Griffith - Contradiction CD 2019


































Griffith - Contradiction
Playloud Records CD 2019

01 Contradiction 04:13    
02 Sense of Temporary 03:30    
03 Liar 03:11    
04 Hypocritical 03:47    
05 Die for Lies 03:18    
06 Victim of Greed 03:01    
07 Angels Cry 03:40    
08 Under your Tomb Stone 03:52    
09 Hiding in the Light 03:07    
10 Lost in Minute (bonus track) 03:23

Firman - Vocals
Agung - Guitars
Doni - Guitars
Dimas - Bass
Bayu - Drums

Scene Sukabumi memang tidak akan pernah kuatir akan kehabisan stok band-band potensialnya pada saat ini, mungkin beberapa tulisan Gw sedikit banyak jadi saksi, jika Unit Metal outfit dari Kota berslogan " Reugreug Pageuh Repeh Rapih ". meski menjadi salah-satu kota dengan luas wilayah terkecil di Jawa Barat, Sukabumi banyak memiliki stok Band metal keren, hari ini adalah giliran unit GRIFFITH yang bakalan Gw rekomendasikan bagi kalian fans Metal enerjik dengan sentuhan kultus melodius Death metal, perpaduan serius antara karakter Soilwork, Arch Enemy, Silent Civilian, All That Remains, Feed Her to the Sharks, Machinemade God, While She Sleeps, Sylosis hingga mungkin typical The Autumn Offering yang lebih renyah tanpa terdengar liar dan garang. yeahh, are nothing short of a headbanger's wet dream complete with ferocious pacing and some awesome dual guitar work. Though the guitar work is the tried and true palm-muted, high distortion, devastating sound we hear in many bands of this genre, it works very well and the band as a whole is extremely cohesive ! meski Griffith sendiri tidak mau terlalu terbelenggu dalam menentukan Genre yang mereka mainkan, karena memang bagi Griffith adalah yakin konsistensi memainkan warna Metal itu yang paling utama dari penggabungan ide dan unsur masing-masing member yang Griffith sajikan secara lebih maksimal adalah obsesi. dan " Contradiction " akan coba Gw bedah dari kacamata Lostinchaos Mediazine. debut yang menjadi penantian Griffith akhirnya berhasil dilepaskan oleh Playloud Records sejak Pebruari 2019 kemaren, masih sangat hangat untuk segera Gw kupas, ijinkan catatan jujur nan sederhana ini menambah lagi referensi dari eksistensi yang band canang sejak tahun 2017 sebagai supremasi kesamaan taste dan obsesi melahirkan karya-karya terbaik. sedikit menggaris bawahi spoiler-nya, bagi kalian fans fanatik masterpiece melodius Especially in the vein Arch Enemy era " War Eternal ", Gw rekomendasikan debutan Sophomore ini. dan Ngasih point plus ke-2 adalah, proyek yang menjadi binaan Intens Zoteng-nya Forgotten yang selain menggarap keseluruhan proses produksi rekaman juga bertindak sebagai produser album. Oftentimes, incorporating this kind of sound would come off as Gimmicky more than anything, but the band make it work into their record and it adds another layer of Emotional depth to an already powerful listen. let's the Banging your head !!!

Untuk semua hal yang Griffith lakukan dengan konsistensi, band memang beberapa kali tergelincir di beberapa area. Yang pertama dan terutama adalah masalah yang telah menjadi jelas di banyak album metal yang Gw sebutin diatas meski pada akhirnya Gw persempit menjadi satu materi, meski terlepas dari semua pujian yang layak, konseptual musik Griffith masih memiliki beberapa masalah yang suatu hari nanti Gw harap harus segera bisa mereka singkirkan. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran Gw berkaitan dengan fakta bahwa beberapa komposisinya masih belum bisa move on dari beberapa track influentalis member. memang tidak dapat dipungkiri perputaran evolusi musikal masih berputar diarus yang sama, sebuah kesamaan itu bukanlah hal yang sengaja atau tidak pernah terjadi, dan itulah kohesi musik itu sebenarnya. Gw mulai perjalanan penuh ini dengan " Contradiction ", memang engga membutuhkan basa basi, sebuah komposisi terdengar kompak dengan warna melodius dual work Guitaris-nya memang bekerja saling mengisi. dan bayangan pertama, ingatan Gw seperti coba di konfrontir dengan konseptual Arch Enemy dengan warna makin lebih " Manis " nya Silent Civilian, All That Remains hingga Soilwork. kemasan sounding yang memang clean meningkatkan kualitas produksi genre seperti ini terdengar megah dan menawan. semua lini instrumen tersaji sangat jelas dan menggilas. konsep Griffith ini sepertinya memang bukan yang pertama, jika sebelumnya kita sudah lebih dulu mendengar Nectura, Beside, Nemesis, etc, hari ini Griffith menambah 1 lagi ancaman baru. penekanan penulisan musik seperti memang sangat ditekankan pada unsur harmonisasi, sehingga lini Guitar seperti menjadi salah satu motor kreator utama. Produksi materinya memang sangat diperhitungkan yang dihandle oleh seorang zoteng yang kebetulan tertarik untuk menggarapnya. More balance, Fresh juga modern, dan orang tidak akan mengharapkan yang kurang dari sebuah kualitas musikal bukan kaleng kaleng, Tidak perlu berdiam dalam diskusi tentang kemampuan musisi yang mumpuni dan pada level yang sangat berbeda. penampilan Riff melodius dan solo dramatis menginspirasi setiap ketukan tempo drum pada beberapa sesi beat yang terdengar meledak. Gw rasa Gitaris Agung telah melakukan pekerjaan tangguh untuk selalu melahirkan komposisi menarik disini. masih memberi tekanan party melodius, " Sense of Temporary ", rasanya ga akan berhenti menggoyang kepala kita untuk always ber headbanging lewat provokasi vokal enerjik Firman yang kehadirannya bukan sebagai lini pelengkap saja, namun juga sebagai pemandu attitude terdepan konsentrasi band tetap hangat dan enerjik. Mereka tidak terlalu relevan, secara musikal, tetapi Gw akan ngasih mereka kredit untuk menambah suasana lebih umum. Singkatnya, orang lain mungkin bisa menorehkan album ini menjadi versi yang sedikit lebih catchy jauh dari kesan rumit dari seperti yang kita lebih dulu bayangkan. lengkap dengan metode penulisan lagu yang dapat diprediksi secara similiar dan produksi yang terasa megah, Sounding Griffith lebih besar dari unsur-unsur melodius pada beberapa Down dan Middle Tuned sehingga lebih bersahabat dengan Indera dengar siapa aja. Segala sesuatunya mengambil pendekatan yang cukup cepat dan energik begitu member band lainnya sedang bertarung Improvisasi. masih tetap mempertahankan Tensi musikalnya seperti 2 lagu sebelumnya, Griffith masih Catchy menyuguhkan " Liar " dengan komposisi kompleks yang lumayan mudah ditebak setiap progres fill nya, yang memang secara lebih simple mereka Suguhkan dan lebih gampang dicerna oleh pendengar, especially pada beberapa bagian Chorus dan Refrain yang kerap disadur dengan sentuhan Riff melodius memorable di ingatan. pemandangan yang mengingatkan Gw dengan karakteristik Arch Enemy khusus-nya. sticks to the same uniform harsh style and leave the melodic material to the guitars. Pretty much the only surprises on here is the greater presence of brief instrumental interludes, all of which are loaded with cliche melodic hooks and somber Atmospheric elements. dan pada Part Bridge-nya track " Hypocritical ", Gw malah rada keinget dengan tune bridge " You Will Know My Name " Arch Enemy. karena octav nada hanya berjumlah 7, pasti akan banyak kita temui yang namanya kesamaan tune deh. secara kemasan produksi sounding materi " Contradiction " bisa Gw bilang banyak sekali terpengaruh dengan era " War Eternal " nya Arch Enemy, tapi Griffith tentunya masih memiliki warna khas tersendiri yang jelas engga ada di Arch Enemy, yaitu memasukkan sentuhan sentuhan tajam Pendahulu mereka seperti In The vein Silent Civilian, All That Remains, Feed Her to the Sharks, Machinemade God, While She Sleeps, Sylosis hingga mungkin The Autumn Offering yang sentuhannya lebih Griffith permanis lagi menjadi kekuatan melodius Anthemik yang lebih menggetarkan lagi. setelah cukup puas menyajikan keindahan harmoni melodius di 4 track, memasuki track ke- 5 " Die for Lies ", tensi tempo mereka menjadi lebih memanas dengan tempo bermain cepat dan berat, dan meski melancarkan dengan mulus progres fill cepat, Griffith tentu tidak begitu saja melepaskan Tempo Bridge refrain yang masih terdengar Anthemik untuk ampuh bersing a long. begitu juga dengan lagu " Victim of Greed ", Griffith memang sudah tepat berada dikelas-nya. Gw mungkin akan kurang jujur jika Gw bilang bahwa Gw terpesona setiap kali paduan Sounding melonjak, kadang-kadang klise, menendang masuk. Namun, Gw malah cenderung untuk menuliskannya lebih karena preferensi pribadi daripada jenis kelemahan yang melekat dalam pilihan Style band. Di hampir setiap track, Griffith memang memberi serangan dramatis yang membakar melalui melodic riff, solo cantik, drum intens, dan so pastinya melodi yang bombastis. kayaknya sampai dengan lagu " Angels Cry ", Griffith masih ingin menguras peluh keringat adrenalin dengan provokasi epik, ada yang membakar lebih ketika mendengarkan hampir setiap tune menantang yang lebih coba bergaya Nge-Thrash banget di Ritme Riff. The sense of songwriting is tight as all get out, the guitars and drumwork simply devastate, the lead guitar harmonies offer plenty of tingles up and down the spine and some tasty dynamic shifts make the best parts shine and the lesser sections a bit dreary. The amount of riffs are of a smaller amount this time around, which is both a good thing in that they don't bludgeon you with a "too much, too soon" approach, but it does render some of the songs a bit more repetitive than they should be despite the tempos spat out here and there. kemudian " Under your Tomb Stone ", Griffith masih mengulang Bridge refrain anthemic seperti pada lagu " Hypocritical ", meski lagu yang kali ini lebih berkesan agresif, Vocalis Firman masih tenang dalam setiap pembawaannya, dan mungkin akan berbeda jika berbicara tentang emosional. Damn, ga kerasa dah pada menit ke-28 Gw sudah sangat terlena menikmati sajian melodius, salah satu Komposisi musikal yang udah lama menjadi bagian paling hakiki apapun jenis Genre metal-nya hahahaha .... Griffith menurut Gw memang sukses menyajikan pemandangan pemandangan Keras berbaut harmoni melodius, sehingga kita diharap tidak terlalu kaku dalam mencerna, biarkan semuanya mengalir seperti yang Griffith komposisikan, karena dari situ kita akan bertemu dalam muara apa yang namanya Kepuasan. menikmati setiap guratan Melodius, Jiwa ini seperti sedang melayang dalam dimensi terasing yang mereka ciptakan, seperti juga pada lagu " Hiding in the Light ", yang esensinya masih tidak jauh berbeda menebar banyak sekali kekuatan taste musikalitas. sampai dengan setlist pamungkas " Lost in Minute " yang menjadi bonus track lengkap menyusun perjalanan karir Griffith yang ga akan pernah dilupakan oleh siapapun setelah single lagu ini diperkenalkan pada tahun 2017 silam. All of the tracks to me are good, bar chords, tremolo picking galore, hardcore shredding and music that is with a huge amount of feel thanks to all of the band member's efforts, for Straightforward Melodic Nastiness you can do far worse. Trust me, This is fuckin Sophomore !

At the end of the day this didn't make me a huge Melodic Stuff, nor did it make me a fan AT ALL, but I can honestly say that this wasn't all that bad in spite of it self and what high expectations other fans and interwebz shit talkers would dare thrust upon their shoulders. " Contradiction " bisa Gw bilang Masterpiece kreatif, meski bukan menjadi sebuah Tendangan baru, namun ini adalah parade riff melodius yang agresif dan satu baris synth yang tidak akan dapat menggantikan 10 lagu lainnya dari pointless filler, Recycle Melodic, dan Lini vokal yang terinspirasi dari pendahulunya. Melodic Stuff yang Gw jamin akan mudah seseorang segera menekan tombol " publikasikan " dimedia sosial. Griffith telah menunjukkan secara berkali-kali bahwa mereka benar-benar tidak memiliki niat untuk menyuntikkan nuansa yang terhitung " sangat " baru yang berfokus pada tamparan ini dengan kemegahan gelap dari lagu-lagu yang sebelumnya mereka dengarkan, meskipun itu pada dasarnya satu-satunya hal yang dapat dilakukan band secara logis pada saat ini untuk membuat diri mereka menarik lagi dari sudut pandang musik. semuanya sudah sangat dipersiapkan secara matang melalui proses 1 tahun penggarapan di 2 Studio Rekaman berbeda, sehingga debut yang diproduksi serius oleh Enjiner kugiran seperti Zotenk patut menjadi sebuah Masterpiece Apresiatif ditahun 2019 ini. dan menuliskan kekurangannya mungkin bagi Gw adalah, Package Booklet cover seperti ada kesalahan printout pada hasil akhir, sehingga tampilannya jadi kurang maksimal untuk masterpiece keren seperti ini. It's nothing Groundbreaking and its not going to be considered one of the beast metal albums of all time, but it's very enjoyable and worth a couple listens. Or in my case, more than a couple of listens. Highly recommended for any fans of Metalcore, Melodic Death Metal, or both, you will probably enjoy this kickin ass album for 2019.

Griffith - Lost in Minutes ' Official Video Clip
 



REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !