Sapu Jagad - Hari Akhir CD 2019

































Sapu Jagad - Hari Akhir
Edelweiss Production & Records CD-R Pro 2019

01 Intro
02 Hari Akhir
03 Tipuan Dunia
04 Dunia Fana
05 Malapetaka
06 Hukum Alam
07 Dua Dunia
08 Bencana
09 Dunia Fana (Versi Piano)

Setya - Female Vocal
Al Ghoni - Scream Vocal
David Vai - Guitar
Kosim - Bass
Imam - Drums

Gothic Metal Religi, demikian band asal Batang, Jateng ini mengklaim deskripsi musikal yang mereka usung, SAPU JAGAD (SJ) coba memberikan warna music extreme metal yang religius agar musik metal tidak terus menerus dipandang Negatif dan sesat. yaa, band bentukan tahun 2003 ini memang lebih fokus banyak menawarkan lirik bernuansa positif serta relijius, sebuah pesan agamis yang diharapkan lebih bisa mengena hingga mengingatkan kita tentang jalan menuju Tuhan. karena bukan domain Gw untuk berbicara lebih detil tentang isi lirik lagu SJ, intinya bagi Gw band ini punya lirik bagus dan positif untuk lebih " mengingatkan " bagi kita para pemuja Duniawi. Kualitas ungkapan lirik-nya kemungkinan sangat berbeda untuk setiap pendengar. Tema utama dari album ini, seperti yang disebutkan sebelumnya, adalah menampilkan aspek-aspek positif dari agama. Bahasa yang sangat jelas digunakan, dan jikalau seseorang menepisnya sedikit, idenya sangat mengena di hati dan Pikiran meski gaya penulisannya lebih terdengar sederhana dan gampang diterima, ga akan bikin kalian bertanya-tanya mengapa SJ memutuskan untuk menggunakannya. Jika seseorang tidak suka "di ingatkan ", maka mereka akan menemukan sedikit " Ketukan Hati " di departemen ini. Namun, jika seseorang menikmatinya ketika sebuah band berusaha terdengar intelektual, ini akan segera menuju jawabannya. komposisi Gothic Metal (kayaknya menurut Gw Pribadi menyebutnya Symphonic Metal .ed) yang lebih menampilkan Female vocal sebagai Maskot, emang udah jadi Imej tertulis Genre ini. ga Female vokal aja, SJ juga memadukan dengan Male vocal untuk karakter Scream dan Growling-nya, sehingga langsung mengingatkan Gw dengan Band populer pendahulunya seperti Epica, Tristania, The Sins Of Thy Beloved hingga Old Within Temptation. mendengarkan keseluruhan komposisinya, warna kuat Epica lah yang begitu kerasa dari era " The Phantom Agony " atau " Consign to Oblivion ", karena warna Symphonic-nya begitu kental terasa meski bumbu warna Power metal-nya tercium cukup harum dibeberapa part. memang Sangat menarik untuk mendengarkan hampir keseluruhan materi SJ meski hanya sekilas. Ini memungkinkan seseorang dapat melihat evolusi band dengan cukup jelas, serta memungkinkan Audience memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kualitas suatu band secara keseluruhan daripada hanya satu album. Sebagai seseorang yang sudah banyak mendengarkan materi band bergenre ini, bagi Gw sebagai penikmat komplit sebagian memang hanya untuk kesenangan semata. SJ memiliki aransemen dan produksi materi matang dan menyakinkan jika " Hari Akhir " ini masterpiece yang sangat mereka tunggu selama ini. That sickening flaw aside every track on this album is of exceptional quality, There is a soft song, some hard songs, and all are masterful in their use of the instruments, voices and high production value. If you like the genre check it out, if new to the genre start with Epica or Old Within Temptation like the rest of the crowd and move your way up.

Song for song, this is a very consistent album, though there isn’t really one particular song that really jumps out and demands universal praise like a number of heavily ambitious works out of a number of older and more established bands. Gw langsung buka denganTrack wajib, " Intro " selama 02.12 sebelum " Hari Akhir " melepaskan distorsi dan Intensitas Musikal berat-nya. wew dari awal sini aja Gw udah bisa menikmati jika band ini memang punya hasil produksi lagu yang memanjakan telinga. debut Distortif Gitaris David Vai bisa jadi Ikon penting perjalanan musikal band yang setelah itu adalah sepenuhnya penampilan Female vocalis Setya yang memiliki kualitas vokal mumpuni untuk menghidupkan kekuatan setiap lagu. meski tidak melakukan typical Main Soprano style dan berulang kali coba dengan gaya operatic, warna vokal Setya rasanya cukup bisa menjangkau beberapa Tune tinggi meski agak sedikit kedodoran, tapi terselamatkan oleh warna vokal Angker Al Ghoni. menjangkau range yang tidak begitu sulit menurut Gw (lagi) buat vokalis Setya telah berhasil melakukan pekerjaannya . namun bagi Gw pribadi, jika band ini menggunakan dominasi vokal cewek secara menyeluruh juga ok rasanya, tapi semua itu tetap bakal kembali ke Konsep dan taste band aja. Aransemen musikal-nya tertata cukup rapi dengan perguliran Bar, Riff, fill in serta Improvisasi Symphonic/Gothic Metal yang terdengar Megah dan mencekam. these guys don’t change up their routine at all, and stick mostly to the cliches of the genre - Melodramatic Symphonic arrangements and mediocre. untuk lagu selanjutnya " Tipuan Dunia ", Gw rasa Setya bakal makin keren dengan gaya bernyanyi yang lepas begitu saja pada range medium atau tinggi ketimbang sedikit merubah gaya vokal-nya yang melemah hanya untuk menjangkau range tune harmoni tinggi pada beberapa part persis Gw ingat dengan karakter Sharon den Adel era " Mother Earth ", padahal tempo Track ini memorable banget komposisinya. here we actually have some power, some well-paced progression and build-ups, some meat and bones to add to all the airy-fairy symphonic arrangements that came before. We have a sound that begins to sound vast and terrifying rather than merely nice in the manner of the previous orchestral portions. " Dunia Fana " sentuhan Symphonic/Power metal di awal part cukup memberi sengatan mengagetkan sebelum kembali ke warna Gothic Metal yang lebih cenderung bergaya modern ala Delain atau Xandria. It is possible, even a frequent occurrence that a group of musicians will become inspired by an existing sound and expand upon it for the betterment of it, lest there would not have been any worthwhile metal music since the beginning of the millenials. tidak seperti track sebelumnya, Setya menunjukkan kualitas vokal-nya di Range nada-nada tinggi refrain cukup meyakinkan lagi dengan semakin total menyatukan soul-nya. cooling down sejenak dengan lumayan ballad diawal track " Malapetaka " (tapi titel sebenarnya " Hukum Alam " .ed), and building to an epic climax with a single vocal line for first part. The overall sound of the album is driven by rolling guitar riffs and rhythms intermarried with primitive melodies carried out by multiple keyboard tracks. tidak terlalu banyak mengeksplor gaya bernyanyi yang begitu kuat, Track ini membawa suasana yang cukup mencekam hati lewat harmoni dan lirik lagunya. The song are relatively long and the compositions are quite inspired, all of them with great atmosphere. The song structures are not very complex, but still quite unpredictable and based on the alternation of female/male vocals and long instrumental parts. membawa suasana lebih bergairah lagi, " Hukum Alam " (sebenarnya adalah Track " Dua Dunia " .ed) menyajikan komposisi Symphonic Metal, yaa sebenarnya Gw setuju jika band ini memiliki Konsep Symphonic metal ketimbang Gothic metal hanya kita jumpai pada Medio track aja. wew Gw kali ini setuju dan kasih Aplous untuk kekuatan vokal Setya yang menguasai hampir keseluruhan tempo dengan karakter variatif, Awesome ! Suaranya seperti memenuhi ruangan dengan tingkat intensitas emosi yang total dengan penjiwaannya, tetapi tetap dengan sikap yang agak lebih terkendali dan lepas, yang membuat kontras yang cukup menarik dengan musik yang biasanya perkusif dan bombastis di sekitarnya. jangan pernah skip track berikutnya, coz karakter komposisi-nya asli bikin headbang dari awal hingga akhir di " Bencana " (tapi di Setlist tertulis " Dua Dunia " ed.) seperti mendengarkan " The Phantom Agony " Epica walau tanpa elemen orkestrasi. Hal hebat lainnya tentang album ini adalah cara semuanya berbaur dengan yang lain. Drum melakukan tugasnya dengan menciptakan beat yang bagus dan stabil, sambil memberikan kinerja yang cepat. Bahkan instrumen, seperti piano juga semuanya bekerja dengan dramatis dan luar biasa di lagu ini. waduh setlist track nya pada ketukar atau gimana nih, " Dua Dunia " jadinya koq malah " Malapetaka " ? dan Track " Bencana " tapi yang nongol malah " Malapetaka " haduhh, padahal 3 track terakhir ini sangat Gw faforitkan komposisi nya. with its unchallenging rhythms, constant focus on pretty vocals, and weird need to always have a hot female singer, has never been the most metal of subgenres. Here, though, SJ takes its desire to appeal to a wide audience to an inexcusable extreme. The guitars seem to have the lowest amount of distortion possible and, except the occasional attention snagging drum passage, there’s no point where any of the metal instruments are even trying to engage the listener. dan pada bagian closing, SJ menampilkan versi piano untuk track " Dunia Fana ", kalian akan mendengar versi syahdu-nya tanpa hentakan drum yang berat dan sayat distorsi Guitar. sebuah tantangan bagi Setya untuk mengatur kembali kebutuhan range vokalnya bisa menjangkau lebih harmonis dengan denting permainan piano, lumayan berhasil meski agak tertatih dalam penjiwaan di beberapa part, and btw sukses aja SJ menggubahnya dari Keras menjadi penuh kelembutan. it’s hard to appreciate how good a job Simons is doing when all you can focus on is how much you want something engaging to go with her singing. but i very appreciate with her nice worked.

In the end, what " Hari Akhir " proves to be is a collection of some of SJ nice songs, but also some of the band's best moments too. sebuah masterpiece symphonic metal bernuansa Gothic metal yang memiliki konstruksi musikal patut diperhitungkan dengan produksi yang menarik, secara keseluruhan materi " Hari Akhir " spesial buat kalian penikmat keindahan dalam distorsi paling berat. dan kekurangan kecil yang akan kalian temukan di album sejenis mana pun. Hal yang membuat Gw lebih suka debut ini adalah keseragaman setiap lagu. Tidak ada perubahan langkah yang secara tiba-tiba terjadi begitu saja. Beberapa perubahan kecil yang terjadi semuanya berisi saat Setya menggunakan teknik bernyanyi berbeda di beberapa baris, kemudian langkahnya kembali normal seperti yang Gw tuliskan diatas. kalian mungkin bahkan tidak dapat mengklasifikasikan setiap lagu sebagai tempo sedang atau cepat, karena kecepatannya berubah secara konstan meski masih diambang normal aransemen. Secara pribadi, Gw benar-benar sangat menikmatinya meski ini bukan sesuatu yang terdengar baru, tetapi beberapa orang mungkin lebih suka lagu-lagu yang selaras dan terdengar standar, karena menurut Gw justru disinilah salah satu letak artistik karya itu terdengar berani dan menantang. Kritik keras disini bagi Gw adalah Penyusunan setlist Track amburadul dan membingungkan karena adanya kesalahan teknik mungkin. Sapu Jagad have certainly raised the bar in the symphonic metal genre, as well as taking Gothic metal and power metal with them. This is indeed an nice release and a complete indulgence of your ears and emotions. You Must Have ! - Great effort !

* Songwriting: 8
* Originality: 6
* Memorability: 8
* Production: 8

CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA





REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !