Defecation - Purity Dilution CD 1989

Defecation - Purity Dilution
Nuclear Blast Records CD 1989

01. Intro-Megaton 01:55      
02. Vestige of Earthly Remains 03:00     
03. Life on Planet Earth Is Fucken Cancerous 01:26     
04. Contagion 02:08     
05. Predominance 01:40       
06. Recovery 02:23     
07. Side Effects 02:15     
08. Mutual Trust 02:21     
09. Focus 02:18       
10. Popular Belief 02:03       
11. Scrutiny 02:52     
12. Underestimation 02:21


Mick Harris - Drums, Vocals
Mitch Harris - Guitars, Bass, Vocals 


Dibentuk oleh Mitch Harris dan Mick Harris, Album pertama " Purity Dilution " direkam pada Maret 1989 dan dirilis melalui Nuclear Blast Records pada tahun yang sama. Mitch menangani gitar, bass dan vokal; Mick memainkan drum sekaligus vokal. Rekamannya diselesaikan hanya dalam 29 jam sebuah fakta yang cukup untuk menjelaskan mengapa album ini terasa lebih seperti ledakan spontan daripada proyek yang dipoles sampai kehilangan denyut nadinya. Namun sejak riff pertama terdengar, ada satu persoalan yang tidak mungkin dihindari: Defecation terdengar seperti Napalm Death. Bukan sekadar memiliki DNA yang sama. Bukan cuma kebetulan karena mereka bergerak di lingkungan ekstrem yang sama. Bayangan Napalm Death terlalu dekat. Tetapi justru di situlah Purity Dilution menjadi menarik. Album ini bukan terutama penting karena berhasil menciptakan identitas yang sepenuhnya baru. Ia penting karena menjadi dokumen dari sebuah persimpangan: saat grindcore awal mulai menyerap bobot, riff dan atmosfer death metal, sementara kedua genre itu sendiri belum sepenuhnya mengetahui akan menjadi apa. Jadi mari kita letakkan album ini di tempat yang semestinya. Bukan di altar. Bukan di tempat sampah. Di meja bedah. Pada 1989, batas antara grindcore dan death metal belum serapi kategori genre yang kita kenal sekarang. " Scum " dan " From Enslavement to Obliteration " telah mempercepat bahasa ekstrem hingga titik yang nyaris absurd. " World Downfall " dari Terrorizer mempertemukan kecepatan grind dengan kekerasan death metal dalam bentuk yang lebih terstruktur. Di Amerika, death metal berkembang menjadi bahasa tersendiri; di Inggris, grindcore terus merusak fondasi punk dan metal secara bersamaan. Lalu datang " Purity Dilution ". 12 lagu, Sekitar 26 menit 42 detik pada edisi asli. Tidak ada ruang untuk pemborosan. Tidak ada ballad. Tidak ada solo gitar panjang untuk memberi kesempatan penonton mengambil napas. Defecation mengambil blast beat, tremolo picking, vokal kasar dan struktur pendek dari tradisi grindcore, lalu menambahkan riff yang lebih berat, tempo menengah dan bobot death metal. Hasilnya belum sepenuhnya deathgrind. Tetapi jelas bergerak ke sana. Album ini terdengar seperti genre yang sedang lahir sebelum seseorang menemukan akta kelahirannya dan konteks itu jauh lebih penting daripada sekadar bertanya apakah setiap lagunya bagus.

" Intro-Megaton " hampir dua menit. Fungsinya sederhana: membangun ruang sebelum mesin dinyalakan. Tidak perlu dibaca sebagai komposisi monumental. Ia lebih menyerupai pintu masuk menuju album yang sebenarnya. Kemudian " Vestige of Earthly Remains " datang dan pintunya ditendang. " Vestige of Earthly Remains " segera memperlihatkan bahasa utama Defecation. Riff cepat, Blast beat, Vokal kasar, Struktur pendek Namun gitar Mitch Harris memberikan sesuatu yang membuat musik ini lebih berat daripada grindcore yang sepenuhnya berakar pada punk. Ada bobot death metal. Bukan bobot dalam pengertian produksi modern yang gemuk dan terkompresi, melainkan bobot dari cara riff ditempatkan dan bagaimana tempo menengah digunakan sebagai tekanan. " Life on Planet Earth Is Fucken Cancerous " kemudian membawa sisi ideologis album ke permukaan. Judulnya sendiri sudah seperti slogan yang dicetak di dinding ruang latihan: kasar, pesimistis, dan tidak tertarik membuat kritik sosial terdengar elegan. " Contagion " mempertebal unsur death metal tersebut. " Predominance " kembali menghantam dengan kecepatan. " Recovery " memperlihatkan kontras antara blast beat dan riff yang lebih berat. Di sinilah formula Defecation mulai terlihat jelas ! Pada awalnya efektif. Tetapi setelah beberapa lagu, kita mulai dapat membaca kartu mereka dan di sinilah album mulai menunjukkan luka pertamanya. Mitch Harris bisa bermain gitar. Mick Harris bisa bermain drum. Itu bukan pertanyaan. Masalahnya adalah kemampuan instrumental tidak otomatis menghasilkan komposisi yang kuat. " Purity Dilution " memiliki cukup banyak momen bagus, tetapi beberapa lagu dibangun dari logika yang terlalu serupa. Blast. Riff cepat. Perubahan tempo. Bagian berat. Blast lagi. Selesai. Sekali: efektif. Dua kali: masih menggigit. Lima kali: mulai terbaca. Beberapa kritik retrospektif terhadap album memang menyoroti kecenderungan ini materinya dianggap relatif satu dimensi dan terlalu dekat dengan bahasa Napalm Death. Kritik tersebut valid. Tetapi ada perbedaan antara formulaik dan tidak penting. " Purity Dilution " formulaik. Tetapi tidak tidak penting. Justru karena di dalam formula tersebut terdapat beberapa petunjuk mengenai arah ekstrem metal berikutnya.

Mitch adalah pusat gravitasi Defecation. Pada periode ini ia telah memiliki pengalaman bersama Righteous Pigs, sebelum kemudian menjadi bagian penting dari Napalm Death. Maka mudah sekali membaca Purity Dilution hanya sebagai batu loncatan menuju kariernya bersama Napalm Death. Itu terlalu sederhana. Di sini kita dapat mendengar naluri gitar yang sedang mencari keseimbangan antara punk, grindcore dan death metal. Riff tidak selalu hanya menjadi kendaraan kecepatan. Ada bagian yang sengaja dibuat berat. Ada groove. Ada tremolo picking. Ada pengulangan riff yang lebih dekat dengan logika death metal. Tetapi ada satu persoalan besar: karakter Mitch belum cukup jauh untuk membuat Defecation sepenuhnya terlepas dari ekosistem Napalm Death. Ironisnya, kualitas yang membuat album ini menarik secara historis juga menjadi alasan mengapa ia sulit berdiri sendirian. Mick Harris membawa sisi paling jelas dari akar grindcore. Drumnya tidak terdengar seperti teknologi. Tidak steril. Tidak presisi seperti mesin modern dan justru itu kekuatannya. Blast beat di sini masih memiliki sensasi manusia yang sedang mencoba mendorong tubuhnya melewati batas. Ia repetitif, brutal dan langsung. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana drum mengikuti struktur riff. Mick tidak sekadar mengejar kecepatan. Ia memberi tekanan pada gitar dan ketika tempo turun, perubahan tersebut terasa sebagai perubahan gravitasi, bukan sekadar pergantian BPM. Band-band ekstrem modern sudah menjadikan hal ini sebagai bahasa standar. Pada 1989, bahasa tersebut masih kasar. Masih mencari tata bahasanya. Di tengah keterbatasannya, Purity Dilution memiliki beberapa momen ketika Defecation terdengar lebih seperti Defecation. " Recovery " Salah satu contoh terbaik bagaimana riff death metal dapat dimasukkan ke struktur grind tanpa menghentikan energi. " Popular Belief " Mungkin track paling mudah diingat. Groove lebih terasa. Riff lebih menggigit. Struktur lebih jelas. Tidak mengherankan jika lagu ini sering disebut sebagai salah satu highlight album dalam ulasan retrospektif. " Scrutiny " Lebih terstruktur dan memperlihatkan kemampuan Defecation untuk membuat lagu terasa seperti komposisi utuh, bukan sekadar rangkaian ledakan. Di tiga lagu tersebut, kita melihat kemungkinan yang sebenarnya dimiliki proyek ini. Seandainya songwriting dikembangkan lebih jauh, Defecation mungkin dapat membangun identitas yang lebih mandiri. Tetapi sejarah tidak memberikan mereka cukup waktu.

Di balik kekacauan soniknya, " Purity Dilution " memiliki tema yang cukup konsisten. Kerusakan lingkungan. Ketidakpercayaan sosial. Kritik terhadap institusi. Agama. Pekerjaan. Pendidikan dan manusia yang terus mempertahankan sistem yang sudah jelas rusak. Ini bukan kritik sosial yang mencari solusi. Lebih tepat disebut diagnosis tanpa resep. Dunia sakit. Manusia ikut menyebabkannya dan manusia terlalu sibuk menjalani rutinitas untuk mengakuinya. Judul " Purity Dilution " sendiri bekerja sebagai metafora yang bagus: sesuatu yang seharusnya murni terus diencerkan oleh lingkungan dan perilaku manusia. Menariknya, pendekatan lirik ini sejalan dengan tradisi punk dan grindcore yang tidak membutuhkan metafora rumit untuk menyampaikan kemarahan. Pesannya harus menghantam. Bukan memenangkan lomba sastra. " Purity Dilution " direkam dan dimix di Birdsong Studios, Worcester, pada 6–8 Maret 1989, dengan total proses sekitar 29 jam. Steve Bird menangani engineering/produksi, sementara Danny Lilker dan Defecation tercatat sebagai co-producer. Angka 29 jam bukan sekadar trivia. Ia menjelaskan karakter rekaman. Gitar terdengar kasar. Drum agresif tetapi tidak memiliki kemewahan produksi modern. Bass bukan pusat perhatian. Low-end tidak selalu memberikan fondasi sekuat rilisan death metal yang datang beberapa tahun kemudian. Tetapi rekaman ini memiliki satu kualitas penting: ia tidak terlalu bersih. Untuk musik seperti ini, kebersihan berlebihan bisa menjadi penyakit. " Purity Dilution  " masih terdengar seperti band yang benar-benar berada di ruangan. Bukan produk digital yang dirakit untuk memenuhi standar loudness dan akhirnya kita kembali ke masalah terbesar, Napalm Death. Mitch dan Mick memiliki hubungan musikal yang begitu dekat dengan band tersebut sehingga perbandingan tidak dapat dihindari. Bahkan lebih dari itu, konteks sejarah membuatnya semakin jelas: Mick adalah figur sentral Napalm Death, sementara Mitch kemudian menjadi gitaris penting band tersebut. Karena itu, " Purity Dilution " sering terdengar seperti Napalm Death yang memilih jalur alternatif selama 26 menit dan itu sekaligus kekuatan dan kelemahannya kekuatan, karena kita mendapatkan dokumen dari dua musisi yang berada di pusat perkembangan ekstrem metal Inggris. Kelemahan, karena proyek ini tidak selalu berhasil menjawab pertanyaan: " Apa yang membuat Defecation berbeda? " Jawabannya ada. Tetapi kecil. Sedikit lebih berat. Sedikit lebih death metal. Sedikit lebih groove-oriented. Namun belum cukup kuat untuk membangun identitas yang benar-benar terpisah.

Dan perlu diluruskan satu hal: " Purity Dilution " tidak mungkin " meniru ", " Harmony Corruption ", " Utopia Banished " atau " Smear Campaign " karena album-album tersebut muncul setelahnya. Jika terdengar memiliki kemiripan dengan bahasa Napalm Death pada periode-periode berikutnya, itu lebih tepat dibaca sebagai kemiripan retrospektif atau bagian dari garis perkembangan yang sama. Sejarah tidak boleh dipaksa mengikuti nostalgia, Beberapa edisi kemudian menambahkan " Granted Wish ", sehingga total durasi menjadi sekitar 30 menit. Namun untuk membaca album secara historis, dua belas lagu dan durasi sekitar 26:42 adalah titik acuan edisi asli 1989. Ini penting. Karena rilisan ulang sering mencampur materi tambahan dengan struktur album awal hingga batas sejarah menjadi kabur. Bonus track adalah bonus track. Jangan membuat fosil tambahan seolah-olah bagian dari kerangka aslinya. Pada akhirnya, posisi " Purity Dilution " harus dibuat proporsional, Ia bukan " Scum ", Bukan " From Enslavement to Obliteration ", Bukan " World Downfall " dan tidak perlu dipaksakan menjadi lebih penting daripada album-album tersebut. Tetapi ia juga bukan sekadar proyek iseng dua musisi terkenal. Nilainya berada pada posisi historisnya. Album ini memperlihatkan bagaimana grindcore dapat menjadi lebih berat tanpa kehilangan kecepatannya. Bagaimana riff death metal dapat dimasukkan ke struktur grind. Bagaimana blast beat dapat hidup berdampingan dengan groove dan bagaimana dua genre yang awalnya berbeda mulai saling mengotori sampai akhirnya melahirkan bentuk-bentuk baru. Defecation tidak menciptakan seluruh bahasa tersebut. Tetapi mereka ikut berbicara dalam bahasa yang sedang dibentuk dan kadang sejarah memang dibangun bukan hanya oleh orang yang menciptakan revolusi, tetapi oleh mereka yang berdiri di lorong ketika revolusi itu mulai terjadi. Setelah " Purity Dilution ", Mick Harris meninggalkan proyek tersebut. Defecation kemudian kembali pada 2003 melalui Intention Surpassed, yang pada dasarnya dikerjakan Mitch Harris seorang diri. Itu membuat album 1989 ini semakin menarik jika dilihat sebagai sebuah snapshot. Dua Harris. Dua instrumen utama. Satu sesi rekaman singkat. Satu bahasa ekstrem yang belum selesai dibentuk. Mereka tidak menciptakan mahakarya. Mereka tidak sepenuhnya menemukan identitas baru. Tetapi mereka merekam sebuah momen ketika death metal dan grindcore sedang saling menginfeksi. Dan kontaminasi itu kemudian menjadi salah satu fondasi musik ekstrem dekade berikutnya. Maka " Purity Dilution " sebaiknya tidak dipuja karena " underrated ". Istilah itu terlalu mudah. Lebih tepat mengatakan: album ini sering dinilai berdasarkan apa yang tidak berhasil dilakukannya, padahal nilainya justru terletak pada apa yang didokumentasikannya. Ia mendokumentasikan transisi. Dokumentasi tidak harus sempurna. Ia hanya harus jujur dan " Purity Dilution " jujur dengan segala kekurangannya: kasar, cepat, formulaik, terlalu dekat dengan Napalm Death, tetapi juga cukup berat dan cukup berani untuk menunjukkan bahwa grindcore tidak harus berhenti pada kecepatan. Genre sedang berubah. Defecation ikut berubah bersamanya. Hanya saja mereka belum sempat menemukan bentuk akhirnya.

" Purity Dilution " bukan mahakarya. Tetapi ia adalah dokumen penting dari sebuah genre yang sedang mengalami mutasi. Kelemahannya jelas: songwriting belum selalu kuat, beberapa struktur mudah ditebak, produksi masih mentah, dan bayangan Napalm Death terlalu besar. Namun kekuatannya juga jelas: riff lebih berat daripada banyak grindcore sezamannya, death-metal influence sudah terasa, blast beat memiliki daya rusak yang nyata, dan keseluruhan album memperlihatkan salah satu jalur awal menuju pertemuan grindcore dan death metal. Jadi jangan menyebutnya " Napalm Death versi Ekonomis ". Itu penghinaan terhadap sejarah sekaligus kemalasan dalam mendengar. Defecation bukan Napalm Death. Mereka adalah salah satu suara dari lingkungan yang sama dua musisi yang sedang menguji seberapa jauh bahasa ekstrem bisa didorong sebelum berubah menjadi sesuatu yang baru dan jika " Purity Dilution " terdengar seperti sebuah eksperimen yang belum selesai, itu justru karena pada 1989 eksperimennya memang belum selesai. Genre belum menemukan namanya. Batas belum ditentukan. Dan dua Harris ini sedang ikut menggores garis pertamanya. Tidak sempurna. Tidak revolusioner sendirian. Tetapi tepat waktu. Dan dalam sejarah musik ekstrem, terkadang itu sudah cukup untuk membuat sebuah rekaman bertahan.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine