VA. Burn the Line - A Tribute to Your Heroes 2022

VA. Burn the Line - A Tribute to Your Heroes
Forget the Pain Inc. Records & Distribution / Tikoes Kecemploeng Productions

01. Hands Upon Salvation - Heavenshore (Liar)
02. Unrest - Painkiller (Anticimex)
03. Summoning the Redemption - Piece by Piece (Slayer)
04. Children of Terror - Everyday (Veil)
05. Intervensi - Diary of Thrashman (Lost Society)
06. Interadd - Police Bastard (Doom)
07. Think Twice - Time to Charge + Leave No Doubt (Mindset)
08. Utkarsa - Memento Mori (Lamb of God)
09. Neurosesick - Slave New World (Sepultura)
10. Pure Trauma - Even Flow (Pearl Jam)
11. Fallen to Pieces - Paint It Black (The Rolling Stones)
12. Osborn - Reprisal (Reprisal)
13. Bungkam - Revolution (Nasum)
14. Angel of Death - The Unforgiven (Metallica)
15. Demondragon - Antichrist (Slayer)
16. No Recovery - Mandatory Suicide (Slayer)
17. Misbehave - Birokrasi Complex (Slank)
18. Petrikor - Slave New World (Sepultura)
19. Verrine - War (Sepultura)


Masih kembali menyambung Kalibrasi Distorsi, menggugah tajam sebuah estetika dan melumat-nya lewat gempuran keras Harmonisasi adalah sebuah pride bentuk penghormatan karyacipta dalam kolektif kompilasi dari Forget the Pain. Inc Records & Distribution kerja bareng dengan Tikoes Kecemploeng Prods pada " A Tribute to Your Heroes " tertuang dalam 1 bendera BURN THE LINE ! debut kolektif jilid ke-2 ini siap menyusul sukses jilid pertama-nya, dapat dipastikan menjadi penantian dalam deretan koleksi wajib kalian. yang pasti ini akan tetap menjadi momen menarik untuk tidak kalian lewatkan begitu aja, coz biasanya album kompilasi atribute lebih memilih 1 dedikasi band, untuk episode ke-2 ini, BURN THE LINE siap hadirkan dedikasi tak terhingga dari beberapa band paling berpengaruh sepanjang masa hingga terbawa gebrakan-nya ke ranah extreme metal internasional, yess A Tribute to Your Heroes! selamat datang para enterpreneur musikal belantara kreatifitas !!!

HANDS UPON SALVATION, salah satu Unit Metallic HC (yups kayaknya w lebih respect aja menyebutnya sebagai Metallic HC, meski kemudian berkembang istilah Metalcore, namun sayang menurut w istilah baru tersebut masih " ambigu " movement-nya pada hari ini .ed) kawakan Jogja Scene mempersembahkan " Heavenshore ", milik Belgian metallic HC - Liar, dicomot dari materi album ke-3 " Deathrow Earth " tahun 1999 via Good Life Recordings, salah satu legendaris label yang dipenuhi band-band Metallic HC sadis pada era-nya.  is hard and crunchy song ! dengan melodic riffing yang sedikit membawa kita ke warna Melodic BM ala Dissection serta Naglfar, tematik track-nya sangat mengesankan yang akan menarik bagi fans yang merajalela dari tahun sembilan puluhan black/thrash, dan Hands Upon Salvation hari seperti ingin mencetak sign metal yang meyakinkan sebagai yang terbaik dari kancah hardcore Belgia H8000 terseduhkan lebih jahat dan menusuk attitude serta penjiwaan. If you want to hear some thrashing metalcore that doesn't suck, with a solid old school production, then this beast track is for you! dari Malang scene ada UNREST menyulut panas emosi lewat " Painkiller " nya Swedish crust punk - Anticimex ! Band yang disebut memainkan pertama kali style D-beat punk di scene-nya mereka sebut sebagai " K√§ngpunk ", yang lalu kemudian sangat menginspirasi band HC/Punk Kawakan asal Inggris - Discharge mengikuti karakteristik musikal-nya. " Painkiller " diusung dari materi album Anticimex ditahun 1986 oleh Malang Noise/crust/HC/punk debutan aldi cs ini masih engga berbeda jauh dari versi aslinya, cuman lebih dengan tampilan modern sound, nice ! kemudian ada dari Blitar city Death metal gaje coba memporak porandakan dengan penampilan SUMMONING THE REDEMPTION, memberi penghormatan tertinggi untuk hero carrier musikal-nya persembahan dari master Thrash - Slayer via " Piece by Piece " dengan kombinasi serta style khas cabikan barbar ala Malevolent Creation banget. dicomot dari materi full album pertama " Curse the Revelation ", just seem to bleed into be satisfactory thrash metal, it's weird that songs that are extremely fast and energetic sophisticate. masih dari Malang scene, CHILDREN OF TERROR memuntahkan " Everyday " nya Hannover, Germany Hardcore metal - Veil ! and 20 years later!....This song still kicks ass! dan sedikit modifikasi, Track dari materi Vinyl tahun 1995 ini masih tetap menjadi Anthemic menarik untuk tetap menghipnotis Moshpit Crowd terpecah selalu. well, sayang konsep hardcore Metal kayak gini dihari ini udah ga kedengaran lagi, padahal atmosfir-nya bikin unity en brotherhood banget. belum beranjak dari Malang terus pokoknya, karena kita akan mendengar debut dari INTERVENSI meluapkan emosional nya lewat " Diary of Thrashman " nya Lost Society, Finland Thrash metal yang karakteristik nya hari ini lebih cenderung ke Groove Metal/Metalcore/Nu-Metal. dicomot dari debut album perdana " Fast Loud Death " tahun 2013, Intervensi mengemas-nya juga engga kalah ciamik dari penampilan konsep serta soundingnya, track yang part awalnya lebih mengingatkan w dengan 1 bar milik Metallica " For Whom the Bell Tolls ", beberapa kecenderungan melodi dalam sounding mereka sebelum larut menjadi thrashsterpiece penuh dengan riff kinetik dan sing a long tradition. yeah, it's way through a series of impressive riff, catchy choruses, and strongest style to create a great track, offering a respite from all the violence before with an up-tempo, but more relaxed vibe. bergeser kebagian utara malang, tepatnya di kota dingin Batu city ada INTERADD memuntahkan " Police Bastard " nya milik Birmingham, UK Hardcore punk legendaris - Doom, band yang pernah dihuni oleh Drummer Mick Harris Ex. Napalm Death tersebut udah eksis sejak tahun 80 an en udah memiliki segudang Discograpy. menurut w lebih ke Raw crust/punk dengan pembawaan yang bikin onar dan provokatif kayaknya nih di stage. Crustpunk, simple and repetitive riffing put into quite fast drum beats. Vocals are mixed in at a quite low level, so for most parts it's just the guitars and drums you will hear - Aggressive and angry ! THINK TWICE dari blitar, meng-cover 2 track medley " Time to Charge + Leave No Doubt " nya, Maryland, USA Straight Edge/Youth Crew - Mindset. penyajian yang enerjik, positif youth crew serta Brotherhood-nya kerasa banget. scene malang memang tidak pernah kehabisan stok-nya sampai kapanpun, karena ada banyak movement disini, karena masih dari Malang lagi, gilira UTKARSA, Sebuah band yang coba tampil beda dengan mencampurkan nuansa hardcore dengan elemen etnik yang menjadi identitas dari budaya tradisional asli Indonesia sebagai Representasi Simbol Etnis dalam band. karena Sebagai anak muda yang hidup di zaman serba ada, kita banyak memiliki kebiasaan baru. Efek dari kebiasaan ini menimbulkan banyaknya keinginan, alias banyak mau entah untuk berkarya atau menjelajah. Salah satu tujuan dari semua hal tersebut adalah menunjukkan eksistensi, dengan menunjukkan ekspresi melalui kemampuan yang dimiliki, atau yang sedang digeluti. Utkarsa membawakan kembali " Memento Mori " nya Lamb of God dari materi album tahun 2020 lalu, sebuah track memorable milik Virginia Groove Metal/Metalcore populer, coz sebagian besar karena intro atmosfer yang lumayan panjang dengan latar belakang suram dari dengung gitar yang mendukung apa yang dapat digambarkan sebagai penyanyi bariton suram, tampil sebagai semacam awal dari kekerasan yang mendominasi setiap bar dan lick lagu. meski memang tidak membawa karakteristik vocalis Randy, Utkarsa lebih mempercayakan kepada taste khas vocalis Kevin. really good at ripping them off. It takes what should be lazy and turns it into everybody simply playing to their strengths. NEUROSESICK, Unit Punk/Hardcore biadab yang dikenal memadukan style Catharsis, Trap Them, Integrity, Disfear, Sepultura sampe Mayhem dengan sentuhan kalap crust punk/d-beat-driven aggression outward, memuntahkan " Slave New World " nya Sepultura. seperti sedang menemukan pelepasan Murka-nya tentang ketimpangan sosial tetap mereka kemas dalam nuansa gelap pokoknya. diteruskan masih dari sejawatnya dari Malang Scene, PURE TRAUMA, Unit metalcore yang coba menampilkan sisi mengerikan dari track " Even Flow " milik Seattle Alternative/Grunge Pearl Jam. diambil dari materi album terbaik tahun 1991 " Ten ", yang album tersebut memang tidak langsung sukses, tetapi pada akhir 1992 telah mencapai nomor dua di Billboard 200. dan pada Album ini telah menghasilkan tiga single terbaik seperti " Alive ", " Even Flow ", dan " Jeremy ". meski sebagai track Iconic, " Jeremy " lah yang menjadi salah satu lagu Pearl Jam yang paling terkenal sampai detik ini. Swinging riff yang bagus dan gaya vokal powerfully Eddie Vedder yang memberikan banyak energi untuk meresapi lagu ini. Ini adalah jenis hard rock yang berirama dan optimis yang membuat orang banyak bergerak dan penonton bernyanyi bersama, dan Pure Trauma memoles-nya lebih gahar mesti tanpa menghilangkan partisi refrain masih dengan clean vocal dengan raungan khas Eddie vedder, nice composition for this, probably the funkiest, most entertaining song Pearl Jam has ever did. nah ini dia yang paling w perhitungkan dengan kemegahan sounding materi-nya terdengar begitu menggelegar ditelinga, FALLENTO PIECES ! kali ini coba membantai versi mbah mbah rock The Rolling Stones dari track memorable " Paint it black ", meski sebelumnya w udah banyak mendengar cover versi metal track ini, salah satunya yang paling berkesan adalah sentuhan kreatif dari The Black Dahlia Murder ! meski sebelumnya ingatan w masih terngiang untuk pertama kalinya track ini diusung oleh Death metal swedia, Deranged. well saat ini makin Awesome lagi digubah menjadi Enerjik, berat dan liar oleh Fallen to Pieces, Unit Metallic hardcore paling disegani pada dekade ini, dan yang pasti Mbah mbah Rockstar The Rolling Stone bakalan bengong liat lagunya menjadi Modern dan Biadab seperti ini, Kerenn !!! masih bercokol di Malang scene, Unit Metal Hardcore OSBORN mencoba merepresentasikan lagi " Reprisal " milik veteran Italian vegan straight edge hardcore yang ngetop di era 90'an, dicomot dari album " Mail Order Knife Set " tahun 2002 via label kehormatan paling disegani bagi Metallic hardcore crew Internasional, Good Life Recordings. meski menurut w menjadi beban berat tersendiri ketika harus meng-cover ulang track ini tanpa penjiwaan penuh, karena apa yang w dengar dari Osborn masih menjadi tantangan, khusus nya pada pembawaan sang vocalis, but Osborn adalah salah satu the next generation yang siap kita tunggu debut masteripiece berikutnya. Heavy as hell, but totally creative, lots of variance between songs. Some parts just drop crunch riff after riffs, other parts it slows down into spoken word. So freaking good. It;s time to grind ! yups, Gerombolan BUNGKAM secara membabi buta meledakkan " Revolution " milik Swedish Grinding Mayhem - Nasum ! Lots of grind with low-tuned guitars, throaty, gruff grunting for vocals, and a mix of blasting d-beats on the drums. The roots and components of the brand of grindcore that Nasum would play throughout their career are all present, and they're already going pretty strong. While the songs are brief and a bit underdeveloped compared to what they would do later. diseduh dari Mini EP tahun 1995 " Industrislaven ", seperti telah menjadi spirit in vein bagi Bungkam untuk tampil raw dan meledak-ledak ! he attention to detail separates them from the potential monotony of grindcore. While there's blasting and grinding guitars, it is interspersed with groovy guitar riffs, subtle melodies chugged alongside the blasts, Arrrrgghh !!!! nah masih pengen mendengar gebrakan megah nan modern lagi kan?, yuk simak Sukabumi Progressive Death/Black Metal Outfit ANGEL OF DEATH ! yang kali ini membuat Metallica harus bener-bener menangis mendengarkan penampilan ini. perpaduan Dinamis mengerikan " The Unforgiven " menjadi kejutan menyegarkan ala AOD, dan kalian bisa ber sing along masih pada part Refrain-nya. If Metallica reduce the speed of their riffs, and to drop all of the Ridiculously long, and poorly constructed song structures of the previous album. Now, this Stylistic change was more of a requirement, rather than some contrived " sell out " moment. Metallica never went into the studio to record an album which they thought would go Stratospheric, but not for Angel Of Death who still wants to Burning the Metalhead with their style ! dari Bengkulu scene ada DEMONDRAGON, Unit Black metal yang barusan melepaskan debut full album ke-2 " Bengkulu Inferno ", yang didalam salah track-nya mereka mendedikasikan kepada nama Slayer dengan track " Antichrist " dari Masterpiece perdana-nya " Show No mercy ", yang karakter Tom Araya dibantai dengan raungan scream liar. Riff utamanya benar-benar terdengar sangat jahat, dan solonya keren! Cara Araya berteriak "ROT!!!" is blood-curdling - Overall, there are no filler, just all killer !!! lalu dari Jakarta ada NO RECOVERY, Unit D-beat hardcore/Punk melemparkan " Mandatory Suicide " nya Slayer dengan penuh penghayatan kepada sang junjungan berpengaruh musikalitas mereka. trus balik lagi ke Malang scene coz ada yang unik dan mengundak Interest untuk mendengarkan hasil cover-an-nya unit Hardcore/Punk eksentrik MISBEHAVE yang ternyata malah menggubah menjadi makin barbar lagi " Birokrasi Complex " nya Slank dengan raungan yang powerfully dan sing a long ! dan jika sebelumnya Neurosesick diatas juga mengusung " Slave New World " nya Sepultura, menjadi rival-nya mendekati closing setlist track, giliran PETRIKOR melakukan hal yang sama. aransemen musikal-nya keren (Sounding-nya hampir mirip yang asli hehehe .ed), cuman menurut w lemah di kekuatan vokal yang w rasa kurang begitu " Menyatu " dalam penjiwaan-nya, sehingga memunculkan atmosfir yang bikin w garuk-garuk kepala sendiri hehehe... dan sebagai Closing track-nya ada unit Brutal Black metal asal Blitar city, VERRINE menyeduh gelap dan lebih brutal lagi " War " dari " Morbid Visions ", era Old-nya Sepultura. Straightforward and simple writing that comes off highly amateurish. track yang banyak orang bilang mengalami perubahan tempo dan emosional dengan satu riff impulsif yang tiba-tiba yang muncul dengan sendirinya dengan penuh intensitas dan kecepatan. dan lagu ini sebenarnya menjadi dasar versi lagu " Escape to the Void " dari album " Schizophrenia " yang lebih biadab ! keep a standard sense of rhythm and pace but majority of the writing is very straightforward and simple in structure.

Overall, secara keseluruhan debut ke-2 kompilasi Burn the Line - A Tribute to Your Heroes ini menarik dan dapat diteruskan oleh teman-teman label yang lain, tidak sekedar mengundang Interest namun juga bakal jadi kudapan menarik ketika versi menyegarkan lagu-lagu faforite kalian menjadi lebih sophomore. cuman sebagai penikmat dan pemerhati musik, w masih menikmati tanpa terganggu pada urusan balance track, coz beberapa track seperti tenggelam (ga parah sih) dan kemudian ada track yang Blarrrrrrr..... semoga the next debut dapat dipertimbangkan hehehe ... serta penambahan info tentang band dalam kompilasi tidak ketinggalan dapat dicantumkan nanti. tetap hidupkan scene tanah air menjadi movement yang dinamis dari hari ke hari melalui Kreatifitas tetap dimulai dari sini karena Idealisme yang telah mendarah daging !

Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670 \\ SELAIN NOMOR INI, AWAS PENIPU !!!

banner-penipuan-lic

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670 \\ SELAIN NOMOR INI, AWAS PENIPU !!!