Carrion Vael - Slay Utterly
Unique Leader Records CD 2026
01. 19(fucking)78 05:16
02. Truth or Consequences 05:32
03. 1912 05:25
04. 30 on 9 04:49
05. 40 Echoes upon the Parlor 05:22
06. Lord of 74 06:49
07. Bisection of 47 05:00
08. Black Chariot 03:57
Travis Lawson - Vocals
Trenton Limburg - Guitars, Orchestration
Ryan Kuder - Guitars, Orchestration
Alex Arford - Bass
Matt Behner - Drums
Seperti yang kita tahu, Sepeninggal Owner dan penggagas label yang sangat disegani memiliki rilisan Brutal death metal paling mengerikan se-dunia berkumpul disini, Unique Leader Records, nama Erik Raymond Lindmark, Frontman Deeds Of Flesh harus merelakan Label bentukannya hari ini " harus " terisi dan terlalu membosankan ketika roster-nya " Hanya " di isi oleh band-band " Modern " telah dimulai kematian era Brutal Death metal bersama terkuburnya Erik Raymond Lindmark. Hari ini, perkenalkan nama Carrion Vael, Ada sesuatu yang ironis sekaligus menghibur dari band seperti Carrion Vael. Di saat banyak band TDM modern sibuk memoles musik mereka sampai terdengar seperti simulasi komputer yang kehilangan denyut nadi manusia, Carrion Vael justru datang seperti pembunuh psikopat yang menendang pintu ruang autopsi sambil membawa gergaji mesin penuh riff. Mereka tidak peduli apakah pendengar siap atau tidak. Mereka tidak datang untuk jadi soundtrack nongkrong santai sambil minum kopi artisan dan pura-pura mengerti polyrhythm. Mereka datang untuk menyeret kepala kalian ke lorong sempit penuh darah, jeritan, blast beat, dan solo gitar yang berputar seperti bor industri rusak. Sejak materi " Resurrection of the Doomed " tahun 2017, band asal Richmond, Indiana ini membangun reputasi dengan konsistensi yang hampir absurd. Tidak banyak band modern yang mampu menjaga jadwal rilisan tetap disiplin tanpa terdengar kehabisan ide di album ketiga. Namun Carrion Vael seperti memiliki gudang amunisi yang tidak pernah habis. Setelah “God Killer” tahun 2020 dan beberapa rilisan berikutnya yang terus mempertegas identitas mereka, kini mereka kembali dengan " Slay Utterly ", sebuah album yang terdengar seperti laporan kriminal forensik yang dipaksa menelan steroid dan methamphetamine sekaligus. Dan ya, sebelum musiknya bahkan diputar, artwork albumnya sudah lebih dulu menampar muka publik. cover-nya benar-benar seperti hasil mimpi buruk seorang ahli anatomi yang kehilangan akal sehat setelah binge-watch film splatter selama tiga hari tanpa tidur. Mau versi sensor atau tidak sensor, keduanya sama-sama terlihat seperti alasan mengapa orang tua dulu melarang anaknya mendengarkan death metal. Tetapi justru di situlah letak daya tariknya. Carrion Vael memahami bahwa death metal ekstrem tidak seharusnya steril, aman, atau nyaman. Musik seperti ini memang harus terasa berbahaya, vulgar, dan sedikit menjijikkan. Kalau semuanya terlalu bersih dan sopan, buat apa masih disebut death metal? Namun yang paling penting: " Slay Utterly " bukan sekadar menjual shock value murahan. Banyak band brutal yang cuma mengandalkan cover sadis lalu isi albumnya ternyata kosong seperti tong bensin bocor. Carrion Vael tidak jatuh ke lubang itu. Musik di sini justru jauh lebih mengerikan dibanding visualnya. Album ini adalah demonstrasi kekuatan technical MDM yang benar-benar lapar membunuh.
Setiap lagu dibangun seperti adegan pembantaian yang dirancang dengan detail obsesif. Tema pembunuh berantai yang menjadi benang merah album bukan sekadar gimmick lirik tempelan. Tiap track terasa punya identitas psikologis sendiri. Ada lagu yang terdengar dingin dan metodis seperti seorang predator yang merencanakan pembunuhan dengan tenang. Ada juga yang meledak liar penuh chaos, seolah korban dan pelaku sama-sama terseret ke neraka tanpa rem. Carrion Vael tidak hanya memainkan musik cepat dan teknikal; mereka menciptakan atmosfer paranoia dan kegilaan yang benar-benar hidup. Secara musikal, band ini benar-benar seperti monster rakus yang menolak memilih satu jalur. Mereka mengambil brutalitas technical death metal, memasukkan melodi yang sangat teatrikal, lalu menambahkan orkestrasi simfonik tanpa membuat semuanya terdengar murahan seperti soundtrack game fantasy kelas diskon. Hasilnya adalah musik yang padat, kompleks, tetapi tetap punya momentum menghantam kepala. Riff-riff gitar di album ini benar-benar biadab. Tidak hanya cepat, tetapi juga penuh detail kecil yang terus bermunculan setiap kali diputar ulang. Ada sweep picking yang gila, tremolo yang tajam seperti kawat berduri, breakdown yang menghancurkan tulang belakang, hingga solo melodius yang tiba-tiba muncul di tengah kekacauan seperti cahaya terakhir sebelum eksekusi mati. Banyak band tech-death modern terlalu sibuk pamer kemampuan sampai lupa membuat lagu yang memorable. Carrion Vael untungnya masih mengerti bahwa riff yang bagus harus bisa menghajar sekaligus melekat di kepala. Bagian vokal juga pantas mendapat pujian besar. Growl brutalnya benar-benar terdengar seperti seseorang sedang memuntahkan isi paru-parunya sambil dirasuki iblis. Tetapi yang menarik, mereka tidak berhenti di satu jenis pendekatan vokal saja. Ada dinamika, ada layering, ada perubahan karakter yang membuat tiap lagu terasa punya identitas berbeda.
Ini penting, karena salah satu penyakit tech-death modern adalah monotoninya yang kadang terdengar seperti mesin fotokopi blast beat tanpa jiwa. Drumnya? Gila. Benar-benar seperti serangan artileri otomatis. Tetapi lagi-lagi, bukan sekadar cepat demi cepat. Ada groove, ada perubahan tempo, ada momen di mana semuanya melambat sebentar hanya untuk memberi ruang sebelum kembali menghantam lebih keras. Permainan seperti ini yang membuat album tetap menarik meskipun durasinya dipenuhi intensitas tanpa ampun. Yang paling mengesankan dari " Slay Utterly " adalah bagaimana album ini tetap terasa musikal meskipun sangat ekstrem. Banyak band brutal death atau tech-death gagal menjaga keseimbangan antara kekacauan dan struktur. Carrion Vael justru tampak nyaman berjalan di garis tipis itu. Mereka tahu kapan harus menjadi liar, dan kapan harus menarik kembali kendali agar lagu tidak berubah menjadi tumpukan not tanpa arah. Secara keseluruhan, " Slay Utterly " adalah bukti bahwa Carrion Vael bukan sekadar band technical death metal biasa yang numpang lewat di playlist algoritma streaming. Mereka punya identitas, visi, dan kemampuan untuk menulis lagu ekstrem yang benar-benar hidup. Album ini brutal, sinematik, penuh darah, penuh teknik, dan cukup cerdas untuk tidak tenggelam dalam masturbasi musikal khas genre ini. Dan jujur saja, di era ketika terlalu banyak band death metal terdengar seperti AI yang disuruh menyalin Necrophagist sambil minum pre-workout, kehadiran Carrion Vael terasa menyegarkan. Mereka masih terdengar seperti manusia-manusia sakit yang benar-benar menikmati kekacauan yang mereka ciptakan. Itu membuat " Slay Utterly " bukan hanya layak didengar, tetapi layak dilempar keras ke wajah siapa saja yang bilang death metal modern sudah kehilangan taringnya.
Melihat kembali tiga album terakhir, Carrion Vael tampak seperti band yang mencoba berbagai persona. " Abhorrent Obsessions " berfokus pada teknisitas, mengingatkan w pada Exocrine dan Psycroptic, sementara " Cannibals Anonymous " lebih bereksperimen dengan deathcore sambil menambahkan vokal bersih yang melimpah. Secara keseluruhan, Carrion Vael mewujudkan serangan ganas dari The Black Dahlia Murder dan menggabungkannya dengan kelincahan melodius dari Allegaeon, menciptakan sebuah karya yang dipenuhi pengaruh dengan fondasi sonik yang kokoh. Pertukaran vokal bersih dan kasar sepanjang " Slay Utterly " berfungsi sebagai penghormatan cerdas terhadap tema pembunuh/korban, memperluas frasa melodi dari Cannibals. Sementara itu, orkestra yang halus sesekali menyelinap masuk, membuka arena audio yang rumit yang berkisar dari menghancurkan hingga megah dan mempersiapkan Carrion Vael untuk evolusi berikutnya. Carrion Vael bersinar dengan keahlian yang menghancurkan di " Slay Utterly ", melanjutkan kecerdikan teknis dari " Abhorrent Obsessions " dan eufoni liar dari " Cannibals Anonymous ". Gitaris Trenton Limburg dan Ryan Kuder (Maimed, Severed Headshop, ex-Necrotica) melenggang naik turun fretboard seperti ayam jantan, mengeluarkan melodi dan solo yang meleleh dengan semangat jahat. " Truth or Consequences " menampilkan momen-momen pilihan dengan enam senar, dibuka dengan petikan akustik bergaya Spanyol yang sederhana dan melepaskan solo harmonis yang cerdik menjelang akhir. Sementara itu, metronom manusia Matt Behner (Aethereus, Cholera, ex-Fully Consumed, ex-Year of Desolation, ex-Castrated, ex-Inoculation, ex-Mythrias, ex-Decrypt, ex-Klebold ) menghancurkan kit-nya hingga berkeping-keping, jarang sekali berhenti dalam tendangan tak kenal ampun dan pengisian yang halus secara bionik. Di bidang vokal, Travis Lawson Purcell mengaum, bernyanyi lembut, dan menggelegar dalam pameran inspiratif dari variasi, dengan " 1912 " menunjukkan vokal bersihnya yang kuat serta gaya cepat yang mengingatkan pada Archspire. Sepanjang lagu, gelombang halus dari alat musik gesek, " 19(fucking)78 " dan " Black Chariot " memperluas dimensi yang sedang berkembang dari arsenal Carrion Vael yang sudah melimpah.
Meskipun Carrion Vael melakukan banyak hal dengan benar, beberapa tautan lemah mengurangi apa yang bisa menjadi " Slay Utterly ". Mengingat lapisan-lapisan kompleks yang mengisi lanskap sound yang subur ini, ia sangat membutuhkan ruang untuk bernapas. Sebaliknya, " Slay Utterly " hampir tercekik karena kurangnya rentang dinamis, dengan bass Alex Arford menjadi korban paling langsung dalam perang kebisingan. 1 Mendengarkan w atau melalui speaker komputer w meredam pengalaman karena semuanya terdengar tertekan, yang w benci karena ada gairah luar biasa yang hadir. Kepala telinga w memberikan pengalaman yang lebih baik, tetapi tidak terlalu banyak. Pengaruh juga membatasi identitas Carrion Vael, di mana beberapa lagu terdengar seperti gabungan dari band lain daripada memiliki kepribadian yang asli dan kohesif. Sementara " 40 Echoes upon the Parlor " memisahkan dirinya dengan mahir menggabungkan gitar kecepatan tinggi, vokal keras dan bersih, serta orkestra pendukung, mengadopsi modalitas ini di semua track akan semakin mengangkat " Slay Utterly ". Terakhir, w berharap ada lebih banyak petunjuk musik yang jelas yang sesuai dengan tema album ini. w mendengarkannya sepuluh kali sebelum membaca deskripsi promosi tentang pembunuh berantai dan korban mereka, tetapi bahkan setelah mengetahui itu, tidak ada yang menonjol untuk menghubungkan lagu-lagu dengan inspirasi mereka. Mendalami konsep tersebut lebih dalam akan membantu album ini mencapai ketinggian yang lebih tinggi. Fans hampir semua jenis metal ekstrim kemungkinan akan menemukan sesuatu di " Slay Utterly " yang sesuai dengan selera mereka, dan dengan itu, Carrion Vael semakin mengukuhkan tempat mereka di jajaran atas death metal.
Yep, there’s this reduction of speed that can be noticed, the band take it easy on the blast-beating extremities, the requisite help in this direction also ensured by the very frequent shift in pace, the restless layout never tolerating stimultant lengthy extrapolations , " Slay Utterly " adalah jenis album yang membuat w terjebak dalam konflik klasik antara rasa kagum dan rasa frustrasi. Di satu sisi, Carrion Vael jelas bukan band sembarangan yang cuma modal blast beat dan logo yang sulit dibaca sambil berharap dianggap brutal oleh komunitas internet. Mereka punya kemampuan nyata. Mereka tahu cara menulis riff, tahu bagaimana membangun tensi, dan yang paling penting, mereka mengerti bahwa technical death metal tidak boleh kehilangan rasa menghantam-nya hanya demi jadi ajang olimpiade jari tangan. Tetapi di sisi lain, album ini juga terasa seperti monster yang dipaksa memakai jas plastik steril buatan pabrik modern. Produksinya terlalu terkompresi, terlalu mengilap, terlalu sempurna sampai beberapa bagian kehilangan sensasi liar yang seharusnya membuat musik seperti ini terasa hidup. Ini masalah yang makin sering muncul di metal modern: semua terdengar sangat presisi, sangat bersih, sangat digital, sampai-sampai kekejamannya malah terasa dipasteurisasi seperti susu kemasan supermarket. Death metal yang seharusnya berbau darah, karat, dan ruang bawah tanah lembab malah terdengar seperti software simulasi pembantaian. Dan itu agak disayangkan, karena materi yang dibawa Carrion Vael sebenarnya sangat kuat. Di balik lapisan produksi yang terlalu padat itu, ada banyak riff fantastis yang layak mendapat perhatian lebih besar. Mereka menulis lagu dengan cara yang agresif namun tetap cerdas. Banyak bagian di album ini yang menunjukkan bahwa band ini bukan sekadar kumpulan shredder yang kecanduan sweep picking tanpa arah. Ada struktur. Ada build-up. Ada momen-momen di mana groove dan melodinya benar-benar mengunci kepala kalian sebelum dihantam kembali dengan barrage teknikal yang barbar.
Selama empat puluh dua menit, " Slay Utterly " bergerak seperti mesin pembunuh yang hampir tidak memberi ruang bernapas. Tidak ada lagu yang benar-benar terasa malas atau sekadar filler tempelan demi memenuhi durasi album. Itu sendiri sudah pencapaian besar untuk genre technical death metal modern yang sering terjebak dalam kebiasaan menulis lagu seperti spreadsheet matematika penuh not. Carrion Vael untungnya masih terdengar seperti band yang ingin membuat musik ekstrem yang menyenangkan, bukan sekadar memamerkan CV musikal mereka. Dan ketika album ini benar-benar mengenai sasaran, hasilnya sangat brutal. Riff-riff mereka memiliki ketajaman yang cukup untuk menguliti wajah pendengar secara perlahan. Solo-solo gitar muncul seperti ledakan histeris di tengah kekacauan. Drum menghantam tanpa ampun, tetapi masih punya sense groove yang membuat lagu-lagu tetap terasa bergerak maju, bukan sekadar parade blast beat monoton yang membuat otak mati rasa setelah tiga menit. Namun tetap saja, w tidak bisa sepenuhnya mengabaikan masalah produksinya. Ada terlalu banyak momen di mana semuanya terdengar diratakan. Bass kehilangan gigi alaminya, gitar kadang terasa terlalu rumit, dan drum memiliki aura digital yang sedikit mengurangi rasa bahaya. Ini seperti melihat film horor dengan monster luar biasa, tetapi pencahayaannya terlalu terang sehingga efek menakutkannya sedikit hilang. Brutal? Iya. Menghancurkan? Kadang-kadang. Tetapi bisa jauh lebih mematikan kalau diberikan ruang bernapas dan tekstur yang lebih organik. Yang membuat frustrasi justru karena Carrion Vael sebenarnya punya potensi untuk menghasilkan album death metal modern yang benar-benar monumental. Mereka sudah memiliki fondasi utama: teknikalitas, agresi, identitas, dan kemampuan menulis lagu. Yang mereka butuhkan sekarang adalah keberanian untuk membiarkan musik mereka sedikit " Raw ". Sedikit lebih liar. Sedikit lebih manusiawi. Karena ironisnya, dalam genre seekstrem ini, terlalu banyak kesempurnaan justru bisa menjadi kelemahan. Tetapi meskipun w mengeluhkan produksinya, bukan berarti " Slay Utterly " gagal. Sama sekali tidak. Album ini masih jauh lebih menarik dibanding sebagian besar tech-death generik yang keluar tiap bulan lalu langsung tenggelam di kuburan algoritma streaming. Carrion Vael tetap terdengar lapar, tetap terdengar marah, dan yang paling penting, mereka masih mampu membuat technical death metal terasa mengancam alih-alih sekadar akademis. Jadi ya, w tetap akan memutar album ini lagi. Karena di balik semua kompresi modern dan produksi super steril itu, masih ada inti kebiadaban yang sangat menyenangkan untuk dinikmati. Dan mengetahui seberapa ganas Carrion Vael sebenarnya mampu terdengar, w justru semakin penasaran dengan album berikutnya. Jika mereka berhasil mempertahankan kualitas penulisan lagu seperti ini sambil menghadirkan produksi yang lebih organik, lebih bernapas, dan lebih mematikan, maka album selanjutnya bisa menjadi sesuatu yang benar-benar menghancurkan. Untuk sekarang, " Slay Utterly " tetap berdiri sebagai bukti bahwa Carrion Vael bukan cuma band technical death metal yang cepat dan ribut. Mereka adalah predator yang masih terus mengasah taringnya. Dan ketika taring itu akhirnya benar-benar tajam sempurna, kemungkinan besar banyak band lain bakal terdengar seperti musik lift dibandingkan mereka.
Home
(08/10)
[Melodic Death Metal]
[Melodic Deathcore]
[Technical Melodic Death Metal]
* Carrion Vael
#Usa
2026
Carrion Vael - Slay Utterly CD 2026
Carrion Vael - Slay Utterly CD 2026
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Mei 20, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !