Hateplow - Everybody Dies CD 1998

Hateplow - Everybody Dies
Pavement Music CD 1998

01. Everybody Dies 03:28      
02. Stalker 04:16     
03. Prison Bitch 02:41       
04. $20.00 Blow Job 01:55     
05. Challenged 03:02     
06. The Gift Giver 00:46      
07. Crackdown 03:10     
08. In the Ditch 04:34       
09. Ass to Mouth Resuscitation 03:04       
10. Compound 02:04       
11. Ante Up 02:30 
12. Anally Annie 00:28     
13. Denial 01:39      
14. Born with Both / Sunshine of Your Love (Cream cover) / Pepe Lopez Song 10:58


Kyle Symons - Vocals 
Phil Fasciana - Guitars 
Rob Barrett - Guitars
Tim Scott - Bass 
Larry Hawke - Drums


Lahir dari lingkaran Malevolent Creation, Hateplow dibentuk oleh Phil Fasciana dan Rob Barrett sebagai outlet yang jauh lebih kasar, lebih grind-oriented, dan secara lirik sengaja menyeret pendengar ke wilayah sosial yang menjijikkan: narkotika, prostitusi, kekerasan, marginalitas, dan berbagai sisi buru. kehidupan urban. Album debutnya dirilis Pavement Music pada 26 Oktober 1998, berdurasi sekitar 44 menit dan menampilkan Larry Hawke pada drum, Tim Scott pada bass, serta Kyle Symons pada vokal. Dan ya " Everybody Dies " memang terdengar seperti sesuatu yang tidak pernah diajarkan untuk meminta izin. Tetapi brutal bukan otomatis berarti bagus. Musik Hateplow dibangun dari pertemuan death metal Florida dengan grindcore dan sedikit hardcore attitude. pada 1998 bahkan melihat jejak Terrorizer cukup jelas dalam kombinasi riff death metal yang presisi dengan energi punk/grind, sementara beberapa bagian seperti " Stalker " lebih dekat dengan pola death metal Malevolent Creation. Itulah identitas paling jelas Everybody Dies. Bukan death metal teknikal. Bukan grindcore murni. Bukan pula Malevolent Creation versi kedua. Ini adalah death metal yang sengaja dibuat lebih pendek napasnya, lebih impulsif, lebih kasar, dan lebih senang menabrak daripada membangun atmosfer. " Everybody Dies " membuka album dengan konstruksi yang cukup sederhana: ketegangan awal kemudian dilepaskan melalui blast beat, riff berat, dan vokal Kyle Symons yang bergerak antara growl rendah dan teriakan bernada lebih tinggi. Setelah itu Hateplow hampir tidak pernah benar-benar memberi kesempatan bagi pendengar untuk mengatur napas. Masalahnya: intensitas seperti ini cepat kehilangan nilai jika riff tidak cukup kuat untuk meninggalkan bekas dan di sinilah " Everybody Dies " mulai tersandung.

Performa terbaik album justru datang dari drummer Larry Hawke. Ia tidak bermain sekadar cepat. Hawke memahami kapan blast harus menjadi mesin penghancur dan kapan tempo harus diturunkan untuk memberi bobot pada riff. Double bass digunakan sebagai akselerator, sementara pukulan yang lebih lambat memberi ruang bagi gitar untuk menghasilkan efek menghantam. Kehilangan Hawke sebelum album ini dirilis membuat rekamannya memiliki lapisan sejarah yang lebih pahit. Ia meninggal pada 1997 akibat menghirup asap ketika berusaha menyelamatkan hewan peliharaannya dari kebakaran. Ironisnya, drummer yang tidak sempat menyaksikan album ini beredar justru memberikan salah satu alasan terkuat mengapa album tersebut masih layak dibicarakan. Permainannya taut, agresif dan tidak berlebihan. Tidak ada kebutuhan untuk menunjukkan teknik hanya demi teknik. Semua dipakai sebagai alat pukul. Phil Fasciana dan Rob Barrett jelas membawa DNA Florida death metal ke dalam album ini. Namun jangan berharap " The Ten Commandments ", " Retribution ", atau bahkan " The Fine Art of Murder " dalam bentuk lain. Hateplow lebih tertarik pada riff pendek, chugging, tremolo sederhana, akselerasi mendadak dan struktur yang bisa segera dilemparkan kembali ke pit. Beberapa riff memang efektif. " Prison Bitch " memiliki salah satu motif yang lebih mudah diingat. " Born With Both " juga memperlihatkan bahwa mereka sebenarnya mampu menyisipkan riff yang memiliki karakter. Sementara " Stalker " dan " In the Ditch " memperlihatkan sisi yang lebih lambat dan berat. Namun terlalu banyak bagian lain terjebak dalam pola yang sama: blast, chug, hentakan, ulangi. Tidak buruk. Hanya terlalu mudah dilupakan dan itu problem yang cukup serius untuk album sepanjang 44 menit. Di atas kertas, konsep Hateplow terdengar seperti proyek yang seharusnya mampu menghasilkan sesuatu yang benar-benar mengganggu.

Liriknya mengambil cerita tentang pecandu, kriminalitas, prostitusi, marginalitas dan absurditas kehidupan kelas bawah perkotaan. Catatan album bahkan menyatakan bahwa materi tersebut bersumber dari kisah nyata dengan nama yang diubah. Chronicles of Chaos mencatat pula adanya disclaimer band yang menegaskan bahwa materi tersebut bukan dimaksudkan sebagai pernyataan fasis, rasis, atau kebencian terhadap kelompok tertentu. Namun problemnya justru terletak pada cara semua itu dieksekusi. Hateplow tidak membedah kebusukan sosial. Mereka lebih sering melemparkannya ke wajah pendengar. Itu bisa lucu. Bisa menjijikkan. Bisa provokatif. Tetapi jarang benar-benar tajam. Ada perbedaan antara menggambarkan kebusukan dan memahami kebusukan.  " Everybody Dies " lebih sering memilih yang pertama. Karena itu, istilah seperti " Ghetto death " atau " white-trash metal " memang dapat menggambarkan atmosfernya, tetapi tidak otomatis membuat album ini memiliki kedalaman sosial. Musiknya lebih menyerupai dokumentasi kasar tentang sisi paling busuk kehidupan urban daripada kritik sosial yang benar-benar terstruktur. Kekejian menjadi estetika. Bukan argumentasi. " Everybody Dies " adalah pembuka yang efektif, dengan perpaduan grind blast dan riff death metal yang langsung bekerja. " Stalker " menurunkan tempo dan memberi album sedikit ruang bernapas, tetapi riff-nya tidak cukup kuat untuk benar-benar mengangkat komposisi. " Prison Bitch " menjadi salah satu bagian yang paling mudah menempel karena memiliki riff yang lebih berkarakter. " $20.00 Blow Job " menyerang dengan durasi pendek dan intensitas grind yang nyaris tanpa basa-basi. " The Gift Giver " bahkan lebih ekstrem: kurang dari satu menit dan dibangun dengan pendekatan yang hampir seperti lelucon musikal yang sengaja diperpanjang hanya sebentar. " Crackdown " dan " Ante Up " mengembalikan album pada deathgrind yang lebih konvensional. " Anally Annie " bekerja sebagai potongan grind yang sangat singkat. " Denial " kembali mengandalkan kombinasi blast dan chugging. Lalu " Born With Both " justru menjadi salah satu momen paling menarik karena riff-nya lebih catchy dan permainan tempo antara thrash dan blast membuat lagu terasa lebih hidup. Problemnya sederhana: terlalu banyak lagu lain yang lewat seperti truk tanpa plat nomor.

Kyle Symons memberikan vokal yang sesuai dengan konsep: guttural rendah, sesekali meninggi menjadi scream yang lebih kasar. Karakternya cukup untuk mempertahankan agresi, walaupun tidak selalu memiliki daya pukul yang sama di seluruh album. Ini bukan vokal yang dimaksudkan untuk menyampaikan emosi kompleks. Ini vokal sebagai senjata. Tim Scott, sebaliknya, mendapatkan pekerjaan yang paling tidak adil dalam rekaman death metal: bermain bass lalu dikubur gitar. Bass-nya tidak selalu terdengar jelas di bawah lapisan riff, tetapi beberapa bagian solo bass menunjukkan bahwa Scott sebenarnya memiliki ruang musikal yang lebih besar daripada yang diberikan mixing album. Produksinya sendiri cukup bersih dan punchy untuk ukuran death/grind akhir ’90-an. Drum mendapatkan artikulasi yang baik, gitar terdengar padat, sementara keseluruhan album tidak jatuh menjadi lumpur sonik. Data rekaman mencatat drum direkam di Criteria Studios, Miami, sedangkan gitar, bass, dan vokal direkam di Quali-Tone Studios, Gurnee, Illinois; mixing ditangani Brian Griffin. Produksi bukan masalahnya. Materi adalah masalahnya. Kemudian datang Cream. " Sunshine of Your Love " dibantai dan dikonversi menjadi death metal/grind version setelah " Born With Both ". Secara teknis ini bukan reinterpretasi yang revolusioner, tetapi setidaknya menunjukkan bahwa Hateplow masih memiliki naluri humor dan kemampuan mengubah lagu yang sangat dikenal menjadi sesuatu yang terdengar jauh lebih brutal. Sumber sezamannya juga mencatat cover tersebut sebagai bonus track dan menganggapnya menghibur, meskipun tidak sepenuhnya cocok dengan nada album. Dan tentu saja Hateplow tidak bisa menutup album tanpa satu lelucon terakhir. Setelah semuanya selesai, pendengar diberi tambahan kecil berupa drum fill. Lima detik. Terima kasih, Florida.

Inilah bagian yang perlu dikatakan tanpa kosmetik. Hateplow memiliki personel yang seharusnya mampu menghasilkan sesuatu lebih berbahaya daripada ini. Phil Fasciana membawa sejarah panjang Malevolent Creation. Rob Barrett memiliki pengalaman bersama Malevolent Creation dan Cannibal Corpse. Larry Hawke datang dengan reputasi sebagai drummer agresif. Kyle Symons kemudian bahkan bergabung dengan Malevolent Creation dan tampil pada era " The Will to Kill ". Tetapi " Everybody Dies " tidak terdengar seperti supergroup yang sedang mencoba melampaui dirinya sendiri. Ia terdengar seperti sekelompok veteran yang ingin menendang pintu, merusak ruangan, lalu pulang sebelum harus membereskan kekacauannya dan mungkin memang itu tujuannya. Dalam konteks tersebut, album ini berhasil. Tetapi sebagai album, bukan sekadar proyek sampingan, ia tidak selalu punya cukup materi untuk membenarkan reputasi personelnya. " Everybody Dies " adalah artefak menarik dari Florida extreme-metal akhir ’90-an: death metal yang dicampur grind, hardcore attitude, humor hitam dan lirik yang sengaja menabrak batas kenyamanan. Namun setelah seluruh darah, narkotika, kebisingan dan provokasi disingkirkan, tersisa persoalan yang jauh lebih sederhana: berapa banyak riff yang benar-benar masih bisa diingat? Tidak banyak. Sebaliknya, ulasan retrospektif autothrall menilai kelemahan utamanya justru terletak pada minimnya ide dan sekuens yang memorable. Dua pembacaan tersebut sebenarnya tidak bertentangan: " Everybody Dies " memang brutal, tetapi brutalitasnya jauh lebih konsisten daripada kualitas komposisinya. Kesimpulan: brutal, kotor, sesekali lucu, kadang efektif tetapi jauh lebih memorable sebagai dokumen sampingan dari keluarga Malevolent Creation daripada sebagai album death metal klasik yang berdiri dengan kedua kakinya sendiri.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine