Serigala - Fragments of A Shattered Soul CD 2021

 

Serigala - Fragments of A Shattered Soul
Eastbreath Records CD-R 2021
https://www.facebook.com/serigalajkt
https://www.instagram.com/serigalajkt
https://serigala.bandcamp.com

01. Timefall 05:20
02. Sanctuary 03:56
03. Momentary 04:07
04. Unravel 03:48
05. Soulless 05:12
06. Eternally 06:15
07. Purity 04:35
08. Orchid 03:31
09. Elegy 04:00

Muhammad Jody - All Instruments

It's blasts of melody mutate into a Blackened buzz while waves of tempo changes pound down with intense emotional weight. SERIGALA, One man Project dari Muhammad Jody mencoba menawarkan sesuatu berbeda dari yang kita konsumsi, terutama di scene Tanah air dengan menyajikan komposisi musik yang menggabungkan musik antara sentuhan kuat Black metal dan Shoegaze dengan suasana yang terasa dingin mencekam, elemen post yang mengharu biru pembawaannya, warna ambient yang tenang namun menghanyutkan, melodi yang epik, pendekatan warna Death Metal menyegarkan, serta beberapa sentuhan progresif yang dibalut dengan vokal depresif yang akan membuat kita merasa seperti merasakan kesedihan mendalam yang tak berujung, Histeris? yupz ungkapan bahasa jiwa manusia terbaca disini. Aransemen lagu yang lebih pribadi coba menampilkan kekuatan artistik yang terbawa oleh sebuah kerentanan perasaan labil, rasanya mengingatkan dengan perpaduan histeria Post-Black/Atmospheric Death Metal antara Oathbreaker, Ghost Bath, Deafheaven, Downfall of Gaia, Panopticon ato Wrvth. A musical triptych that needs to be heard to be believed and Ethereally this materializing vanishing into the beautiful unknown. bagi Muhammad Jody mungkin membutuhkan sedikit pendekatan penjiwaan untuk dapat menghidupkan soul apa yang dimainkan pada setiap komposisi-nya, seperti mempelajari setiap letupan kejiwaan seseorang yang terganggu, dari tenang tiba-tiba bisa menjadi agresif. berulang dalam dorongannya yang begitu mengguncang, Serigala menyajikan cukup variasi musikal tanpa mengorbankan cerita atau emosionalnya. bagian yang begitu menonjol sebagai karya yang unik dari apa yang sudah terlalu banyak dilakukan oleh band-band lain, Serigala hadir dalam kesedihan, ghostly instrumentals, vokal clean, menyayat hingga mengeram kesakitan. rasanya seperti meratap tenang kemudian kebakaran yang menjadi sinyal bagi nyala api untuk perlahan-lahan melayang menuju kegelapan, tended toward eerier, moodier, more atmospheric sounds laced with lyrical theme about depression, sadness, and the purity of love in the most impure way are accompanied by a trudging musical backing that slows down the pace to great effect before rocketing off at breakneck speed, creating genuine discomfort with the crooning vocals, Blaaarrrr !!!

Seperti sedang membangkitkan dirinya sendiri dari keterpurukan sebelum tiba tiba meledak, adalah karakteristik dominan dimainkan oleh Serigala, jadi jangan gampang kaget, dari perangai tenang tiba tiba alunan badai menyerang hebat menggambarkan suasana kejiwaannya, but tenang aja warna Shoegaze suram-nya cukup ngasih sedikit nafas lega apalagi Atmospheric nya siap bikin menggigil. memainkan style Post-/Atmospheric Black Metal diawal setlist dengan ditandai oleh track " Timefall ", fast part-nya lumayan ngingetin gw dengan tradisi Saor juga Summoning Era " Minas Morgul ", engga berlebihan memainkan seluruh lanskap musikal yang disatukan oleh rasa keindahan yang serius dan tragis, dan setiap part menampilkan cita rasa gelap dengan tempo cepat dan berat mendominasi, en kayaknya Atmospheric Black Metal bakalan ga asing dengan style yang sekarang lagi digandrungi banyak band discene kita. at least interesting beyond it’s all there. Guitars are a barrage of tremolo picking, pleasing folk melodies and licks, which occasionally draw back to synch up with the double-bass rhythms. " Sanctuary ", sentuhan indah Shoegaze mulai perlahan menyapa, penjiwaannya ga meledak-ledak seperti track awal, lebih menawarkan tempo indah rancak mengikuti MoodSwing Serigala. unsurprisingly became the next target of this seemingly never-stopping Hype Train To Blackgazeville after endless comparisons were made between this new piece. tetap nge-gas tempo-nya di " Momentary ", riffing atmospheric yang lebih depresif dan agresif namun masih terdengar warna shoegazy adalah hype menarik dengan teriakan menyiksa, melodi yang mematahkan, blocking synthesizer indah yang bersama-sama membuat ingatan w dengan warna Deafheaven atau Woods of Desolation. Aransemen musikalnya sudah terdengar bagus dan kuat penulisannya, dentuman tempo drum yang kuat, pada beberapa track juga terdengar generik dan style lagu masih belum memiliki ciri khas tersendiri untuk jenis BM yang depresif ini, w rasa lagu harus memiliki melodi atau riff yang khas sehingga lebih memorable, mungkin ini w katakan sebagai salah satu kekurangan Serigala, at the moment, It transforms into a powerfully hopeful appeal that in all the darkness and despair experienced so far, there is the light and warmth that can be found through contact with a sympathetic other. menyimpan keindahan dalam setiap dingin serta sunyinya malam, " Unravel ", w rasa adalah siklus bolak-balik antara dinamika soft dan hard yang dirancang untuk memusingkan bahkan penikmatnya yang lebih berpengalaman saat pertama kali mendengarkan. Dinamika ini disatukan dengan banyak band blackgaze yang tampaknya membentuk sisi " hipster " dari kancah black metal, but w memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang musik, sebagian besar didasarkan pada kurangnya tekstur " lebih hangat " yang umum untuk shoegaze, keseluruhan materinya memang tampak terdengar ramah atau menghibur, jerit penderitaan digantikan oleh melodi vokal yang cukup menyedihkan, Serigala memiliki keseluruhan dalam 1 sisi emosional. sama hal nya dengan track " Soulless ", seperti Tidak ada apapun tentang konten isi lirik lagu yang ngasih tau w bahwa Serigala sedang dalam mood untuk mengubah setiap emosi-nya. dari deskripsi yang cukup samar tentang catatan liner yang membahas tema emosional yang lebih dalam seperti kesedihan, depresi, dan alam baqa hingga part yang berteriak tentang seseorang yang telah mereka hilangkan karena ketidakberdayaan, ironic. " Eternally ", mungkin paling pas didengar sebagai salah satu lagu lengkap dari sebuah kedalaman depresi, kegelapan total dan keputusasaan yang dialami seseorang, merasa bahwa tidak ada yang lebih dari hidup selain dinginnya kematian, dan pencarian putus asa akan cahaya, jalan keluar dari kegelapan itu. begitu juga dengan " Purity " serta " Orchid " , dentuman tempo drum yang cepat dan berat cukup membahayakan detak jantung sekali menyerang setelah kita dibuai dengan warna Shoegaze. en beberapa kali w mendengarkan track melankolis dan depresif seperti ini, w tidak hanya menemukan kesedihan dan kesendirian, tetapi juga menangkap aroma harapan yang dipicu oleh nostalgia perlahan mendaki disetiap fase teratur menemukan cahaya terang. sebagai closing track yang menyudahi perjalan depresif ini, " Elegy " mengakhiri dengan flashback bernuansa skeptis yang menyentuh seperti part intro setlist awal.

And overall, if you realised you lost something or someone important and want to be surrounded by this black cloud of suffering, The album is perhaps cool heard as one complete showcase of the depth of depression and the utter blackness and despair that one descends into, feeling that there is nothing more to life than the coldness of death, and the desperate search for light, a way out of that blackness. Yups, bagi fans perpaduan unik Oathbreaker, Ghost Bath, Deafheaven, Downfall of Gaia, Panopticon ato Wrvth untuk menenggelamkan setiap kepedihan, " Fragments of A Shattered Soul ", w sarankan untuk kalian konsumsi saat kegabutan menyerang. Dalam hal musikal dan produksi, w yakin album ini adalah langkah maju bagi Serigala, tapi bagi w itu adalah satu langkah mundur dari berkembang menjadi sesuatu yang lebih unik; sebaliknya, " Fragments of A Shattered Soul ", seperti coba mengikuti booming saat ini, meski di satu sisi, bukan hal buruk jika dilakukan dengan sesuatu yang meyakinkan, tetapi di sisi lain seduhan melodi yang mirip dibeberapa part tidak memiliki pengaruh yang sama lagi karena sebagian besar memang sudah ga asing terdengar mungkin. Sekali lagi w tertarik untuk mendengar bagaimana Serigala akan berkembang dari sini, kita tunggu kejutan itu datang pada suatu hari. This new livery does provide their songs with an incredibly appeal, so that you have to listen to it. The post-black metal influences are woven perfectly into the basic material and are enhancing the positve aspects. Although there are many perfect moments, there are some flaws as well.

* Songwriting: 8
* Originality: 7.5
* Memorability: 7.5
* Production: 8


Serigala - Sanctuary



Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670