Dagtum - Revered Decadence CD 2021

 
Dagtum - Revered Decadence
Eastbreath Records CD 2021
https://www.facebook.com/dagtumband
https://dagtumband.bandcamp.com

01. Immaculate Decay 04:02
02. Avarice Enshrined 04:49
03. Ad Infinitum 03:47
04. Werewhale 04:41
05. Seething Seasons in Catharsis 05:35
06. Ocean's Edge 05:10
07. Ill-Lit 04:36
08. Monolith of Grace 04:45


Adam Carlo Along
Ronaldo Vivo Jr.
Ronnel Vivo


Bring a truly unique style of Atmospheric DM, at times violent and visceral, other times drenched in dissonance and synths, all combined into a monolithic, dark, avant garde and hypnotic masterpiece. konseptualnya memang sulit untuk dicerna pada awal mendengar, sehingga membutuhkan beberapa kali lebih lama untuk mendapatkan esensi lebih baik dari struktur lagu dan suasana suram, tetapi memang DAGTUM telah melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda yang pasti akan menarik fans dari yang lebih unik dan lebih aneh dari sisi metal musikal yang menakutkan ini. apa yang dikonsepkan oleh Trio asal Philippines dibawah bendera DAGTUM mengusung konsep yang udah w kenal lebih dulu sejak Gorguts memperkenalkan materi " Colored Sands ", yang embrio karateristik Technical/Avant-garde Death Metal udah mulai tercium era " Obscura " atau " From Wisdom to Hate ", materi yang boleh dibilang eksperimental seperti sedang coba menjelajahi typical tune industrial dan landmark aneh yang menambah keunikan baru, bersama dengan melodi dan harmonik kacau yang sudah dipoles menjadi lebih anggun pada elemen riffingnya. Organik sound mengadopsi style Neurosis dari sejak materi " Through Silver In Blood ", juga sentuhan dramatis dari band Portal. memang sentuhan Sludge metal yang sudah terkontaminasi doom metal serta merta menjadi elemen yang membuat materi DAGTUM makin avant garde serta gelap ! mungkin buat kalian yang masih menyukai progressive art dan Eksperimental, tentu sajian seperti ini ga terlalu bikin kalian pusing. seperti udah w ungkap singkat diatas. untuk menikmati suguhan DAGTUM di " Revered Decadence ", membutuhkan waktu ga hanya sekali atau dua kali untuk bisa menangkap esensi en kelas DM Atmospheric-nya. dengan komposisi Multilayer penulisan riff dengan gitar yang se-efisien mungkin mampu memberikan harmoni yang sangat menarik demi mengusir boring. Kombinasi line dengan gain tinggi, downtune dan gelap menciptakan atmosfer yang tidak dimiliki oleh banyak band sih meski DAGTUM sendiri tidak menuntut secara teknis karena mereka lebih terstruktur secara unik, ditempatkan sesuai di mana pun mereka anggap Match, as well as surprising and fitting rhythmic patterns.

W rasa dengan pengetahuan luas tentang teori musik dan dinamika penulisan lagu DAGTUM coba melecut keras dengan sajian yang serba meluncur ke alur disonan dan atonal, bergerak maju dengan tempo metodis, lambat dan tiba tiba cepat. tune melodi dan harmoni ganjil emang beberapa kali kerap bikin w mengeryitkan dahi ketika perputaran bar-nya sulit banget ditebak arahnya yang seperti bergentayangan di track pertama " Immaculate Decay ", atmosfir horror klasik yang memperjelas bahwa kita memang menyukai sesuatu yang sama sekali berbeda, karena materi album ini lebih banyak menawarkan Opening instrumental yang diperluas ke seluruh aransemen yang menggunakan lapisan instrumentasi menyeramkan yang kayaknya ngingetin w dengan sejumlah soundtrack film horor Asia aja. abis itu " Avarice Enshrined " memulai ritual Avant Garde unik-nya, sounding Hybrid yang lebih mengingatkan w dengan " Through Silver In Blood " era awal Neurosis. bukan berarti yang sempat kalian bayangin sebelumnya, Ini bukan blitzkrieg yang langsung meledak keras habis-habisan, melainkan setara sonika dari seperti orang yang perlahan-lahan mati kehausan di gurun gersang. mendorong batas kebrutalan dan kehancuran emosional dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. style Sludge nyata menampar beberapa saat sebelum ini, yang kemudian populer di awal 90-an sejak nama Eyehategod, Crowbar, dan The Melvins coba menggali beberapa hal yang cukup intens, dan pada hari ini Implementasinya merambah ke genre DM. dengan struktur riff yang tidak seperti kita mudah mencerna-nya, penuh dengan ketukan drum ganjil yang mengawal avant garde riffing-nya. formula penulisan lagu adalah melodi gitar gaya post-rock yang dikuatkan oleh harmonik gitar kedua, disonansi yang menyenangkan, dan line bass counter-point yang kemudian seperti tenggelam di bawahnya, hayah susah sekali w menjelaskannya secara detil hahaha ... seemed to anticipate sludge and was some of the bleakest and most fucked up music around. kejutan-kejutan musikal udah jadi filosofi penulisan setiap aransemennya, seperti " Ad Infinitum ", diantara ketukan snare drum yang lumayan ngebut (meski sebentar), sergapan tremolo avant garde sama sekali tidak menggunakan gaya Bending riff, Tune masif benar-benar memungkinkan ini bekerja dengan intens and atmosphere. Ada banyak disonansi di sini, dan sangat sedikit melodi yang dapat ditemukan selain instrumentasi mengambang tanpa arah dibenak DAGTUM. sound drum-nya emang lebih Nge-depth ketimbang Bright, sehingga lebih menjangkau ketertarikan Sludge fans. menikmati setiap pergeseran harmonisasi struktur musikalnya, seperti kita abis sedang menenggak miras dan kemudian berhalusinasi bawah sadar dengan pengaruh alkohol rasanya hahaha ... jelas menurut w, taste musikal DAGTUM ini emang spesial dan berkelas untuk menciptakan Halu metal seperti ini. it condenses the songwriting into a much more accessible package ! " Werewhale ", masih menari nari dan bergelayut dibawah sadar kita, partisi komposisi yang memang asli unik dinikmati jika kita udah familiar. sedikit lebih cair dalam hal struktur lagu, break tempo dan memulai part kemudian tanpa ada peringatan atau bahkan terlalu membiarkan beberapa momen datang dengan improvisasi seperti mainframe musisi jazz. Meskipun tune umumnya cukup ngasih atmosfir lebih menyeramkan dan meresahkan. perpindahan antar bar dan lick-nya seperti sebuah rumus kimia yang hasil akhirnya akan menjadi berhasil atau tidak, kayaknya DAGTUM seperti tidak peduli dengan format baku setiap melodi, mungkin baginya, bagaimana lebih menciptakan pesona musikal yang terasa gelap dan Horrific. 1 yang tentu w imajinasikan adalah, ketika DAGTUM berada diatas Stage, bagi fans yang akan memberikan support-nya tentu akan terasa sulit mengatur Ritme headbanging-nya atau tubuh menyarankan untuk duduk manis menikmati setiap keunikannya hahaha ... Konsepnya matematik sekali, tapi w suka banget dengan karakter Growling powerfully-nya, ajib ! rasakan raungan menggayangnya lebih intens di " Seething Seasons in Catharsis ", rasanya vokalis DAGTUM ingin menguyah abis Microphone. begitu pula dengan " Ocean's Edge " & " Ill-Lit ", begitu terasa organik, dengan setiap transisi menjadi evolusi alami dan semua lagu bersatu untuk membentuk satu paket yang kohesif. DAGTUM terhitung sampai menit itu masih solid dalam hal konsistensi dan track ini terus menunjukkan alasannya. hingga pada setlist pamungkasnya, " Monolith of Grace ", DAGTUM masih terlalu asyik sendiri mengulik apa yang telah mendarah daging dalam misi-nya menciptakan materi " Revered Decadence " selalu memiliki kualitas dan kelas-nya. Everything takes traditional overused elements and molds it with technical prowess and excellent song writing to produce a highly original variant of their parent genre. Because of the extensive use of dissonance and slowly trudging along creepiness mixed with violent explosions from time to time.

Overall, like past metal epics that pushed at the boundaries of greatness and immortality, " Revered Decadence " is meant to be absorbed in its completeness. w engga yakin jika salah satu dari kata-kata ini, atau kata-kata apa pun yang benar-benar dapat menggambarkan esensi dari materi keseluruhan album ini masih terbaca dengan cara yang enak atau sesuai dengan intinya. coz w juga tidak yakin bisa menyebut ini beberapa bagian/istilah album; yang pasti ini adalah jenis hal yang lebih mirip dengan pengalaman lebih dari apa pun. Terlepas dari itu, dengan mempertimbangkan ungkapan atau istilah yang w gunakan bisa membuat pembaca harus kebingungan seperti mendengarkan betapa kontradiktifnya " Revered Decadence ", telah menunjukkan kualitas dan kelas bermusik-nya memang penuh dengan segala tantangan yang sangat menarik untuk kedewasaan taste kita sebagai penikmat Avant Garde DM. memang melihat konseptual album, dapat juga dicatat bahwa terurainya komposisi lagu-lagu yang terpisah mungkin dilakukan lebih untuk alasan estetika daripada alasan praktis. W mengatakan ini karena keseluruhan materi ini pada dasarnya adalah salah satu monolithic beast yang tidak bisa mendapatkan keadilan yang layak dengan memanjakan hanya pada sebagian komposisi saja. Ada perasaan menenangkan yang aneh yang terpancar darinya, sesuatu yang samar-samar terasa seperti denyut nadi metronom yang memuaskan, sesuatu yang menyakinkan karena matching part. buat kalian yang sempat menikmati materi Ulcerate, Portal dan Gorguts atau ingin menikmati pesona DM yang lebih gersang mencekam, 1 rekomendasi baru untuk mencoba aura menyeramkan DAGTUM. each of DAGTUM members is a sophisticate class musician. And when they come together, the sound is synergetic beyond belief. The blending of technical textures and fluent melodies is really what makes this album stand out from all music I have heard up until now. The atmosphere asphyxiates the listener under a deluge of riffs and dissonances, is not about technical tracks: instead it is technical in its entirety and its integrity !

* Songwriting: 8
* Originality: 8
* Memorability: 8
* Production: 8


 
Dagtum - Avarice Enshrined
 

Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670