Godflesh - Streetcleaner CD 1989

Godflesh - Streetcleaner
Earache Records CD 1989

01. Like Rats 04:28      
02. Christbait Rising 06:59     
03. Pulp 04:17      
04. Dream Long Dead 05:17      
05. Head Dirt 06:09     
06. Devastator 03:20     
07. Mighty Trust Krusher 05:26       
08. Life Is Easy 04:49       
09. Streetcleaner 06:43 
10. Locust Furnace 04:44     
11. Tiny Tears 03:24       
12. Wound 03:07      
13. Dead Head 04:07      
14. Suction 03:23


Justin Broadrick - Vocals, Guitars, Drum programming
Paul Neville - Guitars  
G. Christian Green - Bass


Ada album yang mengubah sebuah genre. Ada album yang menciptakan genre baru. Lalu ada " Streetcleaner ", sebuah monolit baja yang bahkan menolak dikategorikan. Ketika sebagian besar ekstrem metal pada penghujung 1980-an masih sibuk mengukur kebrutalan melalui kecepatan blast beat, solo gitar, atau kedalaman growl, Justin Broadrick dan G.C. Green justru mengambil arah yang nyaris dianggap sesat: mereka memperlambat segalanya, menghapus sebagian besar sisi manusia dari musik, lalu menggantikannya dengan dentuman mesin yang tidak mengenal belas kasihan. Ironisnya, banyak metalhead mengaku siap menghadapi musik "terberat" di dunia. Sampai akhirnya mereka bertemu Streetcleaner dan menyadari bahwa brutalitas bukan selalu soal kecepatan. Kadang justru lahir dari sesuatu yang bergerak lambat, dingin, monoton, dan mustahil dihentikan seperti mesin industri yang terus bekerja bahkan ketika tubuh manusia telah lama hancur menjadi debu. Di sinilah Godflesh membunuh definisi lama mengenai " heaviness ".

Death Metal pada akhir dekade 80-an menawarkan kemarahan. Thrash Metal menghadirkan perlawanan. Black Metal berbicara tentang penolakan terhadap dunia. Namun Godflesh sama sekali tidak menawarkan harapan, pemberontakan, bahkan kebencian. Mereka hanya memperlihatkan sebuah fakta yang jauh lebih mengerikan: manusia sudah kalah bahkan sebelum sempat melawan. Itulah mengapa " Streetcleaner " terasa begitu asing hingga hari ini. Banyak yang menyebutnya Industrial Metal, tetapi label itu terlalu sempit. DNA album ini tidak hanya berasal dari Heavy Metal. Ada denyut Hip-Hop, atmosfer kelam Dub, nihilisme Swans, agresi Killing Joke, eksperimentalisme Big Black, hingga tekstur Noise Rock yang membentuk fondasi musikalnya. Yang dilakukan Godflesh bukan mencampur berbagai genre secara acak, melainkan membangun bahasa baru mengenai bagaimana rasa takut seharusnya terdengar. Pembuka " Like Rats " masih menjadi salah satu lagu paling monumental dalam sejarah musik ekstrem. Tidak ada intro heroik. Tidak ada solo pembuka. Yang muncul hanyalah gema feedback, dentuman drum machine, bass yang bergerak seperti kendaraan lapis baja, lalu riff gitar yang terdengar lebih menyerupai mesin penghancur beton dibanding instrumen musik.

Riff itu sendiri sebenarnya sederhana. Justru kesederhanaan itulah yang membuatnya menakutkan. Metal selama bertahun-tahun mengajarkan bahwa riff hebat adalah riff rumit. Godflesh menertawakan asumsi itu. Mereka membuktikan bahwa tiga atau empat nada yang dimainkan dengan tekanan ritmis sempurna dapat menghasilkan beban psikologis jauh lebih besar dibanding seribu notasi teknikal. Lalu hadir " Christbait Rising ", mungkin salah satu komposisi paling represif yang pernah lahir dari katalog Earache Records. Beat drum machine yang diinspirasi ritme Hip-Hop klasik dipelintir menjadi irama penghancuran sistematis. Tidak ada groove yang mengajak kepala mengangguk bahagia. Groove di sini terdengar seperti ban baja yang perlahan melindas tengkorak. Semakin album berjalan, semakin jelas bahwa bass bukan sekadar instrumen pendamping. Ia menjadi pusat gravitasi seluruh komposisi. Gitar dan bass sering berjalan dalam satu tubuh ritmis yang sama, menciptakan massa suara yang nyaris tidak memiliki ruang bernapas. Produksi albumnya pun luar biasa visioner.

Alih-alih mengejar kejernihan ala Thrash Metal Amerika atau kotoran Death Metal Florida, Godflesh memilih ruang gema yang luas, dingin, penuh reverb, namun tetap sangat jelas. Drum machine terdengar benar-benar mekanis bukan karena keterbatasan teknologi, tetapi karena memang itulah konsep artistiknya. Tidak ada swing. Tidak ada human feel. Tidak ada kesalahan kecil yang biasanya menjadi identitas seorang drummer. Mesin tidak pernah terlambat, Mesin tidak pernah lelah, Mesin tidak pernah berempati dan itulah karakter utama album ini. Justin Broadrick memahami bahwa suara mesin akan terasa jauh lebih menyeramkan ketika manusia mulai terdengar tidak penting di dalamnya. Karena itu vokalnya hadir hemat, pendek, dan nyaris tanpa narasi panjang. Banyak lagu hanya mengulang beberapa kalimat sederhana berkali-kali. " You breed... like rats... " Kalimat itu tidak terdengar seperti ancaman, Ia terdengar seperti keputusan final, Tidak ada kemarahan, Tidak ada histeria, Hanya vonis.

Komposisi seperti " Pulp ", " Head Dirt ", dan " Life Is Easy " memperlihatkan kemampuan Godflesh menjaga atmosfer depresif tanpa kehilangan momentum. Bahkan slogan sederhana seperti " Life is money... Life is death... " berubah menjadi mantra nihilistik yang terasa jauh lebih menghantui dibanding lirik penuh metafora yang biasa ditemukan dalam ekstrem metal. Meski demikian, Streetcleaner bukan album tanpa cela. Beberapa bagian pertengahan seperti " Devastator " dan sebagian struktur " Mighty Trust Krusher " terasa terlalu lama membangun ketegangan tanpa memberikan klimaks emosional yang setara. Pendekatan repetitif yang menjadi identitas Godflesh kadang justru berbalik menjadi jebakan bagi mereka sendiri. Repetisi yang awalnya hipnotik sesekali berubah menjadi stagnasi. Namun kelemahan itu nyaris tidak mampu merusak keseluruhan pengalaman. Justru ketika memasuki lagu utama " Streetcleaner ", Godflesh kembali menghancurkan segalanya. Sampel suara pembuka, riff lambat yang terasa seperti gedung runtuh, serta teriakan monumental " We all die! " menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah industrial metal.

Penutup " Locust Furnace " kemudian menyempurnakan seluruh perjalanan menuju kehancuran total. Tidak ada penutup megah. Tidak ada kemenangan. Hanya suara manusia yang perlahan menghilang ditelan mesin. Secara historis, pengaruh Streetcleaner hampir mustahil dilebih-lebihkan. Album ini menjadi fondasi bagi lahirnya gelombang Industrial Metal modern, membuka jalan bagi nama-nama seperti Fear Factory, Pitchshifter, Ministry era berikutnya, bahkan memengaruhi evolusi Sepultura pada pertengahan 1990-an. Namun warisannya melampaui label Industrial Metal itu sendiri. Album ini mengajarkan bahwa musik ekstrem tidak harus selalu lebih cepat untuk menjadi lebih berat. Kadang yang paling menghancurkan justru bergerak paling lambat. Lebih dari tiga dekade kemudian, Streetcleaner masih terdengar seperti pesan dari masa depan yang keliru dikirim ke tahun 1989. Banyak album industrial setelahnya tampil lebih modern, lebih teknis, bahkan lebih megah. Tetapi sangat sedikit yang mampu menghadirkan rasa tidak berdaya seutuh karya ini. Karena pada akhirnya, Godflesh tidak sedang menggambarkan peperangan antara manusia dan mesin, Mereka sedang menyampaikan sesuatu yang jauh lebih sinis, Peperangan itu sebenarnya sudah selesai sejak lama dan manusialah yang sejak awal tidak pernah memiliki peluang untuk menang. " Streetcleaner " bukan sekadar album klasik. Ia adalah monumen baja bagi lahirnya bentuk baru ekstremitas ketika riff tidak lagi terdengar seperti senjata, melainkan seperti mesin pemadat yang bekerja tanpa emosi, tanpa ampun, dan tanpa pernah bertanya siapa korbannya.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine