Horror of Horrors - Rust Flesh Dust
Independent 2017
01. Damned We of Hinnom 04:30
02. The Devil Is Inside Me 05:10
03. Mound of the Dead 04:34
04. Omega Behest 04:24
05. I Paint the Dead 04:10
06. Rust Flesh and Dust 04:55
07. Arrogance Befallen 04:26
08. Guise Hypnotics 04:35
Buddy Buell - Vocals, Bass
Kelly Mclauchlin - Guitars
H.M. Lopez - Guitars
Kevin Talley - Drums
Di era ketika begitu banyak band veteran memilih hidup dari romantisme masa lalu atau sekadar menjual nostalgia dalam kemasan baru, Horror Of Horrors justru muncul membawa sebuah ironi yang menarik. Tidak ada gembar-gembor reuni besar, tidak ada strategi pemasaran yang berisik, bahkan pada 2017 nyaris tak seorang pun benar-benar berharap mereka kembali. Namun justru dari keheningan itulah lahir " Rust, Flesh and Dust ", sebuah album yang membuktikan bahwa waktu dapat mengikis logam, tetapi tidak selalu mengikis kualitas. berasal dari Silver Spring, Maryland, Horror Of Horrors merupakan salah satu nama yang ikut menghidupkan denyut OSDM sejak pertengahan 1990-an. Setelah merilis " Sounds Of Eerie " (1994), " Fangs, Breaking The Skin " (1996), hingga " Blood Of The Suspicious " (1997), perjalanan mereka seolah berhenti sebelum benar-benar sempat berkembang. Yang tersisa hanyalah kompilasi " Blood, Fangs and Foulness: The Complete Cursed Chronicles " pada 2011, sebuah arsip yang lebih terdengar seperti batu nisan daripada pertanda kehidupan baru. karena itulah, kemunculan " Rust, Flesh and Dust " terasa begitu mengejutkan. Lebih mengejutkan lagi, album ini bukan sekadar reuni emosional yang hidup dari nama lama. Ia hadir sebagai bukti bahwa dua dekade lebih pengalaman mampu mengubah sebuah band dari sekadar pelaku nostalgia menjadi penulis lagu yang jauh lebih matang.
Perubahan paling mencolok terletak pada kualitas komposisi. Formula OSDM memang tetap menjadi fondasi utama, tetapi kini setiap lagu memiliki dinamika yang jauh lebih hidup. Pergantian tempo terasa alami, ritme dibangun dengan presisi, transisi antarriff berjalan mulus, sementara berbagai bagian jeda mampu memberi ruang bagi atmosfer berkembang tanpa mengurangi intensitas brutalitasnya. Ini bukan lagi Death Metal yang sekadar menghantam dari awal hingga akhir, melainkan musik yang memahami pentingnya membangun tensi sebelum melepaskan ledakan berikutnya. dibandingkan debut " Sounds Of Eerie " yang terdengar relatif datar dan konservatif, " Rust, Flesh and Dust " menunjukkan lompatan kualitas yang signifikan. Permainan instrumen jauh lebih percaya diri, struktur lagu lebih matang, dan produksi memberikan napas yang lebih besar bagi setiap elemen untuk berkembang. Horror Of Horrors terdengar seperti band yang akhirnya menemukan identitas terbaiknya setelah bertahun-tahun menghilang dari radar, di sinilah letak pelajaran yang sering diabaikan banyak musisi ekstrem. Usia bukan musuh kreativitas. Yang membunuh kreativitas justru rasa puas terhadap masa lalu. Horror Of Horrors memilih jalur yang lebih sulit: kembali bukan untuk mengulang sejarah, tetapi untuk memperbaikinya.
Menjadi cukup menyita perhatian jelas adalah nama Drummer Kevin Talley, yang namanya ter up sukses sejak bergabung dengan Baltimore, Maryland, Dying Fetus, saat ini Kevin udah seperti menjadi drummer bayaran, sehingga kalo di itung hasil karya dengan banyak band udah ga keitung banget, kali ini menggantikan drummer Aantar Lee Coates, kiprahnya tidak terlalu menojol apalagi menyolok bersama senior scene-nya, ya kurang lebih hanya mengisi kekosongan atau memang skill-nya sudah disepakati sesuai negosasi? seandainya ga begitu, mungkin materi " Rust, Flesh and Dust " akan lebih menendang dan keputusan VIC Records untuk merilis ulang album ini pada 2025 bersama katalog klasik mereka menjadi langkah yang sangat masuk akal. Bukan semata-mata menyelamatkan sebuah rilisan yang sempat luput dari perhatian, melainkan mengembalikan satu potongan sejarah Death Metal yang pantas mendapatkan audiens baru. Langkah tersebut juga memberi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami bahwa kualitas tidak selalu lahir dari band yang paling populer, tetapi sering kali dari mereka yang bekerja diam-diam di balik bayang-bayang scene. Meski demikian, satu hal mperlu dipahami. Jangan terburu-buru menganggap seluruh diskografi Horror Of Horrors memiliki kualitas setara " Rust, Flesh and Dust ". Album ini justru menjadi puncak evolusi mereka, sementara rilisan-rilisan awal masih memperlihatkan karakter yang jauh lebih mentah dan sederhana. Ironisnya, justru perbedaan itulah yang membuat perjalanan musikal Horror Of Horrors terasa menarik untuk diikuti pada akhirnya, " Rust, Flesh and Dust " bukan album revolusioner yang berusaha menciptakan ulang Death Metal. Ia tidak menawarkan eksperimen yang berlebihan, juga tidak sibuk mengejar tren ekstrem modern. Sebaliknya, album ini memilih melakukan sesuatu yang jauh lebih sulit: menyempurnakan fondasi klasik dengan kedewasaan musikal yang lahir dari pengalaman panjang. Dan terkadang, itulah definisi sebenarnya dari sebuah kebangkitan bukan kembali untuk dikenang, tetapi kembali untuk membuktikan bahwa kualitas sejati memang tidak pernah mengenal usia.
Home
[Brutal Death Metal]
[Death/Grind]
* Horror of Horrors
#Usa
2017
Horror of Horrors - Rust Flesh Dust CD 2017
Horror of Horrors - Rust Flesh Dust CD 2017
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juli 07, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !