Proletar - Depressive Disorder CD 2021

Proletar - Depressive Disorder
Samstrong Records CD 2021
https://www.facebook.com/proletarmince
https://twitter.com/proletarmince
https://www.instagram.com/proletar.grind/
https://www.reverbnation.com/proletarmince
https://www.youtube.com/channel/UClM7FsQTrWC6r3dXSBL3mKw
https://open.spotify.com/artist/2IaBGiEri7ZXaiTYTebAUz

01. Janjikan Surga, Suguhkan Neraka
02. Martelaar
03. Kalkulasi Ekploitasi Konspirasi
04. Perang Eksistensi
05. Karmaphala
06. Teknologi Menghunus
07. Bentala Bernyawa
08. Dokumentasi Harga Diri
09. Hoax
10. Sinner's Bleed
11. After All this work become to Nothing
12. Muda yang Murka
13. State of Fear
14. Tragedi Mental Degenerasi Moral
15. It's Never Over until It's Over
16. Rotting Martyr
17. A Dismal Low Point of Time
18. Menantang Kutukan
19. Grinding Blast-phemy
20. Depresi Persisten
21. Menjaga Bara
22. Bungkam Suara


Nino Aspiranta - Vocals
Ipuletar - Guitars  
Levoy - Drums, Vocals


Jujur banget yah, materi yang menurut w pribadi " paling " matang dan mature banget, dari segi Musikalitas dan Sounding, Evocative and Awesome !!! 22 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk salah satu Pioner Grind asli Jakarta PROLETAR mempertahankan eksistensinya, dari mulai bongkar pasang formasi hingga pergeseran karakter, telah dilalui dengan keringat darah dan air mata bagi founder/Mastermind Gitaris Ipuletar yang tanpa lelah mempresentasikan grinding mayhem for the true grinding maniac ! Highly reasonable grindcore with an unartistic ethicwith Preachy politically correct lyrics accompany music that is at times both ludicrously righteous and rawgrinding, the sound sustaining the ranting and Don't count this as anything other than leftist propaganda with a human edge cause we are Proletar ! merunut perjalanan karir yang bukan kaleng-kaleng jika kalian cek kembali discograpy panjang Proletar sejak dimulai dengan demo " Massive Resistence " tahun 2000 hingga split-nya bareng Grindcore Perancis, Department of Correction! aransemen musikal strategis tanpa mengurangi banyak sekali taste abrasif seperti band grindcore pada umumnya, Proletar menyederhanakan taste raw, simply skill, powerfully serta energetic anger soul dengan package yang tetap membakar! cerita panjang perjalan Proletar untuk lebih detil en tuntas, bisa kalian simak sendiri secara seksama di paket DVD pada bundling ini, inspiratif banget pokoknya ! sejak mengisi vokal cover " Reek of Putrefaction " nya Carcass, Proletar Kontribusikan di 3 Way Split The Third World Scum Project, ada Chemistry menyegarkan bagi Proletar untuk merekrut Vocalis Nino-nya Trauma dalam line Up sejak 2015 kalo ga salah, so kalian bisa bayangkan sendiri karakter musikal seperti apa dalam tubuh Proletar saat ini? their basic approach to music provides an extremely accessible format of death metal-influenced grindcore which builds two riffs into a self-reversing pattern with the integration of vocal rhythms to structure the narrative content of the piece, which rearranges it's essential riff structure to make room for itself. sekedar catatan w pribadi sejauh ini, Nino memang menjadi salah satu Growling vocalist terbaik yang pernah dimiliki scene tanah air, no debat dah ! let's bringing the grinding party!

For all composition track is more upgraded to the flexible and excited, allowing exploration and a more consistent approach to inventive maintenance of details of song continuity. sejak menggebrak kejam dengan " Janjikan Surga, Suguhkan Neraka ", kalian mungkin akan melemparkan persepsi spontan tampilan Proletar kali ini lebih Nge-Death/grind persis saat Napalm Death merilis " Harmony Corruption ", terdengar dari Palm Mute Downstroke Riff ipul yang Aesthetic namun tipis-tipis, strumming yang ketat, power chord yang menghantam namun cukup banget menyuguhkan sounding yang Adem banget dikuping kali ini, belum lagi ketukan drum Levoy seperti makin tertantang dengan mengerahkan power dan enerji-nya yang " Real ",meski faktor usia sama sekali engga menghalangi gaya Agresif sambil berteriak-nya, mantap bang !!! seperti yang w katakan sebelumnya, masuknya Nino memang menambah angker di sektor Vokal, lebih padat terisi dengan panning lebar dan itu belum backing vocal Levoy, saling berkejaran padat mengisi pattern, wuih asli tetap bikin gaduh Trio Proletar ini.  " Martelaar ", menyerang keras dalam durasi 57 detik'an, rasanya cukup membuat kerusakan masif, en engga kebayang aja respon Moshpit crowded nya bakal seperti apa. Deconstructively empowered this music attacks with warlike rhythm and a stream of structures like scrolling computer code that assemble a vision of terror and paranoia in three layers or fewer. mencincang tanpa ampun " Kalkulasi Ekploitasi Konspirasi ", seperti terus ingin melumat dengan obsesi menghancurkannya. meski mendominasi dengan part yang cepat, Proletar masih memadukannya dengan beberapa freshing part buat nge-headbang coy! D-beat style yang menghujam sejak part awal " Perang Eksistensi ", Proletar seperti merepresentasikan keonaran yang pertama dicetuskan oleh berandalan Discharge, Anti Cimex ato Mob 47, Grinding, distorted and brutally political hasil persilangan tak diinginkan antara style Motörhead dan Buzzcocks sepertinya. keunikan dan konteks signifikan pembentukan riff dari ritme satu akord atau interplay string terbuka hingga pola gerakan kromatik yang berputar dalam ritme tremolo dengan kecepatan tinggi. lanjuttt " Karmaphala " stay grinding mah pokoknya melebur dalam 57 menit, beberapa part khas ala Goregrind old Malignant Tumour tercium anyir juga nih. " Teknologi Menghunus ", Mencerahkan dalam setiap geraknya, seperti langsung berkomunikasi dengan audience, dan meskipun jarang dalam konstruksinya, ekspresif dalam rekombinasi dari beberapa perpaduan part elemen, coba mengekspresikan struktur dasar grindcore sebagai transmisi yang tidak kaku dan baku melalui beberapa energi dan kromatik nihilistik yang terasa gelap, penulisan-nya lebih mencerminkan respons langsung terhadap stimulus melalui pengkondisian lapisan pemikiran yang memperjelas proses interpretasi perseptif. " Bentala Bernyawa ", dimulai dengan Narasi Ambient yang diisi langsung oleh Garna Raditya-nya AK//47, Komposisi track yang terasa Nge-Death menurut w. memiliki bahasa internal yang intuitif, komposisi nya seperti dari part-part pendek yang diartikulasikan melalui refleksi integrasi gelap dan dekomposisi dalam struktur buatan yang sesuai dengan bentuk alami dari spirit aransemen track, lumayan lah buat mengendurkan otot yang mengejang dan kaku-kaku setelah ber-Moshpit party. the grinding must goes fuckin on, " Dokumentasi Harga Diri ", seperti biasa diawal part Circle Crowd dibikin panas membara lebih dulu setelah itu headbang ritual adalah segmen penggembira plus-nya. masih ingin bersuka ria?, " Hoax " menghadang dengan catchy en easy listening komposisi, en w jamin kalian bakal terlarut didalam kegembiraan biadab ini. Rhythmic shifts, when tempo alters for a breakbeat of blast or oppositional interjection to structures, express fundamental structure in these often two-riff songs whose rarer alterations take great significance in their precise counterpoint to dominant riffs. Crucial for its time and now in expressing the development of this completely alienated genre, the music of Proletar is rigorous yet artistic expression aimed at rewarding both body and mind of the listener. Vocalis Nino disini emang ga menyajikan 1 karakter vocal aja, kalian akan denger sendiri beberapa variasi vokal Jahanamnya, seperti di " Sinner's Bleed ", menikmati Atmosfir baru yang membuatnya tampil lebih fresh pokoknya di Proletar. makin menjadi jadi suguhan Guttural Gurgling vokill-nya terdengar di beberapa part track " After All this work become to Nothing ", sepertinya ga bakal pasti kalian temukan deh di debut Proletar sebelumnya. " Muda yang Murka ", for take grinding to a further extreme in 50 second, one had to face the tendency of the genre to drift toward overextensions of musical destruction and thus to dissipate into irrelevance, and in overcoming that to find a new Anger ! Dodi Blonyon dari TNV ikut kontribusi backing vocal di track " State of Fear ", tak pernah lelah membuat gaduh pokoknya, hajar terus blehh !!! " Tragedi Mental Degenerasi Moral ", time to headbang again, komposisi yang kental elemen Death metal, meluangkan lebih banyak lagi enerji kita pada fase pemulihan ancaman track berikutnya jangan sampai kehabisan, coz " It's Never Over until It's Over " dan " Rotting Martyr " bakal lebih mulai menguras enerji kembali. memasuki track " A Dismal Low Point of Time " serta " Menantang Kutukan ", Proletar tampil flamboyan dengan sentuhal kental Death/Thrash banget dengan dominasi Palm Mute Downstroke Rythym proaktif. dan sisanya penutup setlist, Grinding party ga selesai sampai disini sebelum kalian melalui " Grinding Blast-phemy, Depresi Persisten, Menjaga Bara dan Bungkam Suara " sebagai portal meregangkan kembali kekakuan otot akibat serangan 18 masif track sebelumnya. Straightforward music, this is tonal and dynamic music, played with all of the ferocity and death metal touching of the earlier material, and perhaps more, in that it has shed the elements of metal (predictability, reliance on blast beats) in favor of a more encompassing approach.

All in all, I consider this album absolutely mandatory for Grindfreaks, or anyone curious about what is/was Grindcore, and why it’s a genre worth checking out. Believe me, I used to think Grind was pure noisy incompetence and horridness. Keberhasilan Proletar untuk tetap menyatukan kembali karakter dan Sound mereka masih pada kecepatan ekstrim Grindingcore dan kompleksitas Skizofrenia dalam dokumen keputusasaan manusia postmodern. Berbeda dengan materi sebelumnya, album ini boleh w katakan lebih demonstratif, makin dewasa dan reaksioner seperti beberapa materi mereka sebelumnya, yang sama-sama dapat didengarkan untuk ritme saja dan berbeda dari bentuk umum yang tidak cukup rumit untuk dicerna bagi fans Death/grind khususnya. sajian Sounding hasil akhir tangan dingin Ramadhani Utomo (drummer Trauma) di Jalak Studio merupakan perpaduan menawan dari proses di 3 Studio berbeda telah mencetak Masterpiece Grind serius di tahun 2021 ini. Package profesional demi memanjakan grindfreaks memang tersajikan menarik dari Samstrong Records yang membundling-nya dengan DVD Proletar Documentary Movie " Grind for Better Life " dan komplit merchandise lainnya, sehingga kita bisa bener-bener mengenal lebih dekat dengan Pioner Grind terbaik Tanah air ini. While the freshing style of grindcore, including the depth guttural vocals and booming disintegrating guitar tone, seized the imagination of most, what made the work of Proletar and others a new style was their interpretation of music itself: they mocked the past by simplifying it and directing it to expose seamy undersides instead of shiny new facades, but in doing so, revealed an irony to this pursuit, which is the frailty of humanity and the absurdity of its condition.

* Songwriting: 8.3
* Originality: 8
* Memorability: 8  
* Production: 8.5

 

Proletar - Martelaar 

 

Proletar - Grind for Better Life
Samstrong Records DVD 2021

Setelah sepanjang tahun 2020 melakukan Movie Screening dibeberapa scene tanah air, akhirnya Proletar Documentary Movie paling ditunggu telah mengobati interest grindfreak yang belum beruntung menyaksikan sejarah karir dari awal hingga sekarang. karena ini Documentary Movie, yang mendokumentasikan dan merepresentasikan perjalanan Proletar secara nyata dari pengakuan banyak ex. Proletar dan teman-teman disekeliling Proletar yang menjadi saksi sejarah eksistensi band. cuman dengan beberapa Kamera video digital juga old school yang ringan dan editing terkomputerisasi telah ngasih sumbangan besar pada sang Sutradara/Editor Film Diansyah Rizky dan Proletar sendiri dengan mengkompilasikan beberapa penampilan Panggung, susunan dari rekaman footage-footage, testimony dan masih banyak lagi dengan Graphic Animation keren berkualitas HD. yah karena namanya juga Film Kompilasi, jadi jangan terlalu berharap banyak ada full performance setlist selain cuplikan banyak penampilan Proletar diberbagai tempat sebagai background dan berbagai resolusi. ada kisah kisah menarik yang menjadi kesaksian orang-orang disekitar Proletar yang mungkin belum pernah mereka publikasikan selama ini termasuk story dibalik discography Proletar dari sejak demo pertama " Massive Resistence " tahun 2000 hingga Split bareng Grindcore Perancis, Department of Correction tahun 2016. kesaksian unik tak terlupakan edi The Borstal diawal-awal performance Proletar di Streetgigz kolektif dekat tempat sampah yang Kumuh sebelah Pasar dijembatan Merah Saharjo sekitar 2002, menjadi saksi memorable saat Performance Proletar malah jadi tempat bertemu dan Tawuran antara Gengster lengkap dengan Sajam-nya,wuihh.. Rilis album pertama " Rakyat Jelata ", kemudian merilis EP " Universal Ideas " tahun 2004 via Scream of Agony Records, en kebetulan secara terhormat menjadi bagian sejarah panjang Proletar nih, coz w sendiri lah yang membuat Artwork Cover dan desain sleeve kaset-nya EP ini hehehe (mungkin Bang Ipul lupa hihihi.ed). yang ngeri nih tentu adalah materi CD Discography " Back to Hatevolution " tahun 2007 via To Live a Lie Records dengan Co-label se-abrek yang ikut merilisnya, Badai Records, Battleground RecordsBringer of Gore Records, Jerk Off Records, Murder Records, Ruptured Records, Teriak Records, Rip Kids Records, Suara Bebas Records, Terkuburhidup Records. dengan memuntah 55 Track ! pokoknya ada banyak banget yang harus grindfreak tau kesaksian history Proletar memang begitu panjang dan berliku ternyata selama 2 jam lebih durasi Video dengan sajian paket komplit testimony dari banyak teman Indonesia dan Luar Negeri buat Proletar (sorry ga bisa disebutin atu per atu saking banyak hehehe. ed), well semoga langkah kreatif seperti ini menjadi dampak yang bagus untuk band mendokumentasikan perjalanan karir untuk dapat diceritakan kepada the next generation.



Posting Komentar

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670

Pasang Iklan Kalian disini, Kontak Whatsapp di 085667616670