Sanskerta - Dramaturgi CD 2019


































Sanskerta - Dramaturgi
Funtech Productions CD 2019

01 Hypodermik Needle of Hatred 04:08    
02 Drama Negeri 03:30    
03 Arogansi Sedarah 02:55    
04 Kasta 03:25    
05 The Vultures of Mother Earth 04:44    
06 The Avarice of Throne 02:54    
07 Mati 02:59    
08 Pelik 05:33    
09 Mata Hitam 03:44    

Jati Hadasher - Vocals
Andhika Prasedya - Guitars
Dwiyana Putra - Bass
Alamsyah Prastyanto - Drums

Membaca setiap potensi rilisan rilisan Band yang selama ini Gw tulis, selalu Gw selipkan " harapan " atas kualitas display yang dimunculkan, dan hal ini tidak selamanya datang dari nama-nama besar dan populer saja, justru kehadiran setiap embrio potensial baru yang digadang berbahaya dimasa mendatang yang menjadi prediksi Gw, yang Alhamdulilah jarang meleset, dan hari ini menjadi pembuktian salah satunya sejak hampir 5 Tahun Gw menulis " Promo 2015 ". Bibit unggul asal Bekasi, SANSKERTA ! dan Selalu Waspada dengan Movement Extreme Cadas Tanah Air, karena memang setiap detik, jam dan Hari masih akan bermunculan Potensi dengan talenta luar biasa untuk kita tengok selanjutnya. sebuah mindset sederhana bagi kita para penikmat, sehingga kita tidak selalu memposisikan ungkapan " Harga Mati " dengan Beberapa Opsi kita sendiri, karena segala sesuatunya memang berkembang seiring perjalanan waktu, Berkembangnya pemikiran dan teknologi seperti jadi sebuah Presisi tepat untuk selalu berjalan bersama sama menurut keinginan manusianya. menjadi salah satu rilisannya paling Gw nantikan, debut full album pertama bertajuk " Dramaturgi " bermuatan 9 track cerdas siap menjawab ungkapan Gw diatas adalah kenyataan. the music keeps perfect pace to craft the most tangibly dark, inhospitable atmosphere possible, the audible approximation of suffocating fear. The closer, Apparition is a demented carnival of suspense and classical pomp, utilizing tasteful keys to create a beautifully alien atmosphere, as if you’re summoning the unfeasible entity from the Living! seakan tidak menyia nyiakan kesempatan, Sanskerta menggandeng Funtech Productions untuk dapat menghandle semua Produksi hingga rilis, and dream come true, Rampant experimentation was commonplace, and the sheer technical prowess of the musicians in these bands rivaled musicians in any genre. Death metal was becoming a bit of a thinking man's genre, much to the chagrin of old-school purists, who quickly and loudly decried the end of death metal. and Sanskerta transformation into a more musically refined and technically accomplished outfit was a welcome change from the soulless drab of its unremarkable debut. denger preview-nya aja Gw jadi engga sabaran segera menulis materi yang Gw jamin bakal jadi Album keren tahun 2019 ini. let's jump Straight to the point.

Reaksi bagi para fans hiperbola dapat menyakini konsep Technical DM Khususnya California Scene bukan merupakan variasi genre yang paling menarik, tetapi jika kita menyebutkan materi sekeren Decrepit Birth, Severed Savior, Odious Mortem, The Faceless atau Abysmal Dawn yang populer dengan warna " progresif " dan " inovatif " secara intelektual selalu mengesankan. seperti membuat sebuah catatan transisi, banyak band dalam kedewasaannya menemukan kreatifitas Sound-nya. " Dramaturgi " Gw pastikan adalah materi DM modern yang lebih baik, dan tidak tertahan oleh produksi yang steril atau paling fokus. Gw mulai tanpa Ba-Bi-Bu seperti Sanskerta memulai Senam jantung dengan Shock teraphy musikal dasyatnya lewat " Hypodermik Needle of Hatred " langsung menimbulkan decak kagum lewat penampilan sounding-nya, perlahan tapi pasti ketukan ketukan maut senantiasa mengincar selagi kita terlalu lengah. It's an Incredibly Dynamic song, starting off with a soothing, relaxing, Progressive, jazzy yet technical intro, that jumps into multiple lead guitars going off into their own directions, a solo, and a guitar part backed up by some more lead. Damn ! membaca setiap gerakannya sejak awal, sekali lagi prediksi Gw hampir tidak pernah meleset. penampilan ego yang dimanajemen cukup balance untuk saling berbagi peran adalah salah satu faktor aransemen dan komposisi-nya terdengar Sophisticated ! with an incredibly similar structure. Slowly towards the ending of the song, an immersive synth shows up, building up accompanied with blastbeats, and eventually bursting into a solo dive that sounds almost exactly like something off of " Symbolic " era by Death. The production makes everything sound very distinct from it self, and thanks to that the jazzy, then shreddy solo is backed up with bone crushing riffs and drumwork that go together almost too well. sentuhan tajam Old School Technical DM ala Death, Cynic, Polluted Inheritance, Monstrosity atau Atheist yang kemudian dikombinasikan lebih hangat dan Dramatis dengan warna menawan Decrepit Birth, Spawn of Possession, Necrophagist, Obscura hingga Odius Mortem juga Arsis, well kalian bisa bayangkan sendiri jika hasil Blend band-band yang Gw sebutkan itu dijadikan 1 ? more important to me than the indulgent, screaming lead sequences were the clinical melodies being invested into the rhythmic matrix. Other strings have been discovered on the guitar. Prepare antiaircraft measures on the double! Granted, there is a certain degree of wankery involved: almost like he succumbed to a Lawnmower Man level influx of ideas and couldn't contain all the newfound brilliance...not all the leads and melodies are very catchy...but even so, there is so much more of note happening, a refined amazing Dynamic Track undercurrent ! penampilan Gitaris Andhika Prasedya dan Drummer Alamsyah Prastyanto adalah motor utama penciptaan karakter Sanskerta yang hari ini semakin mencengangkan serta menyita perhatian dari pemilihan Fill dan Bar, semuanya sangat jelas diperhitungkan, sehingga Missmatch akan jarang kita temukan dalam setiap Harmoni yang serba mengejutkan rasanya, Syalut !!! mengumbar part yang tidak beraturan tanpa harus menyeimbangkan Porsi, Sanskerta tetap membaca tepat setiap gerakannya, seperti di " Drama Negeri ", kompleksitas cantik aransemennya kerasa banget, bagaimana warna DM fill cantik beberapa kali berhasil menyajikan pemandangan indah. memainkan riff-riff yang unik tanpa harus menjerumuskan karakter Technical kedalam warna Mathcore, sekali lagi Pertarungan Riff dan Drumming teruji fantastis untuk mengusung track ini. penampilan Vocalis Jati Hadasher juga lebih powerfully dengan karakter Emosional Growl dan beberapa kali menyelipkan Screaminsane style. berangkat dari momen-momen sebelumnya yang banyak mengasah attitude, sehingga secara keseluruhan formasi Solid Sanskerta sejak materi Promo 2015 menjadi saksi movement band tetap yang terbaik ! " Arogansi Sedarah ", eksplorasi Skill ajib meramu DM menjadi lebih dinamis masih datang sebagai sebuah mimpi buruk, penampilan Riff maut Andhika Prasedya yang sepertinya sangat terpengaruh berat dengan skill bermain Stevi Item-nya DeadSquad, dengar bagaimana konsep-nya memang menjurus seperti kebanyakan Fans katakan. Meskipun pengaruh progresif berasa kental, bagaimanapun juga, secara teknis dan ambisi mereka tidak pernah tinggi obsesi sampai-sampai mereka menghalangi riff keren atau fill yang baik, serta persepsi menyajikan permainan terbaik dengan Cara masing-masing lagu mampu bergeser dan menyesuaikan diri dengan setiap perubahan suasana hati dan nada adalah hal yang sangat alami, dan memberikan rasa sejati untuk memulai setiap perjalanan komposisi. Sanskerta had become compelling, folks, or at least, compelling to those who've an interested in this sort of 'all around package' of technicality. bener bener konsentrasi Gw masih diperdaya dengan Formula fantastis hampir di menit ke 14 ini. sejenak cooling down dengan intro track " The Vultures of Mother Earth ", menikmati sajian 1, 5 menit pertama permainan Akustik ciamik, bagaimana itu mengawali sebuah part akustik dengan lembut yang entah bagaimana sudah tidak lagi terdengar aneh di album Death Metal. Banyak riff dan melodi di sini dihiasi dengan tamparan emosional yang kurang dalam banyak bagi Movement Technical DM. cukup dengarkan pengantar yang sunyi untuk " The Vultures of Mother Earth " yang epik dan melankolis sebelum sajian matematik kembali membuat detak jantung kita bergetar kencang. provides a nice contemplative break from the metal frenzy without breaking too far away from the band’s signature style. pemandangan menarik Sanskerta sejauh ini paling memikat adalah (masih) penampilan Riff dan solo yang tidak banyak Band kita melakukannya, karena talenta sudah menjadi pembawaan sejak lahir, jadi sangatlah sulit dimanipulasi dengan cara apapun suratan Ilahi ini. pembawaan aransemennya memang terkesan meledak ledak hebat, Sanskerta masih terlalu sigap mendramatisir dengan sentuhan lembut dan menawan pada setiap sentuhannya. sepertinya massa sel di bawah kulit kepala Gw akhirnya seperti mendapatkan inti, dan telah mengeluarkan endorfin dari telinga kecil mereka setiap kali Gw mendengarkannya. Komposisi gitar cerdas, secara pribadi, kualitas album yang paling menawan ini. Cukup teknis, melodi, dan kreatif, selalu menunjukkan kombinasi musik dan keanggunan yang hampir tidak dapat dilampaui oleh album TDM Sejenis lainnya. karena DeadSquad sendiri bagi Gw pribadi adalah juga penggabungan tak terbantahkan nama-nama populer yang sering Gw sebut diatas, sehingga Sanskerta seperti sedang mengikuti kembali pembawaannya, kalian bisa check aroma part awal " The Avarice of Throne " rada mirip dengan " Pasukan Mati  " DS, meski hanya 1 bar kalo ga salah sih hehehe, tapi pada pertengahannya, yang bikin Gw terpesona dengan Eksperimen sentuhan part-part Progresif fantastis ala Cynic atau Dream Theatre. technicality and songwriting simultaneously meet together at a glorious summit, meshing together like yin and yang. bursts out of the gates immediately at the song's beginning with a pounding riff and matching drumbeat; but this only lasts for a few measures before the band switches to a softer passage, with haunting clean guitar and dreamy atmosphere. Completely different, and yet equally fun to listen to and still fitting to the song. seperti ada part ke-2 " The Avarice of Throne " yaitu " Mati ", Gitaris Andhika Prasedya masih terlarut terus dengan gaya Riff yang dikonsentrasikan kompak dengan member lain. seolah-olah seperti melalui pintu metaforis di belakang ruang metaforis, dan masuk kedalam lorong yang indah, yang terkadang rumit, tidak pernah berubah menjadi noodling teknis yang asal asalan. tentu saja solo yang sebenarnya memang tersemat masih luar biasa. Terkadang lagu mengarah ke solo dan meledak dalam klimaks; terkadang solo secara tiba-tiba terlempar entah dari mana. Either way, solo selalu membawa pendengar pada petualangan liar, masing-masing menonjol dalam keunikan tersendiri. These songs do an amazing lyric job of conveying raw emotion, it almost seems like your sitting there Sanskerta and he is pouring his soul out to you and telling you about what members gone through in life, both good and bad experiences, It is a very personal experience. seperti tidak ingin waktu segera berakhir menikmati track track brilian seperti ini, tidak terasa Gw sudah terdampar di menit ke13 untuk selanjutnya menikmati track " Pelik ", pembawaan yang begitu total ketika Sanskerta coba menggabungkan dengan kondisi kejiwaan, terlebih sekali bagi Vocalis Jati yang rasanya paling menjiwai lirik berbahasa Indonesia dan Eksplorasi musikal aransemen mampu mengimbangi apa yang menjadi sebuah Totalitas, dan apa yang terjadi selanjutnya? GREAT SONG !!! dan akhirnya " Mata Hitam " menjadi Setlist closing, Sanskerta memang tidak akan pernah kehabisan ide ide mengejutkannya, apalagi pada menit 01:25 mereka menyajikan warna Symphonic yang menawan untuk kalian cicipi sendiri. sajian Clean Riff dramatis sebenarnya menjadi perpaduan yang Fantastis atas nama Kreatifitas tanpa batas. The guitar work is excellent; brutal and full of tempo and rhythm changes, catchy, incredibly meaty and full tones with riffs that are extreme but also very melodic and memorable. I would have liked for the bass to be a bit more noticeable, but it is still audible at the right times, and the drumming is not just typical extreme drumming, it is very creative too. The album has a very progressive sound, it isn't just typical TDM.

Overall, most importantly, " Dramaturgi " memang bagi Gw pribadi hanya diisi dengan Dominasi riff cerdas dan struktur musikal ciamik. Kualitas aransemen lagu cukup konsisten hampir menyeluruh dan sementara mereka kadang-kadang akan membuang satu atau dua pola hambar, sebagian besar riff melodi terus-menerus sangat memikat telinga dan mustahil buat fans akan bisa move on. The external and internal explorations of this sophomore seek to answer that question, emblazoned in cutting edge musicianship, and Philosophical (if a bit bland and bordering on mumbo jumbo) lyrics. Not to say that this is perfect: it's not a personal favorite Tech/Progressive death metal effort, but clearly a switch turned on, the emergence of a fuckin bright voice in the genre. dan pada akhir kata, THIS GREAT MASTERPIECE ON 2019 !!! secara kesuluruhan, Gw sangat menikmati Eksplor Skill dan Kualitas talent diatas rata rata dan bukan kaleng kaleng, Gw jamin bagi Fans DM Dinamis akan sangat menyukai materi " Dramaturgi " ini, salah satu yang akan tumbuh sedikit dalam intensitas untuk album berikutnya dari langkah evolusi keseluruhan atas meningkat-nya kualitas riffing lebih jauh. hingga sampai disini Gw asli sudah kehabisan kata untuk memuji lagi karya ini sebagai masterpiece bombastis ! Gw sedang engga menggiring opini, bikin Hoax atau apalah, Gw hanya Jujur berbicara kualitas. more progressive works, few brutal and technical death metal bands ever truly let up their percussive focus to allow for progressive uplifting interludes to counterbalance their brutality. Sanskerta, on the other hand, having realized their folly in assuming DM percussive sound to be enough, brings a strong counterweight to their low end in such drastic treble that it shreds the band’s old image and redefines their music as one of the most outstanding bands of the Indonesian TDM scene today. BUY OR DIE !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sanskerta - Dramaturgi Album Teaser



Sanskerta - The Vultures of Mother Earth




REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !