Decayed Flesh - Eternal Misery CD 2020


Decayed Flesh - Eternal Misery
Brutal Mind CD 2020

01. Into Eternity 04:25
02. Abyss of Misery 03:37
03. Desperate Soul 04:06
04. Sclerosis 04:03
05. Psychiatric Illness 03:38
06. Omnipotent Hypocrisy 03:59
07. Madness 03:16
08. Endless Anxiety 04:35
09. Eternal Suffering 04:43
10. Insidious Delusion 03:58

Wasis Setiawan - Guitars, Vocals
Anggit Rizky - Bass, Vocals
Lukman Robi - Drums

Akhirnya !!! ... setelah memukau lewat debut demo ditahun 2019, Pemalang BDM yang Gw gadang gadang bakal punya masterpiece keren di tahun 2020, hari ini Trio barbar DECAYED FLESH (DF) buktikan nyata sendiri taring tajam berbahaya bukan sekedar pencitraan atau omong kosong, karena Gw membuktikan sendiri sejak awal nih band punya materi Gokill banget asli gaya mempesona Deeds Of Flesh, Severed Savior, atau Gorgasm menjadi tradisi sekaligus invasi menyegarkan DF. Yupz, are Absolutely Uncompromising whirlwinds of Dynamic display; Dizzying, Numbingly complex barrages of riffs, riff fragments, comments on riffs, asides, Sallies, Thrusts, Rhythmic bits and pieces, and a perverse unwillingness or inability to ever write a song that was in any way fresh Straightforward or traditional Death Metal Brutal. dan masih Gw rasa, Bro Wasis Cs sekali lagi sukses mengusung kembali kejayaan awal Deeds Of Flesh, especially era drummer Mike Hamilton. where their work can abuse and Isolate based on it's sheer Demonic unwillingness to allow the listener any kind of safe path through the song, any steps or stairways towards meaning, Comprehension, or Structure keep deadly. meski secara estetika belum ada yang terdengar baru, DF tetap menyuguhkan sebenarnya sajian sadis nan elegan yang paling ditunggu BDM Fans. tidak banyak berubah dari formasi sejak demo 2019 lalu, Wasis and gank melanjutkan invasi agresi paling Gw tunggu sekali pake banget. nuansa BDM 90-an yang masih terdengar renyah lewat seduhan sounding-nya sampai hari ini. No solos come into play, and the tempo never tends to either a very high speed or a slow slam speed. None of the riffs really stick to my head, because they are all Essentially the same more types of riffs played on different ends of the scale. The tempo changes and lightning fast staccatos are Dynamic impressive, but none of them really grab you by the balls and force you to bang your head or step back from the speaker's in awe of a Crushing auditory assault with Feeding you with Brutality, and NOT FOR wimps, Posers, or damn Mallcore kids !!!

Gw akui, saat DF memulai labirin pembantaian lewat komposisinya, DF tahu persis apa yang mereka lakukan untuk ngasih angin segar bagaimana menciptakan kebrutalan tanpa terdengar engga jelas. seperti terasa lebih dingin dan lebih mengasingkan daripada kebisingan industri karena DF mengambil sendiri penampilan luar dari style BDM tradisional hanya untuk menimbulkan korosi dari dalam. meski masih Gw katakan ini adalah bentuk yang lebih sederhana namun menyimpan hawa membunuh, sehingga untuk menikmatinya engga perlu pasang kuping sekali alias duduk manis dan nikmati, karena DF asli meng aransemen setiap komposisi simply dan membantai dari sudut pandang konseptual, sebagai semacam musik-filosofi yang pernah DF sajikan adalah sebuah manifestasi dari prinsip-prinsip komposisi, dan lagu-lagu-nya sepenuhnya sangat mengesankan setiap penikmatnya, Damn ! karena Gw sedang tidak Membacot kayak yang lainnya, karena secara prinsip mendasar Gw menulis ya apa adanya. memulai setlist pertama, DF memasang Intro Instrumen " Into Eternity ", dengan tampilan yang mungkin kalian akan beranggapan tersendiri saat menikmati sentuhan Epic Gloomy melodius hingga pada menit 02:39, dan setelah itu dentuman berat sebagai Opening BDM Part yang pas banget untuk melemaskan otot dan adrenalin sebelum bersiap bertarung habis habis an dalam moshpit crowd biadab ! Ada cukup riff menawan tersuguhkan, fragmen melodius, dan transisi dalam aransemen, Fluiditas, ekspresif, fleksibilitas, jangkauan, serta kekuatan ritme guitar yang dijamin siap bikin Audience betah saat menu utama menggerinda via " Abyss of Misery ", pertemuan barbar Intensitas riff distortif berat dan drum berinteraksi, bermain melawan satu sama lain, dan kemudian berbaur menjadi satu kepalan yang menampar dengan artikulasi dan frasa ledakan berkecepatan tinggi yang gila-gilaan. en bener banget Prediksi Gw dengan materi DF sejak demo 2019, mereka menawarkan kebrutalan yang tetep asyik ternikmati walau kerap melakukan pengulangan, yeahh !!! improving the band's sound in the same way that their style has evolved towards clarity, a distinction of structure and compositional parts. spirit BDM 90-an yang selalu terdengar gurih sepanjang waktu. sekilas memang Gw kerap merasakan roh sakti Deeds Of Flesh yang di padu dengan komposisi yang lebih jinak dari materi awal Severed Savior dan Gorgasm. karakter vokal yang tetep patut Gw acungi jempol disaat kebanyakan Vocalis Death Metal lainnya masih begitu stereotype karena (mungkin) terlalu mengalami krisis pede saja atau?..... silahkan isi aja sendiri. typical low deep Growl seperti ini memungkin banget siapa saja bakal dengan lebih mudah mendengarkan pattern lirik dan kombinasi Vocal ke-2 siapa aja pasti bisa menebak style khas Trademark vokal kayak ini hehehe. Vocals are classic Deeds of Flesh quality; mid growl and low growl, how can you go wrong?! The low vocals are definitely predominant over the middle range, but they sound absolutely sick when harmonized. sekali lagi jika Deeds Of Flesh populer memiliki style bermain yang lebih rumit dan Detil, DF disini coba mengambil warna simply menghancurkan tanpa harus terbebani teknik-teknik menguras imajinasi, sehingga cukup 1 putaran aja kita dapat mencerna komposisi menarik DF. " Desperate Soul " terus siaga penuh dengan simponi pembantaian musikal dan bagaimana moshpit terus memanas hebat suhunya. untuk yang diinisiasi, tentu saja tidak memerlukan konsentrasi penuh untuk membuat kepala dari musik DF ini, karena mereka tidak menunjukkan belas kasihan kepada yang lemah dan bodoh dalam struktur lagu mereka yang crunchy: tidak ada pengaturan paduan suara bait, harmoni sederhana atau dinamika yang jelas variasi ditawarkan sebagai konsesi kepada audience. DF have chained you up, put a bag over your head and thrown you into a sea of Blasting DM brutality, trusting you to find your way out ! begitu halnya dengan track " Sclerosis ", rasanya degupan irama jantung ini harus beberapa kali mengalami siksaan dengan intensitas musikal team solid, yaa karena trio ini selalu haus konsisten dengan apa yang mereka ciptakan senantiasa memendam kekuatan mengerikan tak terlihatnya. menikmati hampir setiap track, Gw selalu menemui ketertarikan tersendiri tanpa kompromi sedikitpun. seperti pada beberapa riff yang sangat ekspresif dan hummable dan kuasi harmoni untuk menentukan setiap lagu individu yang sisa kemudian didedikasikan untuk merobek momen-momen dari aksesibilitas relatif terhadap beberapa serpihannya, sehingga terkadang dengan cepat saling memotong antar gagasan secepat pendengar dapat mengikutinya. seperti track " Psychiatric Illness " dan " Omnipotent Hypocrisy ", DF masih banyak sekali memendam banyak Ide yang mereka tuangkan lebih bijak dalam aransemen, dan seperti Gw rasakan kalo DF sangat memperhitungkan sekali dalam setiap matangnya skema komposisi. semua riff seperti hanya terjatuh di bawah tiga rasa dasar: staccato yang tajam berjalan dengan mengubah setiap kecepatan, getaran menengah ke atas mengambil style yang dipegang, dan ada part yang selalu menghancurkan pada beberapa tempo medium juga lambat. memang tidak menyertakan ritual solo gitar yang ikut bermain, dan tempo tidak pernah cenderung untuk kecepatan yang sangat tinggi atau lambat. riffing catchy yang benar-benar menempel di benak Gw, karena semuanya pada dasarnya adalah tiga jenis riff yang hampir sama dimainkan di ujung skala yang berbeda seperti blend sederhana diantara Deeds Of Flesh, Severed Savior atau Gorgasm dengan mengacu riff dasar ala Suffocation dan Cannibal Corpse style. ya, selain Aspek pertama tersebut yang akan menarik perhatian penikmat adalah skill musisi yang sepertinya adalah tim Solid. selain riff yang menarik, Drummer juga memberikan irama seksi yang sangat kuat. Lukman Robi mampu menangani pola peledakan kompleks dan denyut sinkopasi dengan relatif mudah serta menyatu dengan setiap keinginan Riffing Wasis. Tidak hanya itu saja, Lukman juga memiliki kemampuan untuk beralih di antara ritme yang berbeda dalam sekejap, sambil melempar isi yang rapi di setiap saat mengeksplorasi berbagai pilihan. seperti halnya membayangkan seekor binatang buas mengerikan yang kehadirannya memancarkan bau busuk, perut membusuk, dan yang penglihatannya tentu saja memancing muntah yang parah, atau kejang dengan kejam, ups berlebihan yah? sebenarnya ga ada yang berlebihan untuk menggambarkan untuk setiap keganasan musikal DF pada menit ke 27 saat track " Madness " dimuntahkan. despite the overwhelmingly intense brutality style of songwriting, or perhaps because of it, it never strays too far from the central core of each song. Each song retains an elastic quality to allow the free-from idea of composition, and yet, the songs remain wholly unified. Not just within each individual song, but the album as a whole as well. Each song combines to complete and animate the monstrous beast of death metal that will surely devour everything in it's path. makin kesini kejutan seperti engga ada habisnya dilontarkan DF, menyimak track berikutnya " Endless Anxiety ", tetap meninggalkan baris kekaguman tersendiri jika Ekspetasi materi DF emang dari sejak sono-nya musti kalian waspadai. dan 2 track selanjutnya sudah pernah Gw tulis era demo tahun 2019, tapi yang ini adalah versi barunya. " Eternal Suffering " masih melakukan tradisi yang tidak jauh berbeda, serangan biadab dengan sentuhan teknik-teknik riff dinamis, dentuman drum berat dan Multiple vocal selalu jadi Mimpi Buruk ! Tidak terlalu overwash dalam distorsi, tidak ditelan oleh Low Tunes, dan sama-sama penuh style dinamis yang dikirim melalui picking cepat atau Palm muting riff. Beberapa mungkin merasa sedikit terdengar kering, tapi Gw pikir lebih baik masih seperti itu daripada tertelan sewer overdrive. konsepsionalnya telah menetapkan standar produksi untuk BDM Dinamis dan tentunya mematikan. memang secara keseluruhan pembentukan aransemen musikal-nya masih terdengar sederhana dan Catchy untuk semua telinga, seperti fill-in drummer tidak terlalu meledak-ledak emosi-nya dan tetap mempertahankan yang namanya powerfully, yupz inilah yang Gw maksud sebagai persepsi penulisan musik yang bagus menurut Gw cukup berhasil terbentuk, walau DF bukan yang pertama berhasil menyusun rangkaian BDM tampak lebih megah seperti ini. With Awesome music like this, it is a marvel to listen to how well the drums lock in with bass and guitar through the twisting changing riffs and time signatures these guys come up with. The whole overlay of the instruments creates the brutal atmosphere if you are diehard fans for in the name Deeds of Flesh trusting you to find here all ! dan setlist pamungkasnya " Insidious Delusion ", aroma Deeds Of Flesh era " Crown of Souls " ato " Mark of the Legion " asli kerasa banget menendang berulang ulang, ditambah dengan Typical Growl Aces sendiri lebih mengingatkan dengan style Almarhum Erik Lindmark ditambah gaya Scream bassis Anggit Rizky ala era Jacoby Kingston. meski belum menawarkan struktur musik yang sebenarnya terdengar lebih njlimet seperti 2 Album DOF yang Gw Sebutkan diatas, setidaknya DF sudah cukup nyali membawakan karakteristiknya, seperti warna Sound gitar, Drum hingga vocal. aransemen Downstroke dan Palm Mute riff excited banget komposisi-nya bareng ketukan drum yang engga terlalu ngebut pada teknik hyper snare, namun lebih mengingatkan ketukan mantap Severed Savior era EP " Forced to Bleed " atau " Stabwound Intercourse " nya Gorgasm, permainan Twin pedal masih dikondisikan serapat mungkin konsentrasi pada hentakannya. not only in terms of Dynamic intent, songwriting ability, etc. but also because of the Overwhelming amount of creative energy that is expended on tracks.

And Fuckin Overall, This is their beast album, and it's Sophisticate Brutallity in structure and quality, a sadistically pleasurable way to kill more on 40 minutes or so...again with my shitty choices of words! I'd recommended it to fans in the name Deeds Of Flesh, Severed Savior or Gorgasm. secara keseluruhan materi ini bener-bener disajikan dengan penuh kematangan konsep, konten dan produksi lebih baik lagi dari sebelumnya, karena materi ini dikerjakan proses mixing dan Masteringnya oleh Insidious Studio. so dijamin BDM Freaks bakalan menyematkan debut masterpiece ini dalam daftar band mengerikan asli tanah air, sehingga sampai disini ungkapan Gw telah habis buat menggambarkan materi yang sangat Gw rekomendasikan banget. meski engga ada yang terlihat baru atau mengejutkan, dan bukannya Gw terus tanpa henti meng-compare dengan 3 nama yang sering gw sebut, coz pada hal ini Gw hanya menggunakan kiasan untuk dapat menggambarkan dalam sudut pandang pribadi tanpa harus menghakimi, mohon dipahami sebelum ada salah persepsi narasi. DF siap memanjakan dengan karya berbahaya ini, dah Gitu aja, ntar Gw kebanyakan bacot bisa kalian malah under estimate atas ungkapan pribadi Gw hahahaha ... pokoknya hanya ada 1 ungkapan gokill diakhir tulisan ini : BUY OR DIE untuk CD " Eternal Misery ", Despite the Brutality of the music there were no sections that were not pleasing to the ears and the musicians are very proficient. I thoroughly enjoyed my mind being challenged by the musical extremes that this album explored and I always have high hopes for this band's upcoming material will progress and turn out something more truly great.

* Songwriting: 8.5
* Originality: 8
* Memorability: 8.5
* Production: 9

Decayed Flesh - Desperate Soul 
 


Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670