. Membaca lirik dan mendengarkan pada awalnya membingungkan sampai kalian akan menyadari bahwa Cloudburst ingin sekali mengatakan apa yang mereka tulis tetapi hanya bisa menjerit karena emosinya yang terpendam terlalu dalam dan pecah. kompleks banget sih setiap aransemen yang mereka sodorkan memang butuh beberapa kali untuk bisa mencerna arah musikalnya terdengar memang chaotic seperti ini, Gw mulai dengan " Strange Acrobat ", menggeser ingatan lama Gw dengan materi lawas Massachusetts, Converge. meskipun masih lebih dikatakan jinak, Cloudburst menyederhanakan setiap jengkal kemarahannya dan seluruh member menampilkan skill instrumen masing-masing dengan cerdas dengan mengkomposisi warna yang lumayan bikin adrenalin kita seperti tercabik terburai. Gitaris Yogi SA seperti sedang battle skill ego suka suka dengan drummer J. Yudha, memang seperti lepas kendali, namun ke-2 nya memang sedang menulis lagu yang mereka konsepkan dari ke-absurd annya dan kemudian vocalis Okta seperti tinggal menumpahkan saja setiap letupan kemarahannya. kompresi musikalnya menurut Gw jauh lebih terkesan matang dan ga asal berisik, sehingga beberapa fermentasi emosional lagu begitu terasa menyatu, it's attack felt much more plotted and complex, as the payoff was less about anticipated, compressed breakdowns than the entireties of the tracks themselves. malah " Crimson Mask " menyajikan solo lead menarik hampir di menit ke-3 dari musisi tamu " J " dari band Headkrusher makin nambah apik konstruksi kekacauan ini makin terdengar manis dibeberpaa materi ini, nice ! selain raungan vokal yang kalap, track " Tornado " juga menampilkan low vokal dari Gank vocal yang turut membantu pengacauan harmonisasi aransemen lagu, bener-bener ini yang Gw katakan diatas, untuk mencerna materi ini butuh konsentrasi tersendiri, nah barulah, kalian siap menerima Esensi musikal sangat menariknya, It's steady furor echoes an old-school power chord punk mentality that’s satisfied with keeping its mix of piss and vinegar pure and potent. secara emosional semua materi terbungkus dalam rekaman ini tidak banyak membuat Band berpikir bisa melakukannya. Cloudburst hanya ingin memberikannya kepada Audience, Cloudburst seperti hanya lepas bereksperimen dengan banyak kolase cut-and-paste apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan yang sisanya hanya mereka tradisikan dengan refleksi kehidupan masing-masing. meskipun Cloudburst telah menciptakan sesuatu yang sangat mereka sukai, merasa itu benar-benar menangkap kekacauan musik, tetapi memberi perintah pada lagu tersebut, tetapi endingnya tidak pernah tahu seberapa besar dampak bagi penikmat untuk bisa mencernanya. whose brand of enjoyable but far from mindblowing metallic hardcore had been building in popularity since their origins in the early 90s, following in the path of other forward thinking underground riff mongers you won’t have given a shite about like Deadguy and Rorschach, all blazing speed, Metallic riffs, sore throated vocals and occasional dips into more Atmospheric passages. Unik memang untuk track berikutnya " Eternal Gunfight ", Cloudburst hampir keseluruhan membiarkan sesi vokal di isi dengan cut and paste beberapa rekaman debat argumentasi yang mereka sinkron-kan tepat dengan beberapa tempo. Gw rasa materi Album ke-2 ini menyebarkan banyak sekali tentakel mereka secara musikal ke arah yang lebih beragam, tentu saja, tetapi yang lebih penting adalah di mana berbagai pengaruh non-linier mereka benar-benar dapat menyatu ke dalam bahasa mereka sendiri untuk kesekian kalinya , dan di mana konten emosional musik mereka cocok dengan lirik penuh kebencian vokalis Okta dengan sempurna. Singkatnya, itu adalah titik di mana semuanya jatuh ke sesuai tempatnya. meski di Booklet cover track " Oral Staircase " tersedia lirik, ternyata hanya menampilkan instrumental clean gitar yang epik dan mencekam atmosfir jahat-nya. sentuhan lead guitar lagi lagi dari " J " nya Headkrusher makin memberi sentuhan melodius untuk track " Personal Golgotha " meski selanjutnya kekacauan dramatis berikut tetap jadi ritual wajibnya. " Human Origami " seperti coba menurunkan tempo komposisi tapi tidak dengan letupan vocal yang sepertinya memang engga bisa kompromi lagi untuk menjerit dengan sekuat paru-parunya. memang sejujurnya sangat sulit untuk Gw menuliskan materi album ini, Semua yang menantang tentang album ini telah Gw katakan, namun sebagai salah satu penggemar hampir semua jenis musik, Especially Metal, rasanya kehidupan ini akan benar-benar diubah oleh materi seperti ini. ini membuat Gw melihat hardcore, art, Unity, dan kehidupan yang sangat berbeda. Sangat jarang bahwa band dapat mencapai kegilaan musikal seperti ini dalam karir dan Cloudburst benar-benar telah sukses mengalahkan diri mereka sendiri dengan obsesi yang stay like this ! seperti menjadi sekuel yang saling berhubungan, 2 Track di setlist akhir, " First Cry " dan " Final Cry " menyambung lebih panjang segmentasi apa yang mereka ingin tumpahkan lebih mendasar menjadi 1 deskripsi dari kenyataan yang kita dan kalian rasakan tentang air mata. Selalu ada sesuatu yang bisa dikatakan untuk tantangan, Teknik penulisan lagu yang matang, menunjukkan skill mereka dengan cepat memodulasi suasana hati lagu sambil terus meningkatkan intensitas. Sekali lagi kita melihat legacy produksi musik energi yang tepat, yang memuncak dalam paruh kedua epik di mana layer komposisi Riff, lebih dari gitar berdistorsi tajam yang meraung menjadi mungkin salah satu pernyataan nihilistik yang paling sederhana.

So all in all, if you enjoy Cloudburst, this is a must have. If you haven't heard enough Cloudburst, buy this record. This is the best place to start and arguably the Hot album Cloudburst have made so far. karena pada akhir tulisan ini, Gw sekali lagi merekomendasikan konsumsi materi menantang dan menarik seperti ini dengan lebih konsultasikan dengan Taste terbaik kalian, karena komposisi ini ga akan begitu mencuri perhatian ketika materi ini ditulis dengan segala totalitas yang melebur setiap nafasnya, coz this something special stuff for mood ! ga heran banget kalo SamStrong Records mengemas-nya dengan lebih serius untuk Sophomore ini dan Gw hanya bisa mengatakan lagi syalut untuk penulisan materi penuh challenge ini. it’s not impossible to imagine headier themes of existentialism infiltrating - or comprising, YOU MUST HAVE IT NOW !!!

* Songwriting: 8.5
* Originality: 8
* Memorability: 8
* Production: 8

Check Mini Teaser By @LICMEDIA
 




Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670