Darkthrone - Pre-Historic Metal
Peaceville Records CD 2026
01. They Found One of My Graves 05:17
02. Pre-Historic Metal 04:19
03. Siberian Thaw 06:45
04. Deeply Rooted 04:58
05. The Dry Wells of Hell 06:12
06. So I Marched to the Sunken Empire 03:21
07. Eat Eat Eat Your Pride 04:51
08. Eon 4 05:24
Nocturno Culto - Vocals, Guitars, Bass
Fenriz - Drums, Vocals, Guitars, Bass
40 tahun berdiri, Darkthrone tidak sedang mencari masa depan, mereka sedang menggali kuburan masa lalu ! di saat sebagian besar band veteran berlomba terdengar lebih modern demi mengejar algoritma, Darkthrone justru melakukan tindakan yang nyaris mustahil dipahami industri musik hari ini: mereka berjalan mundur dengan penuh kebanggaan. Album ke-21 mereka, " Pre-Historic Metal ", bukanlah deklarasi revolusi, melainkan sebuah surat cinta yang kasar, berdebu, dan dipenuhi aroma bir terhadap akar Heavy Metal, Speed Metal, Doom, serta Black Metal yang membentuk identitas mereka selama empat dekade terakhir. 40 tahun bukan sekadar angka. Dalam sejarah musik ekstrem, hanya sedikit band yang mampu bertahan selama itu tanpa kehilangan integritas. Fenriz dan Nocturno Culto tampaknya sudah melewati fase ingin membuktikan sesuatu kepada siapa pun. Mereka tidak lagi mengejar kesempurnaan produksi, tidak sibuk mengikuti tren digital, dan jelas tidak peduli apakah album baru mereka akan terdengar " Relevan " bagi generasi TikTok. Filosofinya sederhana: memainkan musik yang mereka cintai, dengan cara yang mereka inginkan.
Sejak lagu pembuka, " Pre-Historic Metal " langsung memperlihatkan orientasinya. Riff-riff tebal bergaya Mercyful Fate, Celtic Frost, Diamond Head, Black Sabbath, hingga Metallica era " Kill 'Em All " bertebaran hampir di seluruh album. Pengaruh tersebut bukan lagi sekadar inspirasi halus, melainkan hadir begitu terang sehingga beberapa bagian terdengar seperti penghormatan langsung terhadap para pionir Heavy Metal klasik. di sinilah muncul paradoks terbesar album ini. Darkthrone berhasil membangun atmosfer nostalgia yang sangat autentik, namun pada saat yang sama sering kali terlalu nyaman berdiam di dalam bayang-bayang para pendahulunya. Beberapa riff terdengar familier hingga nyaris kehilangan identitas orisinal, terutama ketika nuansa Mercyful Fate mendominasi struktur komposisi. Alih-alih menciptakan bahasa musikal baru, mereka lebih memilih menghidupkan kembali dialek lama yang telah lama menjadi fondasi perjalanan mereka. namun justru sikap keras kepala itulah yang membuat Pre-Historic Metal terasa jujur.
Fenriz tampil seperti dirinya sendiri : eksentrik, teatrikal, setengah serius, setengah bercanda. Vokalnya sama sekali tidak mengejar standar teknis modern. Sebaliknya, ia terdengar seperti seseorang yang lebih memilih menikmati proses berkarya daripada sibuk memoles kesempurnaan. Bahkan beberapa potongan dialog spontan yang sengaja dibiarkan tetap berada dalam rekaman memperkuat kesan bahwa album ini direkam bukan untuk mengejar kesempurnaan, melainkan menangkap momen. Sektor gitar menjadi pusat gravitasi album. Tremolo picking pada register rendah, riff-riff speed metal yang menggelinding, hingga tempo doom yang berat mendominasi hampir seluruh durasi. Lagu seperti " Deeply Rooted " menawarkan tenaga primitif yang mengingatkan pada era ketika Heavy Metal masih terdengar liar dan belum tersentuh teknologi digital. Di sisi lain, " Siberian Thaw " membawa nuansa doom yang jelas memperlihatkan penghormatan terhadap warisan Tony Iommi dan Candlemass, sementara " The Dry Wells of Hell " menjadi surat cinta paling gamblang kepada Mercyful Fate lengkap dengan pendekatan vokal falsetto ala King Diamond.
Salah satu kejutan paling menarik hadir melalui " I Marched to the Sunken Empire ", sebuah komposisi instrumental bernuansa dungeon synth yang menghadirkan lanskap atmosferik jauh lebih kuat dibanding sebagian besar materi lainnya. Lagu ini menunjukkan bahwa ketika Darkthrone berani sedikit keluar dari zona nostalgia, mereka masih mampu menghasilkan karya yang memiliki karakter unik dan daya imajinasi tinggi. dari sisi produksi, mereka tetap mempertahankan filosofi lo-fi yang telah menjadi identitas sejak awal karier. Suara gitar terdengar sedikit tertutup, vokal sengaja tidak ditempatkan terlalu dominan, sementara keseluruhan rekaman mempertahankan tekstur kasar khas garasi. Ini jelas merupakan keputusan artistik, bukan keterbatasan teknis. Meski demikian, bagi sebagian pendengar modern, karakter produksi tersebut mungkin terasa kurang bertenaga dibanding era emas Darkthrone pada awal 1990-an. secara komposisi, tidak semua lagu berkembang dengan struktur yang benar-benar matang. Beberapa bagian terasa berjalan mengikuti insting spontan tanpa arah dramatik yang jelas. Namun justru spontanitas itu menjadi cerminan filosofi Darkthrone hari ini. Mereka tidak sedang berusaha menyusun album paling kompleks dalam kariernya. Mereka sedang merayakan kebebasan.
Di balik seluruh kesan " Primitif " tersebut, " Pre-Historic Metal " sesungguhnya menyampaikan pesan yang cukup filosofis tentang perjalanan sebuah band veteran. Setelah puluhan tahun berkarya, pencapaian terbesar bukan lagi menjadi yang tercepat, paling brutal, atau paling inovatif. Pencapaian sesungguhnya adalah tetap mampu menikmati musik tanpa dibelenggu ekspektasi publik. karena pada akhirnya, " Pre-Historic Metal " bukan album yang lahir untuk mendefinisikan ulang Black Metal ataupun Heavy Metal. Album ini adalah monumen nostalgia yang sengaja dibangun oleh dua musisi yang memahami dari mana mereka berasal dan tidak pernah merasa malu untuk terus menoleh ke belakang. mungkin karya ini tidak akan masuk dalam daftar rilisan paling revolusioner Darkthrone. Bahkan sebagian pendengar bisa saja lebih memilih kembali mendengarkan " A Blaze in the Northern Sky ", " Under a Funeral Moon ", atau " Transilvanian Hunger ". Namun justru di situlah letak kejujurannya. Darkthrone tidak sedang mencoba mengalahkan masa lalu mereka. Mereka hanya mengangkat segelas bir untuk menghormatinya lalu memainkan riff-riff old school itu sekali lagi, seolah waktu memang tidak pernah benar-benar bergerak.
Home
[Black Metal]
[Doom Metal]
[Heavy Metal]
[Speed Metal]
* Darkthrone
#Norway
2026
Peaceville Records
Darkthrone - Pre-Historic Metal CD 2026
Darkthrone - Pre-Historic Metal CD 2026
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juli 07, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !