Wafat - Doxa CD 2018

































Wafat - Doxa
Air Records CD 2018

01. Anoigma 01:52    
02. Path Of Hell 04:52    
03. Populasi Perut Bumi 04:13    
04. Rider From Inferno 05:47    
05. Patriarkiller 04:09    
06. Doxa 04:23    
07. No Mercy 03:55    
08. Etalase Murka 07:08    
09. Soul Of Mutilated 04:02    
10. Unrecognizable 01:03

Frank Mufti - Vocals
Yoga Asparella - Guitars
Rangga Pradana - Guitars
Ditya Dinoz - Bass
Bangkit Al-Azhar - Drums

Bukan perkara Mudah untuk bisa mempertahankan eksistensi sebuah Band tetap survive dan berkarya diusia-nya yang ke 22 Tahun, Salah satu Pioner BDM Terbaik Tanah air, and Who Said WAFAT is Dead? di era Ke-emasan 90 memang banyak Band yang mengulik komposisi sang legendaris BDM The Mighty Suffocation, namun entah kenapa memori Gw masih terbesit tajam akan salah satunya kepada Legendaris DM Jawa Timur Wafat, Yupz sejak terbentuk 11 November 1996, band yang hingga kini hanya menyisakan 1 member orisinil setelah melalui (entah) puluhan kali Bongkar pasang formasi. antara tanggung jawab dan Idealisme, Frontman yang Gw kenal adalah sosok pribadi yang Humble, Frank Mufti harus sendirian bertahan memikul Eksistensi ditangannya. sebuah flashback aja, sejak Gw pribadi mengenal lebih dekat Wafat, yang kebetulan sedikit banyak Gw tau. sejak merilis Promotape pertama " Beneath the Death " tahun 1996 silam, Wafat seperti telah mendapat Tiket mulus untuk menghajar banyak panggung di seluruh Scene Tanah air hingga akhirnya berhasil memuntahkan debut Album berformat kaset pertama " Cemetery of Cellarage " via Holy Sound Production Tahun 1997 semakin mengangkat nama Wafat dalam deretan BDM Band berbahaya dari Ufuk Timur Pulau Jawa, Surabaya. namun sayang sukses ini harus bermuara dengan pecahnya formasi yang pada akhirnya hanya menyisakan Frank Mufti seorang diri tetap menjalankan nafas baru Wafat selama beberapa tahun kemudian hingga menemukan formasi ke-2 untuk dapat menyelesaikan Full Album ke-2 " Surga Itu Gelap " tahun 2009 via No Label Records. seperti tidak menyurutkan eksistensinya meski beberapa kali mengalami bongkar pasang formasi masih sering terjadi, 2 tahun kemudian Wafat pun berhasil menyelesaikan album ke-3 " Exhausted Soul " tahun 2011 masih via No Label Records. lumayan berselang lama dalam penantian 7 tahun kemudian (setelah terjadi bongkar pasang formasi lagi), Wafat akhirnya berhasil memuntahkan kembali full album ke-4 " Doxa " yang kali ini Air Records kebagian tugas untuk merilis ke fans DM Fanatik dan mempertegas terus " Who Said WAFAT is Dead? ". sebagai pemerhati dan Penulis, menapaki jejak karir Wafat memang tidak terpisahkan dengan konsepsi pendahulunya yang telah mendarah daging dalam Spirit seorang Frank Mufti bersama Wafat tak akan melenyapkan pengaruh hebat nama Suffocation dan Cannibal Corpse di sepanjang Karir-nya. Their sound, the lyrics, the riffing, their unique style is instantly recognizable, and it hasn't changed much during the years. Not that this is a bad thing, considering the consistency of the band's outputs. meski lumayan telat menulis debut darah baru menyegarkan dari Wafat Horde, ada banyak kejutan yang pasti tidak banyak kalian temukan serta rasakan pada Debut-debut Wafat sebelumnya, penasaran? so let's making it the Fourth highest Killer BDMl record of all time !!!

First off, when I say probably the Different than before production ever, I mean it. There is not a single flaw I can see in the production. The guitars are heavy fuckin as hell. The drums are loud and killer sound. The vocals are STILL Insanely Low Growling with Exaggerated and Disturbing, and more focused on writing something that, although Horrific, sounds more mature and interesting. Gw beruntung telah mendengarkan semua Komposisi dan Progres band pada setiap albumnya, sehingga ijinkan Gw kembali menghadirkan tulisan jujur ini yang akan berbicara. setelah menjalani proses pendewasaan panjang, mungkin kemasan menarik dalam materi " Doxa " ini cukup merangkum hampir kesemua Obsesi Wafat mampu mempertahankan Taste music style band sejak pertama kali digagas. yang jelas konsep seperti album pertama " Cemetery of Cellarage " sudah tinggal Kenangan tak terlupakan, namun tidak untuk direpresentasikan, karena sejak " Surga Itu Gelap " dan " Exhausted Soul ", Wafat telah mendapatkan nafas baru dengan suntikan darah segar ponggawa fresh ditambah dengan Progres musikalitas terus berbicara dan dipadukan tanpa membuang jauh karakter kuat Suffocation tetep melekat pada karakter Vokal Frank mullen pada seorang Frank Mufti. tidak terlalu terburu buru dengan dentuman DM yang cepat dan berat, Intro track " Anoigma " jadi Foreplay wajib Wafat diawal check sound performance-nya. komposisi DM Simply nan Ringan cukuplah untuk sedikit melemaskan Otot tegang untuk segera mempersiapkan track barbar " Path Of Hell ", secara berat menyambar dengan partisi komposisi Catchy tanpa banyak melakukan Fill yang bikin otak tambah pusing. hentakan DM yang mudah dicerna jadi kerjasama solid antara Riff dan Drumming berjalan semakin Harmonis. Great Salutes tetap untuk Kawan baik Gw, Frank Mutfi, yang usia-nya sudah tidak muda lagi, namun Power dan Attitude-nya tetap siap mengganyang para Vocalis muda yang cuman demen tampil sok Cool sekalipun. Karakter Kuat Frank Mullen-nya Suffocation asli era " Effigy of The Forgotten " memang Influence keramat sejak berada dalam Nafas Wafat, completely foreign and demented-sounding to me. When I looked up the lyrics, I was officially scared shitless ! Duet Ajib Yoga Asparella dan Rangga Pradana emang membawa Karakter Riff sound-nya lebih berbeda lagi daripada konsep sebelumnya, terasa Raw, Heavy and Punchy your ass ! pemilihan riff-riff catchy dan Simply tetap membawa nuansa Wafat stay mengganyang ! These moments aren't very complex or super-innovative, but the way in which these spooky-sounding licks are written prove effective at adding flavor to the writing without sacrificing the Brutality. The downside is when you combine these moments with the guitar tone. The guitars are way too distorted, and end up Blurring away a lot of the Harmony. penampilan drummer Bangkit Al-Azhar tetap tidak mengecewakan lewat Blastbeat Powerfully. aransemen komposisi-nya memang penuh dengan perhitungan matang dan Kalkulasi penggabungan Fill dan Improving yang lebih disederhanakan lagi, sehingga fans dijamin bakal dimanjakan banget disini. meski Gw sendiri masih menyebutnya tidak sempurna, namun aransemen materinya tetap-lah yang terbaik!. mungkin kebanyakan DM fans terlalu mudah meng-asumsikan DM Riff Sound harus begini atau begitu, namun sebenarnya Hal Baku seperti ini tidak perlu lagi membuat pendirian kita makin mengeras, Movement DM telah mengalami kemajuan pesat coy. seperti mendengarkan Karakter Riff sound yang banyak dibandingkan dengan Sound Hardcore metal, menurut Gw adalah Konseptual masing-masing band jelas berbeda. " Populasi Perut Bumi ", Part awal-nya lebih mengingatkan dengan Gaya Groove Banging ala Hatebreed, tapi itu ga lama, karena kepala kalian akan dipecahkan kembali dengan ketukan Hyperblast Snare. seperti coba mengulik gaya Riff sound Cannibal Corpse hari ini, rasanya lumayan terasakan Eksperimennya di Materi " Doxa ", sisa-nya adalah perpaduan tetap Karakter Khas Wafat dengan The Mighty Suffocation. ditambah dengan solo-solo keren dari Yoga Asparella mampu bikin warna makin berdarah lagi. It has some catchy riffing, and it is on of the best DM albums to headbang away to! If you are looking for a better Representation of the band. meski Gw tidak banyak membedah masalah lirik yang Frank tulis kali ini, namun Gw cukup merasakan Pendewasaan wacana-nya teruji disini, seperti pada Spoken Intro di " Rider From Inferno ", karena Wafat sendiri tidak terlalu lengkap menampilkan dalam Booklet cover. sehingga seperti biasa, Kemasan musik yang tetap jadi Santapan wajib sejak menulis-nya. mendengarkan secara seksama penulisan Riff, lebih banyak gaya Bending ketimbang Alternative Picking style, sehingga kita akan membaca sangat jelas Bar demi Bar riff-nya sekaligus mencerna dengan gerakan Headbanging spontan, is playing as a trill and this creates one of the most memorable riffs in all of the genre. " Patriarkiller ", jangan pernah kalian lewatkan gaya kental Cannibal Corpse dipadu dengan warna Decapitated, Dying Fetus, Misery Index hingga Suffocation begitu berasa beberapa kali coba mencongkel biji peler komposisinya. is one of the more interesting numbers that has some surprisingly simple riffing with some guitar tones that sound completely odd and loosely fitting with the rest of the album but somehow this does not disrupt the flow of it. Pokoknya mah kalo kalian ingin tetap wajib terjaga dalam ritual Headbang, sangat Gw rekomendasikan mencicipi racikan Brilian Wafat kali ini tanpa harus otak kalian terkuras habis. rasanya coba mengingat kembali beberapa ketukan tempo drum lawas Wafat era " Cemetery of Cellarage " di Lagu " Doxa ", Doxa sendiri yang merupakan apa yang umum di dalam kehidupan masyarakat, yakni kebiasaan atau kebudayaan yang berpegang pada Aletheia (kebenaran) yang menyandarkan diri pada akal budi semata dalam bersikap. Dengan ini, menekankan penting-nya bagi masyarakat untuk berpikir sendiri dan menemukan kebenaran itu sendiri. Masyarakat tidak boleh percaya pada gagasan-gagasan umum dan kebiasaan yang kebenarannya tidak pasti. Masyarakat diajak untuk berani berpikir dalam bertindak dan  bersikap. namun sayang Gw ga bisa membaca Liriknya, karena memang tidak tersedia hehehe, padahal Wafat sendiri sedang dalam keadaan " On " banget pembawaannya. Komposisi yang tetap Catchy diperkaya dengan Nice Groovy khas Dying Fetus beberapa kali juga meng-hipnotis ritual headbanging. is a mass of trills and Sliding power chord with a few Groove picked riffs Scattered throughout which leads to this being a record for any aspiring guitar player out there to attempt to play along to and marvel at the Punchy wizardry on display. tanpa ampun kemudian di " No Mercy ", sebuah Ekstradisi bagus saat ledakan DM Part mematikan menyiksa lebih kejam. salah satu yang sering Gw baca pada penulisan lagunya, ditengah Gempuran hangat Blastbeat, Wafat selalu ga lupa menyisipkan Catchy headbang part untuk sekedar untuk mengambil nafas, karena bawaannya Wafat sudah engga maen-maen dengan spiritnya, bersiap pecahkan moshpit pokoknya untuk Track ini. sejenak kembali mengambil nafas lega, " Etalase Murka ", Wafat coba ngasih Middle tempo syahdu lagi untuk Ritual Headbang sebelum menit ke 01:20 leher kalian akan terpenggal lagi dengan Mode on tempos hingga ke menit ke 7, well nih track memang yang ter-panjang durasinya, namun secara keseluruhan track ini lebih coba memanjakan otot tubuh kita kembali berjalan normal setelah shocking therapy. and The Brutality here is simply more Savage, more Atavistic, and more Realistic on " Soul Of Mutilated ", mengulang kembali Attitude komposisi yang beringas, dan sekali lagi tidak banyak menguras konsentrasi untuk mencerna, " Soul Of Mutilated " adalah track Monumental pemecah Moshpit Circle pastinya. beberapa Death Metal Standard tempo beberapa kali membakar persepsi DM harus terdengar Powerfully. The mix does like feel so razor fine as the previous album, there is a much more weighted, bludgeoning tone, like the band decided to shift from the chainsaw to the ballpeen hammer as their choice weapon for clobbering fans and foes alike. dan ga terasa memang, " Soul Of Mutilated " adalah peperangan otak terakhir dimateri " Doxa " yang akhirnya di closing dengan Epic Outro Cooling Down " Unrecognizable ".

And this fuckin overall, " Doxa " has very memorable riffs, Blasting drum, and a whole lot more. So if you’re a Die Hard DM fan buy this album there’s loads of DM goodness to be found Provoke and Crushing here. secara keseluruhan Gw sangat menikmati banget dari Produksi hingga aransemen, sebuah Kedewasaan tanpa titik jemu harus terkejar terus dalam kreatifitas tanpa batas. Artwork nya menarik, sayang pada Proses Printing-nya terlalu gelap, sehingga menghilangkan banyak nilai artistiknya. sementara yang menarik buat Gw pribadi disini adalah Produksi sound-nya memang rada berbeda, lumayan Raw, tapi justru terasa makin gahar. ketika hari ini terlalu banyak Band DM dan Sound Enjiner masih terlalu " Wajib " berlomba menyamakan Persepsi dan Stereotype, DM Sound HARUS Seperti ini dan Itu, dan menurut Gw, materi " Doxa " akan kalian cicipi sendiri taste-nya lebih menampar lagi. Akhir kata, untuk kalian DM Diehard yang demen dan kangen banget era kekejaman lawas Suffocation dan Cannibal Corpse, Debutan menarik ini harus kalian jajal sendiri nuansa barbar-nya. Both Old Cannibal Corpse and " Effigy Of The Forgotten " by Suffocation can be viewed as Blueprints for the BDM genre that would later become the popular genre that it became today. I highly recommend this to anyone who's just getting into the first wave of DM, for it has Characteristics of later day DM, while also having enough traits from the past. YOU MUST HAVE THIS WAFAT HISTORY OR TO BE KILLED !!!

Wafat Live At Global Distortion 2018

REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !