Brujeria - Matando Güeros
Roadrunner Records CD 1993
01. Pura de venta 00:41
02. Leyes narcos 01:09
03. Sacrificio 01:16
04. Santa Lucía 00:43
05. Matando güeros 02:24
06. Seis seis seis 01:19
07. Cruza la frontera 01:44
08. Greñudos locos 01:27
09. Chingo de mecos 01:16
10. Narcos-satánicos 01:50
11. Desperado 02:41
12. Culeros 00:51
13. Misas negras (Sacrificio III) 01:20
14. Chinga tu madre 03:11
15. Verga del brujo / Están chingados 03:43
16. Molestando niños muertos 02:57
17. Machetazos (Sacrificio II) 01:27
18. Castigo del brujo 01:44
19. Cristo de la roca 01:12
Juan Brujo - Vocals
Pinche Peach - Vocals, Samples
Asesino - Guitars
Hongo - Guitars, Bass
Güero sin Fe - Bass, Guitars
Fantasma - Bass, Vocals
Greñudo - Drums
Ada dua cara malas membaca " Matando Güeros: menganggapnya sebagai album grindcore yang " Gila " karena sampul kepala terpenggal, atau menganggap seluruh Brujeria sekadar lelucon death metal bertopeng. Keduanya kehilangan sasaran. Pada 6 Juli 1993, Roadrunner merilis album debut Brujeria sebagai sebuah paket yang sengaja mengaburkan batas antara musik, mitologi, kriminalitas, humor hitam, identitas Meksiko-Amerika dan provokasi. Album ini berdurasi sekitar 32 menit dengan 19 lagu sebuah parade potongan brutal yang sebagian besar bergerak cepat, pendek, kotor, dan tanpa basa-basi dan ya, " Güero " tidak sesederhana " Orang Amerika kulit putih ". Dalam penggunaan Meksiko, istilah tersebut merujuk terutama kepada orang berkulit terang atau berambut pirang, dan bisa digunakan sebagai sebutan bernada merendahkan tergantung konteks. Brujeria mengambil istilah itu, memelintirnya menjadi slogan provokatif, lalu membungkusnya dengan mitologi kartel dan satanisme. Mereka tidak sedang mencoba menjadi band grindcore paling teknis. Mereka sedang mencoba membuatmu tidak nyaman sambil tetap menganggukkan kepala. COver art " Matando Güeros " adalah salah satu gambar paling efektif dalam sejarah extreme metal 1990-an: seseorang mengangkat kepala manusia yang terpenggal. Tidak elegan. Tidak simbolik secara halus. Tidak memberi ruang untuk interpretasi sok intelektual. Lihat. Takut. Beli. Roadrunner bahkan harus menyediakan versi bersensor dengan latar hitam yang hanya menyisakan nama band dan judul album karena sejumlah toko menolak menjual versi aslinya. Kepala tersebut kemudian berkembang menjadi maskot Brujeria bernama Coco Loco, muncul di merchandise dan materi visual band. Hari ini kita sudah kebal terhadap artwork ekstrem. Pada 1993, gambar seperti itu masih memiliki daya ledak yang jauh lebih besar. Tetapi kejeniusannya justru terletak pada kenyataan bahwa gambar tersebut bukan aksesori. Ia adalah pintu masuk menuju seluruh lelucon gelap Brujeria.
Brujeria dibentuk di Los Angeles pada 1989 dan sejak awal memainkan permainan identitas: para personelnya menggunakan pseudonim, menutupi wajah, dan membiarkan rumor berkembang bahwa mereka adalah kriminal, satanis, atau pengedar narkoba yang bermain musik secara sembunyi-sembunyi. Kebenarannya jauh lebih sederhana dan jauh lebih lucu. Di balik topeng terdapat musisi dari dunia extreme metal yang sudah atau kemudian menjadi nama besar, termasuk Dino Cazares dan Raymond Herrera dari Fear Factory, Shane Embury dari Napalm Death, serta Billy Gould dari Faith No More; Jello Biafra juga terlibat dalam sejarah awal proyek ini. Kredit album sendiri mencantumkan Jr. Hocicón sebagai " Director diabólico " , sementara identitas personel disamarkan melalui nama-nama seperti Asesino, Greñudo, Güero Sin Fe, Hongo, Fantasma, Pinche Peach dan Juan Brujo. Ini penting. Brujeria bukan sekadar band yang menggunakan bahasa Spanyol. Mereka menciptakan karakter fiktif yang hidup di antara kenyataan dan parodi, kemudian membiarkan pendengar memutuskan sendiri apakah harus tertawa atau menelepon polisi. Ironisnya, musik " Matando Güeros " tidak sekompleks reputasinya. Dino Cazares tidak sedang mencoba membawa arsitektur Fear Factory sepenuhnya ke Brujeria. Justru sebagian besar riff di sini sengaja dibuat sederhana: tuning rendah, power chord tebal, palm-muting, repetisi, disonansi dan ledakan blast beat. Tidak ada kebutuhan untuk pamer. Tidak ada solo gitar panjang. Tidak ada demonstrasi teknik yang membuatmu ingin membuka buku teori musik. Riff-nya lebih mirip parang daripada pisau bedah dan itu keputusan yang tepat.
" Pura de Venta ", " Leyes Narcos ", " Sacrificio " dan " Santa Lucía " menyerang dalam durasi yang begitu pendek sampai lagu-lagu tersebut terasa seperti potongan berita kriminal yang diputar terlalu cepat. " Seis Seis Seis " dan " Greñudos Locos " mempertebal formula dengan tempo lebih liar dan pukulan drum yang tidak steril. Raymond Herrera belum membawa presisi mekanis yang kelak menjadi salah satu ciri Fear Factory. Di sini permainan drum justru terdengar lebih organik, kasar, bahkan sesekali seperti hampir kehilangan kendali. Beberapa ulasan retrospektif juga menyoroti absennya pendekatan trigger/precision yang kemudian identik dengan Fear Factory dan menempatkan kekuatan album pada karakter lo-fi tersebut. Brujeria tidak ingin terdengar seperti mesin. Mereka ingin terdengar seperti mesin yang dilempar ke selokan. Vokal Juan Brujo menjadi salah satu pembeda terbesar. Bahasa Spanyol bukan sekadar pilihan estetis. Ia memberikan ritme, aksen, dan karakter fonetik yang berbeda dari death/grind berbahasa Inggris. Brujo tidak perlu menerjemahkan kemarahan kepada pendengar Amerika atau Eropa. Ia justru membiarkan orang asing merasa seperti tamu ilegal di pesta mereka sendiri dan itu efektif. Vokal kasar, teriakan parau, growl, serta kontribusi vokal dari Pinche Peach membuat lagu-lagu terdengar seperti keributan yang terjadi di gang belakang, bukan pertunjukan metal di panggung besar. Official Brujeria sendiri kemudian menggambarkan proyek tersebut sebagai deathgrind berbahasa Spanyol yang lahir dari Los Angeles dan berkaitan erat dengan kekerasan, perbatasan, narkoba, serta ketegangan identitas Meksiko-Amerika. Itulah konteks yang membuat album ini lebih penting daripada sekadar gimmick " Mexican Gangster Metal ". Judul album, lirik tentang narkoba, imigrasi, kekerasan, seks, satanisme dan berbagai bentuk penghinaan bukanlah manifesto politik yang harus dibaca secara literal. Brujeria bekerja dengan hiperbola.
Mereka mengambil ketakutan, stereotip dan prasangka yang sudah beredar di masyarakat, kemudian membesarkannya sampai menjadi karikatur berdarah. Official history Brujeria menghubungkan kemunculan mereka dengan Los Angeles akhir 1980-an dan awal 1990-an periode yang dipenuhi ketegangan rasial, Rodney King, kerusuhan 1992, serta atmosfer politik anti-imigran California. Jadi ketika " Cruza la Frontera " berbicara tentang perbatasan, atau ketika narkoba dan kekerasan terus muncul dalam lirik, konteksnya bukan sekadar dekorasi sombrero dan bandana. Ini adalah horor sosial yang dipentaskan seperti komik splatter dan seperti semua komik splatter yang bagus, semakin berlebihan, semakin jelas bahwa yang sedang ditertawakan bukan selalu objek yang disebutkan secara literal. Salah satu momen paling menarik justru terjadi ketika band berhenti berlari. " Chinga Tu Madre " adalah instrumental yang lebih lambat, berat, dan disonan. Tidak ada kebutuhan untuk mengisi setiap detik dengan blast beat. Gitar membangun tekanan melalui repetisi dan distorsi, sementara rhythm section perlahan menambah bobot. Di sinilah Brujeria menunjukkan bahwa mereka sebenarnya memiliki kemungkinan artistik yang lebih luas daripada template deathgrind mereka. Ada semacam ketegangan industrial di dalamnya. Ada rasa sesak dan untuk beberapa menit, topeng kartel itu menghilang. Yang tersisa hanyalah suara sebuah ruangan yang sedang runtuh. Beberapa ulasan retrospektif bahkan menempatkan instrumental ini sebagai salah satu bagian paling menonjol karena atmosfernya yang lebih serius dan berbeda dari mayoritas album. Sayangnya, Brujeria tidak mengeksplorasi wilayah itu terlalu jauh.
Inilah bagian yang harus dikatakan tanpa takut merusak pesta nostalgia. " Matando Güeros " bukan album deathgrind yang sangat inovatif secara musikal. Sebagian besar riff memang efektif, tetapi juga sederhana. Variasinya cukup terbatas. Banyak lagu bekerja melalui formula yang sama: intro singkat, riff berat, ledakan cepat, vokal brutal, selesai sebelum otak sempat bertanya. Dalam konteks grindcore, itu bukan otomatis masalah. Tetapi album ini terkadang lebih mengandalkan identitas dan atmosfer daripada kekuatan komposisi. public menyebutnya sebagai salah satu rilisan grindcore paling ganjil pada eranya dan menekankan ambiguitas apakah Brujeria benar-benar sedang memainkan karakter atau menikmati lelucon internal mereka sendiri. Itulah dilema " Matando Güeros ". Kalau topengnya dilepas, sebagian musiknya ternyata cukup sederhana. Tetapi mungkin justru topeng itulah yang membuat kesederhanaan tersebut terasa jauh lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Versi CD yang umum berisi 19 lagu, dengan empat lagu terakhir berasal dari materi ¡Machetazos! dan membuat bagian akhir album terasa berbeda secara sonic dan perbedaan itu kentara. Bass terdengar lebih liar. Gitar lebih kasar. Produksi terasa lebih mentah. Musiknya tidak berusaha memberikan ilusi bahwa semuanya berada di bawah kontrol. Justru di sini Brujeria terdengar paling dekat dengan roh underground yang menjadi sumber mereka. Namun secara album, tambahan tersebut menciptakan sedikit ketidakseimbangan. " Matando Güeros " seperti dua benda berbeda yang dijahit menggunakan benang berdarah. Anehnya, jahitannya terlihat. Tetapi luka tersebut juga menjadi bagian dari karakter.
" Matando Güeros " kemudian hidup jauh melampaui fungsi awalnya sebagai proyek sampingan. " Matando Güeros " masuk soundtrack film Gummo pada 1999, memperluas jangkauan lagu tersebut ke luar lingkaran metal. Namun warisan utamanya bukan sekadar satu lagu. Brujeria menunjukkan bahwa extreme metal dapat membawa bahasa lokal, identitas diaspora, humor hitam, folklore kriminal, dan konflik sosial ke dalam musik tanpa harus menerjemahkan dirinya agar nyaman bagi pasar Anglo-Amerika. Itulah keberanian sebenarnya. Bukan blast beat. Bukan darah. Bukan kepala Coco Loco, Bahasa. Mereka menolak anggapan bahwa metal ekstrem harus berbahasa Inggris agar terdengar universal dan ternyata dunia mendengarkan juga. Juan Brujo meninggal pada 16 September 2024 setelah mengalami serangan jantung, beberapa bulan setelah Pinche Peach juga wafat pada Juli tahun yang sama. Kematian dua figur penting itu mengubah cara Matando Güeros dibaca hari ini. Bukan karena album ini tiba-tiba menjadi lebih bagus. Melainkan karena kita sekarang dapat melihat bahwa karakter yang dahulu tampak seperti lelucon kasar ternyata memiliki umur lebih panjang daripada banyak band yang jauh lebih serius. " Matando Güeros " tidak sempurna. Musiknya repetitif. Produksinya murky. Sebagian eksperimen terasa seperti serpihan ide. Liriknya sengaja ofensif dan kadang melewati batas yang membuat pendengar harus memutuskan sendiri apakah sedang menghadapi satire, provokasi atau sekadar humor cabul. Tetapi Brujeria memahami satu hal yang sering dilupakan band ekstrem: shock value akan mati kalau tidak memiliki identitas. Mereka memiliki identitas dan " Matando Güeros " adalah saat identitas itu pertama kali benar-benar berdarah di lantai. Bukan album paling teknis. Bukan album paling kompleks. Bahkan bukan selalu album paling brutal. Tetapi ketika Pura de Venta membuka pintu dan " Matando Güeros " mulai menghantam, Brujeria terdengar seperti sesuatu yang tidak seharusnya berada di rak toko besar sebuah band yang membawa jalanan Los Angeles, bahasa Spanyol, paranoia perbatasan, kartel, satanisme, humor gelap dan deathgrind ke dalam satu paket yang sama-sama menjijikkan dan memikat. Itulah seninya. Bukan membuat semua orang menyukainya. Tetapi membuat semua orang ingat.


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !