Metallica - Hardwired... to Self-Destruct CD 2016

































Metallica - Hardwired... to Self-Destruct
Blackened Recordings CD 2016

CD 1

01 Hardwired 03:09    
02 Atlas, Rise! 06:28    
03 Now That We're Dead 06:59    
04 Moth into Flame 05:50    
05 Dream No More 06:55    
06 Halo on Fire 08:15    
   
CD 2

01 Confusion 06:43    
02 ManUNkind 07:17    
03 Here Comes Revenge 06:30      
04 Am I Savage? 06:29    
05 Murder One 05:45
06 Spit Out the Bone 07:09

James Hetfield - Vocals, Guitars
Kirk Hammett - Guitars
Robert Trujillo - Bass
Lars Ulrich - Drums

Selama hampir 20 tahun terakhir, Gw kurang begitu menikmati bahkan materi yang kurang Gw sukai dari sang Legenda METALLICA selama periode tersebut, meskipun dalam pikiran pembaca, Gw bisa hidup dengan fakta bahwa band ini tidak akan mampu melanjutkan fenomena terbaik " Master of Puppets " pada bagian yang kesekian seperti statemen Metallica sendiri. namun seperti yang Gw selalu katakan tentang kegelisahan beruntun Ex. member Dave Mustaine " hanya karena kalian mencoba sesuatu yang baru tidak mengharuskan bahwa itu ada gunanya ". Gw pikir sebagian besar dari kita memang adalah Fans Old School yang pada kenyaan yang sama ketika menikmati materi " Load/Reload " menjadi semacam debut keren, tapi dengan banyak momen yang disesalkan, dan setelah materi " St Anger " membuat timbunan karya menjadi sampah. namun kemudian tahun 2008 Metallica mencoba dengan debut " Death Magnetic ", membuat kita harus berdebat kembali, apakah konsep lawas Metallica memang sedang benar-benar akan kembali atau tidak. " Death Magnetic "kembali dengan karakteristik thrash khas Metallica, yang banyak dipuja tapi bagi Gw masih hanya datang dari fans fanatis yang sangat kompeten. Sekali lagi, Gw tidak membencinya, tapi terkutuk sekali jika Gw harus mendengarkan jauh di tahun-tahun berikutnya. Gw bisa melihat mengapa orang lain memiliki pendapat yang lebih menguntungkan, tapi bagi Gw album tersebut memang hebat menuntut berulang kali untuk mendengarkannya, dan ketika Metallica merilis single " Hardwired " tahun ini ... Gw masih memiliki reaksi yang sama, meski hanya sekilas itupun cepat terlupakan begitu saja. bagi Gw semua lagu akan terasa bekerja lebih baik dalam konteks sebuah album penuh. sebagai penggemar berat materi sejak " Kill 'Em All " hingga " ...and Justice for All " saja, Metallica memang merubah cara pandang Gw terhadap segala jenis musik. " Hardwired... to Self-Destruct ", This is Metallica Galvanised, Refreshed, Refocused and Rediscovering themselves. Best thing they've done since The Black album I Think. ya akhirnya setelah menunggu jeda lama sejak " Death Magnetic " tahun 2008, tahun 2016 kita bisa mendengarkan karya penuh Los Angeles/San Francisco Thrash Metal Legend. album yang juga tepat dirilis ulang tahun gitaris Kirk Hammett ke 54, selain itu Album ini melakukan promosi yang sangat luar biasa dengan membuat semua Video Clip untuk semua lagu-lagu di " Hardwired... to Self-Destruct ", WOW !!! penggarapan materi dilakukan sejak bulan Mei 2015 hingga Agustus 2016 di HQ, San Rafael, CA. sementara untuk proses masteringnya di handle pertama kali hasil kerjasama bareng Dave Collins, Enjiner serta mastering Enjiner yang sudah lama bekerja untuk A&M Studios, Hollywood, dan kini Dave mengelola sendiri studio Dave Collins Mastering. penggarapan " Hardwired... to Self-Destruct " memang melibatkan banyak tenaga handal untuk band sekelas dan Se-Legend Metallica. The album is very Divergent ,It is like, they created an album which Represents Metallica 35 years of career. mungkin ga terlalu banyak yang bisa Gw tulis dalam bahasa sederhananya, karena Gw bukan Diehard Fans atau juga Pengamat dengan bahasa Intelek. Gw hanya menulis apa yang Gw dengar dengan penyampaian bahasa sendiri. It's not Flammable enough to qualify as a dumpster fire but it's still kinda trash. "Hardwired" has a pretty nifty riff, but its brevity and speed turn out to be Uncharacteristic of the rest of the album, which gives it a sort of Gimmicky vibe. And Simplicity is often a virtue, sure, but this title track is Ultimately so Rudimentary that it doesn't survive a Shitload of listens all that well.

Merasakan kebahagiaan kembali memang sejak mendengarkan materi " Death Magnetic ", Metallica telah memainkan kembali Thrash Metal-nya meski tidak seperkasa era " Kill 'Em All " hingga " ...and Justice for All ", setidaknya Metallica telah menebus kekecewaan Gw serta fans lama selama hampir 20 tahun lamanya. dan saatnya Metallica harus menyenangkan fans meski Gw ga terlalu yakin ini adalah keputusan terbesar Metallica, setidaknya " Hardwired... to Self-Destruct " adalah debut keren menyambung sajian menyegarkan kembali pasca " Death Magnetic ". most mannered performance yet, an uneasy Compromise between the man's unabating need to bellow at all times while also queasily restraining himself on the verses, the better to honor the otherwise effective mellow instrumentation. There is only a few old metal bands who manage to live up to their own glory. Looking at this album, it is not very hard to understand that Metallica is not one of them. " Hardwired ", Gairah bagi Metallica saat ini memang tidak mengenal kata Menua, terbukti ketukan dan Power dari legenda tua ini masih ga mau kalah enerjik. pukulan Lars Ulrich masih menyimpan kekuatan awal saat dirinya masih berjiwa muda memainkan lagu-lagu Metallica pertama. kekuatan Vokal James Hetfield juga masih terbaik dengan karakteristik Khas-nya sejak 1981. Kirk Hammett masih punya segudang Riff menawan untuk disalurkan klimaknya di sini, dan Bassis Robert Trujillo terlihat makin aktif bersemangat ikut menulis beberapa lagu disini. Yeahh, In spite of the above reservations, though, I still found myself enjoying Hardwired more than I thought I would. Sure, it's Patchy and not at all consistently great,  but there's a looseness throughout that hasn't been present since the 1990. Metallica masih punya segudang jurus bagaimana tetap memanjakan Pendengar setia serta menjaring banyak penikmat baru dengan Komposisi Catchy dan Easy listening seperti ini tanpa harus selling out dengan Pasar. aroma materi masih berputar sekitar materi era " Death Magnetic ", dan kurang relevan jika Gw harus terus menerus memaksa Metallica harus memainkan kembali seperti materi awal terbaiknya, setidaknya saat ini Metallica masih menyuguhkan komposisi Dramatis yang siap dicerna disegala Mood. " Atlas, Rise! " menurut Gw punya part serta Momen menarik yang memberi kesan memorable dengan penyajian Aransemen, terutama pas bagian Chorus yang Gw suka " Die as you suffer in vain / Own all the grief and the pain / Die as you hold up the skies / Atlas, Rise! ". was a pretty grand choice for a single. This isn't much of a singles album, though in fact, a hefty chunk of my personal regard for it is as a sum of its parts. It really requires an Extended attention span to fully immerse you in its charm. semakin berusaha menjaga suasana tetap kondusif dengan Part-part Catchy, " Now That We're Dead ", sajian ringan dan berat menyenangkan pokoknya, Keep Headbang ! kemudian " Moth into Flame " masih nyantai banget menikmati menit-menit semangat membara ketika tubuh ini bekerja lebih baik merespon sajian tempo selalu menarik. konsep " Sad Bad True ", lebih nge-rock rasanya untuk track " Dream No More ", nah kenapa malah melemah untuk track ini? beruntung " Halo on Fire " mampu sedikit membendung boring track sebelumnya, menawarkan Epic part dengan melepas Melodic Riff, namun sayang part selanjutnya malah balik bikin boring lagi. hadehh.... untuk memulai Setlist CD ke-2, " Confusion ", meski punya opening Track yang menarik, perlahan persepsi kita memang sedikit terbuka dengan strategi track berikutnya memang tidak sejalan dengan Track pertama, pecah menggelora, enerjik dan tiba-tiba melemah emosinya. into the halcyon days of their youth nearly three decades ago during thrash’s primordial period, when " Impulsivity” amounted to unpredictable fretwork, breakneck rhythms, and discarded pretenses. Like " Death Magnetic ", the record attempts a self-conscious return to form; the only difference is that this time the band sound like they’re actually trying, and dare I say it maybe even having a bit of fun. seperti sedang menikmati Power masa tua, Metallica hanya selebihnya mengajak kita bersenang-senang dengan emosi stabil bukan meledak-ledak seperti yang kita bayangkan mungkin. hingga pada menit ini, jangan terlalu banyak berharap letupan keras akan semakin banyak ditampilkan, kita hanya akan diajak menikmati setiap kelembutan distorsi dan rajutan sound yang berat menancap serta dari sini jugalah kita akan mengatakan hal yang sama kembali, " Death Magnetic " almost gone. makanya Gw Skip aja ke " Am I Savage? " berharap menemukan semangat baru, nyatanya persepsi ini makin melemah dengan Boring Track :( no you are not!; you're not even slightly " edgy ". It would be more effective if Hetfield could project, " savage ", but he no longer has the vocals, though, they are solid. The issue with 'solid' is that when your lyrics are as bad as, 'We're so fucked!', then you need the vocals to really mean it; his don't. sudah-lah, mungkin keterbatasan usia bagi Metallica harus membuat kalian menerima semua kenyataan ini. It is Nostalgic, vintage between good and bad, and a sign that these guys really don't have many regrets when it comes to their past. And that's a statement we all need to think about. sampai dengan " Murder One ", track yang didedikasikan kepada mendiang Lemmy-nya Motörhead. salah satu Band yang turut menginspirasi Metallica selama ini, Metalhead seperti sedang di Nina Bobokan dengan Ballad song suram ... well, mungkin menjadi bagian dari strategi saja, seperti sejak awal mendengar track pertama " Hardwired ", pendengar akan dipaksa mendengarkan kekuatan Metallica yang " katanya " telah kembali, dan untuk closing kesan saja, track penghabisan di CD ke-2 mengulang semangatnya kembali dengan the Most Powerfully Track.

And Overall, this is a really poor album, devoid of good ideas, and James, Lars, and Kirk, just sound like a middle-aged Metallica cover band. This album is completely lacking, so I'd go as far as to say that even the CD has no place on the shelf next to your copy of " Kill 'Em All " and " Ride the Lightning ". persis dugaan Gw sebelumnya, jika boleh gw berkomentar Jujur, rasanya secara pribadi " Death Magnetic " masih menjadi album baru Metallica terbaik dengan kekuatan Thrash Metal-nya ketimbang " Hardwired... to Self-Destruct ", namun jika para penikmat hanya menjadikan sarana Hiburan Headbang ringan-ringan aja, album ini tentu ajib banget menemani hampir disepanjang waktu. It really requires an extended attention span to fully immerse you in its charm. Excised moments have a sugar crash appeal that bottom out almost as soon as you've begun to savor them, but 77 minutes of it somehow ends up constituting an honest to god fucking meal. Still slight on flat out Brilliances, but if " Master of Puppets " VI isn't on the table this able composite of 30 years worth of musical strengths is sure as hell preferable to a more Monochromatic " Death Magnetic " 2. From that standpoint, this might just be the worst Metallica album of them all, and it should be dismissed completely.











REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !