Rusuah - Homecoming CD 2017
































Rusuah - Homecoming
Hitam Kelam Records CD 2017

01 Intro 01:21    
02 I Know 03:56    
03 World Depression 03:33    
04 Logika ini 06:08    
05 Aku 04:50    
06 Tinggalkan Semua 04:54    
07 Homecoming 01:58    
08 ANT 03:54    
09 Ov Fire and the Void (Behemoth cover) 04:31    
10 Outro 01:47

Abadi Erlangga - All instruments

Kejutan elegan dari invasi gelap sebelumnya, Rusuah hari ini memberikan tamparan makin menyegarkan dengan " Homecoming ", adalah karakteristik debut yang lebih berani membongkar dogma baku. Straightforward Black Metal horde with the 2nd wave Reaffirmed this overriding attribute with some Stylistic Evolution away from its strict  texturing this would style and sound about as Adventurous and Forbidding. Yes, this Generic and Forced, and instead invokes a truly Nightmarish yet beautiful mental scene that will remain a Memorable Experience. melengkapi kembali perjalanan diskrografi musikalnya yang telah memasuki karya penuh jilid 6 bertajuk " Homecoming ", frontman dan mastermind Abadi Erlangga mencurahkan kembali kucuran keringat tunggal ke-2 nya sejak materi " Hitam putih ". menjadi proyek One Man memang bukan akhir dari idealisme, Abadi memang harus terus melanjutkan obsesi bareng Rusuah yang sudah digagasnya sejak 2010 silam meski harus bekerja sendirian. saat Abadi hijrah dari Pekanbaru, Riau ke Bandung, Jabar masih menunjukkan nafas hitam untuk mengemas kegelapannya. ya meski Gw sendiri tidak mengikuti diskografi sejak awal, yang Gw tau Rusuah memang tetap ingin eksis mempertahankan warna khas sejak album pertama " Last Journey " hingga " Hitam Putih ". Black Metal masih jadi rajutan mendasar secara konseptual, sentuhan Harmonisasi Riff gelap, pekikan vokal parau dan simponi eksperimental cukup menjadi tradisi yang masih ada disini. well, mengulangi persepsi kalimat awal Gw diatas, " karakteristik debut yang semakin berani membongkar dogma baku ", di " Homecoming ", Abadi ingin menunjukkan sentuhan menampar dari kebanyakan elemen standard BM band di tanah air yang mudah ketebak dengan band-band populer yang jadi Idola mereka, namun di " Homecoming ", mungkin perlahan tantangan menarik ketika Rusuah mencoba memasukkan beberapa soul pengaruh Symphonic Black Metal asal Netherland seperti Carach Angren meski dalam versi yang lebih sederhana hingga rajutan karakteristik ala Obtained Enslavement, Summoning, Bal-sagoth, Arcturus hingga Tvangeste tanpa banyak melepas warna khas sebelumnya (masih bercokol pada beberapa remaking lagu lawas Rusuah dalam versi anyar .ed). meski tidak mengalami Progres yang signifikan, Rusuah tetap tampil simply mengkomposisi materinya terdengar Catchy dengan Skill dan Fill yang ga bikin puyeng. " Homecoming " is feel tacked on as an afterthought, and at the same time, the same can be said about the traditional Black metal instrumentation as i know. makin kesini kayaknya Gw jadi penasaran buat bedah total keseluruhan materi ini biar kalian ga mati penasaran baca Prolog basa basi kecil ini. memang dari awal Gw memang menyukai beberapa baik kerjanya, dan ini akan membawa kalian masih ke jalan kengerian memutar yang lumayan berhasil menjadi kecantikan dalam kejahatan Rusuah. So yeah, Listen Damn Challenge !!!

Men-setting setlist track yang menarik adalah salah satu tujuan setiap band menjadi gimmick tujuan, sehingga memang kebanyakan sistematisnya perlahan demi perlahan mengantar pendengarnya mencapai Klimaks. tidak langsung membuka dengan hidangan utama, Rusuah menempatkan Intro piano cantik untuk mengawali perjalanan " Homecoming ". permainan tuts yang memberi ruang mencekam cukup merasakan Gregetnya hingga menit ke 01:21, dan setelah itu " I Know ", ketegangan pertama mulai dimainkan dengan epic part yang cukup menyihir Headbanging act pada sentuhan menit awal. pendewasaan musikal yang sudah ditempa dibeberapa materi sebelumnya, cukup membuat Abadi makin memperhitungkan sekali setiap komposisi, meski tak jarang baginya saat ini coba membuat Eksperimen kecil. manages to beef up Old style passages with Aggressive morbidity whilst Simultaneously giving raw and hateful BM a sense of beauty and fullness. The two halves of the pie complement each other in a way that has yet to be replicated in the realm of metal as a whole, and truly must be heard to be believed. penampilan vokal shrieking harsh scream simply monoton tentu masih menjadi karakteristik khas Abadi sendiri yang tidak terlalu ngoyo untuk melakukan warna yang menantang, karena memang bagi dirinya konsentrasi aransemen masih diatas segalanya. ya Gw bisa membayangkan sendiri ketika mengkomposisi single project seperti ini memerlukan injeksi dimensi bawah sadar demi menentukankan setiap harmonisasi tetap terjaga greget gelapnya, sehingga salah salah jika terlalu asal-asalan akan melemparkan terlalu jauh konsep yang masih dipertahankannya. sentuhan part yang tambah dewasa dan dinamis memang telah menambah citra materi kali ini asli menampar dan menyegarkan buat pemuja musik kegelapan dimanapun. it's really not even a flaw because it keeps the album from becoming tedious and one dimensional (not that that was possible with such a wide array of themes, ideas, and instrumentation in the first place). memberi invasi dalam dimensi gelap selanjutnya meski bukan track anyar (new version dari album era " Born to Be Death " .ed), " World Depression ", mulai memberi atmosfir yang perlahan memanas dengan rajutan distorsi hitam. memang jika mendengarkan gaya meraung Abadi cukup mengingatkan dengan beberapa garda depan parau Ambient/Harsh BM Vocalist. memberi rajutan resonansi yang terdengar makin melodius, gitaris Fahmi membubuhkan Lead solo menarik-nya. Rusuah memang tidak selalu menggebu gebu menyajikan kontradiksi aransemen seperti kebanyakan tebakan dalam benak kita, tapi Rusuah coba memberi kesan berbeda ketika setiap pendengar merasakan pengalaman baru mendengarkan stuff BM yang cenderung Depresif. enough complex and attract fans of other subgenres while keeping it as Misanthropic and dark as the genre usually is, thus managing to not Alienate established fans of the genre. atmosfir depresif yang masih sangat mencekam berikutnya adalah " Logika ini ", seperti sedang ingin memperlihatkan sebuah kenyataan yang sering dilupakan manusia dikala perang bathin menyerang. Akustik intro-nya coba mengingatkan Gw dengan " Razor Ribbon " nya Meliah Rage era " Solitary Solitude ". komposisi Anthemic cukup membikin kesan memorable dengan beberapa part yang berani taruhan akan cepat kalian ingat. meski banyak melakukan pengulangan, rajutan bar musik Rusuah masih ingin ngasih kesan Catchy dan Easy listening bagi semua telinga, lumayan nostalgia dengan materi era " Witchcraft " nya Obtained Enslavement serta depresi Atmosfir era " Dol Guldur " nya Summoning. be it the repetition, be the extremely catchy production or simply the lack of something else, something that stands out. masih menyimpan tidak hanya kenangan, lagu " Aku " dari Album era " Melawan Dunia " mungkin bagi Abadi memiliki story paling berkesan sehingga track ini menurutnya harus diremake kembali. album ke-4 yang menjadi perjalanan merangkak menemukan esensinya ketika Blocking keyboard masih begitu mendominasi di jamannya. menikmati untuk pertama kali, Gw masih tertarik dengan banyaknya hal yang terjadi bersamaan. dengan kombinasi aransemen instrumen yang tampaknya lebih bermain koheren, karena masing-masing part memainkan sesuatu yang berbeda. tremolo gitar atmosperik, namun sangat merdu dan harmonis. Drum fill makin bervariasi, beberapa kali menampilkan ledakan beats, dan beberapa kali mengisi, tapi tidak pernah terdengar acak, so pasti sebuah keyboard hadir, memainkan melodi indah yang sepertinya ingin menyatu dengan setiap chord dan Intonasi lagu. Never overused, but always present. posisi gitar track ini dimainkan oleh RGP. masih mendominasi dengan Blocking Instrumen keyboard, di " Tinggalkan Semua ", Rusuah masih menikmati sekali hampir setiap lini catchy komposisi. seperti menahan kepedihan yang mendalam, penjiwaan bernyanyi datar Abadi kayaknya sudah menjadi Trademark meski kurang menjiwai seutuhnya soul lagu. pada lagu " Homecoming " Instrumen akustik dengan kemasan yang terasa Avant Garde disetiap sentuhannya demi memberi sensasi dimensi berbeda meski hanya dengan durasi ga sampai 2 menit cukup bikin seseorang yang menjiwai akan mewek apalagi buat kalian yang lagi galau, sangat ga Recommended banget lah. hingga pada menit ke 27, kesimpulan kecil Gw cukup memberi apresiasi Rusuah masih mempertahankan warna khas beberapa materi sebelumnya, meski karakteristik eksperimen mulia Abadi injeksikan dibeberapa fill. Merepresentasikan kembali track " ANT (Atas Nama Tuhan) " dari Album " Hitam Putih ", yang dirasa Abadi cukup momentalis di remake lagi dengan pembawaan emosionalnya saat ini melihat perspektif peradaban manusia sekarang yang suka mengatas namakan Tuhan untuk setiap aksi dan menghalalkan tujuannya. komposisinya makin terdengar menarik dengan pembawaan yang makin totally. This gives way for new soul riffs to appear, and there are enough riffs here to surpass most fresh, and rival the best. sebelum menyudahi setlist pamungkas, Rusuah sengaja membawakan ulang " Ov Fire and the Void " nya Behemoth masih dengan versi khas Rusuah tentunya. now playing the instruments on a desolate Apocalyptic plane, an ashen cult entombed in a pit of their sins, and a climax where Rusuah eat an angel alive, feathers and all. pengemasan sound-nya sendiri juga lebih menonjok dengan kualitas uplevel yang disajikan untuk meng-cover,  seperti sedang mengirimkan rasa terror ketakutan yang tidak mengenakkan ke dalam pembuluh darah, sementara riff tetap berjalan seperti menggerinda dengan penggunaan interval oktaf seperti pada lagu-lagu buas awal Behemoth seperti " Conquer All ". in particular, just stand out with really well crafted Middle Eastern themes and blackened melodic riffs. This is the sort of stuff that Dimmu Borgir could be accomplishing right now if they weren’t so stuck in such a tight songwriting box, or later Emperor and Ihsahn’s material if it weren’t to the opposite extreme of wandering aimlessly in search of a coherent song. mengakhiri ending yang dramatis seperti pertemuan awal, Rusuah menutupnya dengan Outro Piano Instrumen, well sempurna sudah perjalanan dialam kegelapan dari labirin depresi kuat ini. You’ll hear this Especially in the closing track, where the band steps out of character for a Simplistic, yet utterly Sinister Postlude.

This year has seen a Dramatic Resurgence of BM Movement, with stellar releases with personal chart toppers, " Homecoming " Gw rasa tidak hanya menjadi pesaing utama album BM tahun ini dengan dorongan lebih baik di belakangnya untuk memenangkan semua album lainnya, namun Gw juga merasa bahwa ini berpotensi untuk menjadi Simply BM dan Catchy oleh kebanyakan fans, dan Gw sendiri masih memberikan apresiasi materi album ini dengan cool Score. pencapaian obsesi yang harus Abadi bayarkan dengan sebuah Masterpiece diproduksi tidak asal-asalan setelah melalui beberapa kali Revisi. konsep yang masih memegang kendali penuh karakter seutuh-nya band tidak goyah tergeser masalah emosional fill, sehingga memang ketika mendengarkan, kalian tetap akan tetap mudah mengenali Rusuah dengan poin plus warna menarik yang tidak kalian dapatkan di materi sebelumnya. setiap band punya karakteristik masing-masing, akan sangat tidak obyektif jika Gw menulis terlalu banyak sebuah kekurangan. dari segi aransemen, konsep hingga final pengemasan produksi Hitam Kelam Records tentu adalah rekomendasi untuk kalian Fans BM. artwork yang lebih menarik karya Adi Dechristianize, rasanya siap jadi Imej baru dibanding konsep art sederhana beberapa album Rusuah. That all being said, " Homecoming " is still a quality Rusuah album and you don’t expect anything groundbreaking and The changes in dynamics help the song speed along whilst you are left to contemplate how such majesty can be bottled into one track. What’s the saying? What doesn’t kill you only makes you stronger !










CHECK TEASER VIDEO MADE By LICMEDIA

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !