VA. Indonesia Underground # 5 CD 2016

































VA. Indonesia Underground # 5
Edelweiss Production CD 2016
https://web.facebook.com/EdelweissProductionsID

01 Angel Of Death - Dimensi Logika
02 Stax - Negara Hitam
03 Agrapana - Mimpi
04 Calvarium - Abominasi Hipokrit
05 Maggots - Broken Mind
06 Zamharikill - Guyang Getih
07 The Next Victim - Setara Sama Rata
08 Catastrophe - Bloody Soul
09 Demons of Deity - Darah Persugihan
10 Kejie - Sayatan Terakhir
11 Akheron - Tahta Darah Kuasa
12 Ketoprak - Kubu
13 Seven Hell - Keabadian
14 Human Remind - Human Stigma
15 Necrology - Konflik Vertical
16 Sheloam - Destroy Devender Ov God
17 Instruction Killer - Propaganda Sesat
18 Parakang - Kekal Bersama Dosa
19 Moregarlic - After Kid Sleep Grindkore
20 Democrazy - Indonesia Belum Pernah Merdeka


Engga kerasa memang, seperti melanjutkan Sekuel Movement demi memperkenalkan terus Embrio-embrio baru, yang diharapkan pada suatu hari nanti menjadi jawaban atas secercah harapan. mungkin jika kompilasi lain masih terlalu serius memikirkan pasar, Gw tetap mengenal Edelweiss Production adalah sebuah label yang konsis mengangkat New comer untuk menjadi New Rising suatu hari nanti. sebuah Idealisme yang patut juga dimiliki oleh Owner label lain selain hanya Profit semata. setiap jam, hari, minggu dan bulan, Indonesia Scene terus menambah Kuantitas musisi cadas bertalenta-nya, sehingga engga heran banget jika Indonesia masih menjadi Scene Metal terbesar dan diwaspadai se-Asia Tenggara. Jilid # 5 ini, Edelweiss Production tetap menampilkan keberagaman Genre metal didalamnya. Well, langsung aja kita putar dan dengerin bareng-bareng yuk, siapa aja perform-nya yang paling disini kita waspadai.

Sukabumi Scene, Metalblast ANGEL OF DEATH sejak memukau dengan debut album " Walking Out from 05:14 " dengan mengkomposisi kekuatan tak terbantahkan Progressive Death/Thrash Metal yang dikemas karakteristik modern. and now this Moodbooster Surprising with new track " Dimensi Logika ", sengatan mematikan mereka kali ini bikin Gw harus diam terpukau dengan Progres Intens ketika konseptual dinamis telah menjadi Epic soul menjadi jadi. menurut Gw ini adalah penggabungan persepsi esensi bermain tendensius ala Cradle Of Filth, River of Nihil, Necrophagist, In Flames hingga Winds Of Plague (Deathcore? Yes, This conception is much Heavier on more the Symphonic epic metal elements). sentuhannya kental kali ini adalah perpaduan Teknikalitas Riff yang melodius dengan menekankan beberapa Slam Breakdown tempo dibeberapa part. membaca setiap pergeseran lick riffing yang extra ajib lewat Fill-fill tajam dipadukan dengan multiple vokal yang menjiwai full emosionalnya telah menciptakan kekuatan baru menyegarkannya. Right before the first Breakdown, after the Slamming and Blast beats, and Sweeping segments, we get a cool guitar progresive riff that soars over everything. There is a soft break in this song with, a solo towards the end of the break, that just sounds wonderful, Yeah I like the new composed ! mendengarkan Banyak sekali DM Movement, Death metal cepat dan Brutal adalah Epidemi yang sedang menggerogoti Perkembangan Musik Cadas Tanah Air sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. STAX dari Jakarta tetap meyuarakan rasa ketidak puasannya terhadap Sistem pemerintahan lewat cara Positif yaitu Musik ! Komposisi Brutal Death Metal yang lumayan menampikan esensi Dinamis hasil perpaduan menggetarkan in the vein Disavowed, Bleeding Corpse hingga Jasad, masih bergelayut dalam Stereotype-nya. as the most anti-social musical form the world had seen at that point, and their music was just as monstrous in approach ! Produksi Sound-nya lebih terdengar Low and Heavy, meski pada Level Gitar-nya masih mengalami Clipping. dari Serang Banten, AGRAPANA, Style Gothic Metal-nya memukau dengan Track " Mimpi ", Menikmati banget karakter Female Vokal-nya yang jadi Ujung tombak lagu menguasai sepenuhnya pembawaan Pattern serta Harmonisasi Vokal terdengar mumpuni. Gaya Gothic Metal memang Anggun dan Catchy, konsepsinya bahkan lebih mengarah ke warna Alternative Rock seperti Gw mendengarkan kembali lagunya Love Like Blood, (new) Xandria, atau Lacuna Coil. Menggilas dan menghancurkan ketika North Celebes Infantry Battalion, CALVARIUM giliran Mengamuk dengan " Abominasi Hipokrit ", nuansa Black/Death Metal yang dimainkan oleh band asal Manado ini. konseptual yang lebih mengingatkan masih dengan warna Vomitory atau Bloodbath. sentuhan Riff-riff nakal kental banget dengan US DM Sounding. materinya sendiri diambil dari EP " Voices of Devils Inside " yang dirilis bertepatan dengan event " Monsters of Distortion IV " kalo ga salah. combine their heavyweight approach with an almost irresistible flow. The songs are always comprehensible - and the excellent guitar parts are anything else but a matter of course with regard to the fact that the drummer and the Guitar player have written the music. Begundal bertopeng dari Aceh, MAGGOTS selanjutnya mendapat giliran menyuarakan " Broken Mind ", Nu Metal keras ala Slipknot masih jadi Imej yang ingin terus mereka sodorkan komplit dengan masuknya Turntable DJ, memiliki Musikalitas bagus, namun jika masih menjadi copycat semata, rasanya poin sukses sulit menghampiri. Brutal Death Metal Kuningan, Jawa Barat, ZAMHARIKILL membabi buta dengan " Guyang Getih ", pertemuan antara Brodequin, Jasad hingga Condemned memang banyak sekali kita temui di Scene kita, jadi seperti yang sudah sudah, band ini memang terobsesi penuh untuk menggilas Moshpit, Still Mostly blasts and enjoyable !!! Hardcore Rude Keepin the Moshpit, karena ada THE NEXT VICTIM dengan " Setara Sama Rata ", gaya Old School Hardcore yang masih menjadi perpaduan karakter The Ryker's, Madball, Brightside, First Blood sampe Death Before Dishonour masih bisa membakar Brotherhood Moshpit selalu berada dalam Peluh keringat. nah, ini ada yang keren nih, datang dari Aceh, CATASTROPHE, Band metal beranggotakan para cewek pertama di Aceh, salut untuk eksistensi yang mereka pertahankan sejak tahun 2000, meski usia sudah tidak lagi Muda, alias sudah menjadi Ibu Rumah Tangga, namun jangan pandang sebelah mata, jika track " Bloody Soul " menjadi Debut Death/Thrash yang patut menjadi perhatian kita. Aransemennya diluar dugaan dan tidak mengecewakan, adalah hasil perpaduan Riffing Nge-Thrash dengan Tempo yang nge-Death Metal. komposisinya variatif dan tidak terlalu Monoton. Great Respect !!! menghitamkan atmosfir kemudian adalah penampilan DEMONS OF DITTY, Black Metal bentukan sejak tahun 2002 asal Jakarta Timur, memuntahkan " Darah Persugihan ", warna Cradle Of Filth, Dimmu Borgir dan Nagflar terasa banget menusuk setiap kisi aransemen hingga pemilihan Sound hingga pesona Harmoni Keyboard cukup bikin Bulu kuduk berdiri merinding. I must say that it is probably the use of multiple Symphonic and keyboard elements that made this difficult for me to get into at first, since they tend to make the sound dense, thick, and chaotic, which is again kind of the point of most extreme Black metal. berikutnya KEJIE membantai dengan " Sayatan Terakhir ", Jakarta Brutal Death Metal with Female Fronted masih mengaliri denyut nadi mereka dengan kebencian dan dendam kesumat. Kejie might play this style with more authority, talent and song writing skill than most, this not only Slam Fucking Death type, and it offers few compromises. kalo yang satu ini AKHERON asli Tangerang, ya memang nama Akheron sendiri sudah banyak dipakai oleh banyak band diseantero jagad ini. mengusung warna Black Metal yang masih angker dengan warna khas-nya New Behemoth, Dark Funeral hingga Dimmu Borgir, menjeritkan " Tahta Darah Kuasa " dari materi Promo 2017. ada KETOPRAK dengan " Kubu ", nama yang unik disematkan untuk sebuah band dengan Genre Brutal Death Metal, sepertinya tidak memiliki Opsi lainnya, meski bebas sih ga ada aturan bakunya, padahal Komposisi musikal nya mengingatkan banget Gw dengan in the vein Nembrionic dan Cannibal Corpse, aduh sayang banget jika Imej brand yang disematkan malah terkesan engga serius seperti ini, As you can read, the cyber swiftness encompasses many a track, comparable to a less precise Seance with a lighter guitar tone coupled with Cannibal Corpse intensity as most songs linger, wtf, karya mereka tetap buas menggilas ! Atmosfir kembali mencair sejenak dengan penampilan band Gothic/Black Metal SEVEN HELL dengan " Keabadian " nya, Tradisi Harmoni Pentatonik-nya kental banget elemen etnis tradisional, namun sayang bagi Gw, lagi (lagi) Karakter vokal-nya masih kurang menantang dan menggelitik. memecahkan kesunyian selanjutnya adalah HUMAN REMIND, Grindingcore asal Cikampek dengan " Human Stigma ", ga sampe 2 menit bagi mereka untuk meremuk redamkan Moshpit dengan gempuran barbar. admittedly pretty stunning when examined, but after a while it just becomes a slurry of blasting like most other grind drumming. It's slightly spicier and has a bit more variation, but still has the same trappings of the genre at the end of the day. " Konflik Vertical " Milik band Death Metal asli Brebes, Jawa Tengah, NECROLOGY masih menjadi Invasi Distorsi yang terus mengoyak gendang telinga dengan Aransemen yang Catchy dan lebih mudah dicerna tanpa Skill yang Memberatkan Pikiran. The Raw Quality and Morbid atmosphere that this band Creates is Definitely a Collective Effort, So jangan banyak berharap akan Ketukan Blastbeat Rapat untuk Mendominasi Aransemen musikal Necrology. though with less frequency and greater Subtlety than the 2 Aforementioned DM bands early 90s Offerings ! mencekam kembali suasananya oleh debut Black Metal asal Jakarta, SHELOAM dengan " Destroy Devender Ov God ", BM Attack with Melodic Element, seperti perpaduan chaotic antara Riffing Dissection dengan gayanya Naglfar.Essentially mixing early In Flames instrumentation with a BM edge stay with Harsh, piercing shrieks floating above raw yet melodic instrumentation. masih dari Jakarta, INSTRUCTION KILLER masih menebarkan Epidemi Keputusasaanya yang dicomot dari materi Promo 2015 " Propaganda Sesat " via Grind Life Records, karakter Death/Grind Sound-nya rada berbeda dengan kebanyakan band lainnya, tegas, buas dan meranggas ! sementara dari Kolaka, Sulawesi Tenggara mengirimkan perwakilannya, PARAKANG, dengan warna Black/Death Metalnya menjeritkan kegelapan malam dalam track " Kekal Bersama Dosa ". hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk MOREGARLIC dengan " After Kid Sleep Grindkore " menyelesaikan ritual liarnya. It's an Experience. It's a Bludgeoning phase shift that can, through pure sonic whiteout, force your brain into an altered, if not exactly heightened state of perception and Conventional notions of good or bad are completely Inapplicable to Moregarlic Idiosyncratic Grinding assault. As I say, if you want some Fast, Catchy, Humorious, Hazard Grindcore check this out, Really fast Grindcore with goregrind element seriously Disturbed, and Equally come with Attacked funny lyrics, you have more nightmare everyday, Grind on MOREGARLIC ! balik mengacak-acak lagi lewat distorsi berisik. Mengusung warna yang Moregarlic yakini sebagai mix Grind and gore style, yaa ... beberapa sentuhan Kental acak dan Khas ala Goregrind, Crossover, Punk hingga Thrashcore mengalir kuat disetiap aransemen yang termuntahkan trio Bizzare dari Tangerang pimpinan Juragan Bawang Cece aka " CXCX ". coba mengingatkan kita dengan nama Sete Star Sept, meski Moregarlic masih tampil teratur dengan setiap harmoniasi. tanpa distorsi kontraktif dari yang namanya Instrumen Gitar, karena band ini memang hanya menggunakan Piranti Bass dengan Modul Effect aja. konseptual seperti ini tetap jadi sajian menggerinda lewat distorsi super berisik. menyudahi Setlist durasi pamungkas sejam lebih, dari Cilacap giliran membabi buta adalah DEMOCRAZY memuntahkan amarah dan ketidak puasan terhadap apa yang merka rasakan, " Indonesia Belum Pernah Merdeka ", karakter riff-nya memang serba cepat pembawaannya, sehingga Tempo lainnya mengikutinya, sound yang masih terdengar raw dan tajam, beberapa kali membuyarkan konsentrasi, bagus sih komposisinya, cuman mesti dimatangkan kembali untuk mendapat esensi lebih yang menggayang, Extremely fast, and, but of course, BDM. It only slows down Occasionally, it never lets up, and it Expresses a definite preoccupation for Bludgeoning the listener with a folding chair !!!

Sebagai Media berpromosi secara kolektif, peranan Album Kompilasi memang menyimpan kekuatan Besar yang akan bersinar pada suatu hari nanti ketika publik akan lebih mengenal sebuah eksistensi. ini memang sebuah permulaan untuk kedepannya mendapat dukungan dari fans hingar bingar musik. mengenal, menghafal dan mencatat dalam catatan pribadi sebagai bentuk referensi. secara keseluruhan kemasan materi Kompilasi yang udah mencapai jilid # 5 ini adalah sebuah Idealisme kuat dalam bertahan dalam era kompetitif, diproduksi secara lebih baik dalam cakram dokumentasi. ada kelebihan so pastinya ada kekurangan, ya sayang Kompilasi ini harus memperhitungkan durasi Cakram yang ga bisa lebih banyak selama lebih sejam, sehingga harus memangkas lagu yang berdurasi mendekati 3 menit, sehingga terkadang pendengar belum merasakan klimaks harus terhenti mendadak, sementara Komposisi lagu belum selesai mengantarkan proses ejakulasi. patut diapresiasi Proyek bermanfaat seperti ini kembali melanjutkan jilid selanjutnya, dan selalu kita tunggu.


REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !