Scalded Infamy - Dismal Elegy in C# Minor































Scalded Infamy - Dismal Elegy in C# Minor
Hitam Kelam Records CD 2018

01 Totentanz 01:25       
02 Evello Mortem 04:17       
03 Maximus Maleficus 05:14       
04 Blood Red Carnage 04:03   
05 Thus Spake the Mindless 05:31       
06 Moonshine Murder 02:57       
07 Dead Words Left Unspoken 04:46
08 Memento Mori 01:22         
09 United We Are Dead 09:12        
10 Invocation of War & Dark Legion (Nuclear Desecration cover) 05:40

S.H. - Voice of the Dead & Stringed Electrocutions
Kris Hatespawn - Toxic Melodies & Aural Assault
Torch - Skinpounding Battery

Elegi Suram Jakarta Funeral Death Metal tidak saja akan mengharu biru, ini adalah tamparan keras atas cetak biru Orkesral kematian ketika destruksi obsesi menjadi sebuah epidemi. Crushing lethal dose of sonic terror laced with massive melodies shimmering through a thick wall of discordant turbulence, Rattling like a giant Belting forth billowing forces of Venomous Death Metal Rage !. masih terus berputar dalam lingkaran rantai persepsi musikal konsep yang masih jadi fokus perhatian Gw pribadi terhadap Indonesia DM Movement Scene, meski pada skema-nya sendiri sudah mulai satu persatu Back to Root, Gw masih banyak banget menjumpai Stereotype yang terlalu panjang untuk Gw jabarkan dan bukan kapasitas jauh Gw hanya sebagai seorang penulis rilisan musik saja, bukan memiliki Domain yang jauh tentang lafal Histori, Filosofi atau Literisasi, karena Gw yakin setiap Individu pasti akan memiliki sudut pandang pribadi yang pasti diperdebatkan nantinya. masih berangkat dari persamaan obsesi atau Visi, Scalded Infamy (SI ) terbentuk bukan masalah kebetulan saja, sejak diproklamirkan tahun 2016 silam, 2 manusia beringas yang sudah membentuk invasi buas-nya via Hellucinate, akhirnya coba memadukan kombinasi baru dengan 2 manusia beringas lainnya di Band Livilium, awalnya memang ber-4 formasinya hingga tahun 2017, hingga akhirnya SI memutuskan lebih serius jalan ber-3 untuk mulai mengerjakan materi full album pertama diantara kesibukan pada band utama masing-masing. mengusung konsep yang kayaknya belum terlalu banyak dikulik oleh musisi lainnya di Indonesia, meski saat ini mulai banyak sudah mulai ber-migrasi, mungkin Scene kita konseptual " Funeral Death Metal " masih awam, SI yang ber-visi merepresentasikan gaya Metal klasik ala Von, Belial, Beherit, Venom, Manticore, Blasphemy, hingga Celtic Frost dalam sentuhan yang lebih " Fresh dan nendang ", siap ngasih suntikan anti boring ketika fans masih dihadapkan dengan stereotype yang itu itu saja. meski tidak ada kejutan signifikan, namun nuansa yang terasa begitu menyegarkan siap kalian dengarkan di debut perdana " Dismal Elegy in C# Minor ". mungkin adalah keberhasilan Member Hellucinate dan Livilium melahirkan karakteristik berbeda dari konsentrasi band awal, ada beberapa Kejutan kecil yang rasanya cukup mengobati dahaga. It's about the same pitch as a low-rumbling train going past somewhere in the distance. In a word, it's very Violent, Intense, Uncompromising, yet try to bring nuances primative metal music from the past with today. Everything on this disc seems random, and merely a Consequence of just keeping to a fairly mediocre / interesting Aesthetic " old-School " platform. It's the kind of album that you can listen to half a dozen times, and nod your head to individual fuckin Moments.

I Think " Dismal Elegy in C# Minor " is quite possibly " The Menace " when it comes to threatening music for one day. kenapa Gw bisa bilang begini? seperti sudah menjadi bab hukum alam yang pelan namun pasti, sesuatu yang " Unik " dan " Beda " akan jadi artefak ketika telah datang masanya, it's fuckin simple for think about it. seperti Elemal yang suram, merangkum imej hampir keseluruhan materi dalam sebuah titel album, menimbulkan rasa penasaran tersendiri ketika setlist secara sistematis akan mengajak kita mencari tau sendiri jawabannya. dimulai dengan sebuah Orkestrasi " Totentanz " karya Franz Liszt, seorang seorang komposer, pianis, dan guru musik asal Hungaria di abad ke-19 yang telah menulis sekitar 700 komposisi musik, termasuk di dalamnya lagu gerejawi dan puisi simfonis dan memperkenalkan bentuk musik baru di era Romantisisme serta merupakan salah satu pianis terbesar dalam sejarah. seduhan atmosfir yang asli berasa epik dan mencekam seperti (mungkin) ketika Fredy mercury dengan Queen terlibat intens secara emosional pada penciptaan awal part " Bohemian Rhapsody ", SI merepresentasikan lagi dalam sentuhan keras Metal musik ketika mengumandangkan " Evello Mortem " sebagai letupan awal yang menampar lewat Frasa Historis yang secara lengkap jadi soul saat vocalis dan Gitaris S.H. lantang meraungkan argumen liriknya yang beradaptasi dalam barisan lagu SI menjadi retorika amarahnya. komposisi DM yang kerasa klasik hasil perpaduan elemen Black metal pada beberapa riff serta tempo merujuk afiliasi pengaruh gaya klasik ala Belial, Beherit, Venom, Manticore, Blasphemy, hingga Celtic Frost dalam paket baru yang lebih terasa menyegarkan dalam sentuhan konsep hari ini, so bisa kalian bayangkan sendiri seperti apa khan? jadi memang terlalu sulit bagi SI jika ingin sepenuhnya total mengusung nuansa lebih asli band diatas. sehingga memang dari sini kesan " Reborn " para legendaris dan Pioner itu terasa long live ! S.H. memang untuk SI lebih banyak meraung berat serta screaming di porsinya. makin ajib banget Gitaris Kris Hatespawn membubuhi banyak solo cantik dan melodius demi menambah keangkeran konsep Funeral Death Metal. The music definitely has its fast moments, but then there are some slower and mid-sections as well. They reach a sloppy, Chaotic blast, pressing his drumming to the limits his muscles and tendons can take. Sound gitar yang lebih terdengar clean dan tebal, mungkin siapa aja bisa menebak warna DM Dinamis cukup melakukan Terror disini pada beberapa Bending style diantara Tremolo evil riffingnya, namun inilah rajutan Teknologi hari ini memang sudah semakin maju meski kurangnya pada masalah sounding stereotype saja, bisa saja apa yang terkonsep sejak awal oleh SI belum terealisasi, peduli setan bagi penikmat seperti Gw harus terlalu jauh memikirkannya, jika materi SI ini memang layak jadi ancaman serius !  It's mostly about Emotion, Anger, Feel and Atmosphere ! makin memberi suhu yang memanas, " Maximus Maleficus ", selanjutnya meledak keras. jika dalam keadaan seperti ini, kayaknya Gw masih terhipnotis dengan Especially penampilan sound Gitar modern, sehingga beberapa kali harus menyamarkan kesan yang ingin SI tunjukkan sebenarnya, dan inilah yang harus bisa kita pahami. seperti sedang mendengarkan kembali era ke-emasannya Blasphemy di " Fallen Angel of Doom.... " atau " Manticore era " Bowels of the Holy Anoint Us in Evil ", meski rasanya " Doomsday X " nya Malevolent Creation beberapa kali cukup mengganggu. tetap merasakan invasi serangan yang sama panasnya, " Blood Red Carnage ", coba beberapa meredam emosional pendengar dengan fill fill menggigit serba memorable part-nya, SI membuktikan komposisi-nya memang siap dicerna oleh pendengar lintas genre sekalipun. memiliki riff cantik, destruktif yang membuat ingatan kita pada banyak legenda death metal, tetapi pada saat yang sama berhasil dan tidak pernah membosankan, bertengger pada rentang perhatian pendengar. dengan komposisi musik acak, sajian demi sajian yang SI berikan memang tidak ingin membuat Pendengar melakukan skip next track, dipastikan mereka akan dengan seksama memahami dan mencerna, seperti pada " Thus Spake the Mindless ", bagaimana Gw coba memadukan memori antara Nocturnal Blood era " Devastated Graves - The Morbid Celebration " dengan Necroholocaust era " Holocaustic Goat Metal " lebih masif dimainkan dengan skill lintas waktu, rasanya kalian bakalan perlahan menyukai aransemen yang disematkan keren (sekali lagi) oleh SI ini, They sound and concept like they had just sprung up in the 80/90s, fists flailing about as they teach the young whippersnappers a lesson in pain ! jangan lupa, Kris Hatespawn selalu punya banyak jurus sayatan solo ciamik yang siap melumerkan kerasnya emosional. part awal " Moonshine Murder " emang menggiurkan dengan hipnotis Headbanging, meski SI masih pelit harus menjerumuskan pada bagian ini demi menjaga kadar " Buas " semakin terjaga mungkin hahahaha ... sangat mengingatkan banget partisi seperti ini, ketika Gw harus dipaksa kembali mendengarkan era Kejayaannya Sadomator era " Sadomatic Goat Cult " atau " Sublime Dementia " nya Loudblast mungkin, sentuhan Death/Thrash yang menonjol kental. one that may pull back the fanbase who will be looking in vain for more Aggressive blast, or at least proto-blast beating feats. There are none of the kind here, and yet this is a most alluring multi-faceted recording which will reveal itself with more nuances with each subsequent listen. menampilkan Interview dengan Don McKenzie pada Intro track " Dead Words Left Unspoken ", diadaptasi atas se-ijin dari siaran Radio New Zealand Sound Archives Nga Taonga Korero (Reference No. T1186) sebuah peng-arsip audiovisual dari New Zealand yang sangat peduli dengan koleksi film, radio, televisi, rekaman suara, alat peraga, dan dokumen yang terus berkembang yang telah mencakup 120 tahun sejarah suara dan gambar bergerak Aotearoa. sebuah referensi serius bagi Frontman S.H. untuk melandasi materi keseluruhan " Dismal Elegy in C# Minor " dapat terkemas makin " unik " dan " berbeda " dari lainnya, begitu juga pada track " Memento Mori " yang diadaptasi dari " Nocturne in C # Minor "-nya Frederic Francois Chopin, komposer dan pemain piano virtuoso dari Polandia yang dikenal sebagai salah satu musisi Romantik terbesar dengan sering menggunakan figurasi apreggio dan broken chord yang kompleks. lebih memeras konsentrasi berikutnya adalah track " United We Are Dead ", karena SI harus melakukan set Durasi hingga 9 menit lebih ! ketika kreatifitas dan emosional musisi harus teruji penuh disini, seperti menterjemahkan setiap frasa dan rasa, track ini bergelayut rancak pada setiap fill dan bar-nya. sebuah mahakarya teknis sederhana yang tidak pernah mengkhianati pendekatan vulkanik yang telah mencapai klimaks terkecuali untuk bagian deretan deretan lumayan rumit berikutnya yang disusul oleh sadapan yang terasa mempesona, berubah menjadi crescendo yang bergerak acak dari pelan, cepat hingga di akhir susunan bar tanpa terasa sudah mengantar kita pada menit ke 39. untuk menyelesaian rangkaian perjalanan musikal istimewa ini, tak lupa pada bagian akhir, SI memainkan sekaligus/Medley " Invocation of War & Dark Legion " nya Nuclear Desecration ala versi SI tentunya, well meski pada versi aslinya ga semegah ini, Gw pastikan Gairah kalian menuju klimak akan terselesaikan pada momen ini, very impressed and blown away !

All in all, there’s nothing else to say because you must take this album without Distinguishing the songs, but enjoying it in it's entire form, Bestiality and Essential. memang jika melihat latar belakang Musisi di Balik SI bukan pemain kemaren sore, apa yang disuguhkan dalam karyanya disini memang tidak bisa disangsi-kan lagi, S.H yang punya Segudang Proyek lintas negara dengan Impressive experience-nya selama ini telah diterjemahkan disini, kemudian Kris Hatespawn juga No Comment skillingnya, sementara Drummer Torch sebagai Skinpounding Battery-nya tetap teruji powerfully eksistensinya. " Dismal Elegy in C# Minor " adalah masterpiece sekaligus pengalaman berbeda ketika perbedaan konsep bukan persepsi menakutkan untuk bisa bersatu. penulisan lagu yang sangat diperhitungkan secara musikal meski pada ending-nya Teknologi hari ini kurang bisa membawa Dream Come True, bagaimana Sound Klasik Metal itu bisa " Nyata " terlahir kembali. Produksi sound yang mumpuni dan terbaik, disertai Package yang dipastikan memanjakan kolektor musik cadas, jika kalian sudah mulai bosan mendengarkan Stereotype yang diulang ulang terus menerus, dan Indera kalian ingin nutrisi lain yang lebih menyegarkan, " Dismal Elegy in C# Minor " tetap Gw Rekomendasikan untuk kalian cicipi sendiri dengan apa yang sama sekali tidak kalian bayangkan sebelumnya. Kalian harus punya album ini segera, Beast to delve into the past and you'll find that !!!

Scalded Infamy - Moonshine Murder

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !