Grausig - God, Is It ? Single CD 2021

 

Grausig - God, Is It ?
Playloud Records CD Single 2021
http://www.grausig.net
http://www.facebook.com/GrausigOfficial
https://www.instagram.com/grausig_dm
http://www.reverbnation.com/grausigofficial
https://twitter.com/grausigofficial

01. God, is it? 04:09      
02. Master Demagogi 03:50


Bolonk - Vocals
Agam - Guitars
Mame - Guitars
Ewin - Bass
Denny - Drums


Menjelajahi tiga dekade eksistensi memang bukanlah perkara mudah, namun tidak demikian dengan salah satu Godfater DM terbaik tanah air seperti Grausig, sejak menancapkan taring eksistensinya tahun 1989 telah mengalami evolusi panjang dengan bongkar pasang formasi, dan tidak terbantahkan, hingga detik ini, Grausig masih solid menjaga eksistensinya ! seperti press release yang mereka sertakan dalam perilisan debut single terbaru, Formasi saat ini diyakini sebagai formasi terbaik dengan manifestasi dan invasi member terpilih. sejak menandai kembalinya Band tahun 2011 an, Grausig sampai hari ini terhitung terlihat terus produktif melahirkan debutan terbaru mengejutkan, seperti debut EP sebelumnya, " Re-Abandoned, Forgotten & Rotting Alone ", saat Grausig coba ingin merepresentasikan kerinduan mendalamnya dengan materi full album pertama paling fenomenal dan paling dicari " Abandoned, Forgotten & Rotting Alone ", adalah sebuah Pencapaian tertinggi Grausig sendiri ketika sukses dinaungi oleh Independen Records (sub major label Aquarius Musikindo .ed) tahun 1999 silam yang menjadi salah satu landmark album BDM ngeri era ’90an. perlahan Grausig realisasikan meski tidak secara utuh alias merekam kembali beberapa materinya, penyampaian keinginan band perlahan menemukan titik cerah, apalagi statemen baru band juga mengatakan kembali tentang materi barunya akan mengemas kebrutalan menarik era " Abandoned, Forgotten & Rotting Alone ", well dari situ spekulasi fans dan audiens mulai bicara ketika karir Grausig 3 dekade dipertaruhkan pada 2 track gress yang dikemas menjadi single dan dipercayakan kepada Playloud Records untuk menyebarkan pandemi brutalitas BDM ! An Absolutely Display Of Awesome Brutality More Straightforward And Savagely Overall When Indonesian Death Metal Monster Has Back Again !!! A glimpse into the formation of death metal comes from the experience of seeing this fusion of grindcore and cool DM unfold into its rhythmic promise of complexity mated with its unswerving ability to bring death metal's nihilistic blast of chromatic power chords into a stream at once both obsessed with its default valuelessness and its building romance of architectural, energetic, fearless response to the void of life.

Nama Suffocation memang masih menjadi pengaruh Movement BDM terhebat yang menginspirasi banyak generasi penerusnya. menggabungkan emosi dari elemen awal hardcore dan extreme avantgarde metal ke dalam konteks struktur rumit yang saling bertentangan melalui penyerapan keduanya kedalam sesuatu yang lebih abstrak pada saat yang sama ketika mereka berhasil membuatnya menjadi sebuah kemegahan ritme paling konkrit dalam musikal. Vokal Guttural sangat menggetarkan telah mendasarkan sebuah kekuatan pada setiap ritme yang mereka peroleh dari rekursi dan sinkronisitas iambik, yang seakan ditenggelamkan ke dalam ketukan drum yang dibentuk dari divisi utama indra waktu manusia yang meledak hebat. kemudian power chord dan arpeggio-nya membangun struktur multiplikatif dari komunikasi sederhana musik kromatik nihilistik, membawanya dari karakter riff literal dalam tempo gerak manusia ke mistisisme luas yang diturunkan secara harfiah, proses berpikir yang semakin terarah; seperti kebanyakan band death metal, kekuatan atau keindahan apa pun terkubur dalam ke abstrak an, sehingga estetika menggambarkan bentuk kengerian baru yang lebih hidup menanamkan hampir semua musikal dengan relevansi pernapasan yang hanya dapat disangkal oleh sedikit orang, begitulah orang ketika menggambarkan dasar brutalitas nama besar Suffocation. bukannya makin sering membandingkan, karena sampai kapanpun akar musik hari ini masih membawa benang merah para pelopornya. dan sampai hari ini, sejak 1999 dan telah memasuki usia ke 22 tahun album " Abandoned, Forgotten & Rotting Alone " masih kuat menyengatkan aroma dan karisma suksesi terbaik Grausig ! bashed out the beginnings of BDM most visible style, the New York style combination of Blasting grinding beats and metallic textures through the course of complex and unrelentingly savage material, en ini adalah kesepakatan tak terbantahkan banyak fans dan audiens ! sejak awal Grausig memperkenalkan sekilas Teaser-nya, w aja langsung yakin, ini adalah momen paling dinantikan sebenarnya, w play setlist awal " God, is it? ", ledakan awal saja w tersengat gaya sounding yang berusaha mengarahkan ke karakteristikal " Abandoned, Forgotten & Rotting Alone ", en kalian bisa membayangkannya sendiri, sentuhan padat setiap panning-nya seperti memberi kesan full epic meski sentuhan karakter sound hari ini cukup berhasil membentuknya, setidaknya kita disajikan dengan kualitas yang makin mumpuni untuk menikmati setiap part-nya secara lebih bersih lagi, Damn ! en struktur komposisinya bahkan lebih gila lagi dah, no comment, beberapa riffing kuat yang dimunculkan era Ricky dilahap total dengan pemahaman makin gokill hasil duet Gitaris saling mengisi mame dan Agam, rasanya w memang mendapatkan kembali taste Grausig dari 22 tahun silam, apalagi solo-solo Agam mantap banget sayatannya. untuk vokal, ini adalah penampilan maksimal Bolonk untuk makin total lagi merepresentasikan style guttural padat dan powerfully era alm. James, en ini bisa w sebut sedikit penebusan kegagalan performa-nya di " Re-Abandoned, Forgotten & Rotting Alone ", disini Bolonk asli ketemu hoki-nya. sentuhan Scream insane sebagai back.vocal dari Mame dan Ewin masih jadi Spirit dark partner tak terpisahkan Grausig. it's attitude and spirit have earned it a place among the classics as an undisputed invention and advancement to the genre. ketukan drummer Denny memang kagak ada kendornya om yang atu ini, Speechless dah ! materi " Abandoned, Forgotten & Rotting Alone " memang masih diyakini sebagai peleburan terkuat Suffocation era " Effigy of the Forgotten " & " Pierced From Within " serta Deicide sebagai spirit elemen blasphemic-nya dan jadilah warna powerfully Grausig ! track ke-2 " Master Demagogi " juga ga kalah ngeri-nya, menyuarakan setiap keresahannya bagaimana nilai ketuhanan yang dipakai sebagai kendaraan untuk mendapatkan kekuasaan dan kritik terhadap manusia manusia serakah penghamba harta dengan bahasa sarkatis yang lugas. beberapa part ini (03:12) rada mengingatkan banget w seperti part epic-nya Suffocation. pattern vocal bolonk memang seperti tidak memiliki jeda bait, seperti terpompa powerfully disetiap aransemen, ajib ! komposisi aransemen Sangat berirama dan agresif, dibangun di atas warisan dari pengaruh pendahulunya lebih menekankan pada bobot bantalan ritme yang berubah secara berulang-ulang daripada beberapa part kompleksnya, yang karena sifat ritmisnya memiliki tingkat pengulangan tertentu yang tidak dialami di sini dalam banyak hal, materi ini membawa fungsi sebagai pendahulu dari beberapa eksperimen dalam hipnotik metal yang muncul setelah obsesi death metal menjadi semakin terdengar dinamis. Seringkali menggunakan sliding, riff yang sepenuhnya berorientasi pada gerakan untuk mengarahkan aransemen dengan coba langsung menyerang ke ide apa pun, bahkan serangan gencar musikal itu sendiri. Dengan demikian, akan mudah untuk terkubur dalam kerumitan jika bukan karena kepiawaian ritme yang memandu setiap lagu menuju sebuah  kesimpulan. dan di balik ritme tersebut terdapat sentuhan solo solo menawan Agam yang mewarisi style khas Slayer yang memungkinkan Grausig sendiri dapat bekerja dengan sedikit interval terbuka dan masih memberikan petunjuk luas ke ruang harmonis dalam skilling sederhana yang menolak untuk menyelaraskan ritme secara ketat namun masih terdengar padat. The highly dissonant nature of this approach is downplayed because of the rhythmic intensity and narrowness of harmonic focus toward the conclusions of most of the more intensely material, but the emergence of melody brings a profound conclusion to each song.

Sebuah perkusi rekursif dari negativitas apokaliptik, Grausig sukses kembali merepresentasikan vitalitas yang besar dengan aransemen track full agresif ini menuju kekacauan dan kemegahan BDM, dan melalui penggunaan agresi biadab dan minimalisme brutalitas telah mendorong sebuah pemikiran independen dalam rasa nihilistik. secara keseluruhan ini adalah sajian yang semakin menarik saat kerinduan ini sedikit demi sedikit terobati kemegahan 22 tahun landmark Grausig era " Abandoned, Forgotten & Rotting Alone ". dengan harapan terbesar materi selanjutnya Grausig tetap mempertahankan kedasyatan ini walau tidak menutup kemungkinan progres band selalu hadir mengejutkan disetiap masa-nya. K studio masih menjadi opsi idaman Grausig untuk tetap coba mempertahankan salah satu karakter sound band, sehingga kita tidak bisa serta merta sangat mudah memukul rata dengan persepsi pribadi jika tidak sependapat, jika hari gini sound musti gini atau gitu, karena dalam setiap Band pasti akan selalu mempersembahkan kemasan paling dirindukan fans dan audiens-nya, apalagi w sebagai penyembah kedasyatan DM era 90-an, sangat merindukan sekali atmosfir sound yang menggetarkan seperti ini memenuhi ruang kamar. Tearing it self apart as it builds, " God, Is It ? " is nonetheless a powerful masterpiece to artistic process as well as BDM design, and its conflict if taken literally projects a hidden reality embedded within the justifications of human survival. Whatever the abstract interpretation, however, the textural existence that is this music contains both the complexity to be interesting and the brutality. dan Kalimat paling sakti untuk closing tulisan ini adalah : INI MATERI GOKILL - KALIAN HARUS SEGERA MEMILIKINYA !!!

* Songwriting: 8.5
* Originality: 8
* Memorability: 8.5
* Production: 8


Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670