The Melvins and Napalm Death - Savage Imperial Death March
Ipecac Recordings CD 2026
01. Tossing Coins into the Fountain of Fuck03:22
02. Some Kind of Antichrist 09:31
03. Awful Handwriting
04. Nine Days of Rain 03:54
05. Rip the God 05:23
06. Stealing Horses 04:34
07. Comparison Is the Thief of Joy
08. Death Hour 06:12
#Napalm Death
Shane Embury - Bass
Mark "Barney" Greenway - Vocals
#Melvins
Buzz Osborne - Guitars, Vocals
Dale Crover - Drums
Ini adalah Rilisan ulang ditahun 2026 oleh label asal California, Ipecac Recordings yang merilisnya tahun 2025 lalu. Label yang awalnya didirikan oleh Mike Patton dan manajernya Greg Werckman hanya untuk merilis album pertama Fantômas. Label ini merilis spektrum musik yang lebih luas, dari stoner rock hingga hip hop hingga avant-garde. Semua band teken kontrak untuk satu album, karena label tersebut tidak percaya bahwa tugas mereka adalah " memiliki " artis. Hingga November 2000, Ipecac Recordings tidak memiliki distributor di Eropa, oleh karena itu barang dagangan harus diimpor dari situs web Ipecac yang berbasis di AS atau dibeli dari toko-toko online Amerika atau seorang importir. Pada saat ini, Caroline Distribution yang berbasis di AS, dengan beberapa pengecualian, menangani hampir semuanya untuknya. Antara tahun 2001-2006, edisi-edisi Eropa diproduksi dan didistribusikan oleh Southern Records sementara edisi-edisi AS tetap ditangani oleh Caroline Distribution. Itu sampai tahun 2006 ketika Ipecac menandatangani kesepakatan distribusi eksklusif Eropa/AS dengan Fontana. Label ini dikenal dengan tagline " Membuat orang sakit sejak 1999 ". Sebelumnya rilisan ini dilepas oleh Amphetamine Reptile Records, label yang Didirikan oleh Tom Hazelmyer-nya penggarap artwork Melvins dan sempat kolaps dialbum bareng band. Versi Ipecac Recordings berisi 8 lagu yang diperpanjang dengan artwork baru dari Mackie Osborne, penggarap hampir semua artwork The Melvins sejak tahun 1987 hingga sekarang. Sebuah kolaborasi penuh dengan Melvins dan Napalm Death yang bermain bersama di semua 8 lagu. Kalau masih ada yang berpikir kolaborasi band itu harus " nyambung " secara logika biar enak didengar, mungkin skenario antara Melvins dan Napalm Death ini bakal terasa seperti kesalahan sistem. Satu kubu doyan merayap pelan dengan beban sludge dan drone yang beratnya kayak dosa kolektif, satu lagi hobi ngebut tanpa rem sambil meledakkan kepala kalian lewat dentuman grindcore! Harusnya tabrakan, kan? Justru itu poinnya. Keduanya jelas tidak sedang cari validasi. Melvins sudah lama dipuja sebagai " Godfather " sludge/doom yang bikin genre itu terdengar seperti rawa hidup, sementara Napalm Death sejak awal memang Godfather-nya juga yang sudah mengajari dunia bahwa musik bisa secepat peluru dan tetap punya pesan. Mereka tidak butuh pembuktian, mereka itu standar yang dipakai orang lain untuk mengukur diri. Nah, ketika dua kutub ekstrem ini dipertemukan, hasilnya bukan sekadar eksperimen sok nyeleneh. Ini lebih mirip playground untuk dua veteran yang tahu persis apa yang mereka lakukan. Elemen sludge yang berat dan repetitif dari Melvins bertemu ledakan ritme liar ala Napalm Death dan anehnya, bukannya saling meniadakan, justru saling menghidupkan. Ada momen yang terasa lambat dan menekan, lalu tiba-tiba dihajar energi yang meledak tanpa aba-aba.
"Savage Imperial Death March" adalah kolaborasi yang mengesankan antara dua band paling inovatif dalam musik ekstrem yang secara style jelas sangat berbeda. Melvins telah mendefinisikan doom dan sludge beberapa dekade yang lalu di Washington, sambil juga meletakkan dasar untuk grunge dan rock alternatif, sesuatu yang mungkin aja tidak mereka banggakan. Di sisi lain dunia, para pelaku kekerasan dari Birmingham, Napalm Death, sedang mendorong batasan kebisingan dan kecepatan dengan grindcore. " Savage Imperial Death March ", yang mengambil namanya dari tur co-headlining kedua band pada tahun 2016 dan 2025, adalah kolaborasi dalam arti sebenarnya, lebih dari sekadar pemisahan secara simple. Usahanya sangat condong ke arah materi terbaru Melvins, juga menggabungkan kecenderungan ambient, eksperimental, dan industrial yang telah diadopsi oleh Napalm Death ada sejak " Fear, Emptiness, Despair " tahun 1994. Potongan teka-teki terdiri dari duo dinamis inti Melvins, Buzz Osbourne dan Dale Crover sementara Napalm Death menawarkan sebagian besar lineup mereka, yaitu vokalis Barney Greenway, bassist dan penulis lagu utama Shane Embury, dan gitaris (yang lebih baru) John Cooke. Ketiadaan drummer Napalm Death, Danny Herrera, sangat mencolok, namun seandainya ada mungkin ga bisa bayangin lagi apa jadinya. Ledakan khasnya, yang pada dasarnya tak terpisahkan dari Napalm Death, tidak ditemukan di mana pun, dan Dale Crover juga tidak mencoba menirunya. Stomp metalik keras Crover mengambil alih dengan cara yang sesuai dengan intensitas Napalm Death sendiri, meskipun dengan cara yang berbeda. " Tossing Coins Into The Fountain Of Fuck " memulai acara dengan pukulan noise rock yang tak kenal ampun dan sangat catchy. Sangat mungkin untuk tertanam dalam materi ga jelas banyak orang yang mendengarkannya. "Awful Handwriting", salah satu dari dua lagu baru yang ditambahkan ke materi yang ada dari rilis awal tahun lalu, yang muncul ke permukaan selama tur tersebut, sangat konyol dengan cara terbaik. Ada bunyi elektronik spastik yang tampak tidak masuk akal, namun mereka sangat ritmis. "Nine Days Of Rain" menggali aliran lanskap suara ambient yang telah dibentuk oleh Napalm Death selama sebagian besar karirnya, yang sebagian besar dipengaruhi oleh semangat band seperti Killing Joke. Ini adalah sebuah pembakaran melambat yang tidak pernah meledak atau klimaks. Ini adalah lagu yang cukup menonjol dengan repetisinya; namun, pengulangan riff utama yang terus-menerus terbukti menjadi pedang bermata dua, karena ada juga rasa redundansi. "Rip The God" adalah sebuah lagu lambat yang menggali ke dalam hati dan jiwa klasik Melvins, dipenuhi dengan gaya percaya diri yang melodius dan dibalut dengan nyanyian khas Buzz yang hampir mengejek, baik dalam penyampaian maupun sedikit rentan. Energi yang lebih tajam menyelam lebih dalam ke dalam lagu. Begitu vokal kuat barney Barney muncul, lagu ini melambung ke puncak yang lebih tinggi.
Secara teknis? Jelas matang. Secara konsep? Tidak sok filosofis. Justru yang menarik, rilisan ini memang terasa " fun " ya, fun dalam versi musik ekstrem tentunya. Ceria? Bisa jadi, kalau definisi ceria kamu adalah dentuman drum brutal dan riff yang bikin leher kerja lembur. Enerjik? Jelas. Tidak biasa? Sudah pasti karena kalau biasa, buat apa dua legenda ini repot-repot kolaborasi. di saat banyak band muda sibuk bikin kolaborasi demi exposure dan angka streaming, dua tetua dinosaurus ini malah bikin sesuatu yang terdengar seperti mereka lagi bersenang-senang. Tanpa strategi marketing sok penting, tanpa gimmick berisik. Dan ironisnya, justru itu yang bikin rilisan ini terasa segar bukan karena mereka mencoba jadi relevan, tapi karena mereka memang tidak pernah berhenti jadi relevan. Baik Napalm Death maupun The Melvins tidak perlu membuktikan diri kepada siapa pun. Mereka telah melahirkan beberapa musik berat yang paling berpengaruh, membuka inovasi bagi banyak orang. Band yang masuk dalam kategori Pionir ini telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada musik ekstrem bawah tanah, dan mereka berdua telah membimbing jalur masing-masing dengan cara yang memuaskan diri sendiri serta memuaskan basis diehard fans mereka. Apa yang telah mereka lakukan untuk musik underground, dan dalam beberapa hal untuk arus utama, tidak dapat disangkal. Rilisan ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi ini segar: Ini menyenangkan, ceria, energik, dan tidak biasa. Semua ini cukup menghibur tanpa terlalu mengeluarkan banyak keringat. " Savage Imperial Death March " bergerak dengan santai pada kecepatan sedang, tidak mengambil pendekatan full smash and grab seperti materi era " Scum " maupun berlama-lama dengan riff seperti Lysol yang kerap menampilkan serangan yang tidak biasa dari periode akhir 90-an Napalm Death yang lebih aneh. Most of the madcap antics work, while other moments are exciting failures. While it’s not an easy album to digest, it’s fun for those who enjoy the experimental process. The most compelling songs rank it above a mere curiosity piece, and fans who cherish both the Melvins and Napalm Death in equal measure will be pumped for this collaboration that extends the range of both acts.
Home
(07/10)
[Experimental Metal]
[Grindcore]
[Sludge Metal]
* Melvin
* Napalm Death
#Usa
2026
The Melvins and Napalm Death - Savage Imperial Death March CD 2026
The Melvins and Napalm Death - Savage Imperial Death March CD 2026
Written by REVIEW LOSTINCHAOS 18.53 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !