Lentera - Light of the Universe CD 2015



























Lentera - Light of the Universe
Interlude Records CD 2015

01 Interlude - Sanggramawijaya 02:08    
02 Mouth of Fire 04:42    
03 Cinta Biru 05:17    
04 Interlude - Parameswari 02:21    
05 Dewi Impian 06:06    
06 Kutunggu Disini 04:54    
07 Cermin Kegelapan 06:06    
08 Interlude - Prajadna Paramitha 02:41    
09 Bidadari Malam 04:18    
10 Interlude - Dewatanawasanga 01:31    
11 Hingga Akhir Zaman 06:39

Huzny Mckinley - Vocals
R. TP Wijoyo - Guitars
Imam Malvian - Bass
Dinno Alexia - Drums

Surabaya yang diera akhir 80-an menjelang 90-an memang pernah menjadi Barometer perkembangan Genre Heavy/Power/Speed Metal-nya Indonesia. dan Masuknya musik metal ke Indonesia tidak bisa terlepas dari hasil evolusi band-band beraliran rock pendahulu di era 70-an, seperti God Bless, Super Kid, AKA/SAS, Rawa Rontek, El Pamas, Power Metal dan lainnya. begitu banyaknya band rock yang berkembang pada saat itu, memang sudah pantas untuk kemudian band-band tersebut memiliki wadah untuk dapat mengekspresikan karya-karyanya Sehingga muncul seorang pengusaha yang menamakan dirinya LogZhelebour yang respek dan bersedia atau bisa di bilang sangat nekat untuk bisa memayungi serta menyediakan wadah bagi musisi musik Rock pada saat itu membuat terobosan baru dengan menyelenggarakan festival musik Rock pertama di Indonesia tepatnya di kota Surabaya yang di sponsori oleh salah satu perusahaan rokok besar pada saat itu. yang semenjak itulah, banyak bermunculan media massa yang beranggapan bahwa Surabaya adalah barometer atau sumber pertama sejarah musik metal masuk ke Indonesia. hal ini banyak sekali dibuktikan dengan munculnya banyak band yang mengalami demam heavy dan trash metal sebagai Evolusi selanjutnya. akan sangat panjang jika Gw menjabarkannya disini, karena pada dasarnya gw akan menulis tentang Karya perdana Speed/Power Metal yang juga asal Surabaya bentukan sejak tahun 2002 telah sering mengalami pergantian nama sebelum resmi akhirnya pada tahun 2007 mengukuhkan eksistensinya dengan nama LENTERA ! (dan ini bukan Lentera Band Rock era 90-an yang Meng-cover ulang " Nonton Bioskop-nya Alm. Benyamin. S dilabum Kompilasi " Rock Mega Hits Produksi Billboard Indonesia loh :) karena Lentera asal Surabaya ini akan lebih membakar Pesona-nya dengan menggeber warna Speed/Power Metal lebih cepat lagi mengingatkan gw dengan era Ke-emasan European Power Metal dari Helloween dipadukan New Wave-nya Stratovarious, Insania, Ultimatium hingga Cellador. a Slightly more Experimental, Slightly Downtempo, and Considerably more enjoyable version with Fire-spitting Guitar riffs, the Galloping drum lines, and the Furious Melodies. dan " Light of the Universe " menjadi Pembuktian Keseriusan pertama Band sejak menggunakan Panji Lentera tahun 2010 secara Independen. membawa basic dari Proyek band sebelumnya, bagi mereka tidak menjadi kendala memang mewujudkan Obsesi digenre ini ketika Band lain sibuk mengulik skema bermusik cadas lainnya. mungkin kurang publikasi diantara gerusan hebat Booming Genre lain, materi ini hampir tidak terdengar gaung-nya, namun beruntung kemudian Interlude Records merilis-nya kembali setelah melalui Proses Mastering ulang, masih melekat kuat Etos " Mau Keluar dari Jalur aman atau Berada dalam Keseragaman ", Interlude Records hadir menambah marak perkembangan Musik di Jalur Indie dengan pengemasan yang profesional, ketika Genre Ekstrim lain masih menjadi Primadona.

Mungkin Track seperti " Mouth Of Fire " dan " Dewi Impian " sudah Gw dengerin sebelumnya, sehingga Gw tidak terlalu kesulitan untuk menikmati dan Mendeskripsikan materi Full pertama Lentera yang dimulai oleh sebuah Interlude " Sanggramawijaya ", opening track yang kental bernuansa Melodius serta Kemasan Epic mempesona-nya. Balutan Layer musik yang lengkap dan tepat mampu membius seketika pendengarnya dengan permainan apik. interesting, and of course More Melodic with lots of awesome riffs. Instrumental track yang ga akan membuat kita beranjak sedetik-pun buat menikmati track berikutnya. " Mouth of Fire ", hampir memiliki Kesamaan Part awal yang mengingatkan Gw dengan " Gemuruh " nya Red Spider atau " Leaving All Behind " nya Cellador (karena masih Kompleks hampir terjadi untuk setiap Kesamaan Musik dimana saja .Ed) lumayan memecahkan suasana lagi dengan Tempo yang cepat dengan sound tajam seperti mengiris sekali distorsi-nya. Permainan Gitar Keren dari R. TP Wijoyo rasanya seperti paling menonjol diantara lainnya, melodies are like a Strong adhesive Blazing speeds Many of the songs Feature Great solo and Shredd sections Allowing the Guitar players to show off their Chops. permainan Drummer Dinno Alexia sayang bagi Gw terlalu Digital banget karakter-nya, sehingga Gw kurang merasakan Power sebenarnya, meski ketukan demi ketukan memberi sejuta kekuatan hidup dan Nyata bagi aransemen lagu yang terkemas bagus ini. lalu High Pitch Vocalis Huzny Mckinley tarikan Powerfully boleh juga di Oktaf tertinggi meski beberapa Pattern masih terdengar sempat Kedodoran Ritme-nya, karakternya sendiri lebih mengingatkan Gw dengan gayanya Michael Gremio-nya Cellador dan Tomi Viiltola-nya Ultimatium yang merupakan Konversi Karakter Tajam awal Michael Kiske. with a fist-Pumping Riff and a Chorus so Happy and Sweetened that you won't be able to Resist singing along, and they don't let up, with such Loyal and Luscious Impressions. Ya, rasanya pengen ikut sing along aja pada Chorus " Your Mouth is like on fire, Follow Spread of Thorn, Your Mouth is like on fire, Spread Of Slanders and Hatred " (meski lirik utama ditulis dalam bahasa Indonesia, namun Khusus Chorus menggunakan Bahasa Inggris .Ed). Next, " Cinta Biru " masih menyuguhkan Tempo musik yang Agresif lagi pembawaannya dan Permainan Melodius Riffing yang kian Menjadi-jadi membentuk Aransemen-nya tetap Bersahabat dengan Harmonisasi Match. Sesaat kemudian masih menampilkan Interlude sebagai Jeda-nya " Parameswari ", memberi kesempatan R. TP Wijoyo meniupkan sayatan Melodik-nya Instrumental. in Pseudo-Progressive Boredom, there is an Instrumental for a Big melodic power metal band in their style. selanjutnya juga udah ga Asing banget di kuping Gw, " Dewi Impian ", yang bagian Chorus-nya Memorable banget sampai hari ini " Bulan Bintang Menari, Seakan Mengikuti, Langkah derap sang Dewi, menghias Mimpi, Langitpun penuh Warna, Seakan Tiada Gundah, Jangan Sampai Berakhir, Mimpi Indah Semalam ", Raungan melengking Vocalis Huzny Mckinley seperti sangat Menikmati Mood Lagunya. sayang sayup Solo gitarnya terdengar tipis (hampir tenggelam) diantara Dominasi level Twin Pedal. Track balada yang sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi sambutan Opening Solo Melodius-nya ciamik banget ! tema tentang cinta memang bukan yang aneh untuk Genre ini, namun serta merta tidak membuat Band menjadi terdengar cengeng. rasanya seperti hidup kembali diera 90-an ketika mendengar Aransemen Typical seperti ini hehehe ... Menggelora kembali bagi Lentera untuk Menawarkan tempo yang cepat kembali meski tidak terlalu Meledak-ledak luapannya di " Cermin Kegelapan ", Still have the same Tendency to Focus their Energy on Catchy and Uplifting Choruses with much less care being Placed on the verses. Most of their songs have long Drawn out Guitar duel Passages with plenty of neo Classical Sweeping and Cycled sections of hyper Speed Melodic Shredding. Interlude kembali menjadi Selingan yang menawan " Prajadna Paramitha ", apalagi Aransemen Riffing solo-nya memang banyak memberi kesempatan R. TP Wijoyo Mengeksplor Jemari lincah-nya, meski kali ini bukan Instrumental Track, karena vocalis Huzny Mckinley turut menemani dengan Syair melankolis-nya. Kemudian " Bidadari Malam " kembali twin pedal mendominasi sound serta Tempo, sehingga rada terganggu Indera Gw ketika coba menikmati beberapa Solo cantik-nya. dan " Dewatanawasanga " menjadi Interlude terakhir masih menjadi Ruang Eksplorasi Sesi Gitar berlaga. dan pada menit ke 40, saat track perpisahan " Hingga Akhir Zaman " harus menyudahi full album perdana ini. have Accomplished something a good Deal more Ambitious, not to mention Faster and more Riff happy than Most in this Style.

All in all, Lentera is keep a good band that shows Nice promise. dari semua materi, aransemen sudah tertata sangat Rapi, meski masih terdengar beberapa Kekurangannya, apalagi Kualitas Recordingnya masih belum memunculkan Kelas sebenarnya band, kurang balance-nya antara level instrumen apalagi Sound Drum Editing yang " Digitalized " beberapa kali cukup mengganggu Konsentrasi. mungkin Versi Mastering ulang ini cukup memanjakan telinga, sayang beberapa Distorsi kurang teredam dengan maksimal. Ga bisa bayangkan mungkin jika nanti Lentera bakal lebih menemukan Konsep sound yang lebih " Natural ", dapat dipastikan ini akan menjadi sesuatu yang menampar Industri Musik Heavy/Power Metal tanah air. Memiliki Potensi yang bagus namun kurang terealisasi dengan materi tepat adalah Kendala yang Vital. Karena secara Keseluruhan Gw mampu menjagokan Aransemen lagu Lentera adalah Kategori yang bagus. Cause, Until then, well I'll take " Light of the Universe ". It's a Pretty Nice album, and I think most Heavy/Power metal fans who are looking for Something new can't find a better place to look for it then Lentera. Check these guys out, You won't Regret it.













CHECK VIDEO TEASER MADE By LICMEDIA

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !