Cronicarium - Father, Son and Holydark CD 2018































Cronicarium - Father, Son and Holydark
Sadist Records CD 2018

01 Father, Son and Holydark 08:44    
02 Repentance 03:10    
03 Gloria 04:30    
04 Salvation 05:22    
05 Adoration 04:15    
06 Apologetik 04:37    
07 Yudas Iskariot 04:20    
08 Last Supper 05:27    
09 Father, Son and Holydark 02:28

Kurn Kurniawan - Vocal/Guitar
Megantara Sasi Kirana - Guitar
Pria - Bass
Drajat - Drums

Dari Gemolong, sebuah kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Welcome CRONICARIUM dalam belantara cadas metal tanah air yang makin lengkap sajiannya dari waktu ke waktu. menjadi metamorfosa dari band Metalcore sebelumnya yang bernama Kurn and the Darkside pada Desember 2011, telah melahirkan 2 album, kemudian tahun 2014 Perubahan mendasar terjadi termasuk berganti namanya menjadi Cronicarium dengan komposisi musik dan lirik lebih terkonsep untuk membawa pada suatu yang lebih sakral dan kelam. Surprise banget juga buat Gw sebagai Pemerhati sekaligus Penikmat Musik cadas ini makin banyak menghirup warna menyegarkan dari sub genre yang lahir seiring perkembangan musik paling enerjik di muka bumi (Baca : Metal !), jika Epidemi menghipnotis Death Metal hanya sebatas BDM, Slam, TDM audience kenal, mungkin warna Melodic Death Metal/MDM kurang diminati saat ini karena tingkat skill mumpuni jadi patokan serius musisinya, sehingga Movement Genre yang sukses dikenalkan oleh pendahulu mereka seperti In Flames, Dark tranquallity, Arch enemy, etc kurang memberi Greget dari musisi atas nama pasar. tapi jangan pesimis dan kuatir aja, Scene tanah air masih terus bergerak maju mengenalkan embrio embrio berbahayanya suatu hari nanti, dan hari ini Perkenalkan nama Cronicarium akan coba bikin perhitungan lewat debut album pertama sekaligus ke-3 sepanjang karir frontman Vocal/Guitar Kurn Kurniawan bertajuk " Father, Son and Holydark " via Sadist Records, almamater label yang pernah eksis di era 90-an dan bangkit kembali sejak tahun 2016. berangkat dari template konsep musik yang tidak melenceng jauh, Cronicarium lebih banyak memainkan Riff-riff melodis komplit dengan solo ciamik mendayu dayu jadi orkestra hidup di antara riffing death metal yang tegas tanpa memilih untuk banyak melepaskan serangan muram yang lebih suram dibandingkan dengan apa yang mereka rencanakan nanti. are just otherworldly with an Unbelievably Cool arrangement of Synth-laden beauty that most other bands of the genre can only dream of composing. Truly stunning ! Equally amazing are the guitars that find a superb balance between the Heavy melodic riffs, and believe me, there are a lot of them Epic Harmonized leads and the haunting ambiance of the clean picking bits. karakter Melodic Death Metal-nya memang lebih menonjolkan atmosfir musik suram dan hitam, serasa Gw sedang membayangkan konsep klasik Amorphis coba berinteraksi lebih mesra dengan Dark tranquallity. well, makin jadi penasaran kaya gimana sih Gw menggambarkan secara keluruhan materi " Father, Son and Holydark " yang menyita durasi waktu hampir 43 menit ini? Terlepas dari genre musik apa yang dapat kalian klaim untuk didengarkan, jika kalian menyebut diri kalian seorang pendengar yang berpikiran terbuka, kalian berhutang pada diri sendiri untuk mendengarkan album ini dengan cara apa pun yang paling mungkin. Give it a chance and be Hypnotized by all the sealed emotions contained in this album !

And one of the debut's Strongest points are the guitars, There's always something interesting happening. Ya sejak mendengarkan preview Teaser video-nya beberapa waktu sebelum jadwal rilis, Gw rasa Cronicarium bakalan serius memainkan warna melodius mencekam. Moody dan karakteristik aransemen tidak serta merta terasa menggebu-gebu seperti band sudah melahirkan 4 atau 5 album, masih menapaki pencarian jati diri ketika Kurn and the Darkside perlahan ber-tranformasi menjadi Cronicarium, sehingga ada pergeseran atmosfir yang bakal makin menantang seorang Kurn beranjak menjauh dari spirit awalnya. Gw seperti mencium kembali perpaduan warna Melodic Death Metal awal ala Dark tranquallity, Septic Flesh, Kalmah, Amorphis atau Arch Enemy. kita mulai dengan " Father, Son and Holydark ", track awal yang siap menyita hampir 9 menit dimulai dengan sebuah intro + Piano string hingga menit ke 2, setelah itu aransemen Gothic/Doom Metal menjadi Opening syahdu ga seperti kebanyakan band lain dengan gimmick menggebrak. ditambah dengan Vokal Choir, kalian pasti akan langsung bilang ini Band Gothic Metal, dan suasana mulai berubah pada menit ke-3, dimana sambutan Melodic Riff mulai terpancing emosi-nya. and always being highlighted at the right time, they create the darkest atmosphere. karakter vokal yang lebih bergaya Low Growl bukan Harsh seperti kebanyakan kita kenal, sehingga warna Amorphis lama jelas lebih terbaca pada track ini ditambah dengan warna symphonic lewat hadirnya elemen keyboard. seperti mendapat angin segar dan tempat lebih luas, Gitaris Megantara banyak sekali melempar solo-solo cantik melodius-nya, gw seperti merasakan sayatan tajam antara Dark tranquallity dan Kalmah, dan Atmosfir-nya lebih condong mengingatkan juga Gw dengan lagu-lagu klasik Septic Flesh. well kita lanjutkan dengan sajian yang telah melalui warming up, " Repentance ", sentuhan Death Metal soft yang tetap banyak dibalut dengan solo melodis, meski pada aransemen dasar untuk beberapa riff-nya Gw rasa lebih bergaya OSDM. sementara taburan solo Gitar menjadi pemanis lebih setiap pantikan api hitam yang Cronicarium pancarkan. untuk karakter Growl-nya Gw rasa masih belum menambah greget untuk konsep yang mereka usung, apa hanya karena sebab teknis aja bagi band? mengingat konsentrasi Kurn sendiri pada 2 instrumen, tapi menurut Gw pribadi, karakter-nya lebih Low dan Berat, Gw rasa bakal nambah poin plus berikutnya deh, but inilah Konsep Cronicarium ! the band tryin manufactured an identity Shrouded in folklore and atmosphere, appearing to paint a premonition of sorrow and perverse despair. everything about this record is so unique and dynamic that when it all comes together, it sounds like a vortex to some macabre otherworld. kemudian " Gloria ", makin memancarkan lebih warna Symphonic cepat pada beberapa part, dan gaya bernyanyinya sendiri mengingatkan dengan Fleshgod Apocalypse juga, kompleks lah sebenarnya untuk Gw deskripsikan struktur musikal Cronicarium memasuki track ke-3 ini. menekankan sentuhan-sentuhan dinamis dengan landas warna Death Metal Melodius, tidak ada istilah baku dalam berkarya sehingga band hanya tinggal mengembalikan kepada audience untuk menerima kembali feedback-nya. begitu juga pada lagu " Salvation ", Cronicarium menggunakan penampilan Vokal Tamu cewek dari Veronica Vela dan Cecilia Lisa untuk memback-up chorus part lagu. It's an material cloaked in Melancholic beauty Solo Guitar, churning deep with macabre Metallic and Doom riffs and a crestfallen atmosphere so penetrating that it breathes life into its own murky corridors. Almost nowhere to be found are the potent Symphonic elements, this is a pure ritual founded on the flesh and blood of Holydark. nah, beranjak ke lagu " Adoration ", Gw menemukan greget materi lawas In Flames era " The Jester Race " atau " Whoracle " dan Children Of Bodom pada beberapa beat riff yang sebelumnya masih sulit Gw temukan selain invasi intens solo solo melodius yang terlalu jauh lepas landas. track ini lebih menawar Rythym beat simple dari sebelumnya, sehingga Gw jamin kalian bakalan terhanyut dengan sentuhan catchy riff-nya, yeah I find nice song here ! As Considering the probably ridiculous amount of guitar tracks used, it’s incredible how well-balanced everything sounds, and that all details are easily discernible. " Apologetik " spirit-nya seperti Gw kembali mendengarkan materi Arch Enemy era " Burning Bridges " untuk beberapa Rythym Riffing-nya acak mengganas. sentuhan elemen keyboard menambah poin epic hampir semua lagu meski kehadirannya tidak terlalu memblocking area dominan, ditambah beberapa Hyper snare ditrack ini beberapa kali membuat kita terjaga lewat pukulan mantap drummer Drajat, dan lagi lagi Dominasi Solo Gitar ciamik mengambil peran signifikan tetap dalam attitude MDM. memutar kembali konsep seperti track track awal, " Yudas Iskariot ", seperti susunan layaknya liturgi dalam gereja, dimana tema tema pertobatan, persembahan hingga perjamuan terakhir telah disusun sedemikian rupa layaknya sedang mengikuti sebuah ekaristi, setlist album ini cukup berhasil memainkan Emosi pendengarnya bener bener klimak dengan sajian intens. The aforementioned Harmonies are almost Omnipresent, further thickening the six-stringed wall, as well as honeying/lubing the listener’s ear with Bittersweet overtones that clash and caress each other like two lovers Romeo and Juliet, Arrghhh !!! tetap menggilas keras dengan " Last Supper ", Cronicarium masih solid menawarkan komposisi melodis menantang serta mencoba untuk membawa pendengar larut dalam sebuah situasi sakral yang tetap kelam dan mematikan. dan mengenai lirik lagu yang tetap perlu digaris bawahi, jika Cronicarium bukan lah Kristian band, karena memang hanya kebetulan pada album ini tema lebih terdengar religius, meski tema religius dengan sudut pandang ajaran trinitas banyak Gw tangkap di lirik lagu, yups persis dugaan awal Gw membaca titel album hingga track-nya. mengakhiri Ritual terakhir, Gw sangat menikmati sekali kekuatan dasyat riff dan solo melodius untuk track penghabisan " Father, Son and Holydark ", yang selama 02:28 kita akan dibuat terhanyut jauh dalam buaian lembut komposisi Gitar yang memang sejak awal jadi Konsentrasi penuh Gw mendengarkan hampir keseluruhan materi, Konsep Skill bermain Dawai petik melodius Cerdas, Syalut !!!

To conclude, I did like the album a lot, but it's not perfect. Of course no album is, but this one feels a lot further away than some others. Ultimately some of the tracks do drag it down a bit, perhaps stopping me from giving it a cool score. meski hanya menangkap tidak secara keseluruhan poin paling menarik di " Father, Son and Holydark " sejauh ini Gw sangat menikmati untuk permainan Riff Melodis dan Solo-solo cantik bin nakal-nya, untuk konseptualnya sendiri menurut Gw pribadi lebih dinamis dan Dramatis mewakili secara emosional dalam penciptaannya, tapi Gw yakin pemanasan konsep hari ini akan mengantarkan Cronicarium menemukan ending yang sebenarnya, dan kita tunggu segera Ancaman serius dari mereka. pengemasan Produksi yang engga maen-main memang ditujukan hanya demi memanjakan fans musik cadas senantiasa berbangga mengoleksi-nya. It is an insane Gothenburg styled riff fest - a must for every Melodeath fan and even more so, for every Dark tranquallity, In Flames, Arch Enemy or maybe Old Amorphis fans. And definitely a fine album to get started with Melodic Death Metal sensibility, prepare to be completely overwhelmed by this records.

CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !