Vulgar Mephitis - From Dust
Willowtip Records CD 2026
01. From Dust 01:40
02. Martyr 04:08
03. Exterminating Profane 02:21
04. Peer Into the Abyss 02:47
05. Scorn of My Flesh 03:10
06. Gorging Greed 03:29
07. To Dust 03:14
08. Wounds 05:19
Jacob Toy - Vocals
Dan Martin - Guitars
Jay Schweinberg - Bass
Nick Bentzel - Drums
Debut " From Dust " datang membawa resep yang sudah sangat dikenal: brutal death metal bertemu technical death metal, groove yang bengkok, blast beat secepat peluru, riff bergerigi, vokal seperti saluran pembuangan biologis, lalu semuanya dipadatkan sampai tidak ada oksigen tersisa. Pengaruh Unfathomable Ruination, Defeated Sanity dan Unbirth bukan sekadar terdengar mereka seperti duduk di ruang latihan dan ikut menentukan menu. Tetapi masalahnya sederhana: makanan ini enak. Hanya saja kita pernah memakannya dan Vulgar Mephitis memasaknya dengan sangat baik. Kekuatan pertama " From Dust " justru bukan kompleksitasnya. Disiplinnya. Hampir seluruh lagu berada di rentang dua hingga tiga setengah menit. Hanya pembuka dan penutup yang sedikit lebih panjang, sementara keseluruhan album menyelesaikan tugasnya dalam sekitar 26 menit bahkan lebih singkat jika intro instrumental dan outro tidak dihitung sebagai materi aktif. Ini bukan album yang duduk di depan cermin sambil bertanya bagaimana membuat death metal terdengar " Epik ". Vulgar Mephitis memilih menyerang, selesai, lalu menyerang lagi. " Exterminating Profane " langsung memahami prinsip tersebut. Riff bergerak seperti hewan yang baru dilepas dari kandang, tetapi tidak kehilangan struktur. Groove datang dari sudut yang tidak nyaman, lalu gitar memotongnya dengan tremolo, triplet dan chug yang terasa seperti gergaji mesin kehilangan kendali. Tidak ada ruang untuk intro tujuh menit yang hanya membuktikan bahwa band mampu menekan tombol reverb, Syukurlah. Kalau ada fondasi utama album ini, ia berada di gitar. Vulgar Mephitis memahami bahasa brutal tech-death modern: riff tidak berhenti berkembang. Satu motif belum selesai dicerna, motif berikutnya sudah menabraknya. Pengaruh Defeated Sanity terasa pada cara mereka menggeser meter dan membangun transisi tanpa memberi pendengar pijakan stabil. Pengaruh Unfathomable Ruination muncul dalam groove besar dan chugging yang memiliki massa. Sementara Unbirth terasa pada tekstur riff yang serrated triplet, quadruplet, pinch harmonic dan gerakan gitar yang terdengar seperti logam sedang dikikis dengan alat yang salah. Masalahnya justru karena mereka memahami ketiga bahasa itu terlalu baik. Pada " Peer into the Abyss ", " From Dust " dan " Wounds ", beberapa bagian terdengar bukan hanya terinspirasi oleh referensi tersebut, tetapi seperti jawaban yang terlalu mirip dengan soal yang sudah pernah diberikan band lain. Ini belum plagiarisme. Tetapi identitas yang belum selesai lahir. Ada perbedaan penting di antara keduanya.
Drum adalah salah satu senjata utama album. Nick Bentzel bermain seperti seseorang yang diberi perintah sederhana: jangan beri mereka waktu untuk bernapas. Cymbal work-nya liar tetapi terkontrol. Blast beat presisi. Groove menghantam tepat pada waktunya. Yang lebih penting, ia tidak sekadar mengisi ruang kosong dengan pukulan. Ia menciptakan momentum. " Martyr ", " Peer into the Abyss " dan " Gorging Greed " memperoleh skala lebih besar karena permainan perkusi tersebut. Lagu-lagu yang secara komposisi sebenarnya sudah sangat padat menjadi terasa lebih berbahaya karena drum terus mendorongnya ke depan dan di sinilah Vulgar Mephitis berhasil melakukan sesuatu yang sering gagal dilakukan band TDM: teknik mereka masih terasa seperti kekerasan. Bukan pekerjaan kantor. Bukan demonstrasi ujian masuk konservatorium. Kekacauan itu terdengar seperti hampir keluar jalur. Padahal hampir tidak pernah benar-benar keluar jalur. Itulah trik bagus. " Scorn of My Flesh " memperlihatkan sisi paling efektif Vulgar Mephitis. Mereka tidak terus-menerus mengandalkan kecepatan. Ada groove. Ada jeda. Ada riff yang cukup berat untuk membuat leher bekerja tanpa perlu dipaksa dan kemudian semuanya kembali bergerak. Inilah alasan From Dust tidak menjadi sekadar blur berdurasi 22 menit. Ada kontras. Groove besar berhadapan dengan blast beat. Riff lambat berhadapan dengan serpihan teknikal. Lead yang mengganggu berhadapan dengan chug yang sangat sederhana. Komposisinya mungkin tidak revolusioner, tetapi eksekusinya memiliki disiplin dan disiplin itulah yang membuat album ini menyenangkan. Vokal Vulgar Mephitis tidak mencoba menjadi pusat perhatian. Bagus. Dalam brutal tech-death, vokal sering diperlakukan seperti efek suara tambahan asal terdengar seperti manusia sedang mengeluarkan organ internalnya, semuanya dianggap selesai. Di sini vokal bekerja sebagai bagian dari tekstur. Growl dan guttural ditempatkan untuk mempertebal riff, bukan menutupi kekurangannya. Tidak ada vokal teatrikal berlebihan. Tidak ada jeritan yang mencoba terdengar seperti iblis dengan kontrak label. Tidak ada drama yang lebih besar daripada lagunya sendiri. Hanya suara manusia yang dipaksa terdengar tidak manusiawi, Cocok.
Dan akhirnya kita sampai pada gajah yang sedang duduk di tengah ruangan. " From Dust " terlalu dekat dengan rumah orang lain. Bukan karena Vulgar Mephitis tidak punya kemampuan. Justru karena mereka punya kemampuan yang sangat jelas. Mereka mampu menulis riff. Mereka mampu menyusun perubahan tempo. Mereka punya drummer yang mengerikan. Mereka memahami bagaimana membuat BDM terdengar modern. Tetapi ketika seluruh perangkat itu digabungkan, terlalu sering muncul perasaan: " pernah mendengar ini. " Itulah kelemahan paling serius album ini. Band seperti Defeated Sanity tidak sekadar brutal karena mereka memainkan banyak nada. Mereka memiliki tata bahasa sendiri. Unbirth memiliki tekstur sendiri. Unfathomable Ruination memiliki karakter sendiri. Vulgar Mephitis masih berbicara dengan aksen ketiganya. Mereka belum sepenuhnya menemukan bahasa ibu dan itu problem yang jauh lebih penting daripada apakah sebuah riff terdengar sedikit terlalu mirip. Ada satu eksperimen yang terasa jauh lebih mengganggu daripada seharusnya: soft 808 drops. Dalam konser, tentu bisa bekerja. Di tengah kerumunan, ketika seluruh ruangan sedang menunggu sesuatu menghantam dada, efek tersebut mungkin terasa seperti palu. Tetapi di album? Tidak selalu. Drop itu menciptakan lubang sonik sebelum instrumen kembali masuk. Karena aransemen Vulgar Mephitis begitu padat, beberapa detik tersebut justru menghasilkan kabut frekuensi yang mengaburkan detail. Ini salah satu contoh ketika " lebih modern " tidak otomatis berarti " lebih baik. " Death metal tidak membutuhkan bass drop untuk membuktikan bahwa ia berat. Riff yang bagus sudah cukup. Ironisnya, setelah semua kritik mengenai identitas, masalah berikutnya justru sangat sederhana: beri saya lebih banyak. " From Dust " selesai sebelum pendengar sempat benar-benar kenyang. Durasi aktifnya sekitar 22 menit. Untuk band yang memiliki kepadatan riff seperti ini, itu terasa seperti seseorang memberi steak kepada serigala lalu berkata, " cukup. " Intro dan outro memang menambah durasi keseluruhan, tetapi materi utama tetap terasa seperti serpihan brutal yang terlalu cepat menghilang dan ini bukan kasus di mana album membutuhkan sepuluh menit tambahan hanya untuk memenuhi standar durasi. Mereka hanya membutuhkan beberapa lagu lagi. Atau mungkin satu lagu panjang yang benar-benar memberi ruang bagi seluruh kemampuan mereka berkembang tanpa harus berpindah motif setiap beberapa detik. Karena ketika Vulgar Mephitis mulai membangun momentum, mereka hampir selalu memotongnya sebelum pendengar sempat melihat seberapa jauh mereka bisa pergi.
Judul lagu menjadi semacam metafora tidak resmi bagi posisi band ini. Mereka datang dari material yang sudah ada. Mereka mengolahnya, Menghancurkannya, Membentuknya kembali, Tetapi belum menciptakan substansi yang sepenuhnya milik mereka. " From Dust " bekerja baik sebagai pusat album karena seluruh elemen band terkumpul di sana: groove, blast, riff teknikal dan transisi brutal. Tetapi sekaligus memperlihatkan masalah yang sama. Kau dapat mendengar asal-usulnya terlalu jelas. Pertanyaan berikutnya bukan apakah mereka mampu bermain lebih cepat. Mereka jelas mampu. Bukan apakah mereka dapat menulis riff lebih rumit. Jelas bisa. Pertanyaannya: Apa yang terdengar ketika semua pengaruh itu berhenti berbicara? Itulah album berikutnya yang ingin w dengar. " From Dust " bukan revolusi dan tidak perlu berpura-pura menjadi revolusi. Ia adalah debut yang sangat kompeten, sangat brutal, sangat singkat, dan sedikit terlalu akrab. Vulgar Mephitis memahami mekanisme brutal tech-death modern dengan sangat baik. Riff mereka tajam, drum mereka luar biasa, transisi mereka agresif, vokal mereka busuk dengan cara yang tepat, dan struktur lagu mereka cukup disiplin untuk mencegah album berubah menjadi bubur teknikal. Tetapi semua keunggulan itu juga memperlihatkan kelemahan utamanya. Mereka belum sepenuhnya memiliki wajah sendiri. " From Dust " terdengar seperti band yang telah mempelajari beberapa master BDM dengan sangat serius lalu mengerjakan ujian dengan nilai hampir sempurna, tetapi masih menggunakan tulisan tangan gurunya. Itu bukan kegagalan. Itu peringatan. Karena kemampuan sudah ada. Energi sudah ada. Teknik sudah ada. Yang kurang hanya keberanian untuk berhenti bertanya: " Bagaimana Defeated Sanity akan melakukan ini? " dan mulai bertanya: " Bagaimana Vulgar Mephitis akan menghancurkannya? " Untuk sebuah debut, " From Dust " sudah cukup kejam untuk membuat pendengar kembali menekan tombol play. Untuk menjadi benar-benar penting, album berikutnya harus membuat kita mengenali mereka sebelum logo band muncul. Karena brutalitas bisa dipelajari. Kecepatan bisa dilatih. Teknik bisa dibeli dengan ribuan jam latihan. Tetapi identitas tidak bisa dicuri dari siapa pun dan sekarang, Vulgar Mephitis tinggal membuktikan bahwa mereka punya satu.
Home
[Brutal Death Metal]
[Brutal Deathcore]
[Deathcore]
* Vulgar Mephitis
#Usa
2026
Willowtip Records
Vulgar Mephitis - From Dust CD 2026
Vulgar Mephitis - From Dust CD 2026
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Oktober 10, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !