Vulture - Blast from The Past CD 2019

































Vulture - Blast from The Past
Edelweiss Production & Records CD-R Pro 2019

01 Bunuh Pecundang
02 Pemimpin Busuk
03 Rest in Peace
04 Suffer of Me
05 Flesh to The Gore
06 Pagas Nikeu
07 Troops of Doom (Sepultura Cover)
08 Kacuk Endai
09 Pemimpin Busuk (Old School version)
10 Bunuh dan Tikam

Rhino - Guitar/Vocal
Yudha - Bass
Jaja - Drums

Kayaknya Gw seperti mundur kembali berada dalam Movement 90-an, dimana teknologi digital masih belum banyak dirambah oleh musisi, dimana semuanya seperti terdengar apa adanya, matang dan tidak matang bla bla bla ... era dimana kejujuran lebih teruji di berbagai hal sebagai salah satu bentuk tanggung jawab moral seorang musisi. salah satu band roster lawas dari komunitas Metal di Bandar lampung, VULTURE ! telah menjadi penghuni veteran sejak tahun 1997. meski lambat dalam mendokumentasikan karyanya, Vulture tercatat sudah merilis 2 Ep " Flesh to the Gore " tahun 2013 dan " Suffer of Me " tahun 2015 kalo engga salah, selain kerap mengisi line up event sepanjang tahun 90-an, inilah saat paling tepat untuk mereka mengepak full album-nya bertajuk " Blast from The Past ", Old School DM yang sangat mengingatkan Gw dengan era awal Bolt Thrower, Death, Benediction hingga Gorelust. pengemasan aransemen yang asli membawa kita di era kejayaan DM diawal kemunculannya, lengkap dengan Pedal Efx legendaris Metalzone yang membentuk karakter paling sadis dimasa itu, seperti anak now bilang, inilah DM dengan kearifan lokal. Showcases the epitome of what OSDM was all about at the time: one dimensional, gruff vocals with thick and catchy riffs played over a hefty dose of pounding drums. The song writing and structures of the songs here allow for the OSDM elements to be showcased adequately, while also providing the proper medium to display some of the band’s more technical traits as well. The album is steeped in a dissonant and hazy sound, one that gives off an almost underground feeling to the music. However, this is a byproduct of the excellent production, which creates such a gritty atmosphere all the while, giving each musician their fair share of the limelight.

Gw mulai dengan " Bunuh Pecundang " Vulture langsung menghajar dengan distorsi yang mengerang keras meski Panning Instrumen bass terasa lebih mendominasi levelnya. well, kalian akan lebih mendengarkan Konsep rekaman bernuansa analog, konsep dimana band masuk studio rekaman dalam kondisi " siap " materi, karena tidak akan ada banyak kesempatan untuk edit sana sini, dan disinilah kualitas band sebenarnya berbicara. aransemen musikalnya memang terdengar simply dan Catchy, mudah ketebak kemana progres bar dan fill-in nya berjalan. sounding drum yang raw, memang asli mempertontonkan skill drumming atau (mungkin) juga Equipment. gaya klasik Suffocation, Malevolent Creation dan Cannibal Corpse yang terkemas lebih simple tanpa harus menampilkan teknik yang menguras feel tersaji begitu memorable. karena direkam dibeberapa studio berbeda, dipastikan kualitas setiap tracknya terasa berbeda soundingnya. seperti track ke-2 " Pemimpin Busuk ", sound snare-nya lebih terdengar dibanding dengan sebelumnya, dan karakter sound gitar lebih jinak meski masih terkesan Raw khas (sekali lagi) pedal Efx Metalzone pokoknya hehehe ... ngasih trademark sounding khas 90-an nya yang kental dan terdistorsi pada zaman itu, tetapi mereka jauh lebih dari sekadar bunyi not tunggal yang dengan mudah diputar sepanjang lagu. Sebaliknya, riff, yang dengan sendirinya cukup berkesan cenderung dipecah dengan mengisi gitar yang ditempatkan dengan lebih baik. Isi ini, memberikan tampilan yang sama menariknya dari pekerjaan gitar, tetapi juga berfungsi sebagai ritme dan kecepatan bolak-balik yang bagus yang mencegah lagu menjadi mubazir. Ada juga beberapa solo pendek dan hampir meronta-ronta seperti untuk didengar menyeluruh, yang berjalan seiring dengan keganasan riff utama dan ketukan drum up tempo. which creates such a gritty atmosphere all the while, giving each musician their fair share of the limelight. nah berbeda lagi untuk track ke-3 " Rest in Peace " lagi lagi soundnya seperti perlahan mengubah sendiri tuntutannya, kayaknya Gw seperti sedang mendengarkan Album kompilasi aja nih dengan segala kondisionalnya. masih solid dan konsis dengan karakteristik yang mereka sepakati sejak awal, sehingga dalam aransemen track-nya kita masih disajikan sajian yang tidak jauh berbeda pula. " Suffer of Me ", menurut Gw sound-nya makin mendhem/tenggelam berbeda dengan " Flesh to The Gore " yang menurut Gw lebih Ok bagi Vulture. lalu berbicara tentang drum, jika Gw jujur, Gw akan mengatakan bahwa itu terdengar seperti seolah-olah mereka hanya naik dan ulangi versi diri mereka sendiri di sebagian besar lagu. Jangan salah paham, kehadiran mereka justru lebih dari terasa di seluruh album, karena mereka memperdengarkan setiap pendengar lagu. Hanya saja, tidak ada banyak performa twin pedal yang menyolok, atau banyak cara ledakan Blastbeat panjang yang semua meledak pada saat itu. Bukan karena diperlukan untuk sound yang sukses, tetapi selain beberapa snare blasting dan cymbal pound, drum terdengar sangat satu dimensi. Yang sedang berkata, apa yang mereka kurang dalam penambahan mereka ke departemen ritme, mereka lebih dari make up dalam kekuatan belaka. Seperti yang Gw sebutkan, produksi materi ini memungkinkan setiap instrumen untuk keluar dengan sendirinya dan ini berlaku dengan drum karena soundnya yang kuat, meskipun kurang beragam, dan mudah dideteksi. Bass adalah instrumen lain untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari produksi daripada cuman sekedar penulisan lagu. Untuk sebagian besar, bass dapat didengar memetik bersama dengan gitar, tetapi mereka tidak benar-benar mencampuradukkan hal-hal yang terlalu sering, tetapi sekali lagi produksi analog membawa mereka ke dalam karakteristik klasik OSDM, memungkinkan Vulture sound yang kerasa tebal dan mencongkel biji peler kalian. " Pagas Nikeu " dan Cover version klasik dan anthemic bagi Sepultura " Troops Of Doom " memiliki karakter yang ga jauh berbeda namun memiliki pembawaan yang meledak keras secara emosional dalam versi Vulture. The majestic quality and morbid atmosphere that this band creates is definitely a collective effort ! memiliki beberapa karakter grooving yang lebih lambat, dipadukan dengan kegilaan dari ketukan yang sedang meronta-ronta dan riffing tremolo keluar dari pendekatan karakter sounding ala Death era "Scream Bloody Gore", materinya sedikit berbeda dalam hal Persembahan nuansa 90-an. dan " Kacuk Endai " lebih Raw banget lagi, komposisinya rada mengingatkan Gw dengan " Biotech is the Godzilla " nya Sepultura nih hehehe ... sound quality-nya hanya didominasi Guitar yang extremely raw dan vokal yang over balance. karena masih menjadi versi lawas Vulture, track " Pemimpin Busuk ", kalian akan menangkap bentuk progres awal band seperti pertama kali terbentuk, you know what i say? dan sebagai penutup setlist, " Bunuh dan Tikam " memperdengarkan karakter sound yang menurut Gw lebih balance. dan Formulasinya masih diulangi cukup sering di dalam lagu dan membuatnya cukup mudah untuk salah mengira satu lagu untuk yang lain pada awalnya, karena tidak ada perbedaan besar diantara dan pendahulunya kecuali mungkin peningkatan nyata dalam penulisan lagu. The songs are still mostly mid-tempo, relying on groovy, catchy riffs and fairly straight forward compositions.

And overall, " Blast from The Past " is quite the gem in OSDM. It's certainly nothing flashy by any means, just hammering some sweet grooves and catchy riffs in a very workman like manner, devoid of any real ambition or forward thinking. At the same time, it's Memorably stuff from the past to just blare out of your speakers and headbang to. The band has always been something of a lightweight counterpart to OSDM bands era, but that in it self is hardly a bad thing as far as I'm concerned. pengobat salah satu kerinduan kita dengan nuansa yang bener-bener klasik, era dimana DM menjadi permata baru bagi Musisi ekstrim menyebarkan lagi epidemi-nya, era dimana kemerdekaan berkarya secara masif menguasai attitude anak muda tanah air dan menjajah Musik komersil. komposisi lagunya tidak banyak menguras imajinasi kita untuk mencerna sesuatu yang Brutal belum tentu serba cepat. sepertinya " Blast from The Past " ini menjadi kaleidoskop Vultura disepanjang karir-nya yang tersuguhkan hari ini, dimana Modern musik sudah mulai membosankan, dan ini menjadi momen lumayan tepat mengobati kerinduan kita dengan masa lalu. While all of Vulture has coming with material early 90s offerings are to be cherished as strong examples of how OSDM continued to co-exist within the same bands even as a greater number of bands were going for something more brutal and less rhythmically precise, "Blast from The Past " has a particularly memorable place.

* Songwriting: 7
* Originality: 6
* Memorability: 7
* Production: 6

CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA





REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !