Emperium - Advent CD 2020


Emperium - Advent
Eastbreath Records CD 2020

01. Fallen Angel 01:41
02. Inquisition 03:46
03. False Atonement 05:04
04. Advent 03:30
05. Beheading The Elite 03:49
06. Invidia 02:56
07. Apostasy 04:24
08. Dimensions 04:41
09. Pantomina 03:26
10. Malevolent Dystopia 05:14

Niel Baluca - Guitars, Vocals
Chok Verzosa - Guitars
Lario Bonaobra - Bass
Jorem Ejara - Drums

Dengan semakin populernya kultur musikal dinamis, engga terlalu mengejutkan jika kemudian telah booming kuat dengan kemunculan band-band death metal teknis dan progresif beberapa tahun yang lalu. yang beberapa diantaranya telah berhasil bikin Gw terkesan dengan komposisi brilian yang telah dilahirkannya. masih berangkat dari root kuat Death Metal, hari ini makin banyak musisi berbakat mengembangkannya menjadi bentuk yang semakin menyegarkan lewat perpaduan dramatis antara taste dan skill. terlebih juga banyak band menunjukkan performance luar biasa dan mengarahkan pada suasana mendalam dan taste melodisisme yang kuat. ada banyak sekali nama yang berhasil mendarat kuat dalam pikiran Gw, semuanya adalah band gokill dan bagus, cuman akhirnya dihadapkan pada hal keberuntungan saja, sehingga beberapa diantaranya belum tergali ke permukaan untuk dapat dikenali banyak fans, dan kalo boleh jujur, Gw justru sangat meng-applaous sederetan band-band Underated yang semuanya masuk dalam list " berbahaya " dan harus diwaspadai, karena bagi Gw nama-nama populer hari ini justru cenderung bikin kesan boring. dalam kesempatan tersendiri dan berbeda, Gw bakal memperkenalkan lagi satu persatu daftarnya. kali ini, perkenalkan EMPERIUM ! Unit Muda berbahaya asal Makati, National Capital Region, Filiphina, sebuah negara kepulauan yang terletak di Lingkar Pasifik Barat, terdiri dari 7.641 pulau sejak ribuan tahun, warga kepulauan Filipina, adalah para pekerja keras yang telah mengembangkan sistem cocok tanam Padi sangat maju, yang menyediakan makanan pokok bagi masyarakatnya, ga heran negara ini kemudian mendapat julukan sebagai Lumbung Padi ASEAN. menjalani evolusi karir panjang sejak dibentuk tahun 2006 sebagai Art of War dan memantapkan eksistensinya dengan konsep paling mereka yakini sebagai spirit terbaik Emperium pada tahun 2014. mengusung warna Technical DM dengan sentuhan melodius, meski rada lambat, akhirnya tahun 2017 mereka memperkenalkan debut pertama " Prelude to Agony " sebagai demo eksistensi penancapan karir serius hingga akhirnya mereka bertemu dengan Eastbreath Records untuk menjalin kerjasama perilisan debut album penuh pertama " Advent ". komposisi Musikal Emperium mengusung banyak elemen yang membuat band berpengaruh banyak band teknikal hari ini, nama Death selalu menjadi band yang sangat luar biasa sejak satu setengah dekade sebelumnya, meletakkan dasar karakteristik DM yang tidak dapat diprediksi dan menantang secara teknis, uptempo, double melodic riff yang panjang adalah karakteristik yang cukup unik ditanamkan dalam tubuh Emperium. Regardless, Emperium obviously have technical chops beyond most in metal, but what makes them stand out is their intelligence and complex composition. It's easy to play fast, but Emperium steps up to the plate and delivers a calibre of songwriting that justifies their technical and melodic abilities.

Salah satu stigma utama yang sering dikaitkan dengan TDM adalah tuduhan Wankery, yaitu, mengkompromikan penulisan lagu atas nama skill performance dalam hal memainkan instrumental. Apakah setiap band TDM melakukannya? Tidak. Apakah itu terjadi sama sekali di dalam TDM? Itu hanya masalah interpretasi, pendapat, dan bias pribadi. karena keindahan harmoni dalam seni memainkan komposisi secara kompak dan Gila-gilaan sebenarnya adalah obsesi tanpa batas ! karena kita juga ga akan pernah tahu sampai dimana puncak ketidak warasannya dalam mengulik ide paling gila sekalipun. Despite their Sophisticated technical instrument sections, the songs all retain simple, easy to catch structures akin to the usual verse-chorus style that everyone and their dog is used to in music. " Fallen Angel  " jadi ritual instrumen setlist pertama seperti bernuansa 8-bit theme of the games era Nintendo hehehe ... kemudian dikebut dengan track " Inquisition ", pada part-part awalnya sih Gw masih merasakan siksaan karakteristik BDM, lalu kemudian kita mulai menikmati siksaan syahdu 2 Riff side kanan kiri yang bernyanyi dan saling melengkapi, berbagi peran mempercantik kombinasi DM atraktif Emperium. This is a consistent sophomore offering, and better than the debut Retribution from a few years back. seperti ini mempertahankan orisinalitas dan kualitas performance, Emperium seperti sengaja membiarkan sound drumming tampil se-natural mungkin dari Jorem Ejara, sehingga sempat mengurangi kebersihan sounding pada beberapa high frequency liar, serta beberapa kali ketukan terdengar lepas dari kontrol metronom, Emperium sekali lagi hanya ingin terdengar Real ! duet Riff melodius yang kompak saling mengisi, sehingga telinga kita seperti sedang dihajar dengan stereo panning yang asyik gila bermain. rasanya seperti Gw mendengarkan kembali perpaduannya Obscura, Inferi, Neuraxis, Arsis, Bleak Flesh, ato Allegaeon. meski menyederhanakan dengan sentuhan khas Emperium, aransemen musikalnya lebih mudah dicerna. is an impressive statement, whether you subscribe for the band's latent musical proficiency or you just want a pretty kick ass TDM with obvious skills showcased here, the songs are memorable enough to warrant a recommendation. partisi lincah permainan Riff serta harmonisasinya memadukan sentuhan Pentatonis, neoclassical, virtuoso hingga shredd style. dengan pembagian room tune yang berimbang, Gw rasanya seperti mendengarkan Emperium didepan mereka aja. aransemennya Gw rasa masih terlalu jinak, jika Emperium lebih menitik fokuskan pada elemen riff, karena Gw pikir instrumen lain masih menjadi pelengkap dan bukan partner tangguh lini gitar. mendengarkan beberapa Riff tactical-nya seperti sedang membayangkan Yngwie Malstem bermain disini. menguras enerji dan konsentrasi selanjutnya " False Atonement ", masih bertemu dan bertarungnya 2 riff yang saling mengisi lagi lagi menciptakan labirin laknat. Punchy, Blitzing speed seamlessly dictating the pace of the album through signature changes and proverbial mood swings. melumat aransemen dengan agresi Harmoni dan melodi rasanya kita seperti sedang di nina bobo kan dengan bejibun momen simfonik yang menarik yang hampir condong ke nada menghitam dibeberapa bar. " Advent " juga ga kalah keren masih menebar riff melodi jahat disana sini stay memanjakan kuping banget. I'm sure if you're neck deep in the modern TDM world, this is your bread and butter. I can see the pieces of it that would appeal to someone like my preferred listens to do me. Like I said, it's not inherently bad. It's full to brim of wild compositions, spidery, sweeping solos, complex bass lines, the whole nine. I simply feel like most of the hype came from the people who really live and breathe this exact brand of TDM, much like some people gush over BM that sounds like it's recorded through a boombox. merasakan sendiri telinga kanan kiri digempur dengan Pentatonik serta Arphegio riff yang cepat, sementara pada middle-nya digempur dengan permainan Bass yang ga kalah gokill-nya. menyimbolkan karakteristik Modern Metal, tidak menggambarkannya dalam cahaya yang buruk, tetapi tidak benar-benar mendorongnya ke new level. mungkin beberapa band lainnya yang melakukan jauh lebih banyak hari ini, dan ini hanya tidak cocok dengan mereka, Oleh karena itu, Emperium masih duduk di mana mereka mampu melakukan sebuah penilaian yang bijak. hampir sering mengumbar atraksi skilling, sehingga gitaris Niel Baluca nampak lebih leluasa konsentrasi penuh mengulik fill-in riff-nya bareng Chok Verzosa. " Beheading The Elite " masih menebar penuh ranjau kejutan dinamis lewat riff-riff dramatikal paling menantang. kerennya, Gitaris Matias Quiroz-nya Bleak Flesh menjadi solo Gitaris tamu ditrack ini, poin makin menarik untuk track ini. Matias continues to play extremely complicated baselines, which draw your attention away from the guitar solo, which is supposed to be the point of interest. terkadang terbesit juga dalam otak, mendengarkan komposisi menarik dan dinamis seperti ini adalah dalam ekstrak instrumen, karena kita bakal mendengarkan lebih detil lagi penggalian skill Emperium seperti pada track " Invidia ", tanpa speed yang meledak dan menggebu, Emperium seperti ngasih kode untuk Cooling down sejenak agar tidak menjadi rasa boring saat berkonsentrasi lebih pada teknis, memiliki komposisinya yang terstruktur sedemikian rupa sehingga kita benar-benar dapat mengingatnya setelah kurang dari sepuluh mendengarkannya kembali, namun tetap mempertahankan kehebatan skill dan pendekatan musikal dari genre TDM. lebih terasa melodius dengan bit yang tidak berat sama sekali. karena mungkin saat ini sudah ada anggapan dalam scene DM hari ini, memasukkan elemen melodi dapat dianggap sebagai elemen progresif karena sangat jarang di antara konseptual Metal modern. Perpaduan antara keindahan dan kebrutalan dalam struktur sangat menarik yang Gw temukan itu memikat hati sejak mendengarkan pertama kalinya. yuk menari menikmati kembali untaian jemari sakti Emperium di " Apostasy " semakin mematikan banget komposisinya, ditambah solo Gitar tamu spesial kali ini ada Christian Munzner-nya Obscura yang menaburkan solo cantik banget, sehingga rasanya Gw seperti diajak bertamasya lebih jauh dalam dimensi hampa ciptaan Emperium. great lead work and and incredible rythm section. Christian Munzner weave in between the maelstrom of the guitars and create quite a soundscape that does more than just accompany, damn !!! apalagi komposisi harmoni riff track ini penuh dengan sayatan melodi riff yang berbicara panjang. " Dimensions " kembali mereka usung sejak pertama dikenalkan pada demo awal dengan sentuhan yang lebih menggigit lagi. kemudian yang bikin Gw suka adalah " Pantomina ", Instrumental keren bergaya khas tradisional Filipina yang disadur dari Bicol Region dalam aransemen ulang ala Emperium. setiap detil part-nya disusun sangat coba familiar dengan irama folk, provokasinya adalah mencoba kita dibawah pengaruh tarian Salsa hehehe. Melodies and catchy hooks abound in this very listenable release, and it may act as a decent bridge for metal newcomer intimidated by other bands to check out and then explore other, heavier bands from there, Emperium giving the kickin asshole !!! sebagai Hidangan penutupnya, " Advent " menyudahinya dengan track " Malevolent Dystopia " masih menawarkan komposisi ciamik yang mengumbar hingar bingar riff liar menghajar. I mean, are we talking of the same band? Okay, it might not be as Brutal as say Suffocation, but that's no issue, since sheer technicality, variety and a sense for " Melodies " are the biggest strengths of Emperium.

All in all, This album is definitely for musicians and those interested in listening to Slightly Death tinged Technical MDM, not the casual listener looking for something to crank out of his open car window to look cool. Album ini jelas diperuntukkan kepada para musisi dan kalian yang sangat tertarik mendengarkan konsep metal Melodius, Neoclassical, Arphegios en Technical yang terasa spesial, bukan pendengar biasa yang mencari sesuatu untuk keluar dari mindset otaknya yang terbuka agar terlihat keren. Produksi materinya lumayan mendukung skill dan aransemen Emperium meski menurut Gw masih perlu perbaikan dimasa yang akan datang agar terdengar lebih clean. tetapi jika Kalian tidak mengharapkan album DM yang menghancurkan, maka kalian akan menemukan rekaman yang terdengar sangat penuh dengan tune yang luar biasa pada setiap instrumennya. Ini cukup seimbang dan terdengar sangat menampar, so, Gw merekomendasikan sekali album ini untuk pendengar yang berpikiran terbuka di luar sana yang tidak peduli bahwa album itu tidak terdengar sangat berat namun sangat cepat. Lagipula soal kualitas penulisan lagu dan musik, dan Emperium melakukan hal terbaiknya di album yang sangat menyegarkan ini. This Album is a good example of the indistinguishable mass of techdeath I so often criticize. Nothing. Is. Memorable. And because of that, I can't find a lot to say about this album. one to be approached for a most serious mental examination. Its still fast. The solos are still melodic also technical, the drumming is still precise, you still can't hear the bass, the symphonics are still epic and it’s spectacle is more entertainment for a handful of listens.

* Songwriting: 9
* Originality: 8
* Memorability: 8.5
* Production: 8

Emperium - Apostasy (Featuring Christian Muenzner)
 


Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670