Onchocerciasis Esophagogastroduodenoscopy - Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum
Stillbirth Records CD 2026
01. Conquering Divinity 03:17
02. The Fallen Lament, Paralytikus Ascends 01:21
03. Severing What Makes Me Human 02:41
04. Apotheotic Apotemnophilia 03:03
05. Entombed Within the Infinite Panopticon 02:23
06. Gutted & Corpsed 03:05
07. Heaven's Empty Halls 05:13
08. Hurt Beyond Healing 02:33
09. Abyssikataplexika 02:35
10. Vile Verses Flogged into the Wings of Angels 01:23
11. Forged in the Blackest Reaches of Blasphemy 04:58
Alice Simard - Guitars, Drum Programming
Jesse Agiomamitis - Vocals
The Popu - Guitars, Drum Programming, Vocals
Langsung aja seketika menyerang otak w ketika pertama kali berhadapan dengan band yang gimana ceritanya suka bikin gimmick dengan nama entitas-nya, Onchocerciasis Esophagogastroduodenoscopym, bacanya belibet banget, gimana susahnya menghapal ? Pertama: " Ini band apaan sebenarnya? " Kedua: " Siapa manusia kurang tidur yang menyetujui judul " Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum " sebagai nama album?” Serius, ini bukan lagi judul album, ini seperti hasil seseorang membanting kamus anatomi, ensiklopedia penyakit otak, dan buku sihir goregrind ke dalam blender lalu mengambil tiga kata secara acak. Membacanya saja sudah terasa seperti sedang mengucapkan mantra pemanggil lendir interdimensional. Mengingatnya? Lupakan saja. Bahkan mesin pencari mungkin menyerah setengah jalan. Karena itulah demi kewarasan bersama, mari kita panggil mereka " OE " aja. Dan percayalah, setelah musiknya mulai diputar, nama absurd itu tiba-tiba terasa masuk akal. Trio tidak waras asal Quebec, Kanada ini digawangi oleh Alice Simard (Codex Crudelitas, Coffret de Bijoux, Crasse Intraveineuse, Decarnata, Filesharemaiden, Luminesce, Lunam Niveis, Memorandum, Quantum Oscillations, R'luhh, Rorigøre, Turpitude, Vitrified Entity, Zapomnienie, Chiliasm, ex-Acanthosis, ex-Biöcide, ex-Perihelion Gnosis, Acrodermatitis Chronic Atrophicans Medulla Clandulae Suprarenalis Goulash, blossom_, Eveniath, In Wake, She Mended, Plagueling, Shiny Mawile, The Unsightly Deep, Tunicam Frondibus, v00000 00000000, Vomitorium, ex-Bewitched Cadaver, ex-Obvurt, ex-Empyaema) gadis 22 Tahun asal Kanada ini juga mengerjakan band Plagueling adalah proyek Neoclassical/Progressive/Technical Death Metal yang mengcover OST video game, Jesse Agiomamitis ( Angelic Assblast, Debasement, ex-Blood Starved Beast, Of No Value, Sovereign, The Halcyon Garden ), dan sosok misterius bernama The Popu ( Frothing, Ingrate, Kain Bairn, Rorigøre, Ryona Hime, Thygatrophagus, Tserriednich, ex-Onigodloli, Defiling the Putrefied Corpse of Loli Odessa, Gijinka) jelas bukan tipe band yang tertarik membuat musik " mudah dicerna ". Mereka lahir dari kubangan gore tujuh tahun lalu dan tampaknya tumbuh dengan mengonsumsi blast beat mentah, cairan tubuh fiktif, dan mimpi buruk kosmik sebagai sarapan harian. " Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum " menjadi album penuh kedua mereka dan secara musikal terasa seperti kecelakaan biologis yang entah bagaimana berhasil hidup dan mulai menyerang pendengarnya. Beberapa detik pertama album ini langsung seperti disiram cairan kental berbau kematian dari selang pemadam kebakaran neraka. Semuanya begitu padat, begitu brutal, begitu tidak manusiawi sampai tubuh kalian butuh beberapa menit hanya untuk memahami apa yang sedang terjadi. Dan anehnya itu menyenangkan. Inilah jenis brutal death metal/slam/goregrind yang tidak lagi terdengar seperti musik untuk manusia normal. Ini adalah suara dari sesuatu yang tumbuh di bawah rumah jagal nuklir sambil mengonsumsi sisa-sisa organ mutan. Ada kebiadaban ala Epicardiectomy dan Organectomy, tetapi juga ada absurditas kreatif khas scene underground Indonesia dan China yang beberapa tahun terakhir memang semakin tidak masuk akal dalam arti terbaiknya. Tetapi yang paling menarik, OE tidak berhenti hanya menjadi " band brutal yang berat ". Mereka benar-benar mencoba menghancurkan batas genre mereka sendiri. Di balik semua muntahan blast beat dan vokal toilet iblis itu, ada detail-detail progresif dan eksperimental yang justru membuat album ini terasa hidup. Kadang riff mereka tiba-tiba bergerak ke wilayah disonan aneh ala Artificial Brain, lalu di detik berikutnya berubah menjadi groove slam busuk yang terasa seperti ditendang palu beton. Ada juga momen-momen teknikal dan atmosferik yang mengingatkan pada Wormhole atau Unfathomable Ruination, tetapi semuanya tetap dibungkus dalam lumpur goregrind yang menjijikkan. Banyak band slam/brutal death metal terjebak dalam pola yang sangat sempit. Breakdown. Slam riff. Pig squeal. Blast beat. Ulangi sampai otak pendengar mati rasa. Genre ini memang sering terasa seperti lomba siapa paling berat sambil melupakan bahwa musik ekstrem tetap butuh karakter. OE tampaknya sadar akan jebakan itu dan memilih menjadi seaneh mungkin. Alice Simard, yang handle gitar, nulis lagu, dan pemrograman drum, terdengar seperti ilmuwan gila yang mencoba memadukan matematika teknikal dengan naluri barbar slam death metal. Riff-riffnya bukan sekadar berat; mereka terus berubah bentuk, melintir, dan meledak ke arah yang tidak terduga. Sementara Jesse Agiomamitis menyemburkan vokal yang terdengar seperti makhluk yang tenggorokannya penuh serpihan kaca dan cairan formalin. Lalu ada The Popu, entitas misterius yang tampaknya melakukan semuanya sekaligus. Drum programming, gitar, synth, vokal, lirik. Sosok ini terdengar seperti seseorang yang terlalu lama terkubur dalam forum musik ekstrem internet sampai akhirnya berubah menjadi organisme multimedia. Yang mengejutkan, semua kekacauan ini tetap terasa kohesif. Album berdurasi 33 menit ini memang hidup sepenuhnya di niche slamgrind brutal, tetapi cara mereka mengeksekusinya benar-benar liar. Perkusi balistik mereka terasa seperti senjata otomatis yang hampir lepas kendali. Vokal grotesk mereka justru punya dinamika emosional yang anehnya hidup. Dan gitar mereka memberi warna kaleidoskopik yang membuat setiap lagu punya identitas tersendiri di tengah banjir distorsi dan kebusukan. Ini bukan musik untuk semua orang. Bahkan sebagian besar metalhead mungkin akan menyerah setelah lima menit dan bertanya apakah speaker mereka rusak atau otak mereka yang mulai bocor. Tetapi bagi mereka yang menikmati ekstremitas sebagai bentuk seni chaos, " Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum " adalah pengalaman yang luar biasa. Dan mungkin itu poin utamanya. sekali lagi nama absurd mereka mencerminkan musik mereka sendiri: kompleks, menjijikkan, membingungkan, tidak sopan, dan terlalu aneh untuk dijelaskan dengan logika normal. Tetapi di tengah semua kekacauan biologis dan kekerasan sonik itu, OE berhasil melakukan sesuatu yang jarang terjadi di dunia slam brutal death metal modern: terdengar benar-benar unik. Karena di genre yang penuh band terdengar seperti fotokopi rusak satu sama lain, menjadi monster aneh kadang jauh lebih berharga daripada menjadi " Perfect. "
Meskipun jauh dari mudah untuk dicintai, karena berbagai alasan yang semuanya terkait dengan sifat ekstrem dari komposisinya dan eksekusinya yang berlebihan, " Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum " adalah album berkualitas langka dalam dunia musik yang menjijikkan dan tidak manusiawi. Banyak yang akan menolak vokal gurgle kartunish-nya, kurangnya kehalusan di fase pertama, dan ketidakberdayaan dari instrumen yang padat dan kompleks. Mereka yang bertahan menghadapi badai itu akan menemukan sesuatu yang sedikit lebih substansial di bawahnya. w tidak mengharapkan untuk menemukan substansi itu sendiri, tetapi inilah w. Bergabunglah denganku, jika kalian merasa bisa menghadapinya! " Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum " tidak akan berfungsi dengan baik jika lebih panjang dari yang ada. Ini adalah serangan cepat, tetapi ganas dari slam yang groovy dan berlumpur dengan pengaruh goregrind. Ini sangat brutal, tapi juga mengeksplorasi seluruh rangkaian kreativitas gila yang ditawarkan musik ekstrem. " Fugue Gnawed from the Scabbed God Cerebrum " itu menyenangkan. Ini kekerasan dan suka mengaburkan batas antara genre-genre yang sudah menjijikkan dan kotor. Sebuah selera yang didapatkan tentu saja, tetapi itu adalah selera yang telah w dapatkan. Ini adalah musik yang terdengar berbahaya dalam bentuk terbaiknya.




0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !