Devastrosity - Eviscerating Desolation
Comatose Music CD 2025
01. Human Depravation 02:59
02. Morbid Desires 03:09
03. The Dealer of Death 03:11
04. Sadistic Purge of Society Manifest 03:21
05. Hellish Consumption 03:29
06. Devastate Atrocity 02:50
07. Decay Collapse 03:40
08. Parasitic Epidemic 03:41
09. Cadaveric Feast 04:12
Ardian - Vocals
Roby - Guitars, Bass
Billy - Drums
Ada dua tipe prediksi di scene ektrem metal: yang sok analis tapi meleset terus, dan yang diam-diam akurat karena memang paham baunya dari awal. Dan ya, kali ini insting itu tidak mengalami kegagalan dalam membaca arah. Nama Devastrosity (mungkin ini gabungan kata dari " Devastation " dan " Monstrosity " kayaknya hahaha) memang sudah tercium sejak demo " Human Depravation " pertama dilempar ke kalayak Death metal fans, bukan cuman sekadar teaser, tapi semacam ancaman halus yang bilang: " kami tidak datang untuk basa-basi. " Berasal dari Kediri yang sekarang tampaknya lebih famous disebut sebagai " Kediri Kingdom Death Metal. Devastrosity ga butuh waktu lama untuk bikin keributan kecil di lingkaran yang tepat. Apalagi setelah dipinang oleh figur label brutal internasional yang bukan kaleng-kaleng, Comatose Music milik om Steve Green dari band Lust of Decay, sekaligus bokap-nya drummer Matthew Green-nya Abhorrent Deformity juga Cesspool of Vermin. Jadi kalau masih ada yang menganggap ini sekadar band lokal biasa, mungkin sudah waktunya update referensi. Secara komposisi, Devastrosity tidak mencoba jadi " Mentereng " namun justru itu kekuatannya. Mereka memilih jalur Brutal death metal yang cepat, meledak, dan tanpa kompromi. Tidak ada basa-basi dan tidak ada pretensi teknis yang sok tampil rumit, Ini murni serangan tanpa ampun. Seperti materi demo. lini depan, Vocalis Ardian tetap solid sebagai mesin vokal, bukan sekadar growl, tapi lebih ke arah eksekusi tanpa ampun. Didukung oleh Roby pada guitar dan Billy di belakang perangkat drum, nama yang jelas bukan pemain baru di scene. formasi ini terasa seperti kombinasi antara energi muda dan pengalaman yang tahu cara menghancurkan dengan efisien. Dan sekarang, dengan materi penuh " Eviscerating Desolation ", arahnya sudah jelas: ini bukan eksperimen, ini deklarasi. banyak band butuh beberapa album untuk menemukan identitas, berbeda dengan yang satu ini langsung datang dengan niat membantai. Kalau semua berjalan sesuai jalur dan melihat rekam jejak awalnya, kecil kemungkinan meleset, Devastrosity bakal siap masuk daftar panjang band berbahaya dari tanah air yang tidak cuma keras di nama, tapi juga konsisten di materi. Dan buat yang masih meremehkan karena status " newcomer "? Tenang saja. Biasanya yang paling cepat menutup mulut kritik adalah band yang tidak banyak bicara, tapi langsung menghajar tanpa ampun sebagai canang mematikan yang diramu dalam formula barbar !
Dark, Deep and bountiful tones without any resonance, a Death Metal sounding type dissonant clean room studio. As each instrument speaks clearly however, there is no issue except with the mixing, which with the usual perversity Overemphasizes other elements. Opening track " Human Depravation " menjagal tanpa konteks ba bi bu, Invasi Death metal Brutal nan cepat menggiling memang seketika langsung mengingatkan w dengan materi berdarah-darah ala Liturgy, the transcend perfection Masterpiece " Dawn of Ash " era! di mix dengan kegilaan Disgorge hingga Brodequin. dari pengemasan sound, riff hingga Deep Guttural Gurgle Vokill, sepertinya Ardian cs masih terlalu susah untuk move on dari nama influental tersebut. namun sedikit membedakannya mungkin Devastrosity mengemasnya lebih dinamis dengan ketukan drummer Billy yang intens dan pasti powerfully. ya memang sebagai permulaannya, kalian akan langsung dihujani monstrous riffing berat dan cepat diiringi dengan hentakan yang akan membuat wajah kalian seperti hancur tak berbentuk. Tidak ada jeda dari momen-momen ini kecuali beberapa momen di sepanjang komposisi yang bertransisi ke dalam breakdown part yang benar-benar crunchy! Momen-momen ini memang masih menjadi paketan keren dan memberikan sedikit ruang bernafas untuk serangan riff yang benar-benar Intense. Bahkan ada riff yang menghentak yang bikin kalian kembali terduduk karena rasanya seperti muncul entah dari mana dan, pada saat yang sama, terasa pas untuk menggerinda biji peler kalian aaarghhhhhh ! masih mengulang kekejaman yang sama dan tak akan pernah berhenti begitu aja, langsung dihantam oleh " Morbid Desires ", rasanya bak sengatan yang bikin otak kita dibawah sadar dan deru cepat mesin pembantaian. Kalau kalian masih berharap ada opening part yang manis atau foreplay awal ala band yang takut kehilangan pendengar, sepertinya kalian salah alamat pake banget. Materi ini langsung membuka dengan serangan tanpa permisi, riff gitar yang bukan sekadar berat, tapi niatnya memang untuk merobek-robek telinga, didorong oleh ketukan blast beat yang konsisten menghajar tanpa jeda. Strukturnya? Jangan harap ramah. Di sepanjang komposisi, hampir tidak ada ruang bernapas. Semua dirancang seperti mesin penghancur: cepat, padat, dan sengaja dibuat melelahkan. Kalaupun ada jeda, itu bukan buat kalian merasa menikmati santai, melainkan transisi ke bagian yang lebih kacau, mentah, dan lebih tidak terkontrol. Seolah band ini sengaja bilang: " Kalian pikir ini sudah cukup brutal? tunggu sebentar. breakdown berat yang terasa seperti runtuhan beton. Di atas fondasi itu, vokal guttural vocal masuk bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai eksekutor terakhir. Rasanya memang Ini bukan musik yang sedang ingin kalian " nikmati " dengan santai. Ini musik yang menguji. Karena di sini, tidak ada kompromi. Tidak ada momen aman. Yang ada cuma satu: pembantaian musikal yang konsisten dari awal sampai akhir. seperti sedang menurunkan tempo barang sebentar di opening part lagu " The Dealer of Death " seperti ga bikin Devastrosity terlihat melemah, itu hanya jebakan, coz dimenit selanjutnya serangan barbar tetap menjadi Terror yang menghantui. sesuatu yang cenderung w nikmati dalam konsepsional death metal yang brutal. Kadang-kadang gempuran riff bisa menjadi sesuatu yang terdengar monoton karena sepertinya tidak pernah berakhir, tetapi beruntung Devastrosity ngasih beberapa jeda dalam aransemen dengan sentuan breakdown ciamik serta slam riffs. Meskipun banyak dari struktur komposisi ini bersifat rotasi, Devastrosity tetap berusaha menghindari riff/chorus untuk membiarkan vocal pattern jadi guide di setiap lagu di antara motif dan modifikasinya, menggunakan serangkaian perubahan tempo yang menantang untuk menciptakan riff diskursif dan prolog yang mengarah pada komposional riff serupa kembali ke riff yang paling jelas terkait dengan progres aransemen untuk menunjukkan fleksibilitas Devastrosity dalam membuat banyak riff dinamis yang cocok menjadi sebuah komposisi lagu. " Sadistic Purge of Society Manifest " cukup banget menggambarkan totalitas musikal yang Devastrosity tawarkan, apalagi pengaruh yang sebutkan diatas memang bukan omong kosong, seperti halnya dengan track " Hellish Consumption ". And fuckin Overall this Material is Absolutely fucking brutal for fans Liturgy, Disgorge or Brodequin in the veins. The music is insanely fast and blasting and then there's some midpaced beatdown sections serving out some more brutality. Kesuluruhan riff menjalani tantangannya tersendiri, sangat cepat, dinamis dan brutal yang tidak dapat dibedakan karena downtuning, yang membuatnya tenggelam adalah bahwa banyak dari riff dinamis tersebut ini hampir seluruhnya ter-redam dengan bending style, tetapi kerennya saat melemparkan heavy and punishing breakdown riff ! " Devastate Atrocity ", berlanjut bak serial killer pembantaian, memang ada banyak sekali momen musikal Devastrosity ini yang langsung saja menghantam dan no mercy banget, Karakteristik Deep Guttural Gurgling Ardian seperti menyeduhkan style kas ala Matti Ways. sesuatu yang cenderung w nikmati dalam konsepsional death metal yang brutal. Kadang-kadang gempuran riff bisa menjadi sesuatu yang terdengar monoton karena sepertinya tidak pernah berakhir, tetapi beruntung Devastrosity ngasih beberapa jeda dalam aransemen dengan sentuan breakdown ciamik serta slam riffs. sama halnya, bak balik menyiapkan serentetan pembunuhan berantai, Track berikutnya seperti " Decay Collapse ", " Parasitic Epidemic " dan " Cadaveric Feast " memang sudah dipersiapkan menawan lewat sentuhan beberapa tempat penggarapan yang berbeda di Volcanic Studio, Resonance Beast Studio, Calamity Streak Recording dan hasil akhirnya diserahkan sepenuhnya ke Texas SickLab Studio.
And Fucking Overall, Kalau ada yang masih butuh pembuktian bahwa materi ini bukan sekadar album brutal biasa, maka " Eviscerating Desolation " sudah menjawabnya tanpa perlu sebuah perdebatan atau konferensi. Materi ini bisa dibilang sebagai versi lebih Santui tapi lebih Biadab dari " Dawn of Ash " milik Liturgy bahkan " Festival of Death " nya Brodequin, kalau kata " waras " masih relevan dipakai di konteks seperti ini. Bedanya? Kalau " Dawn of Ash " masih memberikan ruang buat mencerna barang sekejab, " Eviscerating Desolation " justru menutup semua pintu itu rapat-rapat. Dari segi intensitas, ini bukan lagi soal fast atau heavy, ini soal konsistensi dalam menyiksa. Riff yang dipaksakan terus maju tanpa ampun, ditopang oleh gebukan drum yang seperti tidak kenal lelah, dan vokal yang lebih terdengar seperti alat penyiksaan daripada instrumen musik. Semua elemen kompak bekerja bukan untuk enak didengar, tapi untuk menguji seberapa kuat telinga dan mental kamu bertahan. Secara teknis, power yang dibangun di materi album ini bukan hasil kebetulan. Ini hasil formula yang sadar betul arah: tempo tinggi, dinamika ditekan seminimal mungkin, dan layering sound yang sengaja dibuat padat agar terasa menyesakkan. Hasilnya? Musik yang tidak hanya terdengar ekstrem, tapi juga terasa fisik, seolah detak jantung dipaksa ikut tempo. ini mungkin bukan album yang sekedar kalian putar untuk pamer taste, ini album yang menentukan apakah kalian benar-benar siap dengan konsekuensi selera itu. Karena pada akhirnya, " Eviscerating Desolation " bukan cuma soal brutalitas, ini soal ketahanan. didukung dengan produksi yang maksimal dari segala lini materinya, nampaknya prediksi w sejak demo akan selalu terbukti, This is full Pummeling, non-stop fucking death metal. The new school sound and song writing take on the task of the elders to blaspheme the shit out of followers. Yeahhh, this is keep absolutely pummeling, the riffing is pretty sweet, not so much your pinch harmonic laden shred fest, although this is definitely a shred fest. There are some breakdowns, but mainly they are accompanied by constant double bass, so they do not really break down, they just keep the flow of the song, with out breaking it, which I think is sweet for this kind of death metal, and varies it up!
Home
(8.5/10)
[Brutal Death Metal]
* Devastrosity
#Indonesia
2025
Devastrosity - Eviscerating Desolation ' CD 2025
Devastrosity - Eviscerating Desolation ' CD 2025
Written by REVIEW LOSTINCHAOS 19.06 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !