Pure Wrath - Sempiternal Wisdom CD 2018

































Pure Wrath - Sempiternal Wisdom
Hitam Kelam Records CD 2018

01 Homeland 10:12    
02 Warrior's Path 08:00    
03 Grief of Our Father 08:51    
04 Lautan Darah 06:44    
05 Elegy to Solitude 07:38    
06 Departure 11:19    
07 Farewell (Saor Cover) 08:47

Januaryo Hardy - Everything

The General sense of Cohesiveness found throughout the whole album is Great Magnetic to every asset "Sempiternal Wisdom" has to offer. Kreatifitas cerdas kedua dengan sajian Epik nan sensasional telah merangkak melalui setiap aspek dari kisah leluhur Nusantara teringat menyenangkan untuk dapat disaksikan lagi Dominasi Jati diri dalam kemasan Indah tanpa banyak mengubah hingga pada akhir musik. and the amount of care and emotion poured upon the opus is certainly a feat worth experiencing, and it doesn't hurt that the overall package has the riffs and formulas to feasibly Represent the lavish landscape captured by the album conception. mencoba lebih berdamai dengan hati, materi ke-2 ini telah menunjukkan kematangan secara emosional, dari mulai penulisan Melodi, harmoni, fill, mood hingga attitude tanpa melepas lebih banyak karakteristik konsep musik sejak materi awal. tetap menggunakan tempo variatif dari lambat, sedang hingga cepat dan sentuhan halus synthesizer, menciptakan partisi musik yang unik dan menarik dipadukan lagi dengan atmosfer dan musik yang dingin mencekam nurani. elemen agresif dari konsep agak berbeda dengan apa yang dengarkan hari ini adalah pendekatan yang mungkin lebih tradisional lagi sebagai sebuah Trademark yang dapat membedakan agresi dan rawness materi serta memberikan layer tambahan kompleksitas hingga greget megah dan mencekam meski membuat beberapa yang kita dengarkan masih membawa kemiripan satu sama lain, but trust me, Materi kali ini akan lebih menggampar lagi esensialnya. and I still this is definitely a more Straightforward Atmospheric Black metal Retrospect ! Ide-ide segar tetap jadi luapan tanpa kendali ketika seorang Rio hinggap dan larut dalam alunan persepsi. ketika wabah Intoleransi hari ini menjadi sangat mengganggu dalam pandangannya, Rio coba menulis kecintaan terhadap para leluhur yang telah memperjuangkan dan mempertahankan nilai toleransi dalam suku dan budaya tanah air tercinta, meskipun darah serta nyawa yang menjadi taruhannya. potret peradaban bangsa yang perlahan tergerus dalam Kontaminasi destruksi gesekan keras budaya luar, " Sempiternal Wisdom " sebuah ungkapan penuh harap berbicara penuh harap dalam sayatan distorsi musik. Only once they would to step away from the ideas of what BM is and go a completely different way is when the journey truly begins and still in heavy rotation has claimed the thrones of Atmospheric Black Metal within a short years time.

Debut album dalam genre metal memang selalu keren, bahkan (terutama) Jika kita mendengarkan secara retrospeksi band yang sudah kita pilih, maksud Gw, bagaimana sebuah band metal dimulai? Biasanya Band yang terlalu bersemangat ingin membuat cindera karya mereka di scene metal, melepaskan setiap ide musik yang bagus yang pernah mereka miliki sejak masa pubertas di studio, dan pada hasil akhirnya adalah sesuatu yang pasti berhubungan dengan band-band yang mereka sukai tetapi masih sekuat tenaga bisa mempertahankan tingkat individualitas yang adil. meskipun otak Rio sudah terbebani dengan banyak proyek dan genre berbeda, baginya tetap mengalir dengan apa yang merasuk pikiran dan segera lakukan. Well, Gw mulai aja dengan Track opening " Homeland ", sentuhan Piano menciptakan kemegahan kecil dipart pertama, rasanya cukup menjadi Hymne rasa cinta tanah air makin berkobar, apalagi Instrumen musik full mulai menjadi satu. sebuah permulaan megah dan bikin merinding aja tetap sukses jadi sophomore opening. penyajian harmoni yang kemudian menjadi pemilihan warna yang lebih disederhanakan lagi lewat part-part catchy, sehingga kita hanya cukup terdiam menghayati alunan gelap yang jadi bahasa nurani. meski digeber dengan komposisi distortif dan cepat, apa yang disampaikan PW tetap nyampe kedalam otak kita. ada banyak instrumen yang dipadukan disini demi menjaga karakter folky nya. It's an interesting glimpse into where they originate from : it gives you some context and kind of provides a starting point, and without having heard this I don't think you can fully understand the essence of this materials. Gw masih merasakan perpaduan gaya bermain antara Summoning, Winterfylleth, Panopticon hingga Drudkh. meskipun PW masih belum banyak mengusung tradisi folk harmoni asli tanah air, setidaknya penulisan lirik lagunya masih sanggup menjadi epic seperti seorang patriot. persis jadi nyawa kuat untuk track berikutnya " Warrior's Path ", PW makin memanjakan lewat esenis teatrikal bermusiknya, dan sangat berharap inilah konsep yang akan bagian sangat erat secara pribadi dan akan berkelanjutan di karya Pure Wrath mendatang. penulisan Harmoni disetiap part-nya seperti banyak melekatkan semangat baru, tidak terkesan dipaksakan dan mengalir begitu saja dalam emosional, namun lebih coba berdamai kembali antara moody dan Attitude saat tekanan otak harus dihadapkan dengan bahasa ego. beberapa kali terus bergumul dengan tensi dinamis, PW masih ingin bercerita hanya dalam musik dan bagaimana keseluruhan esensi ini bisa kita cerna lebih mendalam. " Grief of Our Father ", melaju tanpa henti sebagaimana respon jiwa ketika meronta dan terbakar dengan layaknya kebencian, meski Gw ga terlalu detil sih mencerna setiap lirik yang disiratkan, hanya bahasa melodi dan Harmoni masih memiliki ikatan bathin sejak mendengar track awal. Mungkin Gw tau beberapa keluhan aneh tentang sebuah album Black metal secara mendasar, selalu gelisah dan seringnya terjadi uptempo dari tempo drum tidak benar-benar membiarkan elemen melodi dapat bernafas lega. mengukir perjalanan musik bagi Gw adalah untuk mengambil celah tertentu, tetapi usaha yang sebenarnya di jalan terdengar begitu tegang dan terburu-buru tidak dapat membenamkan diri dalam segala hal. mungkin yang menjadi titik fokus dari materi kali ini adalah kekuatan riff yang membuat atmosfir epik, meskipun sebagai hasil dari tune gitar dan presentasi sound masih bersahabat di telinga mengarah jadi sebuah kebanggaan. penyajian instrumen yang lebih dinamis makin membuat nyawa teatrikal-nya hidup kembali dan menari dalam dimensi otak. kemudian 1 lagu berbahasa Indonesia " Lautan Darah " menjadi lagu pertama bagi PW yang dapat kita harap kedepannya akan bisa kita temui lebih banyak lagi, terus menyambung dengan untaian hitam perjalanan delusi hati diantara dinginnya malam dan jiwa yang marah. sentuhan Piano di track ini coba mengacaukan labirin dalam pekatnya kabut tebal menyambut purnama. aransemen komposisinya menurut Gw masih menjadi konseptual perpanjangan materi " Ascetic Eventide ", meski rasanya telah disederhanakan lagi dengan lebih banyak menambahkan sentuhan yang tidak kalian temukan sebelumnya, bukan kejutan sih, tapi cukuplah menambah rasa kagum kalian dengan debut kreatif PW saat ini disini. penyajian tone generator synthesizer makin perfect dan megah jika kalian mendengarkannya dengan penghayatan dan konsentrasi penuh, karena Rio sendiri yang mengerjakan 95% materi-nya, jadi tau banget rasanya meletakkan ADSR secara tepat diantara Instrumen yang Doi ciptakan. menjelajahi dimensi kelam berikutnya, " Elegy to Solitude " lewat sentuhan Piano dan Harmoni-nya, Gw seperti mengingat lagi Karakteristik Dimmu Borgir yang melekat dari tahun ke tahun sebagai salah satu pengusungnya. tempo musik yang cepat terus jadi ancaman ketika medium part seperti coba keras menggiring menjadi 1 dan kemudian tempo cepat menjadi penjagalnya. and I know, considering it being a Black metal band and the songs themselves are each unique, creating a dark and gloomy Atmosphere ! tanpa terasa sudah menjelajahi Dimensi berikutnya, dan kita telah terjebak dalam buai hitam selama hampir sejam, Damn ! dan pada setlist pamungkas, sebuah Dedikasi dan apresiasi PW kepada band asal Glasgow, Scotland, UK, Saor, yang sosok mastermind Andy Marshall adalah salah satu musisi berpengaruh bagi musikalitas PW sendiri untuk merepresentasikan kembali lagu " Farewell " dari album terbaiknya " Aura ", berbeda dengan konsep aransemen musikal PW, Progresi Akordian yang menyamar sebagai riff, seperti mendengarkan Cascadian yang bertemu dengan Bergtatt yang kemudian dilarutkan ke level homeopati, walau tempo cepatnya masih begitu familiar bagi genre yang PW usung, Opening part track ini cukup bikin audience larut dalam moshpit area kayaknya. it’s like the Celtic instrumentation that is primarily dominant across the material along with chants and clean vocals. and The atmospheric BM elements running behind the dominant sound add a very powerful vibe to the Gigantic Harmony.

Dan pada akhirnya Sulit untuk mempertahankan identitas di dunia yang sama, di mana semua orang terlihat sama, terdengar sama, dan memiliki trik dan bakat yang sama. Atmospheric BM memang telah menarik movement-nya sejak era dipopulerkan oleh pendahulunya seperti Old Ulver atau Burzum. meskipun genre yang saat ini kembali sangat disukai, telah menjadi semakin usang dalam upayanya dapat melakukan hal yang sama untuk seribu album sekarang, over exposure-nya telah mempertahankan survivalitasnya, dan ini tidak akan pernah berakhir meski digilas peradaban lingkar musik, mereka bisa datang dan pergi seperti sebuah keinginan masing-masing orang. " Sempiternal Wisdom " meski bukan menjadi jawaban atas semua ini, musik tetap menjadi tujuan utama seseorang untuk terus menikmatinya. sebuah masterpiece yang Gw yakin segera menyusul sukses debut pertama, karena kita akan tau, saat pikiran berdamai dengan hati, sebuah kedewasaan secara emosional, dari mulai penulisan Melodi, harmoni, fill hingga attitude tanpa melepas lebih banyak karakteristik konsep musik PW adalah sebuah sinar terang dalam kegelapan. meski tidak banyak kejutan yang dihadirkan, secara keseluruhan materi " Sempiternal Wisdom " yang dikemas sangat apik versi pasaran lokal by Hitam Kelam Records, siap jadi The Most Wanted di penghujung tahun 2018 ! Throughout this album are presented with a Multitude of memorable passages, both heavy and lighter that will surprise most when they realise that this was all done by a single man. You will get plenty of different feelings from it to. At times you'll be prepared to take up arms against those who have desecrated all you stand for, other times, moments to reflect on loss and the beauty of it all. Whatever it is you find, I guarantee you will enjoy it if you are a fan of this type of metal and you can make highly accessible nature inspired metal without sacrificing the heart of the music. YOU MUST HAVE NOW !!!

CHECK OFFICIAL TRACK

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !