Expendiency - Sadistic Murder CD 2017
































Expendiency - Sadistic Murder
Extreme Soul Production CD 2017

01 Massacre 03:30
02 Erection Mutilated 03:12
03 Butcher Knife 03:09
04 Sickness Torture 03:50
05 Sadistic Murder 03:59
06 Decapitated Madness 04:21
07 Cannibalistic Consumption 03:17
08 Rape Victims Mutilation 04:34
09 Killing And Eating Cunt 02:00
10 The End Of Savagery 02:12

Rizki Darmawan - Vocals
Aditiya Ramdhan - Guitars        
Katon Gilang Ramadhan - Drums

Delivers a Relentless Brutallity of Slams Extreme harmony and Inhuman Guttural Massacre EXPENDIENCY attacking back !!! memantapkan eksistensi perjalanan crusial musikal, penjagal brutal komposisi kota hujan, Bogor, Expendiency membuktikan sekali pasang surut menuju formasi solid tidak menggoyahkan sama sekali obsesi yang telah mereka canangkan sejak 2010. dengan konsep pengkoyak telinga dan perobek jantung, Expendiency mencoba meng-Kloning mutan kejam ala Cephalotripsy, Condemned, New Devourment, Guttural Secrete, Gorgasm hingga Rest in Gore. comin with sounds a lot more fucked up if you're Spouting mangled, Incoherent lines that somehow move in sync with the music than it does when Guttural sick vokill. There is an order that maintains Chaos, and Heavy without order is Inevitably just stupid random Fucking motherfucker, This is Brutality Reign ! masuknya drummer Katon Gilang Ramadhan (ex-Murtad) menurut Gw memberi suntikan keji menyegarkan dengan elemental Blastbeat yang mencoba lebih porak poranda Harmonisasi yang coba ditawarkan oleh Gitaris Aditiya Ramdhan, dan mungkin jika Gw coba membandingkannya, mungkin tabiat monster bengis tersembunyi dalam taste Expendiency coba lebih menggetarkan sirkulasi darah dan memecahkan seluruh pembuluh artileri. selain dominasi Bomblast, Expendiency tidak pelit banget memberi sirkulasi udara segar ketika hawa panas terlalu memaksakan sekali suasana dengan beberapa kali Cooling down part Slamming Breakdown part. melengkapi persepsi sadistisme konsep musikal, seperti biasa jika Genre ini selalu coba mengocok isi perut dengan tema-tema sadis dan berdarah-darah seperti mindset yang dibangun oleh Psikopat berdarah dingin atas setiap korbannya. berangkat dari materi yang pernah mereka racik sebelumnya, inilah momen yang paling Expendiency nantikan saat luapan kreatifitas mereka untuk pertama kalinya didokumentasikan oleh Extreme Soul Production sebagai amunisi berdarah baru dirosternya, " Sadistic Murder ", I think I have a pretty good idea how Gods Treadmill feels. You'll be sore, Broken, Butchered and Bleeding, pleading to Sweet Maniac for mercy from the Relentless Blasted of Brutality sweeping through your ears and Mercilessly Raping your Dirty gore whore soul, Let's Kill them out !!!

The most fluent theme in this entire Album, lyrically, is Serial Murder through Scattered Blood Intervention of " the Evil Master " or large scale Death and misery of Victimize through plague and the " Evil Master " Power. tidak terlalu terburu buru mengumbar sejumlah kekejaman tanpa kompromi, track " Massacre " sedikit memberikan peregangan otot sendi agar berjalan sesuai fungsinya ketika siksaan nyata menyambut kita. karakter Vokill Rizki Darmawan seperti mencoba memadukan Low end style Old School dengan beberapa Deep Gurgling dari typical sebelumnya, well memang tidak seperti kebanyakan band yang kita dengar sebelumnya, utilitas enerjinya lebih menekankan pada pola pattern vokal yang teratur dan beberapa intonasi liriknya sempat beberapa kali jelas terdengar. dengan sambutan Blastbeat drumming serta Downtune Riffing yang beberapa kali menyatakan dengan sejumlah provokasi, Expendiency Gw rasa lebih terasa cuek tidak harus menampilkan komposisi yang harus berlumuran darah segar, karena Expendiency ingin memberikan siksaan teratur sebelum sang korban bener-bener tersiksa kesakitan menjemput ajalnya. jika Guttural Secrete, Gorgasm hingga Rest in Gore terlalu menggebu gebu meledakkan tensi emosional, Gw rasa Expendiency lebih mampu menyederhanakan lagi aksi pembantaian musikalnya. Twisted, Relentlessly Fast, Terrifying, Foreboding madness - that how you could Describe the sound of Brutality assault. mempercayakan pada Kerongkongan dan pernafasan diafragma yang lebih kuat bagi Vocalis Rizki Darmawan Gw rasa memang coba memberi sisi berbeda dari kebanyakan, ya mungkin sama belum tentu harus sama. " Erection Mutilated " masih terus perlahan menguliti dan Memutilasi korbannya masih dengan sebilah pisau tajam yang termuntahkan lewat lirik lagu yang makin bikin perut terasa mual, Yupz persis juga seperti yang terbias kejam di track " Butcher Knife ". Wickedness lurks deep within their music, Staring out boldly at you, and their knowledge of pain, hatred, and anger fills the songs on this album with a truly Slaughterhouse Atmosphere. This isn't the kind of band that pays lip service to " evil " and then hides behind Abstractions or Digressions - these guys mean what they say, living, Breathing, and Bleeding the true metal spirit, and their Nefarious intensity is Disconcerting, to say the least. It is also very Refreshing. diantara kubang kekacauan Distorsi, Gitaris Aditiya Ramdhan coba memberikan Sayatan lead solo Gitar yang diharapkan mampu meredam setiap kekejian musikal tanpa kompromi ini terkhusus lagi sensasi menggilas rasanya Bomblaster track " Sickness Torture " ga kalah mencongkel biji peler dengan track andalan " Sadistic Murder ", Sadis, Berdarah dan mematikan telah mereka sematkan hampir disetiap aransemen demi aransemen. Shredd solo Gitar makin memanaskan komposisinya yang sampai detik ini tidak ingin mengendurkan tensi emosional membombardir telinga meski pada menit ke-3, Expendiency coba memberikan selingan part yang kental bergaya OSDM banget, let's give me little Headbang ! kalian jangan sampai lengah dengan " Decapitated Madness " atau " Cannibalistic Consumption ", karena memang dari sejak awal siksaannya tidak akan berhenti sedikitpun. mendengarkan sambutan lead solo menarik dari Andre Tiranda-nya Siksakubur memang masih melekat sayatan konvensional khas-nya, selain itu Andre juga memberikan sentuhan Shredd solo berikutnya di " Rape Victims Mutilation " dan " Killing And Eating Cunt " yang baginya cukup memberi tantangan menarik untuk mengisi. and Overfucking all, The instrumentation in General, is typical. For starters are the guitar, which more than often goes Chugging away, but have some more Frantic leanings, and Occasionally Alternate between rhythms and tones quite Rapidly without Breaking up the sound. It also throws around a couple of mean riffs and leads here and there, which are always welcome. hingga pada Closing track " The End Of Savagery ", Expendiency ingin coba memberi kesan yang melembutkan lewat aransemen Instrumen yang lebih Old School DM style banget dari solo Gitar dan beberapa riff part, meski untuk beberapa menit, Expendiency masih sedikit susah meredam emosinya untuk meledakkan dengan beberapa Bomblaster Drum tempo, well sebagai Ending yang memberi atmosfir cooling down, Expendiency akhirnya berhasil menyelesaikan aksi pembunuhan berantai dengan setumpuk korban mutilasi di lorong gelap bawah tanah berbau anyir dan busuk darah manusia. in the least Possesses Brutality among all the Devastating Raw held in this 10 track compact disc when put up Against many bands in the SBDM pack.

I Think " Sadistic Murder " is a Nice album, just don't listen to it expecting something comparable New Wave BDM today, ya, jika hari ini Movementnya memang telah sedang pada titik Nadir ekspetasi, jika BDM harus begini, harus begitu, karena Expendiency disini memang coba memberikan pandangan berbeda dengan karakteristik aransemen yang mereka kemas di " Sadistic Murder ", menawarkan Bombardir blastbeat dominan, tapi tidak lupa jika Slam Groovy part dan lead solo gitar masih menjadi Random menarik demi menggiring persepsi pendengar agar tidak terkungkung dalam situasi membosankan. meskipun sekali lagi Gw simpulkan tidak adanya sesuatu yang " Baru ", mungkin discene tanah air pasti akan meluangkan waktunya untuk " Sadistic Murder " dapat bertengger di playlist harian kalian. meski berulang kali Gw coba Move on dengan materi " Sick Promo 2015 " yang menurut Gw pribadi punya Sound yang lebih men-terror otak, namun jangan lupa " Sadistic Murder " memberikan terapi membunuh juga menyajikan artwork berdarah yang menghidupkan Imej album ini tergurat sadis dari Mindset seniman Rudi Gorgingsuicide. It's Simplistic package, yeah, but it's Catchy and Memorable, instead of just Blasting wherever the band wants to. These songs are about as Memorable as your Average Rockin or pop song, and that's a Compliment. and I would Recommend this to anyone who even Vaguely likes DM, or Old DM fan who's Attempting to branch into Heavier Territory.They're just ... Enjoyable.










CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

1 komentar:

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !