Dark Authority - The Worm Of Democrazy CD 2020

 

Dark Authority - The Worm Of Democrazy
Enslave Records CD 2020
https://www.facebook.com/DarkAuthority111111

01. Black Banner Ceremony (Introbituary) 01:22      
02. Syaithonnirrajim (Setan yang Terkutuk) 03:51      
03. Berhala Malam 02:21      
04. Pemimpin Kikir 03:44      
05. Penjara 05:47      
06. Bangsat Berdasi 04:27      
07. Kultur Majusi 04:54      
08. Wibawa Gelap 02:54      
09. Apatis Berkoloni 03:26      
10. Mourning Soul (Outrobituary) 01:01


War Hades - Bass, Vocals
Mubarack Zeus - Guitars, Back. Vocals
Army Poseidon - Drums, Back. Vocals
 

BDM Project senior band Kota ternate, Maluku Utara adalah reinkarnasi dari tonggak awal bendera Secret Nite yang kemudian memantapkan karir musikalnya tahun 2016 sebagai nama Dark Authority (DA), Kota Ternate adalah sebuah kota yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama, kurang Gw petakan sebagai scene kecil berkembang, ya karena memang Gw kurang tau banyak geliat-nya, namun sapa sangka kalo dari Kota Ternate ada nama Potensial yang cukup menjanjikan kata Berbahaya ! memasuki era teknologi yang semakin maju pesat ini, rasanya bukan khayalan jika penyebaran movement musik cadas bisa terjadi dimana saja diseluruh penjuru tanah air. terbentuk sejak 2011 silam, perjalanan panjang yang menempa kematangan musikal, DA bukanlah isapan jempol belaka saat memperkenalkan Demo CD 2016 secara Independen telah mengantarkan DA dipinang roster Enslave Records, penyuplai banyak embrio band potensial sampai hari ini. tetep konsisten menawarkan warna BDM yang tidak kenal ampun lewat gempuran tempo bombastis serta konseptual riffing dinamis, sehingga sapa menduga Kota Ternate punya Pioner sophomoric ini. perpaduan dramatis dan biadab BDM super ngebut ala Spawn Of Possession, Visceral Bleeding, Septycal Gorge, Cryptopsy dengan sentuhan Slam Groovy Dying Fetus yang melegenda dalam tradisi medium part ajojing. dengan susunan ledakan panjang dan rekursi gelap menuju kehancuran struktural, membawa ekspresi kuat dari manusia serakah yang memberi makan dari alam semesta yang menghancurkan diri yang diperbudak oleh agresi konkrit. ritme inersia yang berat, ngebut dan Skilling riff variatif tetapi dengan sentuhan solo melodius klasik ala James Murphy, strumming downstroke bergantian dengan riff tajam menghujam menekankan teknik kecepatan dan tekstur yang berputar dari riff dengan akar Death metal yang cepat. In pursuing some of the ideals of Spawn of Possession and other extreme BDM 90's and early 2000's bands - Emphasis on impact, Recursive rhythm, Complexity, and Expressiveness, DA have leapt over the clone barrier and surpassed the lackluster performers in this zone of music. While their songwriting skills linger, it may be only a matter of time.

Pola OSDM dalam riff scale yang terhubung secara kognitif meresap ke dalam musikalnya menurut Gw adalah proses ala Cryptopsy di mana Suffocation sebagai legenda DM menggunakan konstruksi lagu hybrid DM dari divisi yang sama sebagai perpanjangan Slayer, Sepultura, atau juga mungkin Deicide. inovasi datang dalam pengembangan style yang menuju gaya dinamis dengan tetap mempertahankan dasar OSDM cepat yang membuat musik ini tersaji biadab bagi siapa aja hari ini, dan liar dalam setiap aransemen. dimulai dengan Intro " Black Banner Ceremony (Introbituary) " kemudian " Syaithonnirrajim (Setan yang Terkutuk) " bombardir membabi buta mulai ditandai dengan teriakan kalimat sakti " Setan yang Terkutuk ! " Blarrrrrrrrr !!! upgrading BDM Tempos lebih liar dan cepat untuk mendekati estetika sinting, DA hanya membayangi inovasi musik dari pendahulu-nya lewat kekerasan ritmis yang menarik dan mendorong ungkapan abstrak dan anti-organik untuk menonjolkan nihilisme harmonis dalam musik yang menyatukan serangkaian ide yang beringas juga kompleks, dalam rentang ruang konseptual. DA memiliki struktur riffing yang menarik untuk menghipnotis fokus Gw dengan permainan Mubarack Zeus, skill-nya nih orang jelas punya talent mendasar untuk membentuk kecepatan finger-nya. untuk sounding drum memang terhitung clean, tapi digitalized kesannya tanpa taste organik dan karakter vokalnya menurut Gw kurang powerfully juga lempeng lagi untuk menjangkau range pattern bar tempo yang cepat dan meledak ledak, tapi lumayan ngasih semburan kemarahan diantara backing Scream vokal sana sini. oh iya, entah Speaker ato Kuping Gw, ledakan part pertama track ini setelah terdengar keras tiba-tiba harus menurun drastis 2-3 level, What?, padahal wide stereo sudah menggelegar dasyat banget loh dimensinya. karena Ledakan part riffing Syncopate under a Crucifixion Hammerbeat dan dalam Style BDM konvensional mengintegrasikan beberapa riff ke dalam kesimpulan yang serba meledak dari pembawaannya melalui beberapa sentuhan solo melodi cantik kemudian dari nada yang dipilih dengan cepat, nada prakonsepsi liar dinamis relevan dalam beberapa sentuhan Medium Grooving Slam. di setiap riff, elemen dimasukkan dan dimanipulasi sesuai dengan hubungan relatifnya, menciptakan ruang objektif dari partisi musikal yang diminimalkan secara nihilis. " Berhala Malam ", seperti meng-upgrade lagi skill aransemen, sentuhan Sweepicking coba menghantui dibeberapa part. sajian intens dari variatif yang masuk akal, dari ketukan beberapa kali menanjak cepat sarat dari ketegangan hingga invasi blastbeat sub-frase off-beat merangkai part-part kesimpulan bawah alam sadar. Kekuatannya lebih merupakan energi daripada inovasi, meskipun melalui penggunaan elastisitas natural, pergelangan tangan manusia sebenarnya menjadi lebih unggul. Dalam dekonstruksi asam, esensi dari vitriol tumpah melalui penghalang harmonis sebagai sounding riff yang gila dan energik, melewati riff yang sepenuhnya meminjam dari style TDM tetapi berakar pada finalitas penghancuran yang destruktif. The resulting evolution of style enforces the minimal and nihilistic composition of alienation in the midst of a familar framework. Combined with the surgical precision workhorse rhythm of complex but effective drumming, this song emanates a powerful but dreamlike prose of the emergence of BDM. mencoba teknik yang berbeda lagi, sentuhan komposisi lagu " Pemimpin Kikir " Agresi DA makin tidak membosankan selain gempuran barbar selalu terlintas dalam mastermind komposer. opening part awal lumayan memprovokasi kepala Gw buat headbang, rasanya seperti ngingetin dengan memorability track seperti " Praise the Lord (Opium of the Masses)  " Dying Fetus, DA tidak terburu-buru meledakkan aransemen dengan gempuran liarnya meski pada opsi berikutnya adalah ketentuan wajib. Ketukan Blastbeat memang sering bertabrakan secara teatrikal dengan part-part ketukan standard TDM dengan double-hit dan jalan memutar berirama offset lainnya, sering kali termasuk fill-in dan bar yang sangat cepat dan berhenti mendadak kemudian meliar secara brutal. Secara harmonis sebagian besar materi ini tetap pada level power chord tetapi aksentuasi yang fluktuatif dalam memanajemen speed dari melodi dan peningkatan nada selektif tremolo membangun ketegangan yang lebih besar pada riff-riff ini daripada yang dapat dibayangkan tetapi banyak variasi yang kemudian terjadi memiliki arah jauh lebih sedikit daripada track sebelumnya. crash cymbal pada track ini dominan banget High Frequensi-nya, beberapa part lumayan mengganggu sih. naik 1 level, lagu " Penjara ", sajian brutalnya terdengar lebih megah. Tragisnya, inti dari sebagian besar ritme lagunya tersembunyi di dalam frase yang cheesy, dan demonstratif dari style band metal yang lebih tua di representasi dalam perkusi lebih aktif dari gaya DM yang lebih fresh, Bahkan kekuatan biadab yang memegang sebagian besar kekuatan di balik setiap frase dari ritme gabungan, vokal, hingga drum-nya memiliki sounding diproses dengan penyampaian yang agak dipaksakan, menurut Gw malah dapat menghilangkan sebagian besar kredibilitas style DA. lebih mengkombinasikan sentuhan simply riff BDM Modern, DA menyederhanakan serangan berikutnya di " Bangsat Berdasi " dan " Kultur Majusi ", agar pendengar lebih dapat memetakan apa yang ingin DA sajikan. In the cycle of advancement that takes blasting BDM further than it has existed before, no barrier comes so close to choking the music as that of opposition, meaning the passages within the music based on their own conflict which, so essential to the maintenance of the rhythmic tension transferred in straight speed, drives also their own demise from baffling themselves against each other, a powerful metaphor for human destruction. Gitaris Mubarack Zeus masih ingin mengeksplor skill riff nya dengan aransemen berbeda dari lagu ke lagu, sehingga lumayan terdengar tidak melakukan pengulangan Bar. pengaruh gaya bermain Spawn of Possession dan Visceral Bleeding dikombinasikan dengan penyederhanaan karakteristik DA, nice job bro ! Dengan ketukan drum yang memainkan drum frase groovy unik bergantian antara perkusi jazz hit gaya DM, keseimbangan Permainan Bass War Hades yang juga punya kesempatan banyak mengeksplor betotan skill-nya menjadi semacam perang tanding skill eskploratif di setiap lagu seperti sebuah narasi. dan sebagai elemen pemersatu karena perubahan tempo dan perubahan ketukan terlalu bervariasi untuk melacak apa pun kecuali modifikasi dinamika riff dan drums. lini vokal dan bass yang intens coba terus mendorong agenda kegilaan musikal DA . riffing melepaskan ketepatannya pada variasi dasar, bahkan solo Guitar pengimbang sederhana, masih menemukan metode untuk mentransfer arah sederhana kepada ketukan drum tercerahkan; Bersama-sama vokalis yang memimpin gitar plus drum, narasinya diceritakan, berdasarkan lirik yang sangat imajinatif diatur dalam fantasi epik di zaman yang makin gila ini untuk lagu " Wibawa Gelap ". tiba tiba dentuman kembali menggelegar keras karena pengaruh engga balance levelling audio untuk " Apatis Berkoloni ", seperti menjadi power ultimatum, DA memuntahkan darah penghabisannya dengan mengekplor lebih edan lagi emosinya. kompleksitas yang terstruktur dan sistematis, di mana DA telah menyaring apa yang mereka maksud untuk dikomunikasikan menjadi ide-ide variasi yang terdefinisi dengan lebih gila lagi, tidak menawarkan refrain jalan yang memutar akan tetapi hanya melengkapi keseluruhan tema semakin utuh. meski di sini disederhanakan secara reduktif, dalam gaya lebih lempeng, tetapi secara keseluruhan DA mengikuti pelengkap vokal yang sepenuhnya liar bersahutan. well, saking ga terasa gempuran demi gempuran menjadi siksaan berat detak jantung ini berdenyut normal, kita udah pada closing setlist yang diselesaikan dengan sebuah Outro " Mourning Soul (Outrobituary) ", sebuah cooling down yang mewakili ketenangan otak kita setelah fokus dan terbelenggu terror barbar DA tanpa kompromi.

Overall I just think that the band is still just going really strong, " The Worm Of Democrazy " is nothing but another win for one of the brutal stuff and consistent bands since born, one that will surely please the palate of any fan of extreme metal music. Dark Authority come from the style of bands relying on emphatic rhythm and coordinated palm-muted percussion riffing to bring definitive emphasis to their music, yet move freely in the language of the BDM genre, invoking pieces of songs implied by standard styles, but interpreted a new in the heavily architectural textural Brutality language of their music. Kekurangan materi ini menurut Gw lumayan mengganggu adalah kurang balance level audio pada setiap track-nya sehingga kalo kita lengah untuk menyambut track berikutnya, perasaan dongkol yang bakal sering ditimbulkan, sound drum digitalized dan beberapa overdub high frequency cymbal di panning sebelah masih liar termanajemen. secara keseluruhan materinya bisa diandalkan sebagai perwakilan aset berbahaya dari Kota Ternate dengan durasi 34 menit yang meremukkan biji peler banget. artwork keren karya Putra Brutality ngasih point plus album ini makin bernuansa Barbar dan epik. " The Worm Of Democrazy " it's dynamics, thunderous in its sound, The majestic power of DA is the ability of this music to be gut-level pleasing Agressive BDM at the same time it is compositional communication and precise in its playing and structure, this is an album to celebrate the continuation of BDM as theory and violent practice. Fans for Architectural Textural Brutality, I can Recommended this for all the Sonic Mayhem !!!

* Songwriting: 8.5
* Originality: 8
* Memorability: 8
* Production: 8

Dark Authority - Wibawa Gelap


Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670