Sickness - Ornaments of Mutilation
Infected Music, Inc. CD 1995
01. Anatomy of Murder 01:50
02. Cold Bitch 02:11
03. Necrosick 02:16
04. Burn the Soul 03:00
05. Putrid Incest 02:11
06. Postmortal Ceremony 02:25
07. Deceased 03:17
08. I Am Christ 01:19
Kyle Symons - Vocals
Hector Rios - Guitars
Sergio Cesario - Guitars
Eric Dillon - Bass
Gus Ríos - Drums
Pada 1995, Florida tidak kekurangan Death Metal. Jadi ketika Sickness muncul dari Fort Lauderdale/Margate dengan Ornaments of Mutilation, mereka tidak sedang membuka pintu menuju masa depan. Mereka masuk ke ruangan yang sudah penuh mayat, lalu mencoba menemukan tempat untuk berdiri. Dan musiknya memang cukup ganas untuk membuat ruang itu terasa semakin sempit. Sickness terbentuk pada 1992, merilis demo Torture of Existence pada 1994, lalu Ornaments of Mutilation pada 1995 melalui Infected Music. Formasi album ini terdiri dari Kyle Symons pada vokal, Hector Rios dan Sergio Cesario pada gitar, Eric Dillon pada bass, serta Gus Rios pada drum. Album direkam pada Juni 1995 di The Environment, Pompano Beach, Florida. Delapan lagu, sekitar delapan belas menit. Durasi pendek bukan dosa. Masalahnya adalah album ini kadang terdengar pendek karena lagu-lagunya memang belum selesai berbicara. " Anatomy of Murder " langsung menyerang tanpa basa-basi. Gitar bergerak dalam riff Death Metal yang kasar, drum menghantam dengan blast beat dan double-bass, sementara Symons mengeluarkan vokal yang terdengar seperti John Gallagher sedang kehilangan kesabaran. Namun tepat ketika riff mulai membangun momentum menuju klimaks, lagu berhenti. Ini bukan brevity. Ini prematur dan penyakit tersebut muncul kembali pada " Cold Bitch " dan " Postmortal Ceremony ". Riff-riffnya sebenarnya mempunyai tenaga, tetapi aransemen tidak selalu memberikan ruang bagi gagasan itu untuk berkembang menjadi payoff. Akibatnya, lagu terasa seperti sketsa yang direkam sebelum komposernya sempat mengambil pensil kedua. Itulah kelemahan terbesar " Ornaments of Mutilation ". Bukan kurang brutal, Bukan kurang cepat. Kurang matang secara songwriting. Ulasan retrospektif terhadap edisi Vic Records juga menyoroti persoalan yang sama: beberapa lagu memiliki riff bagus tetapi berhenti ketika seharusnya berkembang menuju klimaks. " Burn the Soul " merupakan contoh yang lebih berhasil. Strukturnya terasa lebih bulat. Riff tidak hanya datang untuk menghantam lalu menghilang; ada kesinambungan antara bagian cepat dan groove yang membuat lagu terasa seperti satu komposisi, bukan empat potongan yang kebetulan ditempel. Riff-nya memang tidak revolusioner.
Bahkan pada 1995, tidak ada yang akan menuduh Sickness sedang menciptakan ulang Death Metal. Tetapi berat tidak membutuhkan penemuan ulang roda. Yang dibutuhkan adalah eksekusi dan di sini mereka punya cukup amunisi. Voice-over dan potongan audio yang disisipkan juga bekerja lebih baik daripada sekadar ornamen gore. Elemen tersebut memberi atmosfer tanpa mengganggu struktur lagu. Sickness memahami bahwa sampel suara seharusnya memperkuat dunia yang dibangun musik, bukan menjadi pengganti ide musikal. " Deceased " bekerja dengan prinsip serupa: riff-riffnya bukan sesuatu yang akan membuat sejarah musik berhenti bernapas, tetapi dimainkan dengan efektif. Dan kadang itu sudah cukup. Riff biasa yang dimainkan dengan tepat masih bisa menghantam lebih keras daripada riff pintar yang tidak tahu mau pergi ke mana. " I Am Christ " menjadi salah satu titik paling meyakinkan karena brutalitas dan struktur lagunya berada di jalur yang sama. Tidak ada kebutuhan untuk terlihat canggih. Tidak ada solo yang harus dipaksakan agar gitaris mendapatkan giliran bicara. Yang ada adalah Death Metal Amerika pertengahan 1990-an dalam bentuknya yang paling langsung: riff cepat, groove berat, vokal rendah, lalu hantaman ritmis yang membuat kepala bergerak sebelum otak sempat mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Justru karena itulah lagu ini menonjol. Sickness bekerja paling baik ketika mereka berhenti mencoba menjadi lebih pintar daripada musik mereka sendiri. Jika ada elemen yang paling konsisten di album ini, drum Gus Rios adalah salah satunya. Blast beat dan double-bass tidak dipakai sebagai wallpaper. Ia memberikan dorongan pada riff dan menjaga musik tetap bergerak ketika songwriting mulai kehilangan arah. Pukulan Rios kadang memotong gitar terlalu tajam sehingga keseluruhan mix terdengar sedikit tersendat. Musik yang seharusnya mengalir seperti mesin pembantai malah sesekali terdengar seperti mesin yang giginya saling bergesekan. Tetapi ketika semuanya terkunci terutama pada bagian groove hasilnya tetap brutal dan brutalitas semacam ini tidak membutuhkan 300 BPM setiap detik. Mid-tempo yang tepat bisa lebih mematikan daripada blast beat yang tidak tahu kapan harus pulang.
Vokal Kyle Symons adalah salah satu alasan materi ini tetap mempunyai identitas. Growl-nya tidak terlalu rendah sampai kehilangan bentuk, juga tidak terlalu teatrikal. Ada campuran guttural dan scream yang membuat vokal tetap terbaca sebagai instrumen ritmis. Belakangan Symons memang dikenal melalui HatePlow dan Malevolent Creation, tetapi " Ornaments of Mutilation " memperlihatkan salah satu fase awal kariernya. Ia kemudian menjadi vokalis Malevolent Creation pada 2001–2006, sementara Gus Rios juga memiliki periode bersama band tersebut dan menariknya, karakter vokal Sickness memang sering mengingatkan pada gelombang BDM yang kemudian dikaitkan dengan Dying Fetus. Tetapi konteks waktunya penting. " Ornaments of Mutilation " keluar pada 1995, sementara Purification Through Violence baru datang pada 1996. Jadi kemiripan itu lebih tepat dibaca sebagai konvergensi bahasa BDM era tersebut, bukan bukti sederhana bahwa Sickness meniru Dying Fetus. Hector Rios dan Sergio Cesario memahami satu hal: Death Metal harus mempunyai bobot. Masalahnya, mereka tidak selalu memberikan alasan mengapa pendengar harus mengingat riff tersebut setelah lagu selesai. Inilah penyakit lain album ini. Riff-nya efektif, Riff-nya keras, Riff-nya cocok untuk moshing. Tetapi terlalu banyak yang terasa seperti bahasa umum Death Metal Florida 1995. Tidak buruk, Hanya tidak istimewa. Tone gitar juga tidak memiliki karakter sekuat band-band yang lebih mapan. Distorsinya cukup kasar untuk genre ini, tetapi tidak memiliki kedalaman midrange yang bisa membuat riff terdengar lebih besar. Dengan sedikit lebih banyak karakter tonal, beberapa bagian album mungkin terdengar jauh lebih menghancurkan. Edisi Vic Records menjadi jauh lebih menarik ketika materi 1997 mulai masuk. Kompilasi Plague: Ornaments of Mutilation and More... berisi seluruh delapan lagu album 1995, lima lagu promo 1997, enam materi tambahan/re-recording 1997, serta tiga lagu dari demo Torture of Existence 1994 total 22 trek dan di sinilah perkembangan Sickness mulai terdengar.
" Murder King " mempunyai breakdown yang lebih meyakinkan. Materi 1997 terasa lebih dekat dengan bahasa BDM yang kemudian menjadi semakin dominan di Amerika: lebih tajam, lebih terstruktur, dan lebih agresif dalam permainan groove. Ada sesuatu yang menarik di sini. Album 1995 memperlihatkan potensi Materi 1997 memperlihatkan arah. Sayangnya, sejarah tidak memberi mereka cukup waktu untuk mengembangkan arah tersebut menjadi album berikutnya. Sickness hanya aktif sekitar lima tahun dan meninggalkan satu album penuh, satu demo serta materi 1997 yang kemudian dikumpulkan kembali. Ini membuat edisi Vic Records sedikit ironis. " Ornaments of Mutilation " sendiri adalah dokumen band yang belum sepenuhnya menemukan bentuk. Tetapi bonus material memperlihatkan kemungkinan bahwa mereka sebenarnya sedang menuju sesuatu. Demo 1994 memperlihatkan akar yang lebih mentah. Rekaman 1997 memperlihatkan perkembangan. Re-recording " Anatomy of Murder " dan " I Am Christ " bahkan memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana band memandang ulang materi lamanya. Jadi jika mendengarkan kompilasi ini secara kronologis, kita tidak hanya mendengar satu album. Kita mendengar sebuah evolusi yang terputus. Dan itu jauh lebih menarik daripada sekadar nostalgia.
" Ornaments of Mutilation " bukan mahakarya tersembunyi. Mari jangan mengarang sejarah hanya karena sebuah rilisan sekarang berstatus cult. Album ini memiliki masalah nyata: songwriting yang belum matang, riff yang terlalu familiar, beberapa lagu yang berhenti sebelum mencapai klimaks, dan produksi yang membuat drum terlalu dominan. Kritik tersebut bukan penghinaan; justru itu cara paling jujur untuk membaca sebuah rekaman tiga dekade kemudian. Tetapi menyebutnya gagal juga terlalu malas. Karena ketika Sickness menemukan groove yang tepat, mereka terdengar sangat berat. " Burn the Soul " bekerja. " Deceased " efektif. " I Am Christ " menunjukkan bahwa mereka sebenarnya mampu menulis materi yang lebih lengkap dan materi 1997 memperlihatkan bahwa perkembangan itu sedang terjadi. Masalahnya, waktu tidak memberi mereka kesempatan. Sickness datang pada saat Death Metal Amerika sudah memiliki terlalu banyak band, terlalu banyak riff dan terlalu banyak mayat untuk dihitung. Mereka tidak mengubah genre. Mereka juga tidak menemukan formula baru. Tetapi mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih sederhana: insting untuk membuat musik yang menghantam. Sayangnya, insting itu belum selalu diikuti kemampuan menyelesaikan gagasan. " Ornaments of Mutilation " akhirnya terdengar seperti sebuah pintu yang dibanting sebelum seseorang sempat masuk. Brutal? Jelas. Berat? Tanpa perdebatan. Memorable? Tidak selalu. Selesai? Itulah masalahnya. Sickness memiliki pisau. Mereka tahu cara menggunakannya. Mereka hanya belum selalu tahu kapan harus berhenti mengayunkannya dan kapan satu tebasan terakhir seharusnya benar-benar menjadi akhir.
<iframe width="790" height="430" src="https://www.youtube.com/embed/M0v0sdHHOrc?si=DqpoAGBYNUJkUxdC" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
Home
[Brutal Death Metal]
[CLASSIX MOST WANTED]
[Death Metal]
* Sickness
#Usa
★ Classic Release Academy ★
1995
Inc.
Infected Music
Sickness - Ornaments of Mutilation CD 1995
Sickness - Ornaments of Mutilation CD 1995
Written by REVIEW LOSTINCHAOS September 27, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !