Ropretion - Phenomenon EP 2019

































Ropretion - Phenomenon
Eastbreath Records EP 2019

01 Phenomenon I: The Darkness Begin 01:29    
02 Invisible Sin 05:33    
03 Pasung Dogma 05:28    
04 Paradoks Literatur Provokatif 04:29    
05 Ruang Gelap 07:11    
06 Phenomenon II: The Judgement 02:01

Medi Sonia - Vocal
Ibnu Shina - Guitar
Martda Ifa Lazuardi - Guitar
Sofi Adha Mubaroka - Bass
Reza Budiana - Drums

Alas Roban Blackened Death Metal ! karena Residensi member band asal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah berdekatan dengan Alas Roban yang legendaris namanya kayak Silent Hill, Ada begitu banyak rumor soal Alas Roban, dan salah satu yang paling terkenal di antaranya adalah cerita tentang tempat ini yang katanya dijadikan lumbung pembuangan mayat. kalian pasti sudah pernah mendengar Petrus alias Penembak Misterius itu, kan? Konon katanya, mayat-mayat korban Petrus itu dibuang di sini dan kemudian berkembang menjadi cerita seram. Jalan Alas Roban sudah ada sejak abad ke 18 dan dibangun oleh para pribumi. Untuk membangun jalan ini memang usahanya luar biasa karena harus membelah gunung, membabati sebagian hutan dan membikin jalannya. Nah, yang lebih mengerikan lagi jalan ini dibangun oleh para pelaku kerja paksa. nah dari sinilah 4 pemuda potensial yang sepakat membentuk band dengan mengusung konsep Blackened DM sepakat menggunakan nama ROPRETION yang sebenarnya adalah merupakan sebuah singkatan dari kata " Roban Predation ", yang berarti Pemangsa dari Roban (Alas Roban). karena mungkin terlalu fasih sebelumnya banyak membawakan cover version band influence, sehingga aransemen yang mereka ciptakan sendiri menjadi perpaduan nakal antara The Back Dahlia Murder, Obscura, Lamb Of God, God Dethroned, Panzerchrist atau Goatwhore dengan sentuhan lebih menampar lagi ala Ropretion. the starting riff was a phenomenal head grinding blastbeat from hell..and it progressed into satanic style black/death metal melody like you would hear from Lamb of God Type Riff. Another thing that stands out to me about this album is the crushing guitar tone. and The drums are incredibly cool and terrible sounding, they almost sound like the forest themselves. Well, menurut Gw ini komposisi yang rada menarik dari yang biasa Gw tulis. bagaimana Ibnu Shina cs menyepakati aransemen, jadilah ini debut membanggakan yang mengantar nama Ropretion siap menambah deretan band potensial di kancah extreme metal hari ini. One good thing I'd like to point out about the album is that it is consistent. There aren't any weird changes in their playing that doesn't fit with the rest of the album or anything else like that, which is always a plus for me.

Langsung aja yuk Gw mulai dengan " Phenomenon I: The Darkness Begin " Prelude Instrumental scene buat Gw ini seperti menggambarkan sendiri perjalanan atmosfir rasa ke dalam dimensi keangkeran Alas Roban, aransemen musikal yang masih terdengar foreplay namun menampilkan kemegahan sounding Ropretion cukup apik digeber selama 01:29 sebelum kita memasuki lebih dalam lagi gerbang Keangkeran Alas Roban saat " Invisible Sin " perlahan menyapa. The drum, guitar and bass chokes are heavy as fuck, not to mention the awesome riff that's playing during it. Riff-riff yang mengingatkan sekali dengan karakter khas Lamb of God yang kemudian dipertemukan dengan Progressive riff ala Obscura, rasanya cukup ngasih kejutan meski tanpa ledakan blastbeat yang menyiksa irama detak jantung. Keunikan dan kedasyatan riff Mark Morton & Willie Adler-nya Lamb of God memang sudah sangat populer pada saat ini, ga heran band seakan menjadi autopilot-nya, terdengar unik stylenya jadi ikonik dan populer. Gw Hampir terlalu fokus pada dominasi riff ini diuji hingga tingkat yang makin ekstrem jadi semacam agresi, dengan line guitar yang rapi tepat sebelum chorus masuk dan mulai membumbui persendian dengan riff knockoff. kemudian memadukan lagi dengan sentuhan melodius komplit dengan solo dramatis yang makin menghidupkan keangkerannya. ketukan drummer Reza mungkin tidak terlalu meledak ledak liar, bahkan terkesan mantap dan rapi dengan fill in drumming jadi partner ter-solid lini Guitar, en kalo mendengarkan karakter vokal Medi Sonia, langsung Gw keingat banget gaya dan karakter bernyanyi Randy Blythe. komposisi aransemen lebih terdengar dinamis dengan banyak sekali sentuhan mengejutkan. It's hard to really describe the problems with the album outside of just calling it phoned-in or half-assed, because that's really all it is. It's the exact same type of riff structure and songwriting flow that made the good songs. Temponya memang coba terus berfluktuasi hingga beberapa kecepatan tertinggi materi, riff-riff nya kadang-kadang seperti menggelepar, kemudian menghantamkan kembali keangkeran bernuansa melodius ala The Back Dahlia Murder dan God Dethroned. Every single riff is pulverizing, the song is built in such a way that it just keeps pummeling you over and over again, the chorus is gorgeously destructive, even the "See Who Gives A Fuck " part is so corny that it loops around to being endearing. Even the breakdown fucking kills, which is impressive because this album is so loaded with lazy-ass open-string chug breakdowns that feel thrown in as an obligation. And when it ends and the chorus riff comes charging back. masih terhipnotis dengan komposisi melodius nan gelap, kayaknya " Pasung Dogma " makin menjanjikan perjalanan ruang dimensi lebih angker lagi terus berlanjut. harmonisasi riffing yang banyak bertebaran diantara bar dan fill in ini lebih ngasih Signatur ke karakteristik Black metal. beberapa blocking rythym riff nya cukup mengingatkan Gw juga dengan " Destitusi Menuju Mati " nya Siksakubur. As far as I'm concerned this material has two true claims to fame despite all of the lazy bullshit on it: " Pasung Dogma " is an awesome Melodic and Harmonizing song and at least they got the production right this time. I'm never going to bring up the production again because every track material from here on out sounds exactly like this one. lebih meranggas sadis kemudian bisa kalian nikmati " Paradoks Literatur Provokatif " menjadi parade keangkeran selanjutnya. masih bertonasi kas konsep Lamb of God dipadukan lagi dengan gaya gelap Goatwhore dengan Obscura. memang sebenarnya tidak banyak memainkan riff-riff yang cepat dan rumit, bahkan lebih terkesan simply, tapi jangan pernah abaikan karena sentuhan melodius nya tetep ajib bikin atmosfir bikin susah move on. They really went for the DM mix, having the guitars be very Atmospheric and muddy. Gw rasa Ini adalah komponen otentik dengan semangat sejati. karena memang setiap lagu-nya diisi dengan materi yang cukup sehingga jauh melampaui format syair yang biasa tetapi tidak pernah menjelajah ke wilayah eksperimental yang tidak rapi pada titik mana pun, komposisi musik-nya dibuat untuk memikul penuh kompleksitas tertentu sambil merasa benar-benar menarik, never a headache. benar-benar di bawah kendali dan jelas penulisannya berada di atas talenta mereka di sini ketika kontrol manajemen lagu diperhitungkan banget. Sangat baik " directed " nya. Ropretion memberi kita sekilas semua aspek dan ide yang berbeda dan jarang mengulang atau menekankan semua, karena ini memang materinya begitu memanjakan diri, coz ini asli suguhan nyata yang rada unik dari kebanyakan yang sudah ada, syalut ! nah " Ruang Gelap ", menurut Gw tidak saja menjadi ruang gelap semata bagi Ropretion untuk lebih bebas mengeksplor emosi dan Obsesi, track berdurasi 7 menit lebih ini seperti menjadi intisari perjalanan ketika band duduk bersama menjelaskan lebih detil apa yang ingin mereka sampaikan, dalam bahasa skill musik, bahasa yang dirangkai bebas menurut imajinasi tergila-nya. Ada pemikiran yang dimasukkan ke dalam setiap part, setiap inci dari lagu ini begitu diperhatikan dengan cermat dan pengaturannya adalah bagian kunci dari mahakarya musisi yang sangat menguras inspirasi. yeah, The idea has been transformed in the push for progress literally in the riff and song structure and figuratively in exploring the lyrical themes and The leads are played well and with some technical skill: I like them a lot, though that might be due to their rarity and the relief they bring from what is otherwise a barrage of slightly samey riffs.

And fuckin Overall, I found this album to be excellent, and probably could compare it to the " Master of Puppets " of Thrash, or the " Altars of Madness " of Death Metal, while not as technical as other releases, it is largely influential on their own respective genre, as this album is to Blackened material or possibly future genres of music to be pioneered. secara keseluruhan materi " Phenomenon " memang memiliki penulisan matang dan penggabungan beberapa karakter dalam sebuah kegelapan yang angker, yaa " Angker !!! ". penyajian komposisinya sudah Gw bilang berkali kali mantap untuk progres materi kedepannya lagi, terdengar dinamis tapi tetep santuy untuk dibilang teknikal. All riffs lead to breakdowns here, so that even when there’s some rad exotic harmony riff or an actual fast fucking riff, it will inevitably descend into a patterned palm-muted purgatory from which few ever return. Many of the breakdowns feature lead melodies over them to hide the fact that they’re generic breakdowns, while others feature one of the few solos of the album and still others don’t even bother to try. Don’t worry about the bass, you probably won’t hear it. Only the drummer of this band is admirable, as he attempts to prog things up occasionally, but too often does he fail to bring the tempo up when need be, resulting in another prolonged groove passage when it could be a Blackened one. didukung dengan penggarapan produksi yang ga maen maen pula, sehingga saat kita duduk menikmatinya, kita seperti berada sendiri dalam dimensi yang mereka ciptakan lewat soundingnya, apalagi kemasan Artwok cover Ardha Lepha turut ngasih keangkeran penulisan lirik lagunya tambah hidup dan menghantui, really cool and have lots of deep metaphors and symbolism to them. SO NOW I'M VERY HIGHLY RECOMMENDED !

* Songwriting: 8
* Originality: 7
* Memorability: 8
* Production: 8

Ropretion - Paradoks Literatur Provokatif by Eastbreath Records 





REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !