Orbital Elements - Celestials Damage CD 2021

 
Orbital Elements - Celestials Damage
Eastbreath Records CD 2021
https://facebook.com/orbitalelementkediri
https://www.instagram.com/orbitalelementkediri
https://www.youtube.com/channel/UCHBuAZfyeM2l-f7vGqiL7kw
https://orbitalelement.bandcamp.com

01. Orbital Ends 06:11
02. Bolide Fragments 05:01
03. Spectroscopy Stratospheres 05:04
04. Celestials Damage 04:21
05. Ugrha Pancamahabutha Eclipse 05:09
06. Regolith Chrominished 05:23
07. Astrophysics of Falaqyah 05:36
08. ... And All Universe Will Be Annihilation 05:41


Dodik Bhre - Guitars, Vocals
Hermawan - Guitars
Rizky Sachroni- Bass
Humam Aliy- Drums


Nyata dalam ekspansi mengejutkan dari fragmen komposisi menjadi pernyataan yang koheren, dengan materi yang telah mengalami proses dari setiap sentuhan tertinggi ke terendah dengan kedalaman penyajian harmonisasi, landmark hingga skill riffing power chord yang eksplosif, memadukan ide ekspresif melalui kontinuitas melodi dan penekanan pada mode serta harmoni cadas yang penuh perhitungan lick-lick art. menjadi sulit untuk membayangkan band pimpinan om Dodik Bhre cs ini harus menghilang sejak materi Demo 2017 untuk banyak bersemedi en konsen menyelesaikan obsesi yang udah mereka bangun sejak 2011 silam, sebuah full materi yang pada hari ini akan menjadi catatan penting memorable bagi ORBITAL ELEMENT (OE) dengan debut " Celestials Damage " yang telah mengurai 8 track selama hampir 43 menit mendebarkan. masih mewakili hampir seluruh karakteristik dalam talent musikal yang digeber dengan warna Progressive DM terus mencoba membaca hampir dari setiap sisi gelap hingga kompleksitas menjadi perspeksi komposisi musikal lugas dan memiliki kelas bermain yang diperhitungkan discene tanah air, Especially buat fans DM Dinamis style konstruktif khas Death, Obliveon, Polluted Inheritance, Pestilence, Demilich, Nocturnus ato old Cynic yang lalu direpresentasikan makin menyegarkan lagi oleh the Next generation seperti kemunculan Obscura, Alkaloid, Blotted Science, Necrophagist hingga sentuhan taktikal menarik Dream Theater. Still delivery this metal that is nearly Educational to listen to because of how dense the style matter is. Sometimes this is becomes really interesting to listen to and other times is just sounds try recycled. Memanjakan diri dengan cara yang hampir sama dengan semua genre DM dengan setetes darah progresif cenderung membuat OE tidak melebihi batasnya untuk memadukan puncak klimak ekspektasi-nya. more breathes a pained desire for clarity and normalcy within the intense alienation of Dynamic DM, This undoubtedly plays a role in how unpredictable each song is yet in it's musical Archives.  

Konsisten dalam gaya dramatis TDM di mana OE lebih mudah untuk memanjakan diri sendiri dan masih mempertahankan warna teknis serta presisi yang memungkinkan OE lebih mempresentasikan bentuk Progressive art siklik di mana struktur riffing tetap muncul sebagai pola harmonik. These players are highly insightful and intelligently tasteful in the application of their skills, relying on Prog-solid and creative drumming to anchor a series of high-end riffs which come from the equally. tanpa basa basi OE langsung menampar keras dengan track aduhay " Orbital Ends ", telah melalui proses pematangan konsep lagi sejak ditawarkan era Demo 2017. seperti mengistruksikan konsentrasi penuh untuk menikmati parade Chromatic & Pentatonic Scale liar memberi kesan tensi yang rasanya memuncak ketika menikmati sekali pada beberapa Fast Part-nya yang Gw pikir emang nyata banget ngasih tamparan keras, beberapa clean part-nya telah merekondisi ulang karena pada beberapa tune riff awal seperti coba memaksakan diri, en kali ini sentuhan solo bass Rizky Sachroni coba ngasih sentuhan epik-nya. 1 hal yang sangat Gw apresiasi disini, OE memang makin solid menggabungkan persepsi konsep DM Dinamis antara kurun waktu 90-an era dengan New Wave. pertemuan tak dirindukan ketika mendengarkan " The Sound of Perseverance " nya Death dan " Thresholds " Nocturnus dengan Fresh Attacking menggigit Obscura, Alkaloid, Blotted Science, Necrophagist yang lalu dirias berani lewat skill-skill menantang ala Dream Theatre. apalagi debut ini didukung dengan produksi sound yang mumpuni jika dibanding dengan sebelumnya, top notch dah ! Varied chord voicings, complex harmonizations and propulsive but often too conveniently bouncy rhythms populate these songs. Also one of the finest usages of pure DM shrieking vocals here separates this release from bands distancing themselves from extreme metal. wanjrit makin menarik berikutnya adalah track " Bolide Fragments ", Om Bhre emang nakal juga jemari riffing-nya banyak menciptakan struktur pattern sophisticated bareng bro Hermawan yang merupakan soulmate partner tak terpisahkannya hehehe ... dan meski terhitung masih belia banget drummer Humam Aliy sukses dibina di OE menjadi mesin pembunuh baru untuk mengimbangi ketidak warasan Om Bhre cs. seperti sedang beradu ego dan skill, hampir disepanjang aransemen kita disuguhkan duet riffing ajib nan kompak ! very tasteful and deliberate solos that avoid the kind of noodling that makes technical music tedious. The sense of tone and rhythm portrayed in the lead guitar playing here gestures depth and systematic approach toward composition while at the same time retaining spontaneity. mungkin karakteristik dari materi penuh ini tidak menyeimbangkan hiruk pikuk harmonisasi, lebih terkesan meninggalkan pandangan kasar dan agak melawan arus tentang keberadaan yang secara mengejutkan mirip dengan keseimbangan keindahan dan kontradiksi dalam hidup. Dengan beberapa riff mendebarkan serta komposisi pendukung yang sangat kreatif rada mengingatkan w dengan sentuhan Obliveon era : Nemesis ", musikalitas ini tidak begitu gagal memberikan pengalaman intensitas DM yang merangsang mental. sama halnya juga dengan track " Spectroscopy Stratospheres ", Explorasi OE tidak berhenti pada aransemen sebelumnya, menerjang tantangan dengan tanpa henti menyeduhkan pengalaman paling menantang yang meskipun tampak acak dan sulit ditebak, emosional, meronta-ronta menunjukkan inti dari ide-ide sentral OE melahirkan kegilaan disetiap part, seperti sedang meledak di setiap rasa keadilan pada kekerasan juga kekacauan alam. Keduanya mengungkapkan keterbatasan dunianya dan keterbatasan musisi, yang tampaknya hampir terhenti dalam kumpulan ide-ide terasing yang berputar melalui estetika yang mendukung musikalisasi-nya, mantap atas kerja kerasnya merajut sebuah karya menjadi lebih gila !!! menyatukan kepribadian dari ungkapan mereka, baik melalui variasi sederhana dalam ritme atau perasaan deklaratif dan tak terhindarkan pada strukturnya dibangun dari simply barre chord part atau skala power chord, riff yang ditempa dengan penyesuaian yang cukup untuk menyatukan setiap part secara komposisi serta frekuensi yang menarik dan mudah diingat di mana konsepsi komposisi datang secara bersamaan, masih menurut cara pandang w, OE masih terlalu konsen banget dengan penyajian struktur musikal-nya, lini vokal masih jadi prioritas kesekian, sehingga masih w rasa totalitasnya belum begitu menyatu sebagai satu soul. seperti juga track " Orbital Ends " yang diperkenalkan lebih dulu via Demo 2017, track " Celestial Damage " masih anthemic untuk diulik kembali menjadi semakin terasa menyegarkan dan menggairahkan. yang part awalnya cukup ngasih sengatan yang membangunkan mindset ingatan Gw sedang coba dibawa kembali ke era " The Sound of Perseverance " Death, mungkin sudah terlalu melekat diingatan track seperti " Spirit Crusher " cukup ngasih pengaruhnya rupanya menjadi makin bertaring disini, top !, kombinasi Chromatic Scale riff tampil menawan mengambil alih kontrol aransemen menggeliat manis diantara Mechanic Riff hingga sajian sophomore skilling drumming. it's varied and constantly changing, you've definitely got some of the Standard DM beats in it, there are a few little nice riff solos Scattered around the material that keep things interesting. seperti lebih banyak menekankan Pentatonik dan Kromatik Scale menuntut konsentrasi lebih tinggi saat Om Bhre harus jabanin sendiri disaat dirinya juga harus difokuskan pada instrumen petiknya, karakter shriek vokalnya lumayan ngasih kesan berbeda dari kebanyakan vocalis DM di scene kita (namun menurut w kurang begitu total menyatu. ed), ya seperti juga merasakan DM Vocal pada era awal, mungkin lebih fokus pada 1 type vocal bisa memberi celah ruang aman ketimbang harus terlalu memaksakan diri. melaju ngebut terus pokoknya dengan Setlist track berikutnya, " Ugrha Pancamahabutha Eclipse ", tidak terlalu mencolok permainan technical riffing-nya seperti pada track sebelumnya, lebih menekankan atmosfir yang suram dan epic, apalagi track ini melibatkan banyak musisi disamping OE, seperti duet solo melodius dari Innu dari Killharmonic dan Avaness dari Demented Heart kemudian ada Doni Petek dari Immortal Rites mengisi pada part prosa Outro lengkap instrumen gamelan. Like most metal bands, this music exists in maturity beyond its years as regards its crazily structural and obsessively meticulous counterpoint alignments; in phrasing alone, it distinguishes it self as both method and personality, as well as signifying its artistic statement and frustration. rasanya Om Bhre memang bawaannya menggila mulu dah, " Regolith Chrominished " direpresentasikan menjadi lebih mengerikan sejak ditulis bareng mantan bassis Hangga Monstercity. that of a style using a different method of more complex structure than progressive, which had run into the wall of its own entrenchment in conventional technicality. mencurahkan segenap ide dengan memeras isi otak melawan obsesi band untuk melahirkan nomor-nomor mengerikan yang mereka impikan menjadi anti gagal disini. merajut siklon yang selaras dengan ritme mikro-reduktif, berputar atraktif pada beberapa strumming yang teredam di antara bait-bait kebiadaban Necrophagist dengan Blotted Science. pergeseran setiap nada bergulir secara halus coba beberapa kali mengubah ruang harmonik di belakang riff utama dari nada cepat, nada-nada mayor ke dalam riff untuk bisa mencapai double-strumming yang halus namun tetap efektif dan sinkron. meski mengalami kekacauan emosional, kalo mencermati sekali lagi sejak track " Ugrha Pancamahabutha Eclipse " lebih menggila pada speed skilling-nya daripada beberapa Eksplorasi riff liar di 4 track pertama, meski begitu OE masih solid menyajikan kejutan-kejutan menarik dibeberapa bar dan riffing, " Astrophysics of Falaqyah " seperti menggambarkan keseimbangan antara harmoni merdu dari elemen-elemen disonan dan ketidakharmonisan yang menenangkan dari elemen-elemen serupa, juga menanamkan virus melodi mereka yang berliku-liku dalam struktur variatif yang menjulang dan mencakup ekstremitas metal yang sampai saat ini dikenal dan gaya dari genre lain dalam satu paket TDM tak tergoyahkan! Om Bhre melekatkan solo melodius ciamik-nya disini, nice ! begitu juga Ega Trio Sandi dari Obliviate mengkontribusikan solo bass-nya. well saking menikmati setiap permainan menantang-nya, High speed counterpoint baffling chord structures buttressed by recursion, tonal centering through droning cyclic melted sound emergence, ragged fugues of dissonant melodies converging toward oblivion, tempos shifting through the elements of one another into each other. dan kita udah ga terasa udah pada setlist pamungkas " ... And All Universe Will Be Annihilation " sebagai ultimatum OE menyempurnakan perjalanan antar waktu melintasi hancurnya alam semesta. mengerahkan segenap ide yang mengendap selama bertahun-tahun demi menciptakan komposisi showcase parah dengan segala kegilaannya. asli memeras keringat banget nih track, bagaimana Drummer Humam Aliy juga bener-bener digempur power-nya dengan Mayoret riff edan ! kembali Innu dari Killharmonic mengkontribusikan solo ciamiknya disini. layaknya jamming harmonik progresif bentuk bebas dikemas ke dalam aransemen ini sebagai overhead esensi masing-masing, yang tidak peduli betapa berbedanya secara estetis ketika melodi yang muncul dikodekan di dalamnya sebagai bentuk dalam berbagai aspek penguraiannya yang ditunjukkan oleh struktur diferensiasi yang menciptakan gerakan nada yang makin luas dalam perjalanan evolusinya. As always, tasteful use of open chords and harmonic complexity in non-standard chords allows the painter a wider range of color upon which to set the rigors of line; a richness of tone provides a space for melodies to motion tonal points through a twisting set of harmonic boundaries!

Obviously, OE still registered on my metal radar; had they done so, and this album would be a well-worn highlight of my music collection now and later. Setiap instrumen yang dimainkan OE dengan teknis ekstrim yang tidak ditemukan dalam kesempurnaan setiap nada fret, tetapi dalam kemampuan untuk menenun kompleksitas dari setiap elemen dari semua elemen pada saat tertentu dalam sebuah lagu, jangan ditanya lagi, makanya kalian bisa buktikan sendiri kata dan kalimat w memang ga asal-asal'an omong atau cuman sekedar menyanjung lo hahaha.... kita bisa meraba sendiri bagaimana OE menenun setiap kontradiksi disetiap harmonisasi keji nya memang penuh perhitungan matang, mungkin pada awalnya kita rasanya sulit mencerna, namun kemudian setelah 3x play kita baru akan menemukan esensi yang ditawarkan OE, oh damn ! penulisan lagu khas Setiap individu untuk setiap nada, konsepsi backend yang tercerahkan dan integrasi melodi tema seperti menggugah kesadaran kita akan kerumitan kode gemuruh yang pantang mengulangi siklus keseimbangan yang ada, jika seseorang memilih untuk tetap menjadi makhluk yang sadar, Seolah-olah sebagai bentuk balasan, melalui sebuah gairah dalam struktur, " Celestial Damage " merupakan argumen kuat untuk sebuah ketidakwarasan. this band invented and rolled forward to create a vast and forward-thinking ideology of music as expressed in work of grandeur in conception and execution, with a gentleness to its innovation that belies the explosive and tempestuous nature which crafts these subtly building gestures flowering in multiple motions within the same evolution of action, for fans Technical DM with Proggresive touching, YOU MUST HAVE THIS !!!

* Songwriting: 8.5
* Originality: 8
* Memorability: 8.5
* Production: 8.5


Orbital Elements - Orbital Ends
 



Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670