Gorelust - Reign of Lunacy CD 1995

Gorelust - Reign of Lunacy
New World Symphony Records CD 1995

01. Gorelust 02:57     
02. Abhorrence Beyond Repugnance 02:28      
03. Sclerosed Brain Eater 03:07     
04. Reign of Lunacy 03:08     
05. Indigestible Human Remains 02:22     
06. Bleed upon the Cross 03:28       
07. Anthropophagist 04:10       
08. Extreme Aggressions (Kreator cover) 04:20     
09. Infant Devourment 03:47


Jean Beaulieu - Vocals
Jeff Olivier - Guitars
Martin Fournier - Guitars
Pascal Chevrier - Bass
Francis Marmen - Drums

 
Québec tidak pernah membutuhkan izin untuk menjadi brutal. Pada awal ’90-an, wilayah ini sudah membangun ekosistem Death Metal yang cukup bengkok untuk melahirkan Gorguts, Cryptopsy, Kataklysm, Agony dan sejumlah nama lain yang membuat kata technical terdengar seperti ancaman, bukan gelar akademis. Di tengah kegilaan itu, dari Rimouski, muncul Gorelust, band yang tidak pernah mendapatkan umur panjang, tetapi meninggalkan satu benda yang jauh lebih berguna daripada umur panjang: " Reign Of Lunacy ". Gorelust terbentuk pada 1991 dan akhirnya merekam debut ini untuk New World Symphony Records. Album tersebut dirilis pada Januari 1995, direkam, dimixing dan dimastering di Le Studio Victor, Montréal, dengan Pierre Rémillard sebagai engineer. Formasi utamanya terdiri dari Jean Beaulieu, Jeff Olivier, Martin Fournier, Pascal Chevrier dan Francis Marmen; sementara Luc Lemay, Steve Cloutier dan Steeve Hurdle dari lingkaran Gorguts ikut menyumbangkan vokal pada beberapa bagian. Jadi, tidak. Ini bukan kebetulan. Ini adalah produk langsung dari sebuah scene yang sedang mengalami mutase dan " Reign Of Lunacy " terdengar seperti mutasi yang berhasil. Cara termudah menggambarkan Gorelust adalah menyebut Suffocation, Gorguts, Cryptopsy, lalu berhenti berpikir. Cara itu juga malas. Memang ada DNA BDM Amerika di sini. Riff-riffnya padat, drum bergerak dengan kecepatan brutal, blast beat datang seperti mesin industri yang kehilangan rem, sementara gitar terus memuntahkan perubahan frase tanpa memberi kesempatan kepada pendengar untuk merasa aman. Tetapi Gorelust memiliki satu kualitas yang membuat " Reign Of Lunacy " lebih menarik daripada sekadar imitasi: mereka memahami dinamika. Lagu-lagu di album ini tidak hanya bergerak dari cepat ke lebih cepat. Ada rem mendadak, perubahan groove, riff yang berbelok, jeda, fake-out, kemudian ledakan berikutnya. Itulah yang membuat album ini tetap bernapas. Karena BDM tanpa dinamika pada dasarnya hanya blender dengan logo band. Gorelust tidak sebodoh itu.

Opening setlist sekaligus pernyataan identitas, " Gorelust ", langsung menghabisi segala kemungkinan bahwa album ini akan menghabiskan waktu dengan basa-basi atmosferik. Riff cepat menghantam. Drum mengunci. Bass mengikuti dengan presisi. Kemudian struktur mulai berubah. Yang menarik bukan sekadar kecepatannya, tetapi cara setiap instrumen bekerja sebagai bagian dari satu organisme. Gitar tidak sekadar menumpuk tremolo atau palm-mute. Ada perpindahan motif dan aksentuasi yang membuat lagu terasa seperti sedang bergerak melalui lorong sempit sambil dikejar sesuatu yang lebih buruk dari kematian. Produksi Pierre Rémillard membantu karakter tersebut. Hasil akhirnya cukup bersih untuk memperlihatkan permainan gitar dan drum, tetapi tidak dipoles sampai kehilangan lumpur. Exclaim! kemudian menggambarkan produksinya sebagai relatif lebih tipis dan terpisah antar-instrumen dibandingkan Suffocation, justru membuat album ini lebih mudah dicerna tanpa kehilangan kekasarannya. Itu keputusan yang tepat. Death Metal tidak selalu membutuhkan dinding suara. Kadang-kadang pisau yang terlihat justru lebih mengganggu daripada kapak yang disembunyikan dalam kabut. " Abhorrence Beyond Repugnance " adalah salah satu bukti paling kuat bahwa Gorelust bukan sekadar band yang mengandalkan kecepatan. Riff-riffnya bergerak seperti benda hidup. Ada aksen yang berubah, tempo yang berputar, kemudian groove yang muncul tanpa peringatan. Di sinilah keunggulan Gorelust menjadi jelas: mereka tidak membiarkan teknik menjadi tujuan akhir. Teknik digunakan untuk menciptakan ketegangan. Itu perbedaan besar. Banyak band teknikal pada periode tersebut terdengar seperti sedang mengisi formulir demonstrasi instrumen. Gorelust masih terdengar seperti band yang ingin menghancurkan sesuatu. Bahkan ulasan retrospektif Exclaim! secara khusus menyoroti lagu ini sebagai salah satu bagian dengan riff yang benar-benar menonjol.

Kemudian muncul " Sclerosed Brain Eater ", dan di sinilah album benar-benar menunjukkan giginya. Lagu ini memiliki apa yang sering hilang dari Death Metal teknikal: ingatan. Riff-nya memang rumit, tetapi tidak sepenuhnya abstrak. Ada bagian yang menempel. Ada groove yang memberi tubuh pada kekacauan. Ada perubahan tempo yang terasa seperti keputusan komposisi, bukan sekadar pamer kemampuan. Setelah solo kedua, Gorelust melakukan salah satu trik terbaiknya: mereka tidak sekadar kembali ke pola sebelumnya, tetapi mengubah ekspektasi pendengar. Vokal Jean Beaulieu kemudian bergerak antara growl rendah dan jeritan tinggi yang lebih kasar. Hasilnya? Kekacauan yang memiliki bentuk. Itulah inti " Reign Of Lunacy ", Chaos with architecture. Jean Beaulieu tidak memiliki pendekatan vokal yang steril. Untungnya. Sound rendahnya memberikan fondasi BDM yang kita harapkan, tetapi jeritan tinggi yang kasar memberikan kontras yang membuat vokal tidak terdengar seperti satu nada panjang dari bawah tanah dan kontribusi vokalis tamu semakin memperlebar tekstur tersebut. Luc Lemay dan Steve Cloutier muncul pada track tertentu, sementara Steeve Hurdle memberikan backing vocal. Keterlibatan nama-nama dari Gorguts bukan sekadar trivia kolektor. Ia menunjukkan betapa rapatnya ekosistem ekstrem Québec ketika itu. Band-band tersebut tidak berdiri di pulau masing-masing. Mereka saling berbagi panggung, personel, studio, jaringan dan atmosfer. Gorelust tumbuh di dalam ekosistem itu dan Reign Of Lunacy membawa sidik jarinya. Lagu judulnya adalah salah satu titik ketika Gorelust benar-benar mengerti bagaimana menggabungkan presisi dengan kekerasan. Drum Francis Marmen menjadi mesin penggerak, tetapi bukan mesin monoton. Blast beat, fill cepat dan perubahan aksen membuat ritme terus bergeser. Gitar Jeff Olivier dan Martin Fournier menghasilkan kepadatan yang cukup tinggi tanpa menenggelamkan struktur lagu. Dan Pascal Chevrier mengisi low-end yang tidak hanya menjadi bayangan gitar. Inilah salah satu alasan Reign Of Lunacy masih terdengar hidup. Semua instrumen memiliki pekerjaan. Tidak ada yang sekadar berdiri di sana untuk memenuhi foto lineup.

Gorelust tetap mempunyai satu kelemahan. Mereka terlalu mencintai kecepatan. Ada sejumlah bagian yang sebenarnya akan memperoleh dampak jauh lebih besar jika diberi ruang untuk benar-benar menghantam. Breakdown atau slowdown yang lebih sering bisa memberikan kontras terhadap serangan blast beat. Memang terdapat beberapa riff berat dan bagian yang lebih lambat, termasuk tekstur yang lebih dekat dengan slam. Namun porsinya tidak cukup untuk menjadikan kontras tersebut sebagai fondasi utama. Ini bukan masalah fatal. Justru karena album ini sudah begitu agresif, sedikit lebih banyak ruang akan membuat agresinya terasa lebih brutal. Jika semuanya adalah pukulan, maka tidak ada lagi yang terasa sebagai pukulan. Kadang-kadang, pukulan paling keras adalah ketika drummer berhenti setengah detik sebelum menghantam lagi. " Indigestible Human Remains " menunjukkan salah satu kekuatan utama album: kemampuan menggabungkan blast beat dengan riff yang tidak kehilangan bentuk. Ini penting. Karena Death Metal ekstrem mudah berubah menjadi kabut. Gorelust masih memberikan kontur. Drum bukan hanya mengejar BPM. Gitar bukan hanya mengejar jumlah not. Bass bukan hanya mengikuti root note. Semua bergerak sebagai satu unit. Hasilnya memang brutal. Tetapi brutal yang terorganisir. Dan itu jauh lebih sulit daripada sekadar bermain cepat. Produksi " Reign Of Lunacy " berada di titik yang tepat antara kejernihan dan kekotoran. Gitar cukup dominan, tetapi bass masih memberikan fondasi. Drum tidak terdengar seperti mesin plastik. Setiap pukulan masih memiliki tubuh. Exclaim! mencatat karakter produksinya yang lebih tipis dibandingkan beberapa rekaman Suffocation, tetapi justru menilai jarak antar-instrumen itu membuat album lebih mudah dicerna. Dan itu penting jika kita melihatnya dari konteks 1995. Saat itu Death Metal sedang semakin teknikal dan semakin padat. Gorelust tidak mencoba mengalahkan semua orang dalam perang volume. Mereka memilih ketajaman. Hasilnya bukan rekaman yang paling brutal secara sonik. Tetapi cukup brutal untuk membuat leher bekerja. Gorelust aktif sejak 1991, merilis demo pada awal ’90-an, kemudian " Reign Of Lunacy " pada 1995. Setelah album tersebut mereka bubar, sempat mencoba kembali pada akhir ’90-an, dan akhirnya bereformasi lagi pada 2012.

Itulah bagian yang membuat album ini terasa seperti dokumen yang belum selesai. Bukan karena " Reign Of Lunacy " membutuhkan sekuel agar sah. Tetapi karena band ini jelas memiliki ruang untuk berkembang. Materi tahun 1995 menunjukkan sebuah grup yang sudah menguasai brutalitas, tetapi belum mencapai titik maksimal dalam memperluas bahasa mereka sendiri. Kemudian semuanya berhenti. Seolah seseorang mematikan mesin tepat ketika mulai mencapai putaran tertinggi. Kesalahan terbesar dalam menilai Gorelust adalah menjadikan mereka sebagai cabang kecil dari pohon Gorguts atau Cryptopsy. Mereka hidup dalam ekosistem yang sama, tetapi " Reign Of Lunacy " memiliki fokus berbeda. Gorguts akan mendorong Death Metal menuju wilayah yang semakin asing. Cryptopsy akan mengubah teknikalitas menjadi semacam olahraga ekstrem. Gorelust memilih jalur yang lebih langsung: brutalitas + teknik + groove + dinamika. Itu bukan revolusi. Tetapi revolusi bukan syarat untuk membuat album bagus. Kadang sebuah band hanya perlu memainkan musiknya dengan cukup meyakinkan sehingga tiga dekade kemudian orang masih merasa perlu membicarakannya. Gorelust berhasil melakukan itu. " Reign Of Lunacy " bukan album yang sempurna. Ia juga bukan album yang mengubah wajah Death Metal dan siapa pun yang menjualnya sebagai " Mahakarya yang hilang " tanpa menyebut keterbatasannya sedang melakukan pekerjaan malas yang sama buruknya dengan mengabaikannya. Tetapi menyebutnya sekadar Brutal Death Metal generik juga sama bodohnya. Ada terlalu banyak detail di sini. Terlalu banyak perubahan tempo. Terlalu banyak riff yang bergerak. Terlalu banyak keputusan kecil yang menunjukkan bahwa Gorelust memahami dinamika. Dan kemudian album selesai, Hanya sekitar setengah jam, Tidak berlebihan, Tidak mengemis perhatian,Tidak mencoba menjadi lebih pintar daripada dirinya sendiri, Mungkin itulah mengapa ia bertahan. " Reign Of Lunacy " adalah suara sebuah scene yang masih lapar, sebuah rekaman dari Québec ketika Death Metal belum menjadi museum, belum menjadi nostalgia, dan belum dipasarkan sebagai " Old school ". Gorelust tidak menguasai kerajaan Death Metal Québec. Mereka hanya masuk ke dalamnya, menyalakan mesin, lalu meninggalkan satu mayat yang masih bergerak dan untuk album yang lahir pada 1995 dari band yang kemudian nyaris hilang dari peta, itu sudah merupakan bentuk keabadian yang cukup kejam.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine