Human Sadistic - Sadism Insanity CD 2019


Human Sadistic - Sadism Insanity
Enslave Records CD 2019

01. Introtius of Murder 04:09      
02. Human Slaughter 03:32    
03. Festering Corpse Melted 03:37    
04. Purification of Sins 03:48    
05. Machine of Butchered 04:09    
06. Centipeded of Human Anatomy 02:44    
07. Vomit Sickness 03:33    
08. Sadism Insanity 03:18    
09. Artchitectomy of Hatred 03:03    
10. Bangkai Para Pendosa (Bleeding Copse cover) 02:43

Amal - Vocals
Arif - Guitars
Farid - Bass
Danang - Drums

Indonesia Death Metal scene ga akan pernah merasa kuatir akan kehabisan stok BDM band-nya hingga detik ini, karena statistik masih terus mencatat setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bla bla bla akan pemenuhan stok-nya. karena Asia Tenggara masih menobatkan posisi Indonesia Scene sebagai lumbung terbaik Produk Death Metalnya. Ketika para musisi metal modern terus mengacungkan hidung kepada mereka yang mengklaim batas-batas tertentu pada kebrutalan sonic belaka dan style vokal parau telah tercapai dengan kehadiran nama besar seperti American Disgorge, lalu kemudian muncullah band-band baru seperti Brodequin lahir dari area terbatas di mana audiens merasa unfamiliar, tidak percaya, dan takjub kepada kekaguman terbuka akan ketekunan, keyakinan, dan keyakinan akan kemampuan destruktif dari bahasa musik yang masih kita " Death Metal". Simple-nya, banyak anggapan band seperti Brodequin adalah avatar kontekstual yang tidak hanya dari extremity for extremity demi sebuah etos terbuka dari genre, tetapi mereka juga ada sebagai pelopor style lebih mengerikan yang menampilkan subtlety ato atmospheric harmony yang terasa ironis, bahwa mereka menciptakan suasana yang luar biasa sebagai efek samping dari musik mereka sendiri kembali ke ide-ide dasar yang asli yang melahirkan gerakan death metal di tempat pertama. Namun, Gw tidak boleh terlalu menggeneralisasi dan menempatkan nama Brodequin dalam lingkaran pilihan yang mungkin tidak cocok dengan niat, motivasi, bakat, dan energi yang tak terbatas dan bersemangat seperti konteks ini. Dalam BDM bawah tanah ada strata band yang jelas berdasarkan kemampuan penulisan. Kehadiran Kwartet BDM Muda asal Kota Malang, HUMAN SADISTIC (HS) terus menambah deretan panjang BDM band makin membesarkan pengaruhnya. perpaduan karakteristik sangat kuat dari pendahulunya seperti Bleeding Corpse, Murtad ato Expendiency memiliki peran bagaimana HS getol melancarkan agresi biadab perdana bertajuk Teror " Sadism Insanity " sebagai sebuah Mimpi buruk. to communicate an intensity of effort and Aesthetic extremity which moved BDM level of perverse sonic terrorism a notch higher, or a few levels deeper. In a genre where bands pride themselves on the Simply intensity and violence of their music, outside of messages or communicated ideas, but rather just as...icons of an aural Aggression, standard-bearers of sound's ability to shock, overpower, or convince through Metaphorical appearances of Pathological emotional states, and random patterns of noise, and it rides this dividing line between the genres, casting off reflections on both musical forms while straddling the characteristics of both. Dividing and dipping down into noise Aesthetics and Expressiveness, it resurfaces in rhythmic fragments to coalesce in the listener's mind.

Berangkat dari fase liminal awal ini, limitasi wilayah serta tahapan eksplorasi dengan konsentrasi pada penulisan lagu yang lebih tradisional. Identitas HS yang kohesif seperti menyebarkan motif kejam dan mengulang beberapa pola riff: sebagai contoh khas dari kefasihan Indonesian BDM coba mengulik serta mengubah standar BDM yang sudah dicoba agar sesuai dengan obsesi mereka yang masih jelas untuk mendorong batas-batas siksaan musikal. tidak terlalu terburu nafsu untuk HS menyeduh panas kekejamannya. it's the whole internal makeup. Really, just blindly pick a track on here and give it a listen. If you can't determine why those riffs are "so familiar", kindly paint the walls of your bedroom with lead-based paint and takes deep breaths. Between ridiculously blatant CC era Chris Barnes ripoffs are a few spots of "original" material if you'd like to call it that, but really, directionless chugging has been practically patented by East Coast bands. starting dengan Instrumental track " Introtius of Murder ", masih sepertinya jadi tradisi banyak band dengan genre sejenis demi menambah poin epik saat audiense perlu diberi foreplay sebagai pelemasan otot sebelum dishock therapy gempuran megablaster HS yang meledak seketika pada " Human Slaughter ", tema-tema kekejaman cukup menggambarkan moodbooster kejam-nya komposisi yang mereka suguhkan adalah perpaduan dramatis antara Disgorge, Cerebral Effusion, Brodequin dengan penekanan Intensitas IDDM ala Bleeding Corpse, Murtad ato Expendiency banget. meski ga ada yang terhitung baru atau mengejutkan, HS menyajikan komposisi BDM penggilas dengan produksi sound mantap hasil tangan dingin Avaness-nya Demented Heart. Karakteristik Guttural Gurgling yang jelas hanya bergumam dan mendengkur cukup mewakili bobot BDM no mercy, The vocals are savagely guttural, in a regular BDM style, which are random undecipherable gurgles and by now I already have a feeling that vocals are the most important item in this sort of music horrify anyway. ! dengan komposisi musikal yang lebih gampang ketebak progres fill-in dan moody stylenya, sehingga audience dipastikan bakal lebih larut dalam moshpit crowd. tidak banyak melakukan skilling yang mendetail, HS lebih melemparkan corak karakteristik yang terdengar simply dan powerfully. masih sigap banget ketika mengkonsumsinya, karena HS selalu punya formulasi khusus untuk memecahkan konsentrasi Moshpit dengan provokasi Body contact dan headbang act. en kali ini Gw tidak memiliki satu ton highlight untuk dipilih dari konseptual band masih menjadi perkembangan BDM Tanah air yang makin menjadi kualitas terbaiknya sampai saat ini meski masih menjadi pengulangan dari pendahulunya. beberapa kali Gw mendengarkan " Peak " sound guitarnya pada saat loss snare, mungkin level Drop down tune-nya terlalu over level saat take record biasanya sehingga lumayan akhirnya mengganggu kebersihan produksi sound pada part ini, but wtf, pada part lainnya no problem dan tetap menggilas, sehingga Headbang party must Goes on ! terus menggerinda powerfully di " Festering Corpse Melted ", masih melakukan pengulangan beberapa part familiar, sehingga pembunuhan berantai ini dinyatakan belum selesai. Apa yang Gw rasakan saat menikmati sounding HS begitu crunchy (walau terdeteksi beberapa sound mengalami Peak) seperti kebanyakan BDM band melakukan dua klise utama yang sering menampilkan kemegahan. kualitas produksinya memang men-congkel biji peler. Tidak terjadi yang begitu mencolok dengan beberapa pendahulu yang sering Gw sebutin diatas. sounding Vocal, Gitar dan bass dapat dibedakan satu sama lain dan memiliki full meaty textures. Dan drum sounding tepat dan pandai berkomunikasi yang membuat kita jadi lebih mudah mendengarkan dan meningkatkan rasa groove. karena hampir keseluruhan ini benar-benar dapat memberikan Sound BDM agresif yang tidak basi dan berulang menyakitkan seperti standar umum genre. Memang banyak bias yang Gw sendiri masuk ke dalam pernyataan ini, tetapi cukup untuk mengatakan aransemennya merupakan jalan panjang yang mengingat bagaimana Gw menjadi lebih terbiasa dengan BDM Style. serangan Biadab bertubi-tubi memang tidak mengenal kata lelah, karena " Purification of Sins " masih mencincang dengan Intensitas dan Agresifitas ! Onwards to the actual content then… the juicy Slaughtery content, which is what I actually like about this record, " Machine of Butchered ". Tune Gitar dan bass gritty and punchy, dan riff sama-sama agresif. Tidak banyak variasi dalam hal ide-ide musik yang disajikan, tetapi HS benar-benar sanggup memecahnya. tidak terlalu memikirkan satu ide selama lebih dari 10 detik pada suatu waktu, selalu mengganti riff dan pola. terdengar simply namun berbobot untuk dicermati, tetapi juga sangat kohesif, dan transisinya sangat ditekankan. Perasaan bolak-balik yang konstan ini antara grinding riff berpacu didukung oleh tendangan ganda interupsi oleh chugging slam dengan improve drum yang disinkronkan selalu menghancurkan. cooling down sambil mencekam ketakutan dulu dengan Intro " Centipeded of Human Anatomy " sebelum tulang kalian kembali diremukkan di " Vomit Sickness ", totally has a Heavy as fuck and organic sound when compared to their release before ; the guitar tone is crunchy and fat with loads of gain, yet the drums maintain a slightly thin sound. I don’t really consider this a bad thing since it has a very true and simple atmosphere, but some might consider this a weakness or even an irritation. The bass drums are very click and the snare is as unsettling and relentless as the beasts adorning the cover art, but it pushes the album to have a sinister and misanthropic atmosphere. The blasts and double bass rhythms are constantly being pushed at typical DM tempos, yet are varied enough to keep each pattern engaging. jika HS menaruh " Sadism Insanity " sebagai mainframe titel album adalah keputusan terbaik, coz aransemennya seperti disajikan sebagai Intisari musikalitas keseluruhan materi. Presented by entering a dreamy land of Slamming progressions and slow heaviness. The songs are well written, being of made up of mostly atypical time signatures and tempo changes alternating with mosh worthy riffage that progress the songs towards an end and closure rather than gargling away into repetitive nothingness. sebagian besar lagu di sini memang memiliki groove yang akan menempel di otak kalian selama beberapa hari, tanpa banyak menggunakan cheesy, slam yang intens. Namun, ini menjadi banyak momen fretboard dan siklus riff yang menarik, menciptakan labirin soundscapes biadab dan Heavy sonically, tetapi juga berhasil melakukannya dengan cara yang mengesankan. begitu juga dengan " Artchitectomy of Hatred ", stepping di setiap part yang bisa dibayangkan, mengemas begitu banyak riff yang coba membekukan pikiran menjadi satu lagu itu adalah keunikan tersendiri dalam dinamika-nya. Ada dua perbedaan mencolok, yang keduanya mampu sedikit membedakan dari pendahulunya. Salah satunya adalah ekspansi umum dari riffing palate, tidak hanya mereka menggunakan disonansi lebih tinggi, HS secara paradoksal menambahkan lebih banyak Groovy Riff , menciptakan punchy style namun mengalir keras seperti gempuran Bulldozer. mungkin HS lebih banyak terpengaruh oleh nama Bleeding Corpse, sehingga representasi materi " Sadism Insanity " mendapat beberapa sideeffect yang mengarah ke Karakteristiknya meski HS tetap memiliki warna Khas tersendiri. sebagai bentuk dedikasi, " Bangkai Para Pendosa " diluncurkan dengan sangat kejam lagi. merevitalisasi sebuah keyakinan Gw pada musikal sebagai sesuatu yang dapat Gw nikmati dalam suasana non-live. Disonansi-nya menambah suasana barbar. an honest to god riff, something that can actually linger in your mind and give you a reason to come back to it !

In the end, Long story short, in everything from Aesthetic to lyrical content to the music itself, " Sadism Insanity " is a pastiche of every other post 2000 BDM you've ever heard, and in a sense it's sort of emblematic of the problems these days suffers from: it's riffless, one dimensional, and content to remain nothing more than okay without doing a thing to distinguish it self. Ketika kalian menggabungkan semua aspek materi ini, kalian memiliki sesuatu yang 666% benar untuk dibentuk dan tidak tergoyahkan dalam intensitas dan kebrutalannya. Sama sekali tidak ada kompromi. sekali lagi berhasil menampilkan agresi bervariasi dan sepenuhnya over the beast yang menampilkan karakteristik Intens. Secara personal, ada konstruksi riffing berat dan ganas yang berisi segala macam pola mencincang, menyiksa irama jantung dan mengoyak ritme yang digerakkan oleh kecepatan menawarkan ketukan dan riff yang menghentak, yang semuanya terjadi dengan cukup menampar bersamaan dengan rangkaian karya riff eksplosif, ada sejumlah besar ritme groovyslam spindly pada intensitasnya, tidak hanya untuk pengaturan yang berbeda serta cara mengubah dari style dan step yang berbeda presisi. Coupled together with a few explosive slams brought in with " Sadism Insanity " as well, the wide array of work here makes for a completely punch and complete look that makes for a dynamic attack. aransemen komposisi berani diadu dengan produksi materi yang ga diragukan lagi, meski masalah yang terjadi adalah Overlevel Guitar saat take record terlalu besar sehingga mengundang masalah peak. karena Gw rasakan yang namanya " Loudness War " dalam quality music hari ini memang nyata sedang terjadi, mengejar loud hingga lupa dengan limitnya. artwork sadis karya Raymond Art juga ngasih poin plus theme sadistisnya. Fans fanatik perpaduan destruktif antara Disgorge, Cerebral Effusion, Brodequin dengan penekanan Intensitas ala Bleeding Corpse, Murtad ato Expendiency, sangat Gw rekomendasikan agresi biadab Human Sadistic. As there’s not a whole lot of overall flaws here and plenty to enjoy from the varied and Comprehensive attack featured here that has so much to enjoy containing nearly everything possible in terms of BDM that this one is completely appealing for any and all fans of the style or those that simply enjoy Good, Heavy and Brutal extreme metal.

* Songwriting: 8
* Originality: 8
* Memorability: 8
* Production: 8

Human Sadistic - Architectomy Of Hatred
 
 

Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670