Total Damage - Struggle for Existence 2019

































Total Damage - Struggle for Existence
Edelweiss Production CD-R Pro 2019

01 A Gleam of Light in Asia
02 Martyrdom
03 Panutan Kotor
04 Modus Otak Si Tamak
05 Death of Cancer
06 United Idiot Nations
07 The Origin of Species
08 Mindless Greed
09 Bangkai Berita
10 Grey
11 The New World Structural

Gemma Iryandi - Vocal
Julius Head - Guitar
Dedi Dobol - Bass
Rifqi Oklay - Drums

Hampir menginjakkan eksistensi nya ke angka 22 tahun, sejak dedengkot penggerinda asal Ciputat - Tangerang, TOTAL DAMAGE (TD) resmi diproklamirkan tahun 1997 telah melalui masa yang ga bisa semulus paha-nya Aura Kasih, bongkar pasang formasi jadi Institusi wajib ketika sebuah perjalanan karir. di era 90-an TD sudah banyak sekali menghajar panggung hingga terlibat pada banyak rilisan seperti kompilasi, split hingga Ep, dan tahun 2019 menjadi penantian paling di elukan Grindfans saat TD mengemas materi penuh perdana bertajuk " Struggle for Existence ". sekedar menata ulang memori 21 tahun lalu aja, saat virus keonaran extra berisik Death/Grind dengan attitude kuat Crust Punk, HC/Punk, GrindCore hingga pengaruh Death Metal, dikemas lebih dramatis dengan sentuhan lirik bernuansa Politis dan sosialis. Frontman Rifqi Oklay terhitung masih menjaga penuh totalitasnya selama hampir 22 tahun ini. and " Struggle for Existence ", It is an album that is credited with bringing Grinding into the 2000’s, with a more updated, Abrasive, Raw and tight sound. Not only is it unique in that fact, but it is also one of the few grindcore concept albums out there. jujur Gw agak lupa lupa ingat bagaimana sepak terjang lagu mereka dibeberapa rilisan kolektif sebelumnya, but.. ketika mendengarkan sendiri preview materi "  Struggle for Existence ", damn ! It builds the great Atmosphere. They brought to Grindcore something that Grindcore never had ! bagaimana aransemen Grindcore yang masih terseret stereotype baku, TD lebih eksploratif menebarkan epidemi kehancuran berikutnya dengan style-nya saat ini. Aransemen musik yang sudah menantang, Raw Sound yang menggorok leher dan Kualitas Vokal yang powerfully, siap jadi rekomendasi penuh Gw buat kalian yang demen Grindcore lebih Ekpresif ! and I was reminded how great it is, and felt inspired to share my opinion with whoever cares to read and hear it.

Gw coba akan fokus pada materi album ini secara keseluruhan, meskipun metode Gw masih tetap membedah track demi track atau semacamnya. Album ini melakukan pekerjaan yang baik untuk menyampaikan suasana teror dan kekerasan, yang merupakan apa yang harus dilakukan, dan untuk mencapai itu tampaknya tanpa melelahkan dirinya sendiri, yang jelas ga sampe 1, 2 atau 3 menit (variatif sih, tapi hampir 70 % super faster and shorter), komposisi TD siap mencongkel biji peler para penguasa serakah. melibatkan banyak musisi tamu seperti penampilan Geboy-nya The Sabotage, D' Jenks dan Out Of Control, mantan vocalis TD sendiri, Irfan, Asti -nya AIRD, Ridwan-nya Kecikitty dan Derry SPR makin nambah Ugal-ugal an aja perform album yang ga menghabiskan durasi total 18 menit yang melumat, Displaying ultimate Brutality while working in clever and catchy riffs ! " A Gleam of Light in Asia " jadi tumbal Opening-nya, kalian bisa mendengarkan kalimat provokatif puitis dari Asti Hassanudin-nya AIRD memberi romansa epik saat TD menyuguhkan sentuhan Sludge/Experimental part, so kita jangan terburu-buru memecahkan Moshpit Circle dengan Ledakan Grinding party, selow dulu tapi tetap jangan kuatir menjelang menit ke-2 nikmati sendiri emosional TD yang memecah hebat, bagaimana Gw terfokus dengan karakter Emosional Growl-nya vocalis Gemma Iryandi asli Powerfully dan cool ! ya, ketika Stereotype kebanyakan Vocalis masih terhipnotis searah, Gw patut kasih aplaus untuk karakteristik TD nice blend them well to make an Awesome Grindcore material. One that is truly a landmark in the Grindcore genre. memberi sengatan masif. " Martyrdom ", amukan Grinding party-nya mengingatkan Gw dengan style-nya Benumb, Pig Destroyer awal atau Assuck. konsentrasi gw masih terfokus dengan penampilan vocalis Gemma Iryandi meski beberapa kali permainan riff dan Grinding-nya cukup menculik perhatian, tidak banyak basa basi, TD paham bagaimana meramu penghancuran sekejab-nya. it really is a song that shows what TD is all about, Straightforward, Nasty and Brutality. begitu mengerang penuh amarah dalam durasi 23 detik untuk " Panutan Kotor ", screaminsane Gemma Iryandi masih bikin panik moshpit. sentuhan solo gitar dari Derry SPR di " Modus Otak Si Tamak " ngasih nuansa makin menantang, ketika Raungan Middle scream Gemma Iryandi masih tetap powerfully, ditambah Guest vocal mantan tukang teriak TD di tahun 98'an Ivanof. Style Crossover Thrash dengan beberapa Solo n roll, cukup rasanya terus membakar adrenalin lagi-lagi audience yang rindu akan pecahnya moshpit crowd and sing along. It was catchy, Oppressive, Atmospheric, Anxiety ridden, and most importantly Memorable. tadi 23 detik lebih singkat terdengar, tapi untuk " Death of Cancer ", TD hanya butuh menggebernya cukup 6 detik aja. kayaknya mendengar komposisi TD, Gw terasa nyaman merasakan di atas 2 menit, karena ketika peluh keringat ini tidak dapat berhenti untuk membasahi, kita masih dimanjakan dengan part-part agresif dengan penampilan cool sound yang Nasty and Dirty ! rasanya Gw seperti merasakan kembali Crust Punk atau HC/Punk komplit dengan sayatan solo-solo liar. cooldown part " The Origin of Species ", seperti mencaci maki diri kita sendiri, ketika kehancuran dunia ini juga adalah akibat andil kerakusan kita sendiri. tidak mendominasi hanya dengan kebisingan semata, TD juga lebih obyektif menampilkan Riff-riff ajib compatible dengan sounding yang tersajikan, so Excelent ! dan " Mindless Greed " hanya meledak kilat 8 detik aja sebelum penghancuran sebenarnya " Bangkai Berita " tak terbantahkan memberikan efek kemarahan yang lebih menyengat ! Puncak dari penyiksaan ini bahkan lebih menyakitkan, menjijikkan, dan sekaligus bisa benar-benar indah. Setelah Gw hampir menemukan kesimpulan dari keseluruhan, Straightforward-nya memang tidak berhenti. kita sengaja dibiarkan menggantung dengan suasana mencekam yang sama hampir diseluruh aransemen. penampilan Asti Hasanudin dengan gaya Rockin Vocal-nya kurang begitu mengena di part awal " Grey ", namun raungan Middle Scream-nya no comment dah ! Grinding Hardcore still naughty ! seperti jadi Epilog, " The New World Structural " menyelesaikan part prolog-nya, dan penampilan Keyboard Ridwan-nya Kecikitty lagi-lagi ngasih sentuhan epik berbalut kegelapan. create a Mechanized sound that is both Exhilarating and terrifying in its cold and alien Artificiality.

All considered, " Struggle for Existence " showcases a Staggering Eleven tracks, between which clock in at less than one minute. Like most Great Nasty and dirty Grind material ! secara keseluruhan yang dikerjakan dengan sangat baik, tanpa keluhan datang dari Gw Pribadi. Ini adalah segalanya yang seharusnya menjadi album grindcore, dan band grind lainnya harus berani mencari inspirasi dari album ini. Penyajian aransemen lebih matang setelah di tempa dari progres masa silam, pemilihan Dirty Sound raw yang tidak mengikis habis telinga, masih terasa tebal menggumpal serta penampilan karakter vocal yang menurut Gw patut dapat Aplous saat mereka makin berani menunjukkan siapa diri mereka sendiri. menurut Gw yang jadi kekecewaan tidak terbantahkan cuman adalah, Lagu-nya koq dikit amat ya hahaha... padahal 2 putaran lagi, dijamin Audience bakal lebih klimak sempurna. sangat Gw rekomendasikan mencoba sendiri ancaman Grinding sakti mandraguna dari motor penghancur ini siap ga siap, persiapkan degup jantung kalian tetap berdetak stabil atau bahkan lebih kencang. always conserves a natural touch being gone brutal in terms of distortion. The things change if we are talking about the Nastiness and the Brutality in form of speed and Relentlessness.

Total Damage - Bangkai Berita ' Official Video Lyric




REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !