Critical Disaster - Beyond Light of Aeon Kadhiri CD 2018
































Critical Disaster - Beyond Light of Aeon Kadhiri
Extreme Souls Production CD 2018

01 Requiem to Hymn for Dhaha Kingdom (Aesthetic of Neng Ning Nung Nang) 01:49   
02 Prelude to Omnipotent Adhyasa and Lembusuro 02:17    
03 Dawn from the Black Light of Dharmogandul 03:28    
04 Ugra Naraka 03:18    
05 Panca Vajrabhairava Garuda Khroda 04:19    
06 Sacred Ancient Statue of Totok Kerot 03:22   
07 Shiva Ahobilam 04:07    
08 Anti Cosmic Unparalleled of Mahadeva 04:21    
09 Disgusting Homogenity (Killharmonic cover) 04:11    
10 Conclution from Cosmic Creation Dance of Nataraja 03:27

Ilham - Vocal/Guitar
Fahrul Mubin - Bass
Harispa - Drums

1 Kata responsif pertama untuk DM muda asal Kediri ini ... PRODUKTIF !!! ... Ketika (Masih) kebanyakan band berlomba-lomba mempertontonkan eksistensinya " Hanya " lewat teknologi berkembang hari ini seperti Sosial Media dengan beraneka Modal Gimmick yang mereka ciptakan sendiri, bagaimana imej mereka bisa terangkat dan Viral, meski bukan karya yang bisa mereka kenalkan. Passion sebuah band adalah berkarya dalam musik, dan bukan Fashion semata. fenomena yang masih salah kaprah ketika sebuah karya dapat menjadi tolak ukur eksistensi, kini hanya tergerus sebatas booming/Musiman tanpa karya musik nyata tersaji. menggagas Pemberontakan lewat musik Cadas, CRITICAL DISASTER (CD) mengawali perjalanan karirnya tahun 2010 dan langsung memperkenalkan Single pertama " Abortus Fetus Vicious " merambah dan menjajah beberapa panggung pertama mereka selain meng cover beberapa lagu Band Influentalis. mendapat respon yang mulai menghangat, CD melanjut perkenalannya dengan " Demo 2011 ", mengusung konsep DM Cepat hasil perpaduan dasar antara Suffocation, Dying Fetus hingga Cannibal Corpse hampir dipastikan tercium menyengat dari beberapa karakter sound dan Aransemennya. berturut turut kemudian 2 demo terus CD lancarkan untuk menambah respon audience hingga mereka dipertemukan dengan Eastbreath Records untuk perilisan debut Full Album pertama " Brutality of Human Cannibalism " tahun 2016 makin melebarkan langkah dengan bertarung dalam hingar bingar Iklim Cadas Tanah air. menampilkan vocalis yang udah ga asing lagi eksistensinya di Scene Jawa Timur, Casper Hatestroke dan banyak membantu penampilan live dibeberapa band juga. Gw dah melihat Performance mereka hampir 3x kalo ga salah diseputaran Kediri, Tulungagung dan Blitar. personilnya masih muda dengan semangat yang membara untuk eksis berkarya. selang hanya 1 tahun kemudian CD kembali membuat perhitungan dengan album ke-2 " Brahmavidya Shuddha Dhahanapura " tahun 2017 meski frontman Harispa harus seorang diri menjalankan roda eksistensi CD. setelah bergabung dengan label asal Spanyol, Pathologically Explicit Recordings. mulai melakukan progres yang signifikan tentang tema lagu-nya dari Konsep Berdarah darah dan Kematian, CD mulai mengusung konsep Folklore dengan mengadaptasi Kultur Budaya Jawa. semakin mematangkan konsep musikal-nya dari materi ke materi, akhirnya Extreme Souls Production kebagian merilis Debut Album ke-3 " Beyond Light of Aeon Kadhiri ", sebuah pencapaian yang tidak mudah saat Eksistensi dan Produktifitas melalui proses tempa tanpa henti dari Bongkar pasang formasi dan hal intern yang terjadi. I Feel DM trademark brand of so Twisted evolution naturally leading every song down a Craggly chasm into the pits of Hell it self.

" Requiem to Hymn for Dhaha Kingdom (Aesthetic of Neng Ning Nung Nang) " menjadi Proses perjalanan filosofis awal ketika kultur budaya jawa bertemu dalam kerasnya dentuman musik Death Metal yang cepat dan berat. tanpa harus terburu buru meluapkan ledakan intens, part Intro piano hasil besutan musisi tamu Dodik Bhre-nya Orbital Element selama 01:49 membuka sisi dimensi menuju peradaban kuno kerajaan Kediri. dan " Prelude to Omnipotent Adhyasa and Lembusuro " foreplay ritual pertama dengan Aroma DM menyegarkan, rasanya percikan ini adalah progres menohok dari 2 materi sebelumnya, komposisi DM yang menjadi perpaduan mendasar antara Suffocation, Dying Fetus hingga Cannibal Corpse sepertinya tetap jadi formula tak terbantahkan dalam meracuni komposisi yang solid CD tawarkan. masih belum tercium ledakan ledakan Signifikan memang, Medium tempo yang cukuplah untuk foreplay awal sekedar mengendurkan syaraf otak untuk prepare banget menghadapi gempuran Blastbeat masif di " Dawn from the Black Light of Dharmogandul ", penyajian komposisi dengan aransemen matang mulai Gw rasakan dari Pemilihan Sounding, fill dan Moody, rasanya Gw menikmati setiap lick menantang yang CD Suguhkan. From the start, it takes what logically should be an Archetypical Simply Death metal song, but they present it with a hint of angled lunacy, where everything sounds ever so slightly tilted Countercockwise, and as it Progresses it hurls left-field runs at you that flick the air like a serpent's tongue, before leading into an Arrhythmic Breakdown that straddles the line between the kind of Slam Groovy that the entire today roster would rip off a decade later. tetep solid dengan aroma DM 90-an yang lebih dipadukan dengan sentuhan hari ini, rasanya cukup menjadi sajian ringan ketika Bombardir Intens Metal hari ini mulai merusak gendang telinga. rangkuman kekacauan berikutnya di " Ugra Naraka " siap jadi Shock Therapy sederhana tanpa perlu mengunyah lick-lick yang mencengkeram Konsentrasi, jadi lebih terbiasa dengan pengalaman, CD lebih mampu menampilkan formula kecil namun cukup mematikan lewat sentuhan tradisional DM Catchy ! It's neck Snapping and Unpredictable without being pointless noodling, always throwing in a Crushing with nice Groove whenever the music starts to get a little bit too close to " Abnormal ". seperti mesin yang sudah memanas-nya perputaran rotasi Mesin dan Segala Akselerasi makin Stabil, membuat CD terdengar Dinamis menyuguhkan rangkaian pembunuhan Berantai lewat Entitas DM yang meremukkan di " Panca Vajrabhairava Garuda Khroda ". Aroma Riffing khas yang menjadi Senjata maut bagi Suffocation dan Cannibal Corpse, rasanya bakal memorable setiap sentuhan lick dan Bar-nya dimodifikasi lagi lebih simple namun tetap nampol. the tempo sticks to a more Mid-tempo and shies away from relying on Blast beats and Tremolo picked riffs as was the main course. Membaca lirik materi Album ke-3 ini kita akan diajak lebih mengenal lagi banyak sejarah Kerajaan di Kediri. mungkin setiap individu punya kebiasaan masing-masing, kalo Gw mungkin lebih terlalu menikmati komposisi Musikal sebuah band hehehe ... " Sacred Ancient Statue of Totok Kerot ", menceritakan sosok Totok Kerot, dalam sebuah cerita rakyat yang terkenal di Kabupaten Kediri yang sekarang bisa kita lihat dalam sebuah arca yang adalah penjelmaan puteri cantik dari seorang demang di Lodoyo, Blitar. yang berkeras ingin diperistri oleh Sri Aji Jayabaya, meski keinginannya tersebut ditentang oleh sang ayah. Karena tak mendapatkan restu orang tua, sang puteri nekat datang ke Kediri dan terlibat peperangan dengan pasukan dari kerajaan, dimana dikisahkan kemenangan akhirnya berpihak kepadanya. Sebagai tuntutan atas kemenangannya, sang puteri berkeras ingin ditemui oleh Sri Aji Jayabaya, dimana apabila keinginan tersebut tak dikabulkan dia akan membuat onar. Tuntutan sang puteri terkabulkan, dimana saat berhasil bertemu dengan Sri Aji Jayabaya dia kembali menyampaikan keinginannya untuk diperistri. Namun Sri Aji Jayabaya bersikukuh menolak keinginan sang puteri dan terjadi perang tanding diantara keduanya. Setelah sang puteri terdesak, Sri Aji Jayabaya mengeluarkan sabda dengan menyebut sang puteri memiliki kelakuan seperti buto, hingga akhirnya terwujudlah sebuah arca raksasa Totok Kerot (Haa..jadi sedikit cerita aja nih hehehe .ed). tanpa henti menciptakan terror yang tidak akan pernah berhenti, CD melontarkan membabi buta Mortir mematikan berikutnya " Shiva Ahobilam " dan " Anti Cosmic Unparalleled of Mahadeva ", kayaknya Gw makin menikmati sampai pada menit ini dan skali lagi coba terus membandingkan dengan 2 album sebelumnya, CD makin yakin dengan konsepsional materi baru ini adalah perjalanan yang mereka tuju. The former still opens with a Cruelty riff that alternates from low-end chords to one Guitarist rapidly playing the same notes that the Drummer is playing as a trill and this creates one of the most memorable composition in all of the genre. set list track berikutnya CD mendedikasikan Masterpiece song milik Legenda DM Kediri Scene, Killharmonic dengan men-daur ulang " Disgusting Homogenity " mengingatkan kita dengan Era ledakan masif awal materi perdana " Hatred Diminished in Dismembered Head " dari tahun 2000 yang rupanya memiliki banyak pengaruh penciptaan materi CD sendiri. The title track to the material is one of the more interesting numbers that has some Surprisingly simple riffing with some guitar tones that sound completely odd and loosely fitting with the rest of the album but somehow this does not disrupt the flow of it. Instead what it does is make the song stand out the most with its creative riffing and Punchy ! Avaness-nya Demented Heart yang masih dipercaya menghandle materi CD,  juga ikut mengkontribusikan Raungan Vokalnya. dan menutup rangkaian perjalanan sejarah masa silam dengan alunan DM berat, CD mengakhirinya dengan sebuah Instrumen Outro " Conclution from Cosmic Creation Dance of Nataraja "

I Think " Beyond Light of Aeon Kadhiri " is an Absolutely Sophisticated Simply Death Metal album and could be considered as an entry point for anyone who is unfamiliar with the genre to sink their teeth into. This is a fast and furious display of Aggression that is packed full of killed songs. dengan penyajian materi yang makin matang, CD makin garap memantapkan eksistensinya. penulisan materi dan pengemasannya bisa dibilang selangkah lebih menampol jika memang kita bandingkan dengan sebelumnya. dan memang untuk ke-3 kalinya, Avaness jadi Opsi tepat bagi CD kembali mempertahankan sound dan mendokumentasikan karyanya, sehingga DM Fans Gw jamin akan sangat menikmati banget materi " Beyond Light of Aeon Kadhiri ". dikemas dengan produksi yang sama sekali tidak mengecewakan, poin plus kesekian yang lebih memberi sengatan nyata, kalian bisa rasakan sendiri siksaan intens dari Muda Berbahaya ini. This is the style of Death Metal that the band would prove themselves to be most proficient at and it is during this period that they would release their best work, so you must GET IT NOW !!!


CHECK MINI TEASER MADE By LICMEDIA

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !