VA. Blast Invasion - Dirty Sick Compilation Vol. I 2019


































VA. Blast Invasion - Dirty Sick Compilation Vol. I
True Sick Production CD-R Pro 2019

01 Abolishment - Unborn Unexfectedly
02 Chalera - Unclean Liquid Blasphemy
03 Cranial Disorder - Traitor
04 Criminal Impact - Damage from a Crown
05 Death Struggle - Consuming Rotten Meat
06 Demonic Cadaver - Immaculate Fiend
07 Disgorged - Extermination of Ungodly
08 Devisived - Ego is Esa
09 Flesh Divine - Unleash
10 Ileum - Torturing up to Die
11 Kaluman - Eksekusi Mati
12 Murder Killer - Melawan atau Ditindas
13 Murtad - Devouring Enthrails & Born to Blood
14 Nalar - Satir
15 Reviled - Terlahir Buas
16 Saw - Use my Saw
17 Suck It Jiwa - Serang dan Menang
18 Tumefaction - Infeksi Luka Otak
19 Tyranity - Pembantaian
20 Vulgar Butchered - Never Ending to Kill

Pada Tahun 1981, Brian Slagel, Owner Metal Blade Records, memutuskan untuk pertama kalinya dengan mengeluarkan kompilasi band-band metal bawah tanah yang Independen dan belum bernaung dibawah label roster bertajuk " Metal Massacre ". dan mungkin nama sebesar dan legendaris Metallica untuk kali awal diperkenalkan lewat proyek kolektif inisiatif label seperti ini? jadi jangan pernah memandang sebelah mata untuk proyek proyek kecil seperti ini dipercaya menjadi Panggung " awal " bagi new comer untuk bisa diperhitungkan suatu hari nanti, namun sayang kenyataan pada hari ini, proyek seperti ini sudah dipandang terlalu " Biasa " atau bahkan membosankan oleh beberapa band bermental superior. ketika teknologi sudah sangat memungkin sendiri untuk melakukan publikasi lebih luas, namun apakah setiap individu juga tertarik dengan teknologi yang sudah terlalu dibanggakan oleh metalhead millenial? Ga efektif sih kata kebanyakan dari dalih yang selalu mereka pertahankan argumen-nya dan menjadi debat kusir yang tidak akan kunjung selesai jika berbicara filosofi kecil Album kompilasi ketika isi kepala sudah tidak lagi sama. Jujur selama ini Gw rasanya lebih tertarik sekali menulis banyak Album kompilasi dari genre apapun karena ada poin menarik yang selalu Gw juga kalian dapatkan disana, especially dengerin band-band baru yang siap kita Katrol eksistensinya, karena Gw yakin, embrio embrio berbahaya seperti ini siap diperhitungkan perjalan karirnya suatu hari nanti. hari ini, Perkenalkan 1 lagi produk Kompilasi hasil besutan membanggakan True Sick Production untuk memperkenalkan lebih banyak lagi Death Metal band asli Indonesia Scene yang dikemas dalam " Blast Invasion - Dirty Sick Compilation Vol. I ". karena dari disinilah lagi lagi Eksistensi itu segera dimulai !

Gw mulai dengan Slam Groove Brutality asli Jampangkulon, Sukabumi Selatan, ABOLISHMENT dengan " Unborn Unexfectedly ", bagi kalian yang sangat menyukai komposisi in the vein Waking the Cadaver, Guttural Slug ato Acranius, pasti akan merespon hipnotis band ini. Sounding yang terdengar lebih Modern mungkin akan terasa berbeda jika kalian lebih terbiasa dengerin similiar band 2000 awal, the most widely recognized Slam/Deathcore with breakdowns with occasional tasteless pinch harmonics that are used in almost every moment of the material and are played with no passion or talent whatsoever. komposisi menantang disaat epidemi karakteristik Modern DM mulai berafiliasi penuh dengan taste today, maka lebih terbiasakanlah kalian dengan sounding seperti ini. make a cursory effort to keep things varied, cycling through a melange of Epicardiectomy-style blastbeats (cymbals on the downbeats), more conventional blasts, Crash crash Snare crash Deathcore fare, Beatdown groovin', and the occasional spurt of thrash beats also chugging brutality but have already played ! nama CHALERA memang sudah ga perlu diragukan menggerinda dan Menggerinda dengan tempo barbar sebagai Trademark intensitas brutality-nya, meledakkan track " Unclean Liquid Blasphemy ", yang dicomot dari debut full album " Theopobium Excruciation " besutan New Standard Elite tahun 2018 lalu yang saat ini band sedang melakukan Tour panjangnya. lagi lagi track yang bikin Audience susah Move on dengan Komposisi Dramatis-nya. ketukan cepat, konstan dan Powerfully adalah formula tak terpisahkan ketika Attitude mereka merencanakan matang sebuah Kegilaan ! This 3 piece Death Metal band throw out some of the most Barbaric and skull crushing riffs ever !!! When it comes to the Straight notion of their sound, their Aesthetics, their inner core or seed, their Essence as a band, none of their clones even come close. Chalera are now one of the institutions of DM, having carved out their own place in the genre and spawning an entire subgenre on their own and you might as well call it " Indonesian Blasphemic Brutality ", that name fits as well as any. kemudian dari Lombok Timur, CRANIAL DISORDER, memperkenalkan single andalan " Traitor ", komposisi Brutal Death Metal dengan sentuhan dinamis yang menjadi perpaduan garang Disavowed, Beheaded, Gorgasm ato Septycal Gorge, ditunjang dengan komposisi yang nendang, rapi dan diseduh dengan sound ajib, well ga nyangka banget Scene timur Indonesia perlu diwaspadai dan ini adalah calon berbahaya !!! The music is nice complex then Beheaded, and less dense too. It is easily understood comparatively, but it is still very technical, and the riffs change pretty frequently. There are a lot of non-stop blasting and stop and go passages. dari Malang ada CRIMINAL IMPACT membungkam dengan " Damage from a Crown " dicomot dari materi album penuh pertama " Reversion " via BrutalReign Productions. mencoba mem-blend sentuhan barbar Spawn Of Possession dengan warna harmonisasi riff Gelap ala Deicide, sehingga bisa kalian bayangkan sendiri kemegahannya seperti apa. konsep Riffing yang lebih terdengar mengumbar aura teknikal, Rampant experimentation was commonplace, and the sheer technical prowess of the musicians in these bands rivaled musicians in any genre. Death metal was becoming a bit of a thinking man's genre, much to the chagrin of old-school purists, who quickly and loudly decried the end of DM. sementara dari Bekasi melepas singa buas DEATH STRUGGLE meraungkan " Consuming Rotten Meat ", cukuplah ini jadi Shock Therapy otak kita tergeser lebih rapi dengan sebuah kenyataan hehehehe. konseptual BDM yang lebih familiar dimainkan oleh kebanyakan band di scene kita dan kalian pasti akan sangat mengenalinya sekali. it's simply just brutal, low, heavy, and guttural, just as they should be; a mixture of vocals, not just one Exact style of vocals the entire material, the vox always should have some variety, even if just a little bit. kemudian dari Palangkaraya, ada DEMONIC CADAVER dengan " Immaculate Fiend " cukup membabi buta dengan warna Blasting DM dengan gaya vokal yang masih terlalu monoton, untuk Intensitas dari DM sendiri, mungkin Sound yang mereka suguhkan juga masih terlalu Ringan, digitalized (for drum) Adem kali, yah catatan yang mungkin cukup bisa mengubah Stigma band suatu hari nanti. karena level audio-nya terlalu tenggelam, Gw harus buka telinga lebih lebar dengan penampilan selanjutnya dari One man band asal Pekalongan, DISGORGED, memperkenalkan single " Extermination of Ungodly ", terus menambah manusia manusia kreatif berjiwa egois mengekplor lagi kegilaan tanpa lawannya. sentuhan berat Putrid Pile, Retch atau Putridity telah menjadi Soul bagaimana meramu formula dengan Intensitas berdarah darah ! This is one of the most balanced extreme metal releases that I've heard in a long while: it's technical without being incoherent, catchy without being infantile, and brutal without being monotonous. DEVISITED menghantam masih membabi buta lewat " Ego is Esa ", Low BDM yang Kompleksitas pukulannya juga jangan pernah dipandang sebelah mata meski eksistensi mereka masih Underatted. bagi kalian yang demen banget materi klasik Disavowed era " Perceptive Deception ", Gw jamin pasti kalian akan sangat suka dengan materinya yang Dramatis dan Brutal ! sampai disini rupanya Gw mulai terganggu dengan Audio level Quality kompilasi seperti momen sebelumnya, saat sayup terdengar, harus terkejut rasanya sentuhan megah Menggilas FLESH DIVINE memuntahkan " Unleash " Symphonic DM keren ala Fleshgod Apocalypse. blocking Synthesizer emang menambah Epik komposisi sadis yang mereka usung. ga banyak rasanya yang tertarik untuk memainkan karakter ini, ketika kebanyakan band masih ingin berada dizona nyaman eksistensi, padahal kalo kita berani tampil beda, Gw jamin ada poin plus yang akan dipetik nanti. The scales adopted for the songs are unique and complex, studied to be accompanied by the wonderful, epic orchestrations, that really add to the mix and enhance the general feel of dramaticity the material successfully tries to convey. dari Tuban, One Man Band kembali unjuk taring, ILEUM dengan " Torturing up to Die " rasanya makin tampil menggilas aja dimenit menit ini, Brodequin meet Gorgasm, konseptual yang masih terlalu familiar sekali di scene kita. Through all the intensity and the technicality, you still get those delicious hints of old school tremolo riffing and authenticity that date them back to their influences ! selanjutnya, Slam Groovy anjing KALUMAN masih ampuh pengurai barbar Moshpit crowd dengan komposisi yang masih belum banyak dimainkan oleh kebanyakan band yang masih terlalu hanyut dengan supremasi BDM. karakteristik warna kuat antara Internal Bleeding, Dying Fetus, Suffocation ato Vomit Remnant. " Eksekusi Mati " adalah Hidangan Utama dimana Bertemunya Ego band dengan masing2 Konsep telah menjadi Kesenangan Bermusik tanpa sebuah Intimidasi Kaku apa yang ingin dituangkan dalam sebuah Ide, semuanya mengalir Begitu Natural. Di Kaluman Tidak mengenal Batasan Menuntut Skill pada band sebelumnya harus mendarah daging kembali dalam arteri Proyek yang sudah sejak awal sepakat mengusung konsep ini. Bagaimana Duet Down Tune Sludgy Slam antara Gitaris Ferly dan Daniel lebih banyak menjadi sebuah " Mata " bagi sang Drummer Abas Meng-konek-kan Feel & Lick menjadi Sesuatu yang " Slam Groovy Death Metal ". It's got that mid to low level studio production of a lot of mid-'90s DM groups, with decent sounding drumming, somewhat submerged vocals, and way overly distorted guitars recorded at too high a volume to preserve any modicum of tone. Progres Breakdown Tune Riff yang simple namun cukup ampuh membuat siklus terus Kepala Gw Headbang ! Perpaduan Growl dan Screaming menjadi karakter vokalis Aris Membentuk Aransemen yang lebih " Menonjok " lagi. lalu dari Depok, MURDER KILLER meluluh lantakkan dengan " Melawan atau Ditindas ", masih dengan komposisi Indonesian BDM banget, tapi sayang level audio-nya mendem, sehingga Gw rada kurang menikmati sekali sajiannya. dan langsung terbelalak kembali ketika Bogor BDM mantap, MURTAD memberondong tanpa ampun Blastbeat megah lewat " Devouring Enthrails " yang dicomot dari album pertama " Extirpate the Remaining Breath ", dimana enerji mereka harus terkuras dengan aransemen Partisi musik yang selalu terdengar rapat dan Cepat ! Selain Terjangan Fast Part, Tentu Groovy slam Dinamis masih menjadi Sentuhan Krusial yang mampu sejenak menggoyang Kepala Metalhead, so Dapat gw katakan ini adalah Kematangan Musikal dari Materi2 Murtad sebelumnya lalu kemudian sudah menjadi Konsep yang mendasar jika track " Born to Blood " masih begitu tampil membantai terus dengan Blastbeat Dramatic-nya. Sehingga dapat pula gw gambarkan Persembahan yang Tidak mengenal kata lelah dalam menggerinda ! The name says it all: this is chaotic. Here you have some extremely fast and heavy grinding death metal, with ultra-mega fast drums with unrelenting double-bass attack throughout the whole album. I got was a pleasant surprise The drumming is thunderous and just, well, super-fucking-fast! The vocals are pretty much what you'd expect, ultra-guttural/deep with some bullfrog action. but, saking terlena-nya, Heyyyy... Kog track Murtad ada 2 sendiri yak? memang begini atau adakah kesalahan teknis? ..... dan dari Lamongan ada NALAR, Slamming BDM memuncratkan " Satir ", masih dengan komposisi yang sekali lagi terlalu familiar seperti yang Gw tuliskan diatas, sehingga mungkin kalian paham sendiri pokoknya. blowtorch and various assortment of sharp stabbing, cutting and piercing implements. As far as I am concerned, this would suffice for a review, because everything important has been said. But, being the fanboy I am, let me elaborate a bit. dari Pulau dewata ada REVILED meluapkan amarah dengan materi single " Terlahir Buas " tahun 2018, tetap konsisten dengan warna ajib ajib Slam BDM yang sudah menjadi Trademark nya sejak dibentuk 2009 silam. solid memadukan Intensitas karakteristik antara Pathology, Suffocation ampe Disgorge menjadi spirit terdasyat band setelah sukses mengeksekusi romansa ngeri album pertama " Hateful and Bloodshed ". Though slam and brutal death metal have a tendency to sound different from song to song, bands like Suffocation do a good job at setting the bar with memorable, responsible slams that let you know you aren't just listening to filler tracks. Gw rasa " Terlahir Buas " adalah kematangan yang dicapai Reviled pada hari ini, The improved production definitely helps the band's catchy riffs show through better than ever. semakin memanas, dari Garut hadir SAW dengan " Use my Saw " nya, mendengarkan sounding riff-nya seperti Mata Gergaji perlahan memotong, warna Swedish yang coba dipadukan dengan US Sound sepertinya cukup menjadi elemen penampilan mereka lebih mengerikan nih. dari Cicadas kalo ga salah, Aroma BDM Klasik diawal booming-nya Tanah air, lebih berisik diusung oleh SUCK IT JIWA lewat " Serang dan Menang ", Haaa Kayaknya warna K Studio seperti berdengung lagi ditelinga. karakter rekaman yang lebih dipercayakan sepenuhnya pada kualitas power musisi band sebenarnya cukup terasakan banget disini. Next, Jomblo BDM masih kembali menjadi Eksekutor, TUMEFACTION menginvasi dengan materi promonya " Infeksi Luka Otak ", konseptual-nya lebih banyak mengeksplor riffing dinamis dibanding kebanyakan Jomblo BDM lainnya. It has just enough roughness to make it sound very authentic and intense, yet has good enough sonic quality to really beef up the already heavy abrasive nature of the band. dari Solo, ada TYRANITY dengan " Pembantaian ", band debutan om Raka Illuminatus Zine mengusung konsep BDM dengan Drum Machine, kayaknya masih perlu dimatangkan lagi proses mixing-nya nih, karena Gw masih mendengarkan panning Level Guitar-nya masih terdengar Peak di Frequensi-nya, sehingga terdengar Raw dan mengurangi semangat Gw menikmatinya padahal aransemennya sudah lebih berani dari sebelumnya. i guess that BDM is something to be tasted and cherished with time and dedication, only to understand it's true power later, with an open state of mind. dan mengakhiri Abjat Huruf terakhir, dari Kota kecil Blitar ada Jomblo Proyek ga jelas, VULGAR BUTCHERED dengan Versi Koplocore asshole via " Never Ending to Kill " dari materi full album pertama-nya nanti, katanya sih maenin DM dengan goyang senggol bacok, tapi Gw engga mau ngomongin lebih banyak, takut di Bully sama orang-orang yang benci aja hahahahaha .... Random in a thesaurus and laying on the chugging, occasional pinch squeals, and an endless regression of blast beats and machine gun bass drum work will somehow strike musical pay dirt. Suffice to say, the approach is entirely beheading.

As you can see and listen, proyek mandiri " Blast Invasion - Dirty Sick Compilation Vol. I " adalah pencerahan sederhana namun sangat bermanfaat bagi Metalhead untuk dapat menikmati secara keseluruhan materi dalam 1 proyek kolektif. catatan penting yang bisa Gw bubuhkan disini adalah pengemasan Audio Track-nya harus dapat diperhatikan lagi pada proses balancing track-nya, sehingga Audience sebagai penikmat tidak terlalu terganggu dengan masalah audio level, karena ini menjadi otomatis faktor konten terpenting dan untuk booklet cover-nya agar bisa ditambahkan lagi untuk informasi band, jangan terlalu terpaku dengan stigma logo band saja, sehingga tidak menyulitkan audience untuk bisa mengenali masing masing band secara lebih dekat. yang pasti sangat ditunggu banget jilid selanjutnya untuk proses kreatifitas penuh support banyak Underratted band yang sudah mendarah daging jiwa dan hobby nya di Extreme musick scene ini.


CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA




REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !