Belantara - Communion CD 2018
































Belantara - Communion
Lawless Record CD 2018

01 Belantara Kawanan 05:01    
02 Hollow Eyes 03:08    
03 Arkadoom 03:42    
04 Army of Two 04:03    
05 Nalam Rimba 03:17    
06 Hipstacy 06:07    
07 Communion 04:37    
08 Latar Kendali 03:59    
09 Holy River: The Bathyalpelagic 06:50

Septian Maulana - vocal
Renaldi Adri Rimbatara - guitars/vocal/percussion
Lyle - drum/vocal

Menyebut nama Belantara, mungkin sebagian mengingatkan kita dengan beberapa band dengan nama yang sama, namun tentu saja tidak untuk Band asal Kota Hujan Bogor ini, yang pada awalnya diketahui hanya jadi project dari para ex. member Band yang sudah kita kenal sebelumnya, seperti Straightout, Siksakubur, Antiseptic, dan juga Sickmath, yang kisahnya dimulai pada pertengahan tahun 2012 saat Gitaris Rimbatara bertemu dengan vocalis Septian, yang kebetulan pada saat itu sedang berlangsung tour Limabelas Melibas-nya 15 tahun Siksakubur, lahirlah sebuah konspirasi side project, yang pada saat band ini pertama di bentuk sempat melibatkan Drummer Adhitya Perkasa-nya Siksakubur dan gitaris Bimanjing-nya Rajasinga. namun setelah jalan bersama, Belantara harus menemukan kesulitan ketika harus membagi porsi waktu dengan 2 personil tersebut karena kesibukan mereka pada masing-masing band utama. lahirnya side project bisa jadi memang jadi pelarian seorang musisi ketika dihadapkan dengan namanya kejenuhan, meski itu sudah menjadi komitmen yang mereka bangun, karena angin segar sangat dibutuhkan ! dan membayangkan latar belakang genre yang mereka mainkan, bisa dibayangkan jika fans akan membangun sebuah persepsi seperti Belantara sendiri ingin membebaskan diri dalam bermusik, termasuk melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan dengan band-band sebelumnya. perpaduan konsep dasar Heavy metal dengan nuansa Rock yang Progresif, Riff-riff Sludge metal berat, Southern Metal dan juga sedikit sentuhan Atmosfir Black Metal nakal ikut jadi eksperimen tersendiri. well, kayaknya disini ini jadi bagian menarik bagi Fans musik cadas dengan letupan membabi buta untuk mengenal lebih jauh konsep seperti gimana mereka usung, yang jelas ini akan terus jadi warna baru ketika Edge cadas ga selamanya prioritas, karena masih tersaji komposisi menarik lainnya yang akan lebih coba segarkan otak saat mendengarkan materi penuh pertama " Communion ", akhirnya coba menyatukan semua komponen yang membuat album unik, menggugah, emosional dan tentang pandangan mereka soal ketidakseimbangan. Mulai dari ketidakseimbangan fungsi hubungan manusia dengan manusia, alam dengan perspektif spiritual, serta juga bagaimana menjadi manusia serta terkadang terkesan imersif. The combined elements brought together here contribute to a release that is as unique as it is passionate. It was the first album I ever bought by Belantara because even as a youngster I knew that it doesn't get much better than this. LET'S GO PARTY DARK ON !!!

Kemarahan yang terkemas di sini terasa elegan sehingga mustahil untuk menyampaikannya dengan pengerjaan produksi biasa, itulah sebabnya Sounding materi ini memiliki harmoni nada berderak seperti planet yang hanya mengitari segalanya. Ini seperti gergaji berukuran bus perlahan memotong bangunan di setengah atas ke bawah, and it's Awesome for first ! dan Gw ga ingin menjudge jika Belantara mengusung konsep baku selain tetap menitik beratkan pada formulasi Metal kental didalamnya, coz beberapa sentuhan di Blend jadi keunikan tersendiri saat mendengarkan track pertama " Belantara Kawanan ", komposisi Drum dan Riff seperti menjajaki langkah baru dan perlahan melepas bebas keinginan baru. gaya riff-nya memang beberapa kali cukup mengingatkan dengan materi lawas Corrosion of Conformity era " Deliverance " atau Down era " Down II: A Bustle in Your Hedgerow... " yang lick-lick nya lebih meliar dan padat merangkai Tune-tune jahat terdengar dengan sounding-nya, cukup Gw kembali merasakan aroma menusuk " Through Silver In Blood " nya Neurosis atau " Snakes for the Divine " nya High on Fire. that broodingly forebodes the Onslaught that is about to commence with Harmonizing guitar feedback, evil bass lines, spooky guitar melodies, bone Crushingly heavy guitar riffs, cool drumming and Militaristic marching snare. It's Heavy metal to fire off nukes and rockets to that leads. untuk vocal, karakter Septian memang tidak banyak berubah seperti yang kita kenal sebelumnya. seperti menemukan dunia barunya, Septian terasa makin Powerfully meraung bebas disini dengan lafal lirik jelas terdengar, meski dalam keadaan mabok sekalipun, kalian akan ber sing along mendengarkan provokasi Anthemic. Aransemen tegas dan tidak melepaskan kadar musikal cadas-nya, Gw yakin setiap ketukan Belantara siap membumi hanguskan Moshpit ! This is another one that took some time to grow on me, but what's really awesome about this piece is that it slows things down and Simultaneously keeps up the tension of the obsession. " Hollow Eyes " selanjutnya masih menggoyahkan terus adrenalin kita, sentuhan komposisi Heavy Metal padat dengan gaya riffing yang lebih Southern Metal banget, rasanya seperti mendengarkan Goyangan semakin nakal Corrosion of Conformity, Down, Neurosis hingga High on Fire, ga lupa sentuha Art Rock yang Progresif cukup menyanyat beberapa part, kerjasama mumpuni antara Drummer Lyle dan Gitaris Rimba emang jadi sensor motorik berat Belantara, sementara Raungan emosi total Septian jadi cambuk kendalinya. pola dinamis lagu " Hollow Eyes " emang bisa membawa hanyut sekaligus menenggelamkan argumen otak kanan dan kiri kita sekaligus dalam derai tetes peluh keringat, ditambah kemudian tensi adrenalin kita akan terus terbakar dengan Track " Arkadoom ", ketukan tempo Crossover/Hardcore/Punk rasanya sulit kita hindari lagi tendangan telak-nya. drummer Lyle ingin lebih mengeksplor lagi powerfull skill-nya disini, dukungan skilling aransemen-nya seperti makin memanas pada menit ini dengan meleburkan beberapa sentuhan variatif. Supplemented by a drumset that sounds like an Earthquake, the keyword for song sound is more "Crushing". As overused and discredited as that term is in the world of metal, there is truly no better way to describe the auditory assault on display. menyanyat selanjutnya adalah tempo " Army of Two ", Invasi Simply Southern Metal dengan raungan yang lebih nge-Death Metal cukup rasanya menggetarkan selalu lewat beberapa Anthemic party dimedium track. komposisinya selalu tampil dinamis lewat gerakan freestyle kompak, sehingga kita hanya cukup dibuat beberapa kali menebak-nebak bar berikutnya, namun jika sudah katam, silahkan langsung melemparkan diri kalian di lingkaran Mosphit. nah yang lebih makin terasa menggila lagi adalah Perform Drummer Adhitya Perkasa-nya Siksakubur didaulat untuk mengisi track lagu " Nalam Rimba ", seperti yang kita tau sentuhan Skill-nya cukup untuk membangunkan feel kita lewat ketukan sangat Ajib-nya, sehingga ga salah memang akhirnya Track ini jadi yang paling " Nge-Death " Metal lagi dari sebelumnya, That's probably due to the obvious Death Metal spectre that hovers over the music like the mother of all musical hangovers, Death Metal madly in an effort to lash out at anything that gets within reach. It would probably be an inescapably Nightmarish and Depressing listen if it wasn't just so Goddamn rocking. AWESOME !!! well selanjutnya untuk menurunkan tensi sejenak, track " Hipstacy " sebentar coba mengalunkan lepas gamang otak seperti saat Alkohol telah menguasai kendali. Dengan ratapan penuh putus asa dan putus asa yang hampir penuh perasaan mendalam penyampaiannya, Belantara coba memutar cerita tentang mati rasa dan ketidak adilan yang kejam dengan hasrat yang hampir tidak jelas. konteks komposisinya yang grungier, lebih santai, tapi Belantara malah memilih untuk tetap terjaga dengan kemarahan. " Communion ", adalah Freestyle Party Belantara meletakkan persepsi yang tetap kuat pada perpaduan mendasar, saat Eksploring lagu membiarkan mengalir begitu saja membakar perlahan tubuh kita. berpartisipasi selanjutnya adalah penampilan Bimanjing-nya Rajasinga untuk menguasai Instrumen Gitar ditrack " Latar Kendali ", kali ini agak kerasa beberapa Hardcore serta Grinding riff-nya merenggut beberapa lick dan membiarkan Drummer Adhitya Perkasa-nya Siksakubur tetap liar mengeksplor skill drumming ke-2-nya disini. inilah seperti yang Gw bilang sebelumnya, jika memang hampir keseluruhan materi " Communion " ini jadi Biggest Mix Style into one Metal perception, namun beruntung kecerdasan enjiner musikalitas tetap jadi kontrol terbaik, sehingga konsepsi " Communion " tidak bakal lari kemana-mana. showcased their full on transition from Southern to metal. It also serves as an interesting, thrashy missing link between the Crossover thrash of Animosity and the sludgy Stoner/Groove metal. It works extremely well, combining the core elements of Progresif Rock, Hardcore, Death, Sludge, Southern and Groove metal into a diverse, yet consistent record. selain melibatkan kolaborasi dengan 2 musisi, Belantara untuk track Closing setlist berdurasi hampir 7 menit " Holy River: The Bathyalpelagic ", menggandeng teman-teman dari Teater Lentera, Universitas Djuanda. polaroid nyata Belantara dalam harmonisasi terkemas makin komplit saat menikmati track ini, persis saat kalian sedang menikmati sunyinya hutan materi " Root " nya Sepultura. and compliment the song perfectly with Naturaly lyrics and a mixture of Gloomy and punchy riffs. This final full song, is a gloomy, bleak track that shows off the Doomy desperation of the album extremely well and clears the album for the finisher from which ends the album on a gloomy and skillful note.

Even at Heaviest this album still takes time to weave in some Catchier, Artly, Experiment, Dark, more user friendly moments. This is still a pretty accessible album, as is alot of In the name of METAL. dan pada akhirnya Gw hanya bisa menyimpulkan secara keseluruhan dari sudut pandang sendiri materi " Communion " ini adalah suntikan darah menyegarkan pada saat mood kita terlalu lelah dengan Stereotype. tanpa melepas ornamen kental gaya metal yang berat, Belantara menyajikan formula elegan untuk konsumen musik lintas genre sekalipun. Pengemasan yang sudah sangat jadi prioritas terbaik demi memanjakan fans, no comment lagi. konsep Kover Wahyu bebe memang punya kendali dan hipnotis ketika pemilihan warna menjadi poin daya tarik yang tidak terbantahkan untuk materi " Communion ". I like this Colour. 9 track yang hampir menyita durasi 50 menit, perlahan akan menjadi terapi sangat menyegarkan dan menyengat sekaligus menghempaskan, well... tunggu apa lagi untuk mendapatkan segera debut Masterpiece keren seperti ini? What ends up emerging is a Harder hitting and more interesting variation on the whole idea of Metal Orientation, a concept which was starting to pick up steam at this point and time.

CHECK " Communion " Official Video Clip

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !