Kombenk - Scenery of Slaughter CD 2019


































Kombenk - Scenery of Slaughter
Sulung Extreme Music Records CD 2019

01 Intro 02:34    
02 Habitual Mutilation 02:58    
03 Brutal Liar Membabi Buta 03:19    
04 Aborsi 03:31    
05 Scenery of Slaughter 04:02    
06 Sape' 01:31
07 Human Trafficking 03:57    
08 Revenge of Torture 04:04    
09 Virginity Killer 02:37    
10 Bunuh Diri 03:52

Baba Vatality - Vocals
Agus Mbenk - Guitar
Wahyu Rusak - Bass
Ferdy - Drums

Heaviest Slamming Guttural Breakdowns Ridiculously Experience has back ! masih jadi penawar kembali netral-nya sirkulasi energi yang terkuras, Sajian Beat Ajojing Slam masih menjadi opsi paling menyegarkan banyak Metalhead. mungkin Gw kurang memahami arti sebuah istilah setiap daerah ditanah air ini karena memang jumlah-nya sudah tidak terhitung, pemilihan nama KOMBENK rasanya memang terlalu unik bagi sebuah Band Death Metal, but .. sekali lagi apalah arti sebuah nama bila sang pujangga mengatakannya, and Slam must goes fuckin on ! dari Bontang, Kalimantan Timur nama Kombenk tetep eksis ngasih kontribusi di Scene metal Borneo spesial untuk kalian yang masih fanatik dengan mixture Konseptual Internal Bleeding, Soils Of Fate, Devourment, Vomit Remnants hingga Begging for Incest yang dikonversikan lebih dramatis dengan taste kekinian ala Epicardiectomy, Cerebral Engorgement, Nephrectomy, Parasitic Ejaculation, Vulvectomy, Guttural Slug atau juga mungkin Vulvodynia. setelah memperkenalkan materi Promo 2017 lalu, Kombenk membutuhkan waktu hanya 2 tahun untuk bersemedi  mematangkan materi full album perdana yang awal juli 2019 seperti banyak obsesi band, Dream come true, " Scenery of Slaughter " menjadi debut yang akan mengukir nama Kombenk dalam kancah extreme scene tanah air. Kombenk sepertinya tetap suka melakukan hal yang sama berulang-ulang pada setiap komposisi dan mencoba untuk menyampaikannya sebagai album dengan mendapatkan tune yang bagus untuk mereka gunakan sebagai sebuah trademark. menjawab kode serius ditulisan awal Gw, jika " Scenery of Slaughter " siap menjemput predikat pantas atau tidak menjadi Holy bible True Slam DM lovers. Sure, Slams are the majority of an album like this, but when everything else is so goddamn basic and bland it just becomes increasingly annoying as the album moves on.

The music is average it self, the guitar is just chugging and has a terrible tone the entire time. I don't know if they think are passable as riffs, but I am here to break the news that they are. It is just generic, shows more talent from the guitarist. setelah dimulai dengan foreplay intro intrumen, Kombenk langsung melempar " Habitual Mutilation " sebagai agresi awal yang menjamin pecah-nya moshpit crowd dengan Slamgank yang gila dengan siksa slam diving. Ketika berbicara tentang DM, riff masih menjadi faktor yang paling penting. Tanpa riff awal kalian tidak akan memiliki awal untuk lagu apa pun. Tidak pernah berhasil dengan cara lain, kalian memang harus kreatif untuk menulis sesuatu yang menarik. dan seperti biasa Gitaris sekaligus mastermind band, Agus Mbenk, hanya berpikir akan baik untuk lebih rilex tanpa melakukan banyak hal lainnya, tidak hanya untuk satu lagu. karena terdeteksi Seluruh album ini penuh dengan chugging, midbreakdown riff dan seperti tidak ada yang lain! Blastbeat drumming dengan jerat bernada tinggi dengan formulasi yang cukup adem di kuping, meski Gw pribadi masih rada boring dengan karakteristik sounding Snare drum seperti ini. Then they go on to act like it is a breakdown or a "Slam" but they have been doing that same fucking "Riff" and blastbeat the entire song. kerjasama yang sangat bagus masih diperankan oleh Instrumen guitar dan Drum untuk genre ini, meski memiliki beberapa gaya vokal yang Unik, dan penampilan agresif dari vokalis Baba Vatality, beberapa Low Guttural-nya masih kurang Heavy and powerfully. Let's throw in a slam! You see, everything that's happening here is a fucking slam. That in it self could work if the slams themselves were catchy enough to keep my attention for as long as this takes...but that just doesn't really happen to be the case. The slams themselves are impressive, and I can't deny that. seperti mendapat sugesti dari titel yang mereka sematkan, " Brutal Liar Membabi Buta " rupanya bersemayam biadab gimana Kombenk ingin terus menghancurkan moshpit slam dengan kode kode ajojing Riffing slam party. menciptakan semacam layer yang pada dasarnya membuat setiap slam part hampir terdengar sama, bahkan ketika mereka jelas melakukan sesuatu yang berbeda. Tone masih cukup efisien untuk membuat gitar bass sepenuhnya mubazir, yang sebenarnya keren karena mungkin kalian tidak dapat mendengarnya saja. mengkombinasi dengan ketukan fill drum yang mudah ditebak, Kombenk memang berusaha menciptakan aransemen yang lebih bersahabat dengan adrenalin dan peluh keringat dimanapun mereka menghajar stage bersama the true slamgank-nya. save maybe an occasional pinch harmonic amid a continual barrage of extremely basic palm-muted power chords played at punishingly low pitches, this is the king of neanderthals when it comes to DM, stylistically speaking. The overall sound is not quite as sludgy as a number of similar acts, possessing a guitar tone that isn't too far removed from mid-90s Pantera, and the drums are not quite as popping and tinny as what was heard out of Older Devourment in the vein several years back, though it's definitely drawing upon a thin, higher end character indicative of a post-NYDM sound. " Aborsi ", masih ngingetin Gw lagi lagi dengan gaya Nakal Vomit Remnant era " Supreme Entity ", Kombenk masih terus menebarkan sihir Crowd Slam. It’s Incredibly Downtuned and Slams you in the face like a body bag being thrown at you out of nowhere. The Rhythm always kept me Interested. One moment there’d be an Insane Breakdown, the next there would be a Fast blasting section. For the most part, they manage to pull of the transitions quite nicely. However, there is one complaint I have in the riff department. These guys seem to have a tendency to stay within the first couple of frets of the guitar for most of the time. seperti memang opini yang banyak berkembang untuk genre Slamming BDM ini, karakteristik yang terdengar monoton jika kurang berani menggali potensi yang ada tanpa harus seperti band faforite masing masing member, membiarkan tetap mengalir dengan pakem pakem yang diyakini masih sebagai Soul Slamming Kombenk. melakukan part yang seperti hanya diulang ulang tetap membuat Agus Mbenk harus memutar keras otak bekerja untuk melahirkan part-part menantang. karena peredaran darah menuju otak juga butuh refreshing setelah mendapat tekanan berat dan hebat, untuk instrumental track " Sape " siap menjadi penetral, sajian tune etnis khas Borneo yang dimainkan oleh Aswin Winata, semakin memberi elemen kental karakteristik asli Pulau Borneo. disambung dengan track " Human Trafficking ", cukup rasanya ngasih taste hipnotis bagi Slamholic selalu mendapat Provokasi pesona Slam Riff, disusul dengan Anthemic Slam Groovy yang mengingatkan banget nama nama yang sudah Gw sebutin diatas. This is the most Raw, Stripped-down, Basic slam in the world. It's the recipe from which all Subsequent slam material have been crafted. Fill drum yang memegang tempo penuh bekerja apik bareng Downtune Riff, namun sayang (masih) menurut Gw, Karakteristik Deep Guttural vocalis Baba masih kurang terdengar Berat dan Basah, sehingga beberapa kali powernya seperti kedodoran dengan aransemen tempo, mungkin diasah kembali makin berat dan Basah, Gw jamin bakalan lebih mencongkel biji peler tastefully-nya. Slam True Holic, masih ingin berlama lama dengan Anthemic Breakdown tempos? langsung pecahkan kembali dengan " Revenge of Torture ", I rather enjoy slam, and Kombenk take on it is such a catchy, well done, and surprisingly well crafted take on the genre that it's basically impossible to dislike this. The slam-within-a-slam around the 4 minute mark of track has to be one of the funnest, most entertaining moments in music for some time; this massive groovy slam thing that's already sick and perfect and crushing, and Then a tempo drop. A perfectly done fucken' drop tempo. Sajian riffing semakin terus menenggelamkan pada menit menit akhir setlist ini, " Virginity Killer " dan " Bunuh Diri " kayaknya kompak sepakat menjadi Ending tak terlupakan. They were still being played within the context of a slam-driven band who took all their pointers from Epicardiectomy, Cerebral Engorgement, Nephrectomy, Parasitic Ejaculation, Vulvectomy, Guttural Slug til' Vulvodynia, though, and that's where the promo differs from it. The material it self is decent, but it's not the sort of stuff that I want to lead the genre into a new decade.

Walaupun Gw bukan penggemar berat konseptual ini, but ... I can say pretty confidently that this is one of the Better pure fuckin slam BDM albums to come out in the past couple of years and " Scenery of Slaughter " is most certainly not going to magically sway the opinions of anyone who needs their BDM to be intelligent and dissonant and complex and what-the-fuck-ever else. secara keseluruhan Kombenk berhasil menyuguhkan penyegaran berarti melalui agresi musikal-nya, meski masih ada beberapa kekurangan yang Gw jumpai, itu adalah hal yang sangat wajar sebagai bentuk proses ! pengemasan sounding produksinya sudah cukup meremukkan biji peler. sejauh ini Gw sebagai penulis dan pendengar banyak rilisan metal, Slamming BDM Package yang paling mencolok adalah penampilan Guttural Gurgling Vokill-nya dan poin selanjutnya adalah Instrumen Guitar dan Drums menjadi satu kesatuan tak terpisahkan karakteristik seperti kebanyakan genre cadas lainnya, SlamGank familiar pasti pertama akan menilai kekuatan vokal, dan Kombenk belum berhasil pada hal ini, tapi sapa tau kedepannya, bakalan lebih ada kejutan yang lebih mematikan ! Poin produksi Album ini memang sangat tidak mengecewakan persembahan Sulung Extreme Music Records, meski sayang Printing pada cakram CD ternyata lebih menggairahkan daripada kualitas Bright pada Cover booklet-nya hehehehe ...  " Scenery of Slaughter " is the Savior, the Zenith, the Ultimate regression, the Chemotherapy...and hopefully, the future of the BDM scene as a whole. if you absolutely need slams, this throughly punishing and devastating your balls, UUURGHHHHHHHHHHHHHHH !!!


CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA



REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !