Parricidal - Mengalir Darah Kebencian CD-R Pro 2019

































Parricidal - Mengalir Darah Kebencian
FOF Records/Edelweiss Records CD-R Pro 2019

01 Intro 01.18
02 Setetes Lendir 03:10
03 Psikologis Konflik Bathin 03:22
04 Logika yang Mati 02:42
05 Kawan Lawan Bunuh 03:08
06 Pembunuh Dibunuh 03:16
07 Menunggu Mati 02:21
08 Dunia Hitam Bawah Sadar 03:22
09 Outro 01:11

Effendy Ars - Everything

Indonesia extreme music scene sampai kapanpun memang tidak akan pernah kuatir kehabisan stok-nya, karena bisa kita rasakan sendiri populasinya memang sudah tidak terhitung lagi dari sejak era keemasan/90-an seperti jadi Epidemi yang tumbuh pesat sampai detik ini. setiap scene di bumi nusantara dipastikan memiliki sendiri stok dan distrik musikal yang tumbuh merata, seperti proyek lawas yang dikomandani sendiri oleh bro Effendy Ars, pegiat/scenester aktif dari Sungai Guntung, salah satu desa yang terletak pada Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. memang tidak banyak band dari sini, seperti salah satu yang pernah Gw tulis sebelumnya ada Determination, Gothic Metal yang jadi side proyek bro Effendy Ars juga. sementara Parricidal sendiri adalah proyek bangkotannya sejak tahun 90-an yang konsis mengusung warna Death/Grind. setelah menunggu hampir 20 tahun, akhirnya penantiannya berakhir dengan melepas full album pertama " Mengalir Darah Kebencian " yang memuat 8 amunisi penuh mimpi buruk. tidak menemukan formasi yang melengkapi tubuh secara utuh, lantas tidak membuat bro Effendy Ars harus menyerah begitu saja dalam berkarya. ditengah perkembangan teknologi yang maju dan memungkinkan menjabani band sendirian pun bisa terwujud, hari gini memang ga ada yang ga mungkin selama kreatifitas berbicara. gurgles, shrieks, blasts and grinds through twelve tracks of retarded delight that I can listen to over and over and over again without every getting bored even though all the tracks are the same and overall the music. It's about as mindless as Brutal Death/Grind assault. tetap angkat jempol lagi untuk Parricidal tetap konsisten dengan karakteristik band sejak awal terbentuk. Death/Grind dengan sentuhan Old School, tidak banyak memainkan fill fill yang terlalu mengejutkan, namun aransemen yang memang sudah matang cukup rasanya memberi shock terapi buat DM fans lebih enjoy mengkonsumsinya. It's simple, but it allows you to focus on whatever Parricidal wants you to focus on at the time; the simply chug riff, the screech, etc. It's also to the album's advantage that all those riffs and screeches are executed well, in the context of nice songs.

Effendy Ars has really packed a punch into this album musically, nice guitars, the drum machine was so good it almost made you think that it was a real drummer playing those tracks, a little over done but other than that it was Brutal nonetheless. meski dikebut dengan tempo tempo barbar, Parricidal masih terdengar manis dengan komposisi yang disodorkan track by track, artinya Effendy Ars memang terus selalu memberi performa yang menyakinkan selama ini dengan nice experience-nya, jadi Effendy Ars tetap memberikan sajian menarik tanpa harus mengusik idealisnya untuk tetap bermain seperti yang doi impikan. setelah track intro, " Setetes Lendir " menjadi Opening menarik, brutal ga selalu dengan kecepatan semi ugal ugalan, karena kalo kita tarik lagi benang merah ke belakang, pengaruh kuat band band bule dari era 90-an hampir lebih banyak menjadi candu mematikan bagi eksistensinya. Gw benar-benar tidak berharap pada setiap level, Parricidal telah mengalami kemajuan konsep dengan merilis materi yang terhitung matang ini. Bukan untuk mengatakan bahwa materi awal tidak menarik dengan cara apa pun: Parricidal are Skullfuckingly Brutal slabs of Death/Grind with catchy riffs, really fast Blastbeats, and some absurdly grooves. kalian bisa menikmati sendiri simply and memorable Riff masih menjadi trademark dengan ketukan drumming yang berani, meski bagi Gw cuman sayang, karakteristik vokal-nya Gw rasa Bro Effendy Ars harus lebih dapat memaksimalkan potensi-nya dan tidak menyerah begitu saja dengan keadaan yang sebenarnya. secara komposisi, Parricidal masih solid memainkan obsesi-nya tanpa harus bertekuk lutut dengan booming trend hari ini. fuck yeah, go for it! Every moment on this is just as memorable if not more so than the previous materials. " Psikologis Konflik Bathin " merajut kebencian selanjutnya, seperti coba lebih melebur dalam emosional, track ini tetap berusaha menampilkan warna yang (mungkin) tidak banyak band memuja-nya kalo sudah terinfeksi virus blastbeat, nah dari sinilah idealisme bermusik itu sangat diperlukan untuk menjaga sebuah taste, karena jika tidak mungkin kalian hanya menjadi band pelengkap semata. Sekarang, Parricidal telah memiliki produksi yang berani bersaing keras meski hanya untuk proyek satu orang, Drum Machine terdengar sangat meyakinkan terlepas dari suara snare statis, dan pemrogramannya sendiri cukup bernuansa sehingga kalian bisa dengan jujur mengacaukannya dengan seorang drummer yang bermain dengan perangkat elektronik. Sound gitar makin melengkapi paket jahat ini menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan untuk didengarkan tanpa mengorbankan secuil kebiadaban trademark Parricidal. Gw suka nih dengan track " Logika yang Mati " yang secara komposionalnya tambah menarik dengan pemilihan Harmonisasi riff dan penciptaan atmosfir penuh kebencian, meski lagi (lagi) pada lini vokalnya masih terdengar sangat monoton dan bikin boring. memberi moodbooster dengan headbangin act, Gw rasa porsi " Kawan Lawan Bunuh " selalu mengena meski hanya beberapa detik di part awal. Effendy Ars tahu bagaimana riff berjalan bersama, bagaimana membangun dan melepaskan ketegangan, dan bagaimana membuat lagu yang tetap menarik untuk didengarkan dari awal hingga akhir. Terlepas dari keseluruhan materi album ini didasarkan pada beatblast dan tremolo riff, itu tidak pernah terasa membosankan, selalu membuat pendengar tetap bersemangat, tertarik, dan headbanging. If, with a one man band, the singular mind of that man knows exactly what music he wants to make and how his vision should be executed, that man will produce great music. In this instance, that is Parricidal. " Pembunuh Dibunuh ", kayaknya menurut Gw lebih pas dengan karakter vokal yang low (bukan sedot), sehingga pattern-nya tidak terus terdengar lagi monoton. " Menunggu Mati " tetep asyik menggoyang kepala pokoknya dan " Dunia Hitam Bawah Sadar " akhirnya harus segera menyelesaikan karnafal barbar ini sebelum diclosing dengan outro Horror.

And fuckin Ultimately overall, The production is adequate, mainly nice the guitar. The drums clearly sound like a programmed drum machine, so that acoustic, organic sound is lost in favor of a triggered sound, but each drum is easily distinguished from the other. menyelesaikan hampir durasi 24 menit rasanya memang masih ingin menikmati DM catchy with simply part, jadi rasanya cukup mengalirkan peluh adrenalin untuk menikmati apa yang Parricidal suguhkan tanpa repot repot menikmati sajian yang ribet. pengemasan komposisi yang hampir dipastikan bakal lebih bisa menetralisir naluri ketika Brutal itu ga harus terlihat ngebut atau ugal-ugalan. produksi sound dari tangan dingin Abadi Erlangga memang jadi poin plus materi ini menjadi menarik, sehingga kuping kalian siap dimanjakan dengan aroma cadas yang terasa arif hehehehe... dan tetap menjadi catatan aja, adalah lini vokal, tetap berusaha mengekplor kemampuan tanpa harus menyerah dengan sikon. so buat kalian yang masih demen dengan Death/Grind era 90-an ala Morta Skuld, Vomitory, Sinister, Morgoth atau Fleshcrawl dengan sentuhan Hypersnare yang menyerang meski tampilannya tidak meledak ledak dasyat. The elements of this music are nice to digest when taken individually, but Parricidal are masterfully melded into an amalgam, from which, after a while, few surprises emerge. Instead they form an oppressive framework that induces a trance-like state in the listener, from which one awakes with clarity in the rare and all the more nice moments of Harmonize as darkly. it's own sound combining old school DM, Grinding with some Blastbeat !

* Songwriting: 7
* Originality: 6
* Memorability: 7
* Production: 8

Check Mini Teaser Made by LICMEDIA





REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !