VA. Indonesian Tribute to Last Days of Humanity CD 2021

 

VA. Indonesian Tribute to Last Days of Humanity
Proguttural Production / Blasted Stuff Production CD 2021
https://www.facebook.com/progutturalproduction
https://www.facebook.com/BLAST-STUFF-Productions-2242920669263616

01. Brutalkill - Gradually cut up under a series of light sedations
02. Cancrum Oris - Proceed the mass lite Disposal without Compassion
03. Cardiomyophaty - Intoxicated
04. Cephalohematoma - Equal Pleasures in the Realms of Dehumanization
05. Darah Perawan - Vaginal Fungus on a Rotting Cock
06. Enteropathogenic - Maggot Feast
07. Muerte En La Cuna - Wet Remains
08. Neurocysticercosis - Reeking must each Cavity
09. Proletar - Necrotic Eruption
10. Putrid Innards - The Beauty of Perfection in Sensible Cruelty
11. Raw - Raped in the back of a van
12. Rotten Blood - Rectal Bowel Inquisition
13. Rottenomies - a Divine Proclamation of Finishing the present Existence
14. Suscum - 48th cut
15. Tumpukan Bangkai - Disembowelment of Scattered Gastric Pieces
16. Xblenncardichromodacryexgenitohaemgenex - Sewing up the Abdominal Rupture for the Successive acts of Degradation


Menjadi Goregrind dengan sentuhan gokill Relentless Blastbeat tanpa henti, LAST DAYS OF HUMANITY (LDOH) dikenal sebagai salah satu legenda berisik paling dikenal di Negeri Belanda sejak digagas tahun 1989 hingga tahun 2006 sempat memutuskan untuk bubar jalan hingga pada akhirnya tahun 2010 melakukan reuni dan eksis kembali menggerinda. Drummer Erwin de Wit serta vocalis Hans Smits sering nongkrong di Soos Plock, di mana mereka ber-2 bersosialisasi en kerap liat penampilannya band grindcore seperti Blood, Agathocles, Dreft, dan masih banyak lagi menebarkan pandemi grindcore/noisecore Itu bertepatan memang dengan masa kejayaan beberapa band seperti Fear of God, Napalm Death, Sore Throat, Anal Cunt, dan 7 Minutes of Nausea, nah Band-band inilah yang kemudian menginspirasi Erwin de Wit dan Hans Smits untuk memulai sendiri band bergenre grind/noise. meski sebelumnya Erwin de Wit  memiliki band grindcore bernama Fatal Error sebelum bergabung dengan LDOH. pada waktu itu Erwin sedang sepanggung dengan band Drudge, Agathocles dan beberapa band lain pada tanggal 30 Desember 1989, di Plock, Erwin de Wit mendapatkan lagi kesempatan untuk menambah proyek kebisingan baru yang kemudian lahirnya LDOH. pada saat terbentuk LDOH hanya terdiri dari dua vokalis, Erwin dan Hans. memang konsep musikal band awalnya dibuat dengan menggunakan dua vocal yang diubah bentuknya oleh pengalih nada yang ditujukan untuk permainan gitar. hingga pada tahun 1990, LDOH melengkapi formasi pertamanya untuk tampil dipanggung pertama kalinya tahun 1990 bareng Fatal Error di Soos Plock. Setelah Memperkenalkan demo pertama ditahun 1992, " Last Days of Humanity ", Tahun 1993, LDOH kembali merekam demo ke-2 nya " Human Atrocity ", hingga pada tahun pada tahun 1996, LDOH mendapatkan kontrak rekaman pertama mereka. hanya butuh waktu 2 hari pengerjaan distudio untuk merekam materi album pertama " The Sound of Rancid Juices Sloshing Around Your Coffin ". direkam cuman 1 hari an untuk durasi 12 menitan saja, namun pihak label mengancam ga akan merilis full album pertama ini jika LDOH tidak menggenapi durasi 18 menit dengan tambahan waktu 24 jam, setelah terjadi perselisihan ini, akhirnya LDOH mempercayakan album pertama ini kepada Bones Brigade Records untuk dirilis pada tahun 1998. perjalanan LDOH nya tidak mulus ditandai dengan sering bongkar pasang formasi untuk melahirkan banyak rilisan LDOH yang telah.

Menandai kembalinya LDOH tahun 2010an, tahun 2009 label cadas asal Mexico, Alarma Records ngasih moodbooster comeback-nya Dutch Goregrind ini dengan antusiasme 33 band berisik sedunia berpartisipasi dalam album " tribute To Last Days Of Humanity ". animo fans sampai hari ini memang terlihat masih begitu besar untuk hunting all Merchandise termasuk rilisan fisik LDOH menandakan eksistensi nya begitu dirindukan. untuk Indonesian scene juga ngasih dedikasinya untuk mesin penggerinda ini untuk memberikan penghormatan yang sama dengan mengumpulkan partisipan menggarap album keroyokan ini dan proyek ini dikoordinir oleh Proguttural Records bareng Blasted Stuff Production untuk mengeksekusinya, and time will be killed .... Indonesian Tribute to Last Days of Humanity !!! ... 16 Band asli tanah air memborbardir biadab tetap dengan karakteristik keganasan masif LDOH.

BRUTALKILL, one man unit dari Blitar, Jawa timur dengan gaya Goregrind sentuhan Savage BDM mencomot dari materi full album pertamanya " Blasted Anatomy ", Heavy and downtune sound-nya menggerinda keji dengan track " Gradually cut up under a series of light sedations " dari album " Putrefaction In Progress ", Well, if decomposing, rotting, fungal corpses somehow started a band, this album is probably what they would sound like. Extremely down-tuned guitars, inaudible bass, rapid trashcan snares, and gargling vocals comprise this album, though the drums and vocals still dominate the material, Uuurgghhhhh !!!! masih dari materi album yang sama, CANCRUM ORIS bukan dari Bogota, Colombia loh, tapi ini Ultrablast Gorenoise asli Karawang membawakan " Proceed the mass lite Disposal without Compassion ", it actually makes musical works so much savagely on more every level! It leaves you absolutely no time to take your breath or recuperate... dari Malang, Jawa Timur mengkorek album "  Hymns Of Indigestible Suppuration ", CARDIOMYOPHATY memuntahkan " Intoxicated " dengan full enerjinya karena pengaruh terbesar band ini lahir dari nama LDOH, the amount of sheer unmerciful punishment, disgust, and brutality present in this track simply cannot be ignored. CEPHALOHEMATOMA, 2 Man Sick Diarrhea, duo berbeda domisili antara Cianjur dan Pontianak membikin telinga berdenging dengan " Equal Pleasures in the Realms of Dehumanization ", raw dirty soundingnya bikin jantung seperti di iris banget, mengingatkan sekali dengan karakteristik yang diusung oleh Goregrind/gorenoise Bangkok, Thailand, Cystgurgle ! DARAH PERAWAN, Porn-grind unit Bogor memang udah ga sangsikan komposisinya, lewat " Vaginal Fungus on a Rotting Cock ", mereka total banget mencongkel biji peler banget ! With song ranging from one minutes to ten seconds, this composed had me constantly checking my Winamp to see if that brief pause in the noise was the end of the song or merely a break. dari Blitar lagi ada ENTEROPATHOGENIC dengan " Maggot Feast ", goregrind sickness lempeng in the name of Brutality. mengadopsi kegokill'an nama Autophagia en Hyperemesis, Jonggolian Freestyle raw goregrind MUERTE EN LA CUNA mendendangkan tune gawat menjijikkan " Wet Remains " dari album "  Hymns Of Indigestible Suppuration ", komposisinya Gw suka sekali nih, nice ! Jogjakarta one man goregrind project NEUROCYSTICERCOSIS dengan " Reeking must each Cavity ", sentuhan Saxophone mengingatkan w dengan Avant-Garde Mathcore-nya Naked City, elegan tapi memekakkan kuping banget ! dari Ibukota ada PROLETAR mencomot " Necrotic Eruption " sebagai penghormatan mereka era album " The Sound Of Rancid Juices Sloshing Around Your Coffin ", style Grindingcore-nya memang masih jadi Trademark dengan komposisi yang jelas terdengar lagi. PUTRID INNARDS dari full albumnya " Taste Of Putrefaction From Multiple Wounds " mempersembahkan 1 track influence terbaik mereka " The Beauty of Perfection in Sensible Cruelty ", Unit Brutal Death/goregrind asli Bekasi ini asli meluluh lantakkan dari Catchy hingga blasting part-nya bikin jantungan banget. coz we know, through and through, and LDOH mission was simply to offer punishing, brutal, and disgusting music for the few people interested in it ! en dari Surabaya, meledak ga kalah kesurupannya adalah, RAW ! dengan " Raped in the back of a van ", berulang kali membawa kita sebenarnya tetap dalam kebiadaban musikal LDOH, Uuuuurghhhh !!!!!!!!! masih dari Region scene Bekasi, ROTTEN BLOOD memuntahkan " Rectal Bowel Inquisition ", sounding en style musikalnya rada mirip dengan Putrid Innard terutama pada pemilihan karakter tune snare drum, ethos brutality-nya bawa pesan keramat " remukkan terus coyy !!! ", masih dari Blitar lagi, ROTTENOMIES ga kalah lempeng-nya membabi buta lagi seperti hal-nya project Enteropathogenic, " a Divine Proclamation of Finishing the present Existence ", struktur sounding komposisinya didominasi lebih ke Instrumen, sehingga level vocal harus rela tenggelam lebih dalam. This whole song has barely any dicernable guitar riff in it, just a chaotic maelstrom of low-tuned 6-string mush and distorted bass kept together. mengusung warna Goregrind yang bikin gendang telinga seperti tersayat sayat distorsi tajam, SUSCUM yang disini menyumbangkan irama menjijikkan " 48th cut " seperti mengingatkan w dengan perpaduan karakter yang sudah dimainkan oleh band Autophagia, Stickoxydal, Plasma, Dead Infection, Hymen Holocaust, Rompeprop atau Gutalax mungkin? As Grindcore is supposed to, this release has tedious non much changing guitar riffs low tuned and distorted, bass isn't well audible It's got some kind of Brutal atmosphere after you've managed to change your pants when you piss yourself laughing so hard at the Gurgling pig Squeal vokill. durasi lagu paling singkat disini terusung fantastis oleh penampilan, Goregrind One man produktif asal jakarta TUMPUKAN BANGKAI untuk track " Disembowelment of Scattered Gastric Pieces " hanya 24 detik, Uuuuurgghhhh ! dan sebagai Closing a tribute ini diselesaikan oleh One man band produktif asal Palu, Sulawesi tengah yang punya nama unik dan susah dikenali sekali Anonim idealisnya hehehe, XBLEENCARDICHROMODACRYEXGENITOHAEMGENEX, waawww susah kan bacanya hahaha ... mempartisipasikan lagu " Sewing up the Abdominal Rupture for the Successive acts of Degradation " dari sekali lagi album paling fenomenal LDOH " Putrefaction In Progress ", dengan konsep yang bikin geleng-geleng bukan penikmat sewajarnya, Xblenncardichromodacryexgenitohaemgenex mengusung aroma Harsh Noise / Gorenoise, seperti mendengarkan musik mereka didalam air aja layaknya, berisik en menusuk-nusuk kenyamanan telinga (bagi bukan penikmatnya), " I'm Depressed and I Just need to be loved " nah kan...?

Overall, w tidak ragu kalo banyak orang mungkin tidak akan bisa mendengarkan atau menikmati materi seperti ini jika bukan " fans "-nya, kemungkinan besar karena ini adalah dinding berisik selama hampir 20 menit.  There’s no melody, no cleanliness, no redeeming values from this album, tapi w pribadi beruntung adalah salah satu penikmat-nya beberapa tahun kemaren. Itu adalah album tribute goregrind lebih laknat lagi dari a tribute LDOH sebelumnya yang full menawarkan offer punishing, brutal, and disgusting music for the few people interested in it ! Membaca titel track-nya saja sudah cukup menghiburku. en " Musik " adalah bonus tambahan. If you’re a fan of losing your hearing at an early age, or you enjoy listening to the sounds of a trash compactor, give this a fuckin listen and Aaaarrrrrrggghhhhhhhhh!!!.

* Songwriting: 8
* Originality: 8
* Memorability: 8.5
* Production: 8



Brutalkill - Gradually cut up under a series of light sedations (LDOH Cover)


Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670