Choria - A Dismal Repertoire CD 2021

Choria - A Dismal Repertoire
Interlude Records CD 2021
https://www.facebook.com/choriablack/
https://choria.bandcamp.com/

01. Dark Repertoire 02:19
02. Maria's Tale I: Thorn Queen 06:49
03. Maria's Tale II: Sanguinary Wraith 06:01
04. The Mirage Of Onrust 07:14
05. Mausoleum Cerrebration 06:03
06. Devourer Associate 07:08
07. Sermon Of Demise 03:15

RSHarsh - Guitars, Vocals
Zardlord - Guitars
Vakh - Bass
Steew - Keyboards
Jou - Drums


Harsher, Fuzzier and Faster Emphasises Atmosphere with the most accessible dramatic riffing, the Emphasis on melody and a tale with perhaps a lesson, and the melancholy still cold moody now. Atmospheric Black Metal adalah Style Black Metal yang mengandalkan penggabungan berat elemen atmosfer, terkadang tekstur-nya seperti sebuah ilusi mimpi, menyajikan melodi dan riff yang berkembang perlahan namun terkadang berulang, yang memisahkannya dari karakteristik BM lainnya ketika Burzum tahun 1993 beserta band-band kontemporer lainnya mencoba bereksperimen dan memasukkan ritme yang kurang obsesif ke dalam komposisi mereka, juga menciptakan atmosfer magis yang sebagian besar diilhami oleh kisah seperti Lord of the Rings. beberapa tahun ini Scene tanah air juga kebanjiran epidemi genre BM yang gelap dan dingin ini, salah satunya menyita perhatian w adalah dari Scene Bogor yang menyiarkan eksistensi nama CHORIA mulai menggeliat tahun 2016 an, kemudian memperkenalkan debut " Demo 2017 " yang menjadi cikal bakal serius lahirnya full album pertama " Black Secret Beyond of Nature ", Bogor masih punya monster ancaman ! Sebagaimana telah tercatat oleh ingatan fans musik metal gelap, premis musikal Atmospheric BM secara umum masih begitu sederhana: membangun atmosfer melalui riffing berulang dalam style BM melodi yang melambat hingga sedang; tak lupa wajib menyeduhkan beberapa sampel dan synth untuk meningkatkan elemen atmosfer tersebut. materi " Black Secret Beyond of Nature " adalah taring berbahaya Choria yang kemudian menjadi perbincangan publik. tak berhenti sampai disini aja, Choria terus menapaki eksistensinya dengan merilis Single " Toward Ancient | Pathway to the Olden Age " dan " Maria's Tale I: Thorn Queen " selama 2 tahun pasca " Black .... ", yang ini mengilhami lahirnya debut album penuh ke-2, " A Dismal Repertoire " ditahun 2021 via Interlude Records. well, yang memang dari segi komposisi serta sound produksi, perform Choria terdengar semakin matang ! jika kesan materi sebelumnya sangat terasa menyiksa telinga dengan sengatan distorsi intens plus banyak ledakan blastbeat tempo, kali ini telinga kalian akan dibuat semakin adem ketika menikmatinya. Choria more re-explores the medieval and naturalistic nature of BM, and no longer attempts to make a consistent feeling but a varied, journeylike experience for adventures of the mind.

Riffing elemen menemukan bahasa yang mencakup semua hal dicapai oleh kebanyakan pengaruh Band BM hingga meluas ke kosakata musik yang lebih besar, menggunakan open string lebih konsisten daripada album metal mana pun dalam sejarah saat ini, yang mana mereka menambahkan petikan cepat yang selaras dengan ritme yang diinginkan, Diatonic Dyads, palm-harmonizing tension, Minor Chords, serta downstrum yang inventif. posisi Keyboard sebenarnya bukanlah gema tetapi pelengkap instrumental string utama/blocking, serta ketukan tempo drum menjadi segelintir pola misterius yang tampil berulang di balik lanskap musikalitasnya. Meskipun estetika dan gaya komposisi melodi dari Choria nampak berbeda sehingga terlihat rekombinasi-nya, w rasa "  A Dismal Repertoire " memberikan babak baru eksplorasi dingin dan gelap yang mendominasi secara keseluruhan, nice ! "  A Dismal Repertoire " sendiri juga adalah penggambaran lebih dalam tentang sebuah penyesalan, ketakutan kehilangan, perang imperium, Pulau megah, wasiat kematian seseorang, dan mastermind Rsharsh masih menjadi leader handal band sampai hari ini. opening track " Dark Repertoire ", cukuplah menjadi preview kecilnya akan materi ini, karena ledakan sekuel track " Maria's Tale I: Thorn Queen " solid mempertontonkan harmoni barbar dari style yang Choria pertahankan, sajian sounding atmosfir yang lebih terasa dingin meski distorsinya seperti merajam namun terasa bersahabat di indera dengar (jika dibandingkan dengan materi awal .ed). the song begins with a theme which has a countertheme that ends a pair of phrases, and the two are then concluded by a summary motif; this repeats several times and then leads into a second pair of themes which play off the summary motif, and these go through several permutations - including interventions by rhythmic interludes or silences - before returning to the original theme or concluding abruptly in discontinuity. begitu juga dengan sambutan " Maria's Tale II: Sanguinary Wraith ", Choria telah menyelesaikan hikayat seorang Putri Maria, like as she returned to the attack by favoring subtlety over synchronized drama, with a work of art that cherishes its ambiguity like a place for travelers to wander. seperti yang w katakan sebelumnya, materi Choria adalah tentang petikan cepat yang selaras dengan ritme yang diinginkan, Diatonic Dyads, palm-harmonizing tension, Minor Chords, serta downstrum yang inventif dan dilengkapi dengan vokal SchyzoScream Insane yang menyanyat sepanjang aransemen. tampil epic nan megah berikutnya adalah " The Mirage Of Onrust ", mencabik gelapnya malam yang terselimuti cuaca dingin dalam setiap harmoni amarah. melanjutkan tradisi lebih riuh dengan drum yang terlalu aktif, keyboard yang mencolok, dan vokal yang mendominasi, banyak menggunakan sound sampling dan melodi yang sangat mendasar mendekonstruksi lebih ke Choria style. dibalik serangannya yang cepat dan tajam, Choria juga menyelipkan beberapa elemen Shoegaze sebagai cooling down atmosfir musikal. Harmoni panjang yang mendefinisikan Choria masih ada di sini, mood booster-nya tetap terdengar enerjik agar peran vokal masih memiliki kesempatan besar mengeksplor komplit setiap aransemen menjadi partner riffing en drumming titik fokus tersampaikan kepada pendengar, meski harus mengorbankan dinamika. seperti melahap lebih dalam lagi level drumming, track " Mausoleum Cerrebration ", atmosfir riffing-nya mencuat keras membabi buta sekali. memang dari segi enerji, materi keseluruhan "  A Dismal Repertoire " masih seganas " Black Secret Beyond of Nature ", coz this is Choria ! The lust and dominating swoon of merging sound that is their trademark expanded to atmospheric heights, there is a sense of journey beginning in these mostly consonant pastoral ballads disguised in BM vocals and intricate rhythm leads. Under the gentle aesthetic Summoning launch freely associating epic songs of the abyss. " Devourer Associate ", sepertinya Obsesi keinginan Choria adalah terus melampiaskan setiap kegelapan bernyawa pada setiap komposisi tanpa mengenal istilah kendor apalagi membosankan pendengar-nya, begitupula Rsharsh masih tau banget bagaimana meracik kegelapan dalam kemegahan selalu hidup ketika w ga sadar sudah terbuai dalam durasi menit ke 36 ini, rasanya seperti melayang terbawa dalam setiap dimensi gelap yang Choria ciptakan. dan untuk menyelesaikan durasi total ke 39 menit-nya, disudahi oleh track " Sermon Of Demise ", penampilan female vocal mellow menawan dari Yoshin ngasih goal impact keseluruhan materi " A Dismal Repertoire ", karena " Dark Repertoire " telah bertemu dengan " Sermon Of Demise ". the over-refinement mentality that grips BM bands trying to compete at this time, but this and the dramatism of epic gothicism in the Emperor style do not distract from the potential in design apparent in this band.

Overall, " A Dismal Repertoire " still seems to be similar to " Black Secret Beyond of Nature ", tapi " A Dismal Repertoire " adalah lebih bicara tentang kematangan serta kualitas package dari setiap lini, sehingga bisa w katakan, ini Taste lebih menyegarkan dan menjanjikan Choria untuk tetap kalian waspadai en selipkan terus di most wanted rilis, they're the Beast attention !!! seperti yang w perhatikan, materi baru ini memang lebih menjanjikan suguhan sounding-nya ditengah mega riuh-nya atmosfir blastbeat, meski ga ada sesuatu yang terhitung baru atau masih mengulang warna pengaruh familiar, It's shaping of phrase lends it self to short bursts of information becoming cumulative in retrospect while its consciousness of the balance of phrase and placement in harmony necessary for dark music conducts arrangement and tone choice around the unfettered rhythm playing of manic guitarists. sekali lagi buat kalian fans Atmospheric BM yang memiliki emosional dinamis, w rekomendasikan sekali debut stavaganza ini dapat kalian masukkan dalam my Greatwish. With a blowdriver of atmospheric blasting chaos a lone guitar repeats simple melodic patterns in a depressive style while periodic light percussion - brush on snare and light touches - enforces the importance of key passages. Vocals shift tones easily, in support of melody, and rarely deviate from major rhythms. All elements are assembled competently and well composed by musical dynamics, but have very little in terms of originality of composition or fabrication of aesthetic despite an enticingly slick take on a Atmospheric BM favorite sonic texture. Hails the Cold !!!


* Songwriting: 8
* Originality: 8
* Memorability: 8
* Production: 8.5



Choria - A Dismal Repertoire

 


Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670