Afflicted - Prodigal Sun CD 1992

Afflicted - Prodigal Sun
Nuclear Blast Records CD 1992

01. Prodigal Sun 01:08      
02. Harbouring the Soul 05:54       
03. In Years to Come 04:10       
04. Tidings from the Blue Sphere 04:46      
05. The Empty Word 05:33       
06. Astray 04:48       
07. Rising to the Sun 04:21       
08. Spirit Spectrum 05:31       
09. The Doomwatcher's Prediction 01:55       
10. Consumed in Flames 04:59       
11. Ivory Tower 04:42


Joakim Bröms - Vocals
Jesper Thorsson - Guitars 
Joacim Carlsson - Guitars
Philip von Segebaden - Bass
Yasin Hillborg - Drums 


Tahun 1992 adalah masa ketika hampir seluruh Stockholm berlomba-lomba mencari distorsi paling busuk. HM-2 menjadi agama baru. Sunlight Studio berubah menjadi pabrik mayat yang memproduksi album-album legendaris dalam jumlah nyaris tak masuk akal. Entombed, Dismember, Grave, Unleashed semuanya sedang menulis kitab suci Swedish Death Metal dengan tinta lumpur, darah, dan bensin. Di tengah hiruk-pikuk itu, Afflicted justru melakukan sesuatu yang nyaris dianggap pengkhianatan. Alih-alih memperdalam kubangan riff yang sama, mereka menoleh ke langit. Mereka mengambil fondasi Death Metal Swedia, lalu menyuntikkan DNA Progressive Rock era 70-an, psychedelia kosmik, jazz harmonik, hingga struktur komposisi yang lebih menyerupai perjalanan spiritual daripada sekadar parade blast beat. " Prodigal Sun " bukan album yang lahir untuk mengikuti gelombang, Ia lahir untuk membelokkannya dan mungkin karena itulah, sejarah tidak pernah memberinya panggung sebesar yang pantas ia terima. " Harbouring the Soul " Ledakan Pertama Menuju Kekacauan yang Sangat Terencana, Intro bernuansa Timur Tengah membuka gerbang menuju sesuatu yang sama sekali berbeda dari mayoritas rilisan Sunlight Studio saat itu. Kemudian... Segalanya meledak. Riff demi riff saling bertabrakan tanpa pernah benar-benar kehilangan arah. Permainan gitar bergerak liar seperti pusaran galaksi, sementara Yasin Hillborg menampilkan salah satu performa drum paling ambisius yang pernah muncul dari skena Death Metal Swedia awal 90-an.  Tempo berubah tanpa aba-aba. Fill yang muncul dari arah tak terduga, Sesekali seluruh band terdengar seperti kehilangan hitungan. Namun justru kekacauan itulah yang menjadi bahasa mereka. Lagu ini memiliki mentalitas " lempar semua ide ke dalam satu ruang dan lihat mana yang bertahan ", tetapi anehnya seluruh bagian akhirnya bertemu dalam sebuah klimaks yang terdengar masuk akal. Ini bukan sekadar lagu pembuka, Ini adalah deklarasi perang terhadap stagnasi.

" The Empty Word " Versi album terdengar jauh lebih bersih dibanding inkarnasi demonya. Di satu sisi, produksi Sunlight membuat gitar lebih terang dan artikulatif. Di sisi lain, sebagian aura primitif yang dahulu begitu mematikan ikut terkikis. Namun Afflicted menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih menarik. Setiap riff tidak hanya menjadi alat penghancur, tetapi juga pembangun narasi. Melodi tipis muncul dari balik distorsi. Bass bergerak independen. Drum tidak sekadar mengikuti gitar, melainkan menjadi penggerak perubahan suasana. " Consumed in Flames " Api yang Tidak Lagi Sekadar Membakar Tubuh, Tetapi Pikiran, Materi lama ini mengalami transformasi yang paling kentara. Versi demo terdengar jauh lebih brutal, Versi album justru lebih dewasa. Komposisi diberi ruang bernapas. Tempo tidak lagi dipacu terus-menerus. Ada dinamika yang memungkinkan setiap tema berkembang secara alami sebelum digantikan ide berikutnya. Bagi pencinta Death Metal tradisional, perubahan ini mungkin terasa kehilangan keganasan. Namun bagi pendengar yang mencari perjalanan musikal, inilah salah satu titik balik album. " Astray " Progressive Rock Berkostum Death Metal, Di sinilah Afflicted benar-benar memperlihatkan wajah aslinya. Tempo berubah berkali-kali. Melodi gitar mengalir seperti sungai yang tidak pernah memilih jalur lurus. Solo gitar muncul bukan sebagai demonstrasi teknik, tetapi sebagai bagian dari narasi. Ada nuansa Pink Floyd, Ada bayangan King Crimson, Ada kompleksitas Rush, Semuanya diterjemahkan melalui bahasa Death Metal. Alih-alih terdengar rumit demi terlihat pintar, lagu ini berkembang secara organik. Setiap perubahan terasa logis. Setiap ledakan emosinya memiliki alasan. " Spirit Spectrum " Jika ada satu lagu yang paling mendekati kesempurnaan, mungkin inilah jawabannya. Melodi-melodinya mengingatkan pada At the Gates era Gardens of Grief, tetapi Afflicted menghadirkannya dengan karakter yang jauh lebih progresif.

Lead guitar melayang di atas riff berat seperti cahaya matahari yang mencoba menembus awan badai. Ini adalah lagu yang membuktikan bahwa Death Metal tidak selalu harus memilih antara brutal atau indah. Ia mampu menjadi keduanya secara bersamaan. " Tidings from the Blue Sphere " Kosmos yang Berdenyut di Dalam Distorsi, Track ini adalah pusat gravitasi album. Atmosfer psychedelic berkembang perlahan. Gitar membangun lanskap yang terasa luas, nyaris tanpa batas. Melodi kosmik muncul bergantian dengan riff berat yang terus bergerak seperti orbit planet. Pendengar tidak sedang menikmati lagu, Pendengar sedang melakukan perjalanan dan setiap menit terasa seperti eksplorasi terhadap wilayah yang belum pernah disentuh Death Metal sebelumnya. Sunlight Studio Menampilkan Wajah yang Berbeda. Biasanya nama Sunlight identik dengan gitar HM-2 yang menggiling telinga. Di sini..., Sunlight justru terdengar jauh lebih transparan. Memang masih sedikit berlumpur, Tetapi kejernihan gitar memungkinkan seluruh harmoni progresif Afflicted terdengar utuh. Jika produksinya dibuat lebih bersih lagi, kemungkinan sebagian misterinya justru akan hilang. Kabut tipis itu menjadi bagian penting dari identitas album. Yang paling mengagumkan dari Afflicted bukanlah kemampuan teknis mereka. Banyak band lain memainkan riff yang lebih rumit. Banyak drummer memainkan blast beat lebih cepat. Namun sedikit sekali yang memahami bagaimana mengatur dinamika emosional seperti mereka. Bass selalu bergerak aktif. Gitar saling berbicara, bukan saling berebut perhatian. Drum menjadi narator yang mengendalikan perubahan suasana. Seluruh instrumen terdengar seperti sedang berdialog, Bukan berlomba.

Satu-satunya Matahari yang Tidak Bersinar Terlalu Terang Jika ada titik lemah album ini, maka vokallah jawabannya. Growl terdengar sedikit canggung. Kadang terlalu datar. Kadang kehilangan karakter. Pada beberapa pendengaran awal, bahkan muncul kesan bahwa album ini mungkin akan terdengar lebih kuat bila sepenuhnya instrumental. Namun semakin lama mendengarkan, kekurangan itu justru menjadi bagian dari atmosfer. Vokal terdengar seperti manusia yang tersesat di tengah semesta yang terlalu besar untuk dipahami dan mungkin memang itulah makna seluruh album. Afflicted tidak sibuk menghitung jumlah mayat, Mereka tidak terobsesi dengan gore. Mereka tidak sedang memuja kekerasan, Sebaliknya... Album ini berbicara tentang manusia yang kehilangan arah akibat obsesinya terhadap teknologi, keseragaman sosial, dan keterasingan spiritual. Mitologi pagan, Filsafat esoterik, Penghormatan terhadap alam. Seluruh simbol itu digunakan bukan sebagai dekorasi, melainkan sebagai cermin untuk mengkritik masyarakat modern yang semakin jauh dari keseimbangan. Tema seperti ini sangat jarang muncul dalam Death Metal Swedia awal 90-an.

Album yang Terlalu Cerdas untuk Menjadi Tren, Ironi terbesar " Prodigal Sun " adalah kenyataan bahwa ia lahir di tempat yang salah, pada waktu yang salah. Saat band-band lain berlomba membuat riff yang lebih berat, Afflicted justru sibuk membangun dunia. Saat mayoritas mengejar brutalitas, mereka mengejar kedalaman. Saat industri menginginkan formula, mereka menawarkan eksplorasi. Akibatnya, nama Afflicted tenggelam di balik bayang-bayang Entombed, Dismember, Grave, dan Unleashed. Padahal secara artistik, mereka sedang membuka pintu yang bahkan belum terpikirkan oleh sebagian besar rekan sezamannya. " Prodigal Sun " adalah Death Metal yang berpikir seperti Progressive Rock. Brutal, tetapi kontemplatif. Teknis, tetapi tidak arogan. Kosmik, tanpa kehilangan akar Death Metal Swedia. Mungkin ia tidak pernah menjadi album paling berpengaruh pada zamannya. Namun tiga dekade kemudian, ia masih terdengar seperti pesan dari masa depan yang secara kebetulan tersesat di tahun 1992 dan justru karena itulah, Prodigal Sun tetap menjadi salah satu rahasia terbaik dalam sejarah Swedish Death Metal, sebuah mahakarya yang tidak meminta untuk dipuja, hanya untuk benar-benar didengarkan.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine