Carnage - Dark Recollections CD 1990

Carnage - Dark Recollections
Relativity Records CD 1990

01. Dark Recollections 03:45      
02. Torn Apart 04:40      
03. Blasphemies of the Flesh 03:46      
04. Infestation of Evil 04:57      
05. Gentle Exhuming 02:55      
06. Deranged from Blood 05:07      
07. Malignant Epitaph 03:18      
08. Self Dissection 03:30      
09. Death Evocation 04:35      
10. Outro 01:40


Matti Kärki - Vocals
David Blomqvist - Guitars
Michael Amott - Bass, Guitars
Fred Estby - Drums 


Belum ada katalog pedal HM-2 yang dijual sebagai resep instan. Belum ada ribuan band yang menempelkan kata Swedish pada setiap riff berkarat seolah distorsi saja sudah cukup untuk membeli tiket menuju sejarah. Belum ada formula " Chainsaw tone + d-beat + growl = old-school credibility ". Pada awal 1990, semua itu belum menjadi komoditas. Ia masih terdengar seperti kecelakaan dan Carnage adalah salah satu kecelakaan paling indah yang pernah keluar dari Stockholm. " Dark Recollections " hanya memiliki sepuluh lagu utama dengan durasi sekitar 38 menit. Direkam di Studio Sunlight, Stockholm, pada Februari 1990, dengan Tomas Skogsberg sebagai engineer/producer bersama Michael Amott dan Fred Estby, album ini berdiri tepat di tengah ledakan awal scene Stockholm yang kelak melahirkan reputasi Entombed, Dismember, Grave dan sederet nama lain. Tetapi menyebut Carnage sebagai " Versi lain Entombed " terlalu malas. Begitu pula menyebutnya " Proto-Dismember " hanya karena David Blomqvist dan Fred Estby ada di dalamnya. Carnage memang berbagi darah yang sama. Namun " Dark Recollections " mempunyai tubuh sendiri. Tubuh yang masih mentah, belum sempurna, dan justru karena itulah terasa lebih hidup. Dengarkan pembuka " Dark Recollections ". Tidak ada upaya untuk mengajak pendengar masuk perlahan. Riff datang seperti pintu besi yang ditendang. Gitar Michael Amott dan David Blomqvist menyatu menjadi satu blok distorsi yang tidak terdengar seperti dua gitaris sedang berlomba menunjukkan teknik. Mereka menciptakan tekstur. Power chord dihantam dengan bobot yang besar, sementara tremolo picking memberi gerakan horizontal pada komposisi. Di belakangnya, Fred Estby tidak memainkan drum dengan presisi steril. Ia menghantam. Ada aksen punk dan d-beat yang membuat lagu tidak pernah benar-benar terasa seperti death metal Amerika. Ia memiliki ketergesaan jalanan. Ada sensasi bahwa musik ini dimainkan oleh orang-orang yang masih dekat dengan hardcore dan grindcore, tetapi sedang menemukan sesuatu yang lebih gelap. Lalu Matti Kärki. Growl-nya bukan suara monster yang dipoles untuk terdengar " Epic ". Ini suara manusia yang terdengar seperti tenggorokannya sendiri sedang membusuk. Primal, Kasar, Tidak ramah dan sangat cocok dengan atmosfer album.

Sekarang mari kita berhenti menyebut Boss HM-2 seperti mantra. Ya, karakter chainsaw adalah bagian fundamental dari estetika Stockholm. Tetapi menyederhanakan " Dark Recollections " menjadi " HM-2 album " sama saja dengan mengatakan The Godfather adalah film tentang pistol. Pedal bukan komposisi. Distorsi bukan identitas. Yang membuat suara gitar Carnage efektif adalah cara gitar tersebut dipakai untuk membangun massa suara. Power chord-nya tidak selalu melodis. Tremolo-nya tidak selalu cepat. Ada riff yang sengaja dibiarkan menggantung, kemudian dihantam kembali dengan groove. Ada bagian yang terdengar hampir seperti sludge. Ada pula momentum yang langsung mengingatkan pada grindcore. Karena itu " Dark Recollections " terasa lebih liar dibanding sebagian death metal Swedia yang datang kemudian. Genre belum sempat membuat pagar. Carnage belum punya alasan untuk menghormatinya. " Torn Apart " adalah salah satu alasan album ini tetap hidup setelah lebih dari tiga dekade. Riff utamanya memiliki kualitas yang sangat sederhana tetapi sangat efektif: mudah dikenali, agresif, dan memiliki momentum. Tidak perlu tujuh lapisan gitar. Tidak perlu produksi modern. Tidak perlu breakdown yang sengaja ditulis untuk TikTok untungnya zaman itu belum cukup kejam untuk menemukan ide tersebut. Riff datang, Drum mengikuti, Kärki menggigit. Kemudian lagu bergerak menuju klimaks tanpa kehilangan pusat gravitasinya dan di sinilah Carnage berbeda dari banyak band muda yang terlalu sibuk menunjukkan kemampuan. Mereka mengerti bahwa riff yang bagus harus dapat diingat bahkan ketika produksinya buruk. " Torn Apart " kemudian juga muncul dalam versi re-recording Dismember pada Pieces EP, memperlihatkan betapa pentingnya materi Carnage terhadap perkembangan personel yang sama. Itu bukan kebetulan. Riff bagus punya umur panjang. Salah satu fakta paling menarik tentang Dark Recollections justru berada di balik daftar lagu. Empat lagu album " Blasphemies of the Flesh ", " Deranged from Blood ", " Self Dissection ", dan " Death Evocation " berasal dari materi Dismember sebelumnya. Ini membuat album semakin menarik jika dibaca sebagai dokumen sejarah. Carnage bukan sekadar band sampingan. Ia menjadi semacam wadah tempat sebagian materi yang lahir dari periode awal Dismember mendapatkan bentuk baru. Tetapi jangan berhenti pada trivia. Dengarkan bagaimana lagu-lagu tersebut bekerja.

" Blasphemies of the Flesh " memperlihatkan kemampuan Carnage berpindah dari bagian yang lebih lambat dan muram menuju ledakan agresi. Awalnya seperti sesuatu yang merayap keluar dari kuburan; kemudian gitar dan drum mengubahnya menjadi kekacauan yang hampir grindcore. Transisinya tidak elegan. Syukurlah. Death metal tidak membutuhkan kesopanan. Kemudian datang " Infestation of Evil ". Lagu ini menarik karena tidak sepenuhnya terkunci pada formula Stockholm. Beberapa riff memiliki karakter yang dapat mengingatkan pada death metal Amerika terutama pendekatan groove dan bobot chord yang lebih tebal sementara drum dan tone tetap membawa DNA Swedia. Ini bukan imitasi Obituary. Bukan pula Carnage sedang mencoba menjadi band Florida. Tetapi pengaruh lintas Atlantik terasa dan justru ini memperlihatkan bahwa scene Stockholm tidak pernah hidup dalam ruang hampa. Tape trading, demo, fanzine, gig, dan jaringan underground membuat riff bergerak jauh lebih cepat daripada industri rekaman. Musik berkembang melalui pertukaran. Bukan algoritma. Durasi " Gentle Exhuming " hanya sekitar tiga menit, tetapi ia mempunyai karakter yang berbeda. Lebih pendek. Lebih kasar. Lebih langsung. Riff-nya memiliki kombinasi antara doomish heaviness dan death metal attack. Ada sensasi seperti membuka makam yang seharusnya dibiarkan tertutup, lalu menemukan sesuatu di dalamnya masih bergerak. Judulnya sendiri sudah cukup menjelaskan estetika Carnage. " Gentle Exhuming " Humor hitam yang sangat old-school. Karena tentu saja tidak ada yang " Gentle " ketika sebuah band death metal sedang menggali mayat.

Hari ini nama Michael Amott terlalu mudah diasosiasikan dengan MDM, Arch Enemy, solo gitar melodis, dan estetika yang jauh lebih polished. Tetapi " Dark Recollections " memperlihatkan fase ketika Amott masih berada dalam lingkungan yang lebih primitif dan ini penting. Karena kalian dapat mendengar kecenderungan melodinya bahkan ketika musiknya belum menjadi MDM. Ia tidak menghapus kekerasan riff. Ia menyelipkan melodi ke dalam kekerasan tersebut. Ada lead yang terdengar seperti kabel listrik terbakar. Ada harmoni yang muncul sebentar lalu menghilang. Ada solo yang lebih dekat kepada ekspresi daripada demonstrasi teknik. Di sinilah benih tertentu dapat dilihat. Bukan berarti Carnage adalah " Proto-Arch Enemy ". Itu pembacaan retrospektif yang terlalu mudah. Tetapi Amott memang menunjukkan bahwa bahkan di dalam death metal paling primitif, ia sudah memiliki naluri untuk membuat gitar berbicara, bukan hanya menghancurkan. Dengan durasi lebih dari lima menit, " Deranged from Blood " termasuk materi terpanjang di album dan menariknya, Carnage tidak menggunakan durasi tersebut untuk memamerkan kompleksitas. Sebaliknya, mereka bermain dengan perubahan tekanan. Riff lebih lambat, Kemudian bergerak, Kembali berat, Lalu menyerang lagi, Groove menjadi penting. Ini adalah salah satu kualitas yang membuat " Dark Recollections " tidak terasa seperti 38 menit blast beat tanpa otak. Carnage memahami bahwa brutalitas membutuhkan ruang. Jika semuanya dipukul maksimal sepanjang waktu, tidak ada yang terasa maksimal. Kontraslah yang menciptakan kekerasan. " Malignant Epitaph " memperlihatkan sisi yang lebih ekonomis. Riff tidak dibebani terlalu banyak ornamentasi. Drum mempertahankan momentum. Vokal Kärki menjadi semacam lapisan lumpur di atas gitar. Lagu ini terasa seperti death metal yang belum menemukan alasan untuk menjadi rumit dan justru itu kekuatannya. Ada sesuatu yang sangat jujur dari kesederhanaan tersebut. Tidak semua lagu perlu menjadi epik. Beberapa hanya perlu membuat kepala bergerak seperti orang kesurupan.

" Self Dissection " membawa kembali unsur Dismember yang kuat. Struktur riff-nya terasa familiar tetapi efektif, dengan build-up menuju bagian klimaks yang memberikan payoff jelas. Ini bukan musik yang ingin membuat pendengar menganalisis teori komposisi. Ia ingin membuat Kalian menunggu satu riff tertentu. Kemudian ketika riff itu datang dan hantam dan itulah filosofi sederhana Carnage. Bangun ketegangan. Tahan. Kemudian lepaskan. Menjelang akhir, " Death Evocation " memberikan salah satu pembangunan atmosfer terbaik album. Lagu ini tidak hanya menjadi kendaraan untuk riff. Ia dibangun menuju riff. Perbedaannya penting. Ada sensasi menunggu. Ada ancaman. Kemudian groove masuk dan seluruh komposisi terasa seperti bangunan yang akhirnya runtuh. Setelah itu " Outro " menutup album utama. Bukan kemenangan, Bukan perayaan, Hanya sisa-sisa, Seolah setelah 38 menit kekacauan, yang tersisa hanyalah debu, darah, dan amplifier yang masih berdengung. Tracklist album utama memang terdiri dari sepuluh lagu dan berlangsung sekitar 38 menit. Durasi yang nyaris ideal. Tidak ada alasan untuk memperpanjang mayat. Tidak mungkin membicarakan " Dark Recollections " tanpa membicarakan Dan Seagrave. Artwork-nya bukan dekorasi. Ia adalah ekstensi visual dari musik. Makhluk yang tampak seperti sedang dilahirkan dan membusuk sekaligus, lanskap yang terasa seperti neraka biologis, warna-warna yang membuat sampul terlihat seperti halaman dari buku anatomi yang ditemukan di ruang bawah tanah. Seagrave memahami sesuatu yang banyak artwork metal modern lupakan: death metal harus terlihat menjijikkan sebelum terdengar menjijikkan. Visual " Dark Recollections " bekerja karena ia tidak mencoba terlihat mahal. Ia terlihat salah. Disturbing. Tidak nyaman dan itu tepat. Nama seperti " Torn Apart ", " Blasphemies of the Flesh ", " Gentle Exhuming ", " Malignant Epitaph ", " Self Dissection " dan " Death Evocation " kemudian terasa seperti bagian dari satu dunia visual yang sama. Musik dan artwork tidak berjalan paralel. Mereka berjalan bersama.

Dalam beberapa edisi ulang, Dark Recollections dilengkapi materi demo dari 1989, termasuk The Day Man Lost serta rough mixes dan demo Torn Apart dan Infestation of Evil. Beberapa versi bahkan memperluas paket hingga delapan materi bonus dan di sinilah pendengar mendapatkan hadiah yang sesungguhnya. Bukan karena demo tersebut lebih bagus. Tetapi karena ia memperlihatkan proses pembusukan sebelum mayat diberi nama. Produksinya lebih mentah, Gitar lebih liar, Struktur lebih kasar dan energi grindcore-nya lebih terlihat. Materi ini membantu memahami bahwa Carnage tidak muncul dari ruang kosong. Mereka berasal dari kultur underground yang sedang mencampur death metal dengan grindcore, hardcore dan thrash tanpa peduli apakah hasil akhirnya cocok dimasukkan ke rak toko mana pun. Hari ini kita menyebutnya " Swedish death metal ". Pada saat itu mereka hanya memainkan musik ekstrem. Inilah bagian yang sering salah dipahami ketika membicarakan sejarah Swedish death metal. Tidak ada satu band yang tiba-tiba menciptakan seluruh suara Stockholm. Tidak ada satu pedal yang menemukan death metal dan tidak ada satu studio yang sendirian melahirkan scene. Yang terjadi adalah konsentrasi ide. Musisi berpindah band. Riff berpindah demo. Tape berpindah tangan. Personel bermain di beberapa proyek sekaligus. Studio Sunlight menyediakan ruang sonik. Tomas Skogsberg membantu membentuk karakter produksi dan kemudian dunia luar mulai mendengar. Carnage berada tepat di dalam pusaran tersebut. Mereka memiliki hubungan langsung dengan personel Dismember dan kemudian sejarah Michael Amott berkembang menuju Carcass dan Arch Enemy. Tetapi nilai " Dark Recollections " tidak bergantung pada siapa yang kemudian menjadi terkenal. Justru sebaliknya. Album ini berharga karena memperlihatkan siapa mereka sebelum sejarah memberikan nama besar kepada mereka.

Ada godaan besar untuk mengatakan: " Beginilah death metal dulu. Mentah. Jujur. Tidak seperti sekarang. " Kalimat seperti itu malas. Karena musik tidak menjadi bagus hanya karena tua. Ada ribuan demo 1990 yang memang seharusnya tetap terkubur. " Dark Recollections " bertahan karena riff-nya memang bekerja. Karena groove-nya masih menggigit. Karena Matti Kärki masih terdengar mengancam. Karena gitar Amott dan Blomqvist mempunyai karakter. Karena Estby memainkan drum dengan rasa gerak yang membuat musik tetap hidup dan karena lagu-lagunya tidak hanya mengandalkan tekstur. Mereka punya bentuk. Itulah perbedaannya. Carnage hanya bertahan sebentar. Tetapi mungkin justru itu yang membuat " Dark Recollections " terasa seperti benda terlarang. Tidak ada katalog panjang yang mengikis mitologi. Tidak ada album keenam yang memperlihatkan formula mulai basi. Tidak ada reunion tour yang memaksa legenda hidup kembali dengan wajah yang terlalu bersih. Hanya satu album. Satu snapshot. Satu tubuh yang dibekukan pada Februari 1990 di Sunlight Studios. Dan tiga puluh lebih tahun kemudian, suara itu masih terdengar seperti sesuatu yang belum selesai mati. " Dark Recollections " memang memiliki kekurangan. Beberapa riff terasa berulang. Beberapa transisi masih kasar. Komposisinya tidak selalu serapi karya yang kemudian lahir dari para personelnya. Tetapi menuntut kesempurnaan dari album seperti ini sama saja dengan meminta mayat menjelaskan mengapa ia tidak mandi. Itu bukan poinnya, Poinnya adalah atmosfer, Poinnya adalah naluri. Poinnya adalah bagaimana empat orang muda dari Swedia mengambil death metal, grindcore, punk, riff berat, distorsi berkarat dan vokal yang terdengar seperti tenggorokan disayat, lalu menciptakan sesuatu yang ternyata cukup kuat untuk bertahan melampaui generasinya dan ketika kemudian kita mendengar " Left Hand Path ", " Like an Everflowing Stream ", katalog awal Grave, atau gelombang death metal Swedia setelahnya, kita tidak sedang mendengarkan musik yang berdiri sendiri. Kita sedang mendengar gema dari sebuah scene yang pernah bekerja seperti organisme. Carnage adalah salah satu organnya. " Dark Recollections " adalah bekas luka yang tidak pernah benar-benar menutup. Bukan karena album ini sempurna. Melainkan karena ia menangkap sesuatu yang lebih sulit daripada kesempurnaan: momen ketika sebuah genre belum tahu bahwa dirinya sedang menciptakan sejarah dan mungkin itulah mengapa " Dark Recollections " masih terasa begitu busuk, begitu kasar, begitu manusiawi. Karena ia tidak dibuat untuk menjadi legenda. Ia hanya dibuat untuk terdengar seperti kematian. Ternyata kematian punya umur simpan yang panjang.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine