Angel Of Death - Tribute to Big Four CD 2017

































Angel Of Death - Tribute to Big Four
Metal Militia 99 Production CD 2017

01 Death Rider (Anthrax cover)
02 Discipline (Slayer cover)
03 Kill the King (Megadeth cover)
04 Repentless (Slayer cover)
05 Soldier of Metal (Anthrax cover)
06 Sudden Death (Megadeth cover)
07 The Unforgiven (Metallica cover)
08 Wherever I May Roam (Metallica cover)

Faizal - Vocal
Okky - Guitar
Denny - Bass
Adji - Drum

" The Big Four " is a name given to a group of four of the most popular and influential thrash metal groups, all of whom started in the USA in the 1980's: Metallica, Megadeth, Anthrax, and Slayer. Between them, they have sold about 200 million albums worldwide, a true juggernaut. For many mainstream listeners, Thrash metal performed by one of these groups is likely their first exposure to heavy metal of any kind. They are considered leading lights of the genre for a reason. Menyakini hingga detik ini, Pioner Thrash Metal genre Dunia masih menyebutkan 4 Besar nama terbaik sebagai The Big Four (Anthrax, Megadeth, Metallica, dan Slayer) yang secara bersama-sama dan mempulerkan genre ini pada awal tahun 1980-an. karya-karya mereka memang sudah tidak terhitung telah menjadi bagian dari Sejarah menjangkitnya epidemi Thrash metal menjadi fenomena yang begitu luar biasa sepanjang masa, dan pertanyaan sederhana-nya adalah, Siapa sih yang ga pada kenal 4 nama legendaris tersebut? seperti banyak anggapan umum, buat apa kalian maen/dengerin musik cadas kalo sampai tidak mengenal 4 band besar ini, la terus emang harus tau ya??? HARUS !!!!. karena banyak sekali Dedikasi penghormatan kemudian telah dirilis oleh Generasi penerus mereka dalam sebuah rilisan tribute karena pengaruh epik terbesar musikalnya, jikalau disebutkan jelas tidak akan cukup Gw untuk lebih panjang membahas-nya. dan kali ini Spesial banget Gw bakal Ulas album Tribute to Big Four yang excited banget di Muntahkan oleh Sukabumi Progressive Death/Black Metal Outfit ANGEL OF DEATH (AOD) via Metal Militia 99 Production. tentu persiapan yang serius dan matang sudah dipersiapkan jauh hari bahkan ketika sang Founder Faizal sempat Intermezzo dengan Gw sendiri sebelumnya tentang planning perilisan materi ini hingga terealisasi sekarang, Gw jamin ini bakal jadi Surprise keren yang Megah bagi Orkes Barbar pimpinan Om Faizal. melihat dari Artwork Cover hasil coretan pelukis Familiar di Scene Metal Nasional dan Internasional, Om Timbvll, kalian pasti mudah mendefinisikan sendiri konsep keseluruhan Album ini memang asli didedikasikan penuh untuk The Big Four banget, mulai dari penampilan Ikon khas 4 band yang sudah Memorable untuk Fans ingat tentunya, dipastikan ini menjadi ornamen yang menarik saat mengoleksi-nya. Meski Gw pada awalnya tidak memperoleh Bocoran secara keseluruhan materi, akhirnya rasa Penasaran Gw terbayar dengan menuliskan materi ini yang memuat total 8 track dari 4 Band Leluhur metal paling disegani seantero jagad. In Alphabetical order, Anthrax, Megadeth, Metallica and Slayer were the most popular bands of mid-1980s thrash-metal. Some would prefer a Big Five, and include Testament or Exodus.) Thrash was a powerful mutt, it ran at Hardcore punk speeds and wedged Hyper Articulate firebomb guitar solos into small spaces.

Masih menjadi Representasi bentuk makin menyegarkan " Death Rider " dan " Soldier of Metal " nya ANTHRAX, track yang sudah dimunculkan oleh Thrasher jawara asli Yonkers, New York sejak tahun 1981 lewat debut full album pertama " Fistful of Metal " tahun 1984 via Megaforce Records, yang sampai hari ini sudah tidak terhitung telah berapa ratus juta menginfeksi generasi Thrash Metal. Debut pertama yang mengembalikan New York City ke dalam peta musik Metal, adalah apresiasi terhadap merebaknya musik hip-hop dan hardcore New York yang asli, Anthrax segera menjadi entitasnya sendiri dalam bagian yang sangat banyak dari konsep thrash metal, tapi juga bagian dari hal lain, terutama ketika tahun 80an berakhir.. masih menampilkan vocalis pertama Anthrax, Neil Turbin yang disebut lebih power metal karakternya serta Bassis Dan Lilker (kini di Brutal Truth), gaya Thrash Metal 80-an masih begitu liar menghajar komposisi-nya. dan kini ditangan AOD, " Death Rider " dan " Soldier of Metal " telah berubah menjadi makin megah lewat sentuhan Progresive/Death Metal berat mereka tanpa banyak merubah beberapa fill asli-nya. kalian bisa dengarkan perpaduan Synthesizer gelap dengan Permainan Atraktif Riffing seperti berhasil menciptakan kekuatan baru nan menyegarkan meski nuansa dan Karakteristik Track ini sendiri sudah hampir ditelan oleh masa. fairly Aggressive, Dark and Gloomy though very NWOBHM sounding, What little there is though rivals most of the riffs featured on other speed and thrash metal Material of the day. Bisa Jadi sekarang Scott Ian Cs akan lebih berkerut Merinding sekaligus lumayan pangling untuk mendengarkan versi barunya ini. selanjutnya selain memilih " Sudden Death " MEGADETH menjadi Pilihan AOD untuk direpresentasikan lagi dalam Style-nya, meski kurang mendapat alasan dipilihnya track ini, Gw sempat berfikir AOD akan mengobrak abrik materi awal era " Killing Is My Business... and Business Is Good! ", " Peace Sells... But Who's Buying? " atau " So Far, So Good... So What! ", namun akhirnya AOD tetap Menjatuhkan Pilihan dari materi Album tahun 2011 " Th1rt3en ". track yang banyak menghiasi permainan Solo Gitar Ciamik Chris Broderick ini (mungkin) menjadi salah satu dasar persepsi AOD tertantang sekali buat mengulik-nya. sejak dari Intro part awal, " Sudden Death " menawarkan Atmosfir yang terasa gelap mencekam, dengan polesan intens AOD, jadilah ini Most Powerfully track dah, kerenn !!! Meskipun lonjakan gerakan dalam paduan sound dapat menebus sepenuhnya; Mungkin Rythym Riffnya lebih terdengar sederhana yang kadang konyol bagi seorang Dave Mustaine yang kini berusia 50 Tahunan untuk dapat menyanyikannya secara Powerfull. dengan sentuhan AOD, " Sudden Death " memang berubah nuansanya menjadi lebih Gelap dan mencekam dari berbagai Lick dan Bar. AOD juga merepresentasikan track kebanggaan Megadeth " Kill the King " dari Album kompilasi " Capitol Punishment " yang berasal dari prokem kalimat " Capital Punishment " karena ini mengacu pada fakta bahwa ada sebuah materi album tersisa dalam kontrak kerjanya Megadeth untuk dirilis via Capitol Records sebelum mereka hengkang dari major label yang membesarkan namanya sejak merilis materi " Rust in Peace hingga album kompilasi " Capitol Punishment: The Megadeth Years ". Jadi memang Capitol Records merilis kompilasi ini, termasuk menyertakan lagu rekaman baru " Kill the King" dan "Dread and the Fugitive Mind ", jika kita mendengarkan jauh aransemennya track " Kill the King " ini, Gw rasanya masih memorable dengan riff part " Firestorm " nya Earth Crisis tahun 1993. SLAYER, tetap jadi Icon monster berpengaruh bagi genre Death Metal hingga hari ini, juga menjadi Groundbreaking AOD rasanya terlalu sulit dilepaskan melupakan sihir sadis mereka sejak " Show No Mercy " mulai menjadi menjajah pikiran. meski diluar dugaan sih kalo AOD bakalan memilih materi-materi legendaris mereka era " Reign in Blood, South of Heaven atau Seasons in the Abyss ", mungkin AOD ingin memberikan nuansa yang berbeda dan menyegarkan dengan mencomot aransemen fresh Slayer dari materi kontroversial " God Hates Us All " yang pilihannya adalah track " Discipline ", tidak se menggebu-gebu dari versi aslinya, AOD mengkomposisi-nya bahkan menjadi terdengar makin epic masih dengan sentuhan nuansa Orchestral komplit dengan ketukan Hypersnare, so dapat kalian imajinasikan sendiri kreatifitas kemasan Prog Art-nya sekarang seperti gimana, makin berat dan Menendang pantat banget lewat Sound mantap, Solo-solo Kerry King dilahap habis jadi lebih melodius sentuhan ulangnya. the music that made them great and Simultaneously the music that they made great, the dudes meander between some old school riffs, then modern tones and annoying breaks that kill the Atmosphere, the power and the coherence of the song. sama halnya dengan aransemen ulang lagu " Repentless ", more Melodic, Fast and Aggressive ! Of course, everybody has the right to modify the style of his music. Yet it is always an advantage to change your mindset on a step by step basis. But AOD, slightly megalomaniac, do not respect the basics. They behave like a little defiant child who leaves home without knowing what comes next ! penyajian partisi memang membuktikan sekali lagi Band pimpinan Om Faizal ini asli ga maen-maen kalo udah membahas kualitas dan talenta. jika kita mendengarkan progres signifikan Slayer hari ini memang tak terlepaskan dari hal-hal positif ini, tentang banyak riff yang dikeluarkan sebagian besar tidak terdengar Kaku atau sekedar dibuat-buat, Slayer kali ini memang hadir eksperimen yang menakutkan. solo-solo Kerry king juga lebih terdengar sangar pasca dirinya harus menjadi Garda terdepan setelah tanpa kehadiran Alm. Jeff Hanneman. dan Big Four ke-4 adalah METALLICA ! siapapun pasti tidak bakal melupakan sosok monster Thrash metal paling disegani seantero jagad dari bermacam genre skalipun. bisa jadi 4 album pertama dan Fenomenal Metallica (Kill 'Em All, Ride the Lightning, Master of Puppets dan ...and Justice for All) paling sering disebut dalam banyak Dedikasi, tidak membuat AOD mengikuti jejak yang sudah mainstream bagi mereka. justru AOD tertarik untuk mengulik materi Album ke-5 " Metallica " A.k.a. " Black Album ". dengan cover album sederhana dengan Alasan agar orang hanya lebih mendengarkan musik tanpa memeriksa simbolisme apa yang ada di balik Cover album. Metallica hanya ingin orang menghargai musiknya, bukan isi CD nya. seperti banyak diketahui Album ini memperkenalkan perubahan signifikan pada sound Metallica sejak 4 album sebelumnya, telah banyak kehilangan sebagian besar elemen kental Thrash Metal mengganti struktur komplek-nya dengan pendekatan yang lebih efisien dan mudah diakses bagi penikmat musik lintas Genre, meski sempat parah-nya, Fans Metallica sendiri menganggap " Black Album " ini adalah " Penghianatan " Metallica terhadap fans. jika Metallica telah menyelesaikan Trilogi lagu " The Unforgiven ", AOD coba membuatkannya untuk bagian ke-4 nya mungkin hehehe, Yups, perpaduan Dinamis mengerikan " The Unforgiven " menjadi kejutan menyegarkan ala AOD, dan kalian bisa ber sing along masih pada part Refrain-nya. If Metallica reduce the speed of their riffs, and to drop all of the Ridiculously long, and poorly constructed song structures of the previous album. Now, this Stylistic change was more of a requirement, rather than some contrived " sell out " moment. Metallica never went into the studio to record an album which they thought would go Stratospheric, but not for AOD who still wants to Burning the Metalhead with their style ! Aransemen yang ga terfikirkan mungkin bagi James Hetfield ketika mendengarkannya. masih dari materi album yang sama, AOD juga ga bakalan bisa move on dengan karakteristik lagu " Wherever I May Roam " untuk dibikin lebih Epic dan Horror, Damn !!! sentuhan Progressive art plus ledakan Hyperblast seakan tidak berhenti mencekam meski permainan Solo Riff melodis masih menjadi penawarnya, Komposisi yang AOD suguhkan asli mengerikan ! Yeah, This Enthusiastic about Committing to more anything !

Though the Great sound is fairly uniform throughout the material, there is more variety in the songwriting to appeal to different style and different moods. well seperti biasa shock therapy keren seperti ini harus lebih banyak dimiliki oleh seniman metal tanah air sebagai salah satu pembuktian Musisi Metal memiliki Skill yang jangan sampai dianggap remeh ! tetap perkasa memancing Adrenaline kalian untuk mencoba sendiri kemasan keseluruhannya yang tersajikan Top Notch, Gw tetap yakinkan rilisan ini sangat direkomendasikan banget untuk kalian yang sudah Katam dengan materi-materi The Big Four, siap ga siap, terimalah invasi kejayaan era sangat menantang dari dari Sukabumi Progressive Death/Black Metal Outfit ANGEL OF DEATH ! Remember, The great Big Four endlessly broke ground with its Absolutely Gargantuan early material from a Progenitor of Thrash Metal now into The Progressive and intensity of Inferi really shows through with mind splitting epic solos, intensely solid Blasts, Atmospheric insane and Ridiculously Melodic phrases Extremely consistent quality of riffing across all the heavier songs, cause On paper, the band sounds like they would be rather cool, but they just don't branch out and explore all that they so clearly can ! YOU MUST HAVE IT NOW !!!










CHECK OFFICIAL VIDEO TEASER

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !