Cinerary - Rituals of Desecration
Deepsend Records EP 2001
01. Undying 03:25
02. Inheriting the Deified 02:27
03. Recapitated 02:06
04. Rituals of Desecration 03:01
05. Hung by Intestines 01:58
06. God of Cremation 06:12
Jamie Bailey - Vocals
Matti Way - Vocals
Dan "Wrench" Louise - Guitars, Bass, Vocals
Ricky Myers - Drums, Vocals
Di Scene BDM, menjadi cepat bukan prestasi. Menjadi berat juga bukan keistimewaan. Dua hal itu hanyalah syarat administrasi untuk masuk ke arena. Yang membedakan sebuah rilisan dari ribuan album brutal lain adalah kemampuan meninggalkan identitas setelah dentuman blast beat terakhir berhenti. Dan di titik inilah rilisan ini berdiri dalam posisi yang cukup unik: tidak revolusioner, tetapi terlalu buas untuk diabaikan. secara musikal, seluruh fondasinya dibangun dari resep klasik brutal death metal Amerika awal 2000-an. Blast beat tanpa kompromi, riff bertempo tinggi yang sesekali dipatahkan oleh groove slam, breakdown menghantam tanpa basa-basi, serta produksi yang sengaja dibuat padat dan kasar agar setiap pukulan terasa seperti benda tumpul menghajar tengkorak pendengar. Tidak ada eksperimen progresif, tidak ada ambisi menjadi intelektual. Yang ada hanyalah kekerasan sonik dalam bentuk paling lugas. Faktor terbesar yang mengangkat kualitas rilisan ini adalah performa vokal Matti Way, sosok yang telah dikenal luas sejak era Disgorge hingga mahakarya brutal " She Lay Gutted ". Growl ultra-guttural, pig squeal yang terkendali, hingga artikulasi bawah tanah yang nyaris terdengar seperti instrumen tambahan menjadi senjata utama. Di tengah riff yang sebenarnya cukup generik, vokalnya justru menjadi pusat gravitasi yang membuat seluruh komposisi tetap hidup.
Instrumen lainnya bekerja efektif tanpa banyak kejutan. Gitar menawarkan riff-riff brutal yang cukup rapat dengan beberapa pinch harmonic serta pergantian tempo yang mampu menjaga dinamika lagu tetap bergerak. Track seperti " Recapitated " menjadi contoh bagaimana perubahan ritme yang agresif mampu memberikan tenaga ekstra di tengah formula yang sebenarnya sudah sangat familier. Drum tampil solid meski belum sepenuhnya lepas dari pola blast beat konvensional yang menjadi standar hampir seluruh band brutal death pada zamannya. di sisi lain, kelemahan rilisan ini justru lahir dari kekuatan yang sama. Formula yang terlalu aman membuat banyak riff terdengar mudah ditebak. Hampir seluruh elemen yang digunakan merupakan kamus wajib brutal death modern: intro berisi sample, blast beat konstan, bass yang nyaris tenggelam, vokal ekstrem, lalu breakdown bergaya slam yang datang sesuai jadwal. Bagi pendengar veteran, struktur seperti ini nyaris tidak menawarkan kejutan baru. karakteristik Devourment terasa begitu kentara, terutama ketika lagu mulai menurunkan tempo menuju bagian slam yang berat dan menghentak. Di satu sisi, momen tersebut menjadi bagian paling " memuaskan " bagi penggemar brutal death modern. Namun di sisi lain, justru di sanalah identitas musik mulai larut dalam bayang-bayang formula yang sudah digunakan ratusan band setelahnya. Brutal? Tentu. Orisinal? Belum tentu.
Meski demikian, rilisan ini tetap layak memperoleh penghargaan lebih dibanding banyak band brutal death generik. Alasannya sederhana: energi yang mereka hasilkan terasa nyata. Tidak terdengar seperti musisi yang sekadar memainkan template, melainkan benar-benar menikmati setiap ledakan riff dan setiap growl yang dimuntahkan. Bahkan penggunaan sample pun dilakukan secukupnya, cukup membangun atmosfer tanpa berubah menjadi gangguan seperti yang kerap terjadi pada banyak proyek deathgrind lain. secara musikal, rilisan seperti ini menjadi pengingat bahwa ekstremitas bukanlah perlombaan menjadi semakin cepat atau semakin brutal. Ketika seluruh skena mengejar angka BPM dan kedalaman growl, justru identitas musikal menjadi barang yang paling langka. Brutalitas memang mampu menarik perhatian dalam hitungan detik, tetapi hanya karakter yang mampu membuat sebuah album terus diputar bertahun-tahun kemudian. Pada akhirnya, rilisan ini bukan karya yang akan mengubah sejarah BDM. Ia juga bukan album yang akan menggeser dominasi nama-nama besar seperti Devourment, Disgorge, atau Suffocation. Namun bagi mereka yang merindukan brutal death metal yang dimainkan dengan semangat, agresi, dan rasa lapar yang masih mentah, materi ini tetap menjadi ledakan sonik yang pantas diberi ruang dalam koleksi. Sederhana, penuh klise, tetapi ketika tombol play ditekan, kekerasannya tetap terasa sangat nyata.
Home
[Brutal Death Metal]
* Cinerary
#Usa
2001
Deepsend Records
Cinerary - Rituals of Desecration Ep 2001
Cinerary - Rituals of Desecration Ep 2001
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juli 07, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !